Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi Mappaleppe (Studi Kasus di Bubung Jompie Desa Rappa Kecamatan Tonra Kabupaten Bone)
Aldiansyah/702332020030 - Personal Name
Skripsi ini membahas tentang Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi
Mappaleppe (Studi Kasus di Bubung Jompie Desa Rappa Kecamatan Tonra
Kabupaten Bone). Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui (a) Bagaimana Proses
Pelaksanaan Tradisi Mappaleppe di Bubung Jompi Desa Rappa Kecamatan Tonra
Kabupaten Bone, (b) Bagaimana Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi Mappaleppe
di Bubung Jompie Desa Rappa Kecamatan Tonra Kabupaten Bone.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan
komunikasi, pendekatan sosiologi, dan pendekatan ilmu dakwah yang melibatkan
metode yang ada, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk
memperoleh data yang dibutuhkan. Adapun sumber data dari penelitian ini adalah
5 orang warga asli dari Desa Rappa termasuk tokoh masyarakat dan anak mudah
yang sampai sekarang melaksanakan tradisi tersebut Data yang diperoleh
selanjutnya dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif yang terdiri dari
tiga tahap yaitu, reduksi data, paparan atau penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Tradisi Mappaleppe
merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat yang ada di Desa Rappa
maupun luar Desa Rappa saat setelah dilaksanakannya acara-acara besar seperti
acara pernikahan dan pesta panen ataupun sekedar melaksanaan nazar. Tradisi ini
mencerminkan nilai-nilai sosial, keagamaan, dan kebersamaan dalam masyarakat.
(2) Meskipun tradisi tersebut telah mengalami perubahan dari praktik pemberian
sesajen menjadi acara makan bersama, namun esensi dan identitas budaya
lokalnya tetap terjaga. Adaptasi ini menunjukkan bagaimana tradisi lokal dapat
beradaptasi dengan perkembangan zaman dan nilai-nilai yang berkembang, sambil
mempertahankan akar budaya dan kebersamaan masyarakatnya. (3) Berdasarkan
hasil peneliti, Adapun nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam tradisi ini yaitu,
ketaatan kepada ajaran agama, silaturahmi, persatuan, rasa syukur, kerja sama dan
gotong royong, dan nilai budaya.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas pada Bab sebelumnya
mengenai “Nilai-Nilai Dakwah Dalam Tradisi Mappaleppe (Studi Kasus di
Bubung Jompie Desa Rappa Kecamatan Tonra Kabupaten Bone)” dapat penulis
simpulkan bahwa:
1. Skripsi ini mengkaji Tradisi Mappaleppe di Desa Rappa, Kecamatan
Tonra, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari warisan
budaya lokal yang penting bagi masyarakat setempat. Tradisi Mappaleppe
biasanya dilakukan saat setelah selesai dilaksanakannya acara pernikahan
dan pesta panen oleh masyarakat Desa Rappa. Proses pelaksanaan tradisi
Mappaleppe ini melibatkan keluarga pengantin baru ataupun masyarakat
setempat yang ada di Desa Rappa Kecamatan Tonra. Masyarakat yang
datang biasanya membawa makanan ke Bubung Jompie yaitu tempat
dilaksanakannya tradisi Mappaleppe. Sesampainya di Bubung Jompie,
dilakukan proses yang melibatkan doa dan makan bersama. Meskipun
tradisi tersebut telah mengalami perubahan dari praktik pemberian sesajen
menjadi acara makan bersama, namun esensi dan identitas budaya
lokalnya tetap terjaga. Adaptasi ini menunjukkan bagaimana tradisi lokal
dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan nilai-nilai yang
berkembang, sambil mempertahankan akar budaya dan kebersamaan
masyarakatnyat.
2. Bukan hanya sekedar proses pelaksanaan saja, Tradisi Mappaleppe
mempunyai banyak nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Tradisi ini
dilakukan sebagai bentuk syukuran atas berbagai keberhasilan dan
kelancaran acara besar, seperti pernikahan atau panen raya, serta sebagai
ajang untuk mempererat solidaritas dan kebersamaan di antara warga.
Melalui tradisi Mappaleppe, masyarakat bukan hanya merayakan
kesuksesan dan keberlimpahan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial,
religius, dan budaya. Ini adalah contoh nyata bagaimana tradisi adat dapat
menjadi fondasi yang kuat dalam membangun dan memelihara
keharmonisan dalam lingkungan masyarakat serta keluarga. Tradisi ini
menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi, persatuan, rasa syukur,
kerja sama, dan gotong royong dalam masyarakat, serta mempromosikan
nilai-nilai budaya yang lembut namun kuat
Mappaleppe (Studi Kasus di Bubung Jompie Desa Rappa Kecamatan Tonra
Kabupaten Bone). Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui (a) Bagaimana Proses
Pelaksanaan Tradisi Mappaleppe di Bubung Jompi Desa Rappa Kecamatan Tonra
Kabupaten Bone, (b) Bagaimana Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi Mappaleppe
di Bubung Jompie Desa Rappa Kecamatan Tonra Kabupaten Bone.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan
komunikasi, pendekatan sosiologi, dan pendekatan ilmu dakwah yang melibatkan
metode yang ada, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk
memperoleh data yang dibutuhkan. Adapun sumber data dari penelitian ini adalah
5 orang warga asli dari Desa Rappa termasuk tokoh masyarakat dan anak mudah
yang sampai sekarang melaksanakan tradisi tersebut Data yang diperoleh
selanjutnya dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif yang terdiri dari
tiga tahap yaitu, reduksi data, paparan atau penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Tradisi Mappaleppe
merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat yang ada di Desa Rappa
maupun luar Desa Rappa saat setelah dilaksanakannya acara-acara besar seperti
acara pernikahan dan pesta panen ataupun sekedar melaksanaan nazar. Tradisi ini
mencerminkan nilai-nilai sosial, keagamaan, dan kebersamaan dalam masyarakat.
(2) Meskipun tradisi tersebut telah mengalami perubahan dari praktik pemberian
sesajen menjadi acara makan bersama, namun esensi dan identitas budaya
lokalnya tetap terjaga. Adaptasi ini menunjukkan bagaimana tradisi lokal dapat
beradaptasi dengan perkembangan zaman dan nilai-nilai yang berkembang, sambil
mempertahankan akar budaya dan kebersamaan masyarakatnya. (3) Berdasarkan
hasil peneliti, Adapun nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam tradisi ini yaitu,
ketaatan kepada ajaran agama, silaturahmi, persatuan, rasa syukur, kerja sama dan
gotong royong, dan nilai budaya.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas pada Bab sebelumnya
mengenai “Nilai-Nilai Dakwah Dalam Tradisi Mappaleppe (Studi Kasus di
Bubung Jompie Desa Rappa Kecamatan Tonra Kabupaten Bone)” dapat penulis
simpulkan bahwa:
1. Skripsi ini mengkaji Tradisi Mappaleppe di Desa Rappa, Kecamatan
Tonra, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari warisan
budaya lokal yang penting bagi masyarakat setempat. Tradisi Mappaleppe
biasanya dilakukan saat setelah selesai dilaksanakannya acara pernikahan
dan pesta panen oleh masyarakat Desa Rappa. Proses pelaksanaan tradisi
Mappaleppe ini melibatkan keluarga pengantin baru ataupun masyarakat
setempat yang ada di Desa Rappa Kecamatan Tonra. Masyarakat yang
datang biasanya membawa makanan ke Bubung Jompie yaitu tempat
dilaksanakannya tradisi Mappaleppe. Sesampainya di Bubung Jompie,
dilakukan proses yang melibatkan doa dan makan bersama. Meskipun
tradisi tersebut telah mengalami perubahan dari praktik pemberian sesajen
menjadi acara makan bersama, namun esensi dan identitas budaya
lokalnya tetap terjaga. Adaptasi ini menunjukkan bagaimana tradisi lokal
dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan nilai-nilai yang
berkembang, sambil mempertahankan akar budaya dan kebersamaan
masyarakatnyat.
2. Bukan hanya sekedar proses pelaksanaan saja, Tradisi Mappaleppe
mempunyai banyak nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Tradisi ini
dilakukan sebagai bentuk syukuran atas berbagai keberhasilan dan
kelancaran acara besar, seperti pernikahan atau panen raya, serta sebagai
ajang untuk mempererat solidaritas dan kebersamaan di antara warga.
Melalui tradisi Mappaleppe, masyarakat bukan hanya merayakan
kesuksesan dan keberlimpahan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial,
religius, dan budaya. Ini adalah contoh nyata bagaimana tradisi adat dapat
menjadi fondasi yang kuat dalam membangun dan memelihara
keharmonisan dalam lingkungan masyarakat serta keluarga. Tradisi ini
menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi, persatuan, rasa syukur,
kerja sama, dan gotong royong dalam masyarakat, serta mempromosikan
nilai-nilai budaya yang lembut namun kuat
Ketersediaan
| SFUD20240023 | 23/2024 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
23/2024
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2024
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FUD
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
