Syarat Mustahsinah Pelakasanaan Khitbah Ditinjau Menurut Hukum Islam (Studi Masyarakat Desa Siame Kecamatan Palakka)
Ella/742302019009 - Personal Name
Skripsi ini membahas tentang Syarat Mustaḥsinah Pelaksanaan Khiṭbah Ditinjau
Menurut Hukum Islam (Studi Masyarakat Desa Siame Kecamatan Palakka). Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Syarat Mustaḥsinah
Pelaksanaan Khiṭbah di Desa Siame Kecamatan Palakka dan perspektif hukum Islam
terhadap implementasi Syarat Mustaḥsinah Pelaksanaan Khiṭbah di Desa Siame
Kecamatan Palakka.
Data penelitian diperoleh dengan melakukan penelitian lapangan (field research) jenis
kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi dan
wawancara secara langsung kepada masyarakat di Desa Siame. Metode pendekatan
penelitian yang digunakan yaitu pendekatan teologis normatif, yuridis normatif dan
yuridis empiris.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Syarat Mustaḥsinah
Pelaksanaan Khiṭbah masyarakat Desa Siame, meskipun belum sepenuhnya diterapkan
namun masyarakat tetap mengedepankan agama dan akhlak sebagai poin utama dalam
meminang maupun dipinang. Sehingga hal itu pastinya akan membawa manfaat yang
baik bagi mereka. Wanita yang boleh dipinang berarti boleh juga untuk dinikahi. Jika
masyarakat lebih cenderung mengetahui tentang rukun nikah dan syarat nikah, dari
pada syarat peminangan, boleh jadi hal tersebut di dasari karena baik rukun maupun
syarat nikah mempengaruhi sah atau tidaknya suatu pernikahan. Namun hal demikian
tetap urgen untuk mengetahui syarat peminangan baik syarat Lazīmah maupun syarat
Mustaḥsinah yang akan mendukung ketercapaian keluarga yang sakinah mawaddah
dan warahmah.
Menurut Hukum Islam (Studi Masyarakat Desa Siame Kecamatan Palakka). Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Syarat Mustaḥsinah
Pelaksanaan Khiṭbah di Desa Siame Kecamatan Palakka dan perspektif hukum Islam
terhadap implementasi Syarat Mustaḥsinah Pelaksanaan Khiṭbah di Desa Siame
Kecamatan Palakka.
Data penelitian diperoleh dengan melakukan penelitian lapangan (field research) jenis
kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi dan
wawancara secara langsung kepada masyarakat di Desa Siame. Metode pendekatan
penelitian yang digunakan yaitu pendekatan teologis normatif, yuridis normatif dan
yuridis empiris.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Syarat Mustaḥsinah
Pelaksanaan Khiṭbah masyarakat Desa Siame, meskipun belum sepenuhnya diterapkan
namun masyarakat tetap mengedepankan agama dan akhlak sebagai poin utama dalam
meminang maupun dipinang. Sehingga hal itu pastinya akan membawa manfaat yang
baik bagi mereka. Wanita yang boleh dipinang berarti boleh juga untuk dinikahi. Jika
masyarakat lebih cenderung mengetahui tentang rukun nikah dan syarat nikah, dari
pada syarat peminangan, boleh jadi hal tersebut di dasari karena baik rukun maupun
syarat nikah mempengaruhi sah atau tidaknya suatu pernikahan. Namun hal demikian
tetap urgen untuk mengetahui syarat peminangan baik syarat Lazīmah maupun syarat
Mustaḥsinah yang akan mendukung ketercapaian keluarga yang sakinah mawaddah
dan warahmah.
Ketersediaan
| SSYA20230237 | 237/2023 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
237/2023
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2023
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Syariah
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
