Analisis Peningkatan Kemampuan Bertanya Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PAI Melalui Metode Silent Wai Kelas V SD INP 581 Bana Kec. Bontocani Kab.Bone

No image available for this title
Skripsi ini membahas tentang “Analisis Peningkatan Kemampuan
Bertanya Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PAI Melalui Metode Silent Way
Kelas V SD INP 5/81 Bana Kec. Bontocani Kab.Bone”., Pokok masalah yang
dirumuskan dalam penelitian ini, yaitu pertama, penerapan metode silent way.
Kedua, kemampuan bertanya peserta didik di kelas V SD INP 5/81 Bana.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif (Qualitatif
Research). Pendekatan yang digunakan terdiri atas tiga, yakni pedagogis,
sosiologis, psikologis. teknik pengumpulan data yang digunakan yakni
menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang
digunakan yakni analisis data kualitatif ada tiga tahap reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, penerapan metode silent way
Pada Siswa Kelas V SD INP 5/81 Bana Kec. Bontocani Kab.Bone
Penerapan metode silent way, merupakan metode pembelajaran yang aktif
dan menarik, dan dapat mendorong siswa untuk berpikir seehingga siswa dapat
berbicara dan berani tampil didepan teman-temannya, dengan menerapkan metode
silent way siswa juga dapat mempelajari dan menggunakan bahasa dengan baik
dan dapat, sehingga siswa dapat lancar berbicara. Kedua, kemampuan bertanya
peserta didik melalui metode silent way Kelas V SD INP 5/81 Bana Kec.
Bontocani Kab. Bone
Kemampuan bertanya siswa menggunakan metode silent way dapat
berpengarh terhadap peningkatan kemampuan bertanya siswa dimana siswa yang
merasa malu dan tidak berani untuk tampil didepan teman-temannya. Akan tetapi
setelah diterapkannya metode silent way siswa mendapatkan bimbingan dari guru
sehingga mereka dapat berani untuk bertanya dan tidak merasa malu lagi, siswa
tidak hanya dapat bertanya tetapi dapat bercerita dengan baik dan menggunakan
bahasa yang jelas dan mudah untuk dipahami. Ketiga, Faktor pendukung (1)
internal yang menjadi pendukung dalam penerapan metode silent way yaitu,
keaktifan siswa karena keaktifan siswa dapat menunjang berjalan dengan
lancarnya penerapan metode silent way. (2) Faktor eksetrnal merupakan peran
yang sangat penting dalam penerapan metode silent way seperti siswa yang
belajar terlebih dahulu sebelum pembelajaran berlangsung, sedangkan faktor
penghambat yaitu, intelektual dan kecerdasan, psikologis, merasa jenuh, minat
belajar, sikap dan prilaku.
A. Simpulan
Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan oleh penulis tentang “Analisis
peningkatan kemampuan bertanya peserta didik pada mata pelajaran PAI melalui
metode silent way Kelas V SD INP 5/81 Bana, Kec. Bontocani, Kab. Bone” maka
penulis dapat menyimpulkan:
1. Penerapan metode silent way pada siswa kelas V SD INP 5/81 Bana Kec.
Bontocani, Kab.Bone yaitu penerapan metode silent way metode yang sangat
penting dan solusi yang tepat untuk digunakan oleh seorang guru, khususnya
untuk siswa yang memerlukan bimbingan agar dapat meningkatkan
kemampuan bertanya agar siswa dapat aktif, dan berpikir, sehingga siswa
berani dan tidak merasa malu untuk tampil bercerita didepan teman-
temannya saat belajar dengan guru menerapkan merode silent way
peningkatan bertanya melalui metode tersebut guru membimbing siswa
dengan baik sehingga siswa termotivasi untuk memecahkan permasalahanya.
Seebelum materi dilaksanakan guru harus menyiapkan rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) serta lemberan observasi dan tes yang diberikan kepada
siswa. Metode silent way memfokuskan pada kreasi dan penafsiran anak
didik. Guru atau pendidk hanya berperan sebagai pelempar topik, guru lebih
banyak diam ia mengajukan gerakan, ganbar dan bentuk visual lainya untuk
memancing dan merangsang kreasi anak didik metode silent way
mengatakan bahwa guru bekerja dengan peserta didik bekerja atau
mengerjakan pembelajaran bahasa, ciri khas proses belajar mengajar
menggunakan metode silent way adalaah peserta didik belajar dari suara-
suara utama dari bahasa target yang selanjutnya guru memberikan suatu
keadaan di mana bahasa target dipakai dalam peerta didik menerima praktek
dalam bahasa target tanpa mengulang. Peserta didik mempunyai otonomi
dalam bahasa dengan menjelajahi serta melakukan pilihan, sifat intraksi guru
dan murid untuk intraksi ini guru diam tapi masih sangat aktif karena
menciptakan stimulasi untuk memakai kesadaran mendengarkan dan penuh
perhatian ucpan-ucapan peserrta didik dan diam-diam bekerja supaya peserta
didik bisa mengucapkannya, ketika guru bercerita hal itu adalah untuk
memberikan petunjuk bukan memberikan model bagi bahas. Guru hanya
memberikan bantuan seperlunya saja dan kemudian diam.
2. Kemampuan bertanya peserta didik melalui metode silent way kelas V SD
INP 5/81 Bana, Kec. Bontocani Kab. Bone yaitu sebelum guru menerapkan
metode silent way siswa merasa malu, dan tidak berani bercerita, atau
bertanya, kepada temannya atau guru saat belajar. Setelah guru menerapkan
metode silent way siswa sudah merasa berani dan aktif bertanya saat belajar
dan menggunakan bahasa yang jelas dan tepat sehingga mudah untuk
dipahami bertanya merupakan suatu bentuk aktivitas dalam komunikasi yang
bertujuan untuk memperoleh informasi atau pengetahuan mengenai suatu
hal, kejadian atau peristiwa yang belum diketahui Bertanya merupakan hal
posesif dan menguntungkan bagi siswa keuntungan tersebut yaitu. Siswa
menjadi lebih mudah untuk dapat memahami secara lebih mendalam tentang
pelajaran-pelajaran yang kurang jelas bagi siswa Siswa menjadi lebih mudah
untuk dapat memahami secara lebih mendalam tentang pelajaran-pelajaran
yang kurang jelas bagi siswa. Kemampuan bertanya adalah kemampuan
siswa dalam menyampaikan pertanyaan yang ada dalam diri siswa rasa ingin
tahu atau ketidak pahaman terhadap suatu hal dan ingin mengetahuinya agar
menjadi paham dan jelas kemudian disampaikan secara lisan atau veriabel
B. Implikasi
Setelah penulis menguraikan simpulan tersebut, maka di bawah ini
dikemukakan implikasi penelitian yang berisikan saran-saran. Adapun saran-saran
penulis dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut:
1. Guru harus mengembangkan dan meningkatkan mampuannya di bidang
teknologi khususnya teknologi pembelajaran seperti peningatan kemampuan
dalam meningkatkan strategi pembelajaran yang mampu memberikan kesan
pembelajaran kepada siswa. Dan guru harus memiliki personal yang baik dan
memiliki metode pembelajaran yang menarik agar peserta didik dapat
meningktkan minart belajarnya sehingga termotivasi dan tertarik dalam
mengikuti pembelajaran.
2. Siswa di harapkan memiliki semangat belajar yang baik dan disiplin saat
belajar menghilangkan kebiasan-kebiasan buruk yang ada pada dirinya.serta
selalu mengikuti aturan-aturan dalam pembelajaran. Dan dapat
mengembangkan pembelajaran yang baik agar kedepannya pembelajaran akan
lebih baik, lebih berkembang dimasa yang akan datang .
Ketersediaan
STAR20230289289/2023Perpustakaan PusatTersedia
Informasi Detil
Judul Seri

-

No. Panggil

289/2023

Penerbit

IAIN BONE : Watampone.,

Deskripsi Fisik

-

Bahasa

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Klasifikasi

Skripsi Tarbiyah

Informasi Detil
Tipe Isi

-

Tipe Media

-

Tipe Pembawa

-

Edisi

-

Info Detil Spesifik

-

Pernyataan Tanggungjawab
Tidak tersedia versi lain

Advanced Search

Gak perlu repot seting ini itu GRATIS SetUp ,Mengonlinekan SLiMS Di Internet Karena pesan web di Desawarna.com Siap : 085740069967

Pilih Bahasa

Gratis Mengonlinekan SLiMS

Gak perlu repot seting ini itu buat mengonlinekan SLiMS.
GRATIS SetUp ,Mengonlinekan SLiMS Di Internet
Karena pesan web di Desawarna.com
Kontak WhatsApp :

Siap : 085740069967

Template Perpustakaan Desawarna

Kami berharap Template SLiMS ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai template SLiMS bagi semua SLiMerS, serta mampu memberikan dukungan dalam pencapaian tujuan pengembangan perpustakaan dan kearsipan.. Aamiin

Top