Pengaruh Perceived Quality dan Brand Trust Terhadap Loyalitas Konsumen dalam Penggunaan Kosmetik Halal Mediasi Influencer Marketing (Studi Pada Perempuan Muslim Watampone)
Nur Awalia Arsyad/602022021009 - Personal Name
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived quality dan
brand trust terhadap loyalitas konsumen, dengan Influencer Marketing sebagai
variabel mediasi pada Perempuan Muslim Watampone. Penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kusioner dengan sampel
yang terdiri dari 200 Perempuan Muslim di Watampone yang dipilih dengan teknik
simple random sampling. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation
Modeling (SEM) yang diolah dengan bantuan software SmartPLS 4. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perceived quality berpengaruh signifikan terhadap loyalitas
konsumen dan brand trust berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen,
sementara itu influencer marketing tidak berperan secara signifikan dalam memediasi
pengaruh perceived quality dan brand trust terhadap loyalitas konsumen dalam
penggunaan kosmetik halal. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan kepada
produsen tetap mempertahankan kualitas produk, terutama dalam aspek kesesuaian
dengan standar halal, keamanan, dan efektivitas produk, serta meningkatkan daya tarik
visual dan kemasan produk yang lebih inovatif dan informatif. Selain itu, transparansi
dalam komunikasi merek perlu diperkuat melalui keterbukaan mengenai informasi
bahan, proses produksi, dan sertifikasi halal dalam meningkatkan kepercayaan
konsumen. Strategi pemasaran melalui influencer dapat dioptimalkan dengan selektif
terhadap influencer kredibilitas tinggi dan pemahaman mendalam tentang kosmetik
halal, serta menggunakan pendekatan yang lebih edukatif dalam menyampaikan
informasi kepada konsumen.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disajikan pada BAB
IV setelah dilakukan pengujian, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Perceived Quality (X1) memiliki pengaruh langsung yang signifikan
terhadap Loyalitas Konsumen (Y) dalam Penggunaan Kosmetik Halal Pada
Perempuan Muslim di Watampone. Semakin baik kualitas yang dirasakan,
semakin besar kecenderungan mereka untuk menggunakan produk kosmetik
halal yang sama. Konsumen cenderung lebih setia terhadap produk yang
mereka anggap memiliki kualitas yang tinggi, terutama pada aspek
kesesuaian dengan standar halal, keamanan produk, dan efektivitas produk
dalam memenuhi kebutuhan mereka. Dari berbagai indikator yang dianalisis,
kesesuaian dengan standar halal menjadi aspek yang paling diperhatikan
konsumen sehingga berkontribusi terhadap loyalitas mereka. Sementara itu,
penampilan dan kemasan produk masih kurang berperan dalam membentuk
persepsi konsumen yang berkontribusi pada loyalitas mereka. Oleh karena
itu, produsen dapat mempertimbangkan strategi yang menarik pada desain
produk tanpa mengabaikan substansi kualitasnya.
2. Brand Trust (X2) memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap
Loyalitas Konsumen (Y) dalam Penggunaan Kosmetik Halal Pada
Perempuan Muslim di Watampone. Semakin kuat kepercayaan konsumen
terhadap suatu merek, maka semakin besar peluang mereka untuk tetap setia
85
menggunakan produk kosmetik halal tersebut. Kepercayaan konsumen
didasarkan pada aspek nilai yang mencerminkan keseimbangan antara harga
dan manfaat yang diperoleh. Namun, aspek kejujuran terutama dalam
keterbukaan informasi kepada konsumen masih memerlukan penguatan agar
dapat meningkatkan kepercayaan konsumen secara maksimal. Dengan
meningkatnya keterbukaan informasi, loyalitas konsumen dapat semakin
diperkuat.
3. Influencer Marketing (M) tidak memediasi secara signifikan pengaruh
Perceived Quality (X1) dan Brand Trust (X2) terhadap Loyalitas Konsumen
(Y) dalam Penggunaan Kosmetik Halal Pada Perempuan Muslim di
Watampone. Konsumen lebih mengutamakan pengalaman mereka secara
langsung terhadap kualitas dan kepercayaan merek dibandingkan
rekomendasi dari influencer. Persepsi kesesuaian menjadi aspek yang paling
diperhatikan konsumen, sementara kepercayaan terhadap influencer masih
perlu diperkuat. Hal ini dikarenakan meskipun influencer memiliki banyak
pengikut dan sering melakukan endorsement, tidak selalu berdampak positif
pada loyalitas konsumen terhadap produk kosmetik halal yang mereka
promosikan.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan pada penelitian yang telah dilakukan, adapun
saran sebagai berikut.
1. Produsen kosmetik halal perlu untuk tetap mempertahankan kualitas produk
yang dinilai tinggi dan menjadi hal yang diperhatikan konsumen, terutama
pada aspek kesesuaian dengan standar halal, keamanan, dan efektivitas
produk. Sementara aspek penampilan dan kemasan produk masih perlu untuk
ditingkatkan dengan desain yang lebih inovatif dan informatif. Kemasan yang
menarik dan tetap memperhatikan nilai-nilai Islam dapat meningkatkan daya
tarik konsumen tanpa mengorbankan substansi kualitas produk. Selain itu,
inovasi dalam penyajian produk seperti kemasan ramah lingkungan atau
desain ergonomis yang dapat memudahkan penggunaan, dapat meningkatkan
nilai tambah bagi konsumen.
2. Kepercayaan merek sangat berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Oleh
karena itu, penting bagi produsen untuk tetap mempertahankan keseimbangan
antara harga dan manfaat produk. Selain itu, transparansi juga perlu
ditingkatkan dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap merek
terutama dalam memberikan informasi mengenai bahan, proses produksi, serta
sertifikasi halal dalam kemasan dan materi promosi. Keterlibatan sebuah
merek dalam kegiatan sosial berbasis keislaman dapat memperkuat citra
merek. Konsumen yang merasa yakin dengan kejujuran dan integritas merek
akan cenderung lebih setia dalam menggunakan merek produk kosmetik halal.
3. Meskipun hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing belum
berperan secara signifikan dalam memediasi hubungan antara perceived
quality dan brand trust terhadap loyalitas konsumen, strategi ini tetap
memiliki potensi dan dapat dioptimalkan jika diterapkan lebih selektif dengan
memilih influencer yang memiliki kredibilitas tinggi dan keterkaitan kuat
dengan nilai-nilai Islam. Influencer perlu memiliki pemahaman mendalam
tentang kosmetik halal dan benar-benar menggunakan produk yang mereka
promosikan. Selain itu, strategi pemasaran melalui influencer sebaiknya tidak
hanya berfokus pada promosi produk tetapi juga mencakup pemberian edukasi
dan transparansi dalam penyampaian informasi produk kepada konsumen,
seperti berbagi pengalaman pribadi menggunakan produk yang dipromosikan.
Dengan pendekatan yang lebih interaktif dan informatif, influencer dapat
membantu dalam membangun kepercayaan konsumen.
C. Implikasi
Implikasi yang dapat diberikan dalam penelitian ini sebagai berikut.
1. Bagi Akademisi
Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi untuk studi lebih lanjut
khususnya dalam konteks perceived quality, brand trust, dan influencer
marketing dalam meningkatkan loyalitas konsumen pada industri kosmetik
halal. Temuan menunjukkan bahwa dalam segmen pasar yang lebih religius,
faktor intrinsik seperti kualitas dan kepercayaan merek lebih menentukan
loyalitas dibandingkan adanya mediasi dari faktor eksternal seperti pemasaran
melalui influencer. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi
faktor-faktor lain yang mungkin dapat memperkuat peran influencer
marketing dalam meningkatkan loyalitas konsumen muslim.
2. Bagi Industri Kosmetik Halal
Penelitian ini memberikan wawasan bahwa faktor utama yang
mendorong loyalitas konsumen adalah kualitas produk yang sejalan dengan
prinsip-prinsip syariah dan kepercayaan terhadap merek. Oleh karena itu,
industri kosmetik halal perlu berfokus pada peningkatan kualitas produk
dengan tetap memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dan
membangun citra merek yang lebih transparan dan terpercaya. Selain itu,
perlu memahami preferensi konsumen muslim sehingga industri kosmetik
halal dapat merumuskan strategi yang lebih efektif dalam menjaga dan
meningkatkan loyalitas konsumen.
3. Bagi Pelaku Bisnis
Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran
melalui influencer perlu dievaluasi kembali. Meskipun influencer dapat
membantu meningkatkan kesadaran merek, namun belum cukup efektif dalam
membangun loyalitas. Oleh karena itu, pelaku bisnis perlu lebih selektif dalam
memilih influencer dan berfokus pada strategi pemasaran berbasis
pengalaman serta testimoni nyata.
brand trust terhadap loyalitas konsumen, dengan Influencer Marketing sebagai
variabel mediasi pada Perempuan Muslim Watampone. Penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kusioner dengan sampel
yang terdiri dari 200 Perempuan Muslim di Watampone yang dipilih dengan teknik
simple random sampling. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation
Modeling (SEM) yang diolah dengan bantuan software SmartPLS 4. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perceived quality berpengaruh signifikan terhadap loyalitas
konsumen dan brand trust berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen,
sementara itu influencer marketing tidak berperan secara signifikan dalam memediasi
pengaruh perceived quality dan brand trust terhadap loyalitas konsumen dalam
penggunaan kosmetik halal. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan kepada
produsen tetap mempertahankan kualitas produk, terutama dalam aspek kesesuaian
dengan standar halal, keamanan, dan efektivitas produk, serta meningkatkan daya tarik
visual dan kemasan produk yang lebih inovatif dan informatif. Selain itu, transparansi
dalam komunikasi merek perlu diperkuat melalui keterbukaan mengenai informasi
bahan, proses produksi, dan sertifikasi halal dalam meningkatkan kepercayaan
konsumen. Strategi pemasaran melalui influencer dapat dioptimalkan dengan selektif
terhadap influencer kredibilitas tinggi dan pemahaman mendalam tentang kosmetik
halal, serta menggunakan pendekatan yang lebih edukatif dalam menyampaikan
informasi kepada konsumen.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disajikan pada BAB
IV setelah dilakukan pengujian, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Perceived Quality (X1) memiliki pengaruh langsung yang signifikan
terhadap Loyalitas Konsumen (Y) dalam Penggunaan Kosmetik Halal Pada
Perempuan Muslim di Watampone. Semakin baik kualitas yang dirasakan,
semakin besar kecenderungan mereka untuk menggunakan produk kosmetik
halal yang sama. Konsumen cenderung lebih setia terhadap produk yang
mereka anggap memiliki kualitas yang tinggi, terutama pada aspek
kesesuaian dengan standar halal, keamanan produk, dan efektivitas produk
dalam memenuhi kebutuhan mereka. Dari berbagai indikator yang dianalisis,
kesesuaian dengan standar halal menjadi aspek yang paling diperhatikan
konsumen sehingga berkontribusi terhadap loyalitas mereka. Sementara itu,
penampilan dan kemasan produk masih kurang berperan dalam membentuk
persepsi konsumen yang berkontribusi pada loyalitas mereka. Oleh karena
itu, produsen dapat mempertimbangkan strategi yang menarik pada desain
produk tanpa mengabaikan substansi kualitasnya.
2. Brand Trust (X2) memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap
Loyalitas Konsumen (Y) dalam Penggunaan Kosmetik Halal Pada
Perempuan Muslim di Watampone. Semakin kuat kepercayaan konsumen
terhadap suatu merek, maka semakin besar peluang mereka untuk tetap setia
85
menggunakan produk kosmetik halal tersebut. Kepercayaan konsumen
didasarkan pada aspek nilai yang mencerminkan keseimbangan antara harga
dan manfaat yang diperoleh. Namun, aspek kejujuran terutama dalam
keterbukaan informasi kepada konsumen masih memerlukan penguatan agar
dapat meningkatkan kepercayaan konsumen secara maksimal. Dengan
meningkatnya keterbukaan informasi, loyalitas konsumen dapat semakin
diperkuat.
3. Influencer Marketing (M) tidak memediasi secara signifikan pengaruh
Perceived Quality (X1) dan Brand Trust (X2) terhadap Loyalitas Konsumen
(Y) dalam Penggunaan Kosmetik Halal Pada Perempuan Muslim di
Watampone. Konsumen lebih mengutamakan pengalaman mereka secara
langsung terhadap kualitas dan kepercayaan merek dibandingkan
rekomendasi dari influencer. Persepsi kesesuaian menjadi aspek yang paling
diperhatikan konsumen, sementara kepercayaan terhadap influencer masih
perlu diperkuat. Hal ini dikarenakan meskipun influencer memiliki banyak
pengikut dan sering melakukan endorsement, tidak selalu berdampak positif
pada loyalitas konsumen terhadap produk kosmetik halal yang mereka
promosikan.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan pada penelitian yang telah dilakukan, adapun
saran sebagai berikut.
1. Produsen kosmetik halal perlu untuk tetap mempertahankan kualitas produk
yang dinilai tinggi dan menjadi hal yang diperhatikan konsumen, terutama
pada aspek kesesuaian dengan standar halal, keamanan, dan efektivitas
produk. Sementara aspek penampilan dan kemasan produk masih perlu untuk
ditingkatkan dengan desain yang lebih inovatif dan informatif. Kemasan yang
menarik dan tetap memperhatikan nilai-nilai Islam dapat meningkatkan daya
tarik konsumen tanpa mengorbankan substansi kualitas produk. Selain itu,
inovasi dalam penyajian produk seperti kemasan ramah lingkungan atau
desain ergonomis yang dapat memudahkan penggunaan, dapat meningkatkan
nilai tambah bagi konsumen.
2. Kepercayaan merek sangat berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Oleh
karena itu, penting bagi produsen untuk tetap mempertahankan keseimbangan
antara harga dan manfaat produk. Selain itu, transparansi juga perlu
ditingkatkan dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap merek
terutama dalam memberikan informasi mengenai bahan, proses produksi, serta
sertifikasi halal dalam kemasan dan materi promosi. Keterlibatan sebuah
merek dalam kegiatan sosial berbasis keislaman dapat memperkuat citra
merek. Konsumen yang merasa yakin dengan kejujuran dan integritas merek
akan cenderung lebih setia dalam menggunakan merek produk kosmetik halal.
3. Meskipun hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing belum
berperan secara signifikan dalam memediasi hubungan antara perceived
quality dan brand trust terhadap loyalitas konsumen, strategi ini tetap
memiliki potensi dan dapat dioptimalkan jika diterapkan lebih selektif dengan
memilih influencer yang memiliki kredibilitas tinggi dan keterkaitan kuat
dengan nilai-nilai Islam. Influencer perlu memiliki pemahaman mendalam
tentang kosmetik halal dan benar-benar menggunakan produk yang mereka
promosikan. Selain itu, strategi pemasaran melalui influencer sebaiknya tidak
hanya berfokus pada promosi produk tetapi juga mencakup pemberian edukasi
dan transparansi dalam penyampaian informasi produk kepada konsumen,
seperti berbagi pengalaman pribadi menggunakan produk yang dipromosikan.
Dengan pendekatan yang lebih interaktif dan informatif, influencer dapat
membantu dalam membangun kepercayaan konsumen.
C. Implikasi
Implikasi yang dapat diberikan dalam penelitian ini sebagai berikut.
1. Bagi Akademisi
Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi untuk studi lebih lanjut
khususnya dalam konteks perceived quality, brand trust, dan influencer
marketing dalam meningkatkan loyalitas konsumen pada industri kosmetik
halal. Temuan menunjukkan bahwa dalam segmen pasar yang lebih religius,
faktor intrinsik seperti kualitas dan kepercayaan merek lebih menentukan
loyalitas dibandingkan adanya mediasi dari faktor eksternal seperti pemasaran
melalui influencer. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi
faktor-faktor lain yang mungkin dapat memperkuat peran influencer
marketing dalam meningkatkan loyalitas konsumen muslim.
2. Bagi Industri Kosmetik Halal
Penelitian ini memberikan wawasan bahwa faktor utama yang
mendorong loyalitas konsumen adalah kualitas produk yang sejalan dengan
prinsip-prinsip syariah dan kepercayaan terhadap merek. Oleh karena itu,
industri kosmetik halal perlu berfokus pada peningkatan kualitas produk
dengan tetap memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dan
membangun citra merek yang lebih transparan dan terpercaya. Selain itu,
perlu memahami preferensi konsumen muslim sehingga industri kosmetik
halal dapat merumuskan strategi yang lebih efektif dalam menjaga dan
meningkatkan loyalitas konsumen.
3. Bagi Pelaku Bisnis
Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran
melalui influencer perlu dievaluasi kembali. Meskipun influencer dapat
membantu meningkatkan kesadaran merek, namun belum cukup efektif dalam
membangun loyalitas. Oleh karena itu, pelaku bisnis perlu lebih selektif dalam
memilih influencer dan berfokus pada strategi pemasaran berbasis
pengalaman serta testimoni nyata.
Ketersediaan
| SFEBI20250057 | 57/2025 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
57/2025
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2025
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FEBI
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
