Pentingnya Kepercayaan Diri Dalam Mengurangi Kecemasan Komunikasi Interpersonal Bagi Siswa Madrasah Aliyah Di Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru Kabupaten Bone
Yustika/03.18.2097 - Personal Name
Penelitian ini membahas mengenai Pentingnya Kepercayaan Diri Dalam
Mengurangi Kecemasan Komunikasi Interpersonal Bagi Siswa Di Pondok Pesantren Al-
Junaidiyah Biru Kabupaten Bone. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk
mengetahui bagaimana kepercayaan diri bagi siswa MA di Pondok Pesantren Al-
Junaidiyah Biru Kabupaten Bone. Untuk mengetahui bagaimana komuikasi interpersonal
bagi siswa MA di Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru Kabupaten Bone. Untuk
mengetahui bagaimana mengurangi kecemasan komuikasi interpersonal bagi siswa MA di
Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru Kabupaten Bone.
Untuk memudahkan pemecahan tersebut, digunakan jenis penelitian kualitatif.
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Melakukan
pendekatan psikologis, pendekatan dakwah dan pendekatan komunikasi dengan
menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh
dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tiga tahap reduksi data,
penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan.
Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa siswa MA Pondok Pesantren Al-Junaidiyah
Biru menunjukkan bahwa rasa percaya diri dalam komunikasi interpersonal dapat dimiliki
karena adanya sifat kejujuran yang ditanamkan. Sifat jujur tersebut dibarengi dengan
keyakinan dan sifat optimis untuk selalu meningkatkan kemampuan diri dalam komunikasi
interpersonal. Penentu dari keberhasilan dalam komunikasi interpersonal terdapat dua hal-
hal yang harus diperhatikan, yaitu mengutamakan kejujuran dalam menyampaikan
pendapat dan senantiasa berpikir secara realistis agar lawan bicara dapat memahami apa
yang dikatakan sehingga tidak terjadi miskomunikasi. Rasa cemas dalam berkomunikasi
masih sering terjadi dalam komunikasi antar siswa sehingga membutuhkan upaya untuk
menguranginya. Adapun cara yang dapat dilakukan dalam mengurangi rasa cemas yaitu
dengan terbiasa untuk berkomunikasi, selalu bertanggung jawab dalam berbicara, bersikap
optimis dan meningkatkan rasa percaya diri.
Diharapkan penelitian ini mampu memberikan manfaat bagi para mahasiswa,
khususnya pada program studi komunikasi dan penyiaran islam. Semoga penelitian ini bisa
menjadi referensi untuk mahasiswa yang melakukan penelitian selanjutnya. Penelitian ini
sangatlah jauh dari kata sempurna, oleh karena itu diharapkan kritikn dan saran yang
sifatnya membangun dan meningkatan penelitian selanjutnya.
A. Kesimpulan
Dari uraian pembahasan tulisan ini tentang pentingnya kepercayaan diri dalam
mengurangi kecemasan komunikasi interpersonal Bagi siswa ma di pondok pesantren Al-
junaidiyah Biru Kabupaten Bone dapat menarik kesimpulan bahwa rasa percaya diri dalam
komunikasi interpersonal dapat dimiliki karena adanya sifat kejujuran yang ditanamkan.
Sifat jujur tersebut dibarengi dengan keyakinan dan sifat optimis untuk selalu
meningkatkan kemampuan diri dalam komunikasi interpersonal.
Penentu dari keberhasilan dalam komunikasi interpersonal terdapat dua hal-hal
yang harus diperhatikan, yaitu mengutamakan kejujuran dalam menyampaikan pendapat
dan senantiasa berpikir secara realistis agar lawan bicara dapat memahami apa yang
dikatakan sehingga tidak terjadi miskomunikasi.
Rasa cemas dalam berkomunikasi masih sering terjadi dalam komunikasi antar
siswa sehingga membutuhkan upaya untuk menguranginya. Adapun cara yang dapat
dilakukan dalam mengurangi rasa cemas yaitu dengan terbiasa untuk berkomunikasi, selalu
bertanggung jawab dalam berbicara, bersikap optimis dan meningkatkan rasa percaya diri.
Namun juga diperlukan beberapa upaya dalam mengurangi rasa cemas saat
melakukan komunikasi interpersonal dalam segala situasi dan kondisi. Beberapa upaya yag
dilakukan sebagai berikut :
1. Membiasakan diri
2. Bertanggung jawab
3. Selalu bersikap optimis
4. Menungkatkan rasa percaya diri
B. Implikasi
Dari penelitian yang telah dipaparkan, maka peneliti memberikan beberapa
saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan.
1. Bagi Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru: Pesantren Al-Junaidiyah Biru
tingkat MA terutama tenaga pendidik hendaknya dapat mengambil peran
dalam memberikan dukungan kepada siswa dengan memperhatikan faktor
yang dapat mempengaruhi terjadinya komunikasi interpersonal
2. Bagi orang tua dan teman: Orang tua hendaknya dapat memberikan
dukungan sosial secara penuh, baik seperti dukungan moril, sehingga siswa
dapat merasakan dukungan sosial (mendapatkan dorongan) dari orang tua dan
dapat mengurangi kecemasan dalam melakukan komunikasi interpersonal
dan begitu juga untuk teman hendaknya dapat memberikan dukungan sosial
terhadap siswa sehingga dapat terjadi komunikasi interpersonal dengan baik.
3. Diharapkan penelitian ini mampu memberikan manfaat bagi para mahasiswa,
khususnya pada program studi komunikasi dan penyiaran islam. Semoga
penelitian ini bisa menjadi referensi untuk mahasiswa yang melakukan
penelitian selanjutnya. Penelitian ini sangatlah jauh dari kata sempurna, oleh
karena itu diharapkan kritikn dan saran yang sifatnya membangun dan
meningkatan penelitian selanjutnya.
Mengurangi Kecemasan Komunikasi Interpersonal Bagi Siswa Di Pondok Pesantren Al-
Junaidiyah Biru Kabupaten Bone. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk
mengetahui bagaimana kepercayaan diri bagi siswa MA di Pondok Pesantren Al-
Junaidiyah Biru Kabupaten Bone. Untuk mengetahui bagaimana komuikasi interpersonal
bagi siswa MA di Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru Kabupaten Bone. Untuk
mengetahui bagaimana mengurangi kecemasan komuikasi interpersonal bagi siswa MA di
Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru Kabupaten Bone.
Untuk memudahkan pemecahan tersebut, digunakan jenis penelitian kualitatif.
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Melakukan
pendekatan psikologis, pendekatan dakwah dan pendekatan komunikasi dengan
menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh
dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tiga tahap reduksi data,
penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan.
Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa siswa MA Pondok Pesantren Al-Junaidiyah
Biru menunjukkan bahwa rasa percaya diri dalam komunikasi interpersonal dapat dimiliki
karena adanya sifat kejujuran yang ditanamkan. Sifat jujur tersebut dibarengi dengan
keyakinan dan sifat optimis untuk selalu meningkatkan kemampuan diri dalam komunikasi
interpersonal. Penentu dari keberhasilan dalam komunikasi interpersonal terdapat dua hal-
hal yang harus diperhatikan, yaitu mengutamakan kejujuran dalam menyampaikan
pendapat dan senantiasa berpikir secara realistis agar lawan bicara dapat memahami apa
yang dikatakan sehingga tidak terjadi miskomunikasi. Rasa cemas dalam berkomunikasi
masih sering terjadi dalam komunikasi antar siswa sehingga membutuhkan upaya untuk
menguranginya. Adapun cara yang dapat dilakukan dalam mengurangi rasa cemas yaitu
dengan terbiasa untuk berkomunikasi, selalu bertanggung jawab dalam berbicara, bersikap
optimis dan meningkatkan rasa percaya diri.
Diharapkan penelitian ini mampu memberikan manfaat bagi para mahasiswa,
khususnya pada program studi komunikasi dan penyiaran islam. Semoga penelitian ini bisa
menjadi referensi untuk mahasiswa yang melakukan penelitian selanjutnya. Penelitian ini
sangatlah jauh dari kata sempurna, oleh karena itu diharapkan kritikn dan saran yang
sifatnya membangun dan meningkatan penelitian selanjutnya.
A. Kesimpulan
Dari uraian pembahasan tulisan ini tentang pentingnya kepercayaan diri dalam
mengurangi kecemasan komunikasi interpersonal Bagi siswa ma di pondok pesantren Al-
junaidiyah Biru Kabupaten Bone dapat menarik kesimpulan bahwa rasa percaya diri dalam
komunikasi interpersonal dapat dimiliki karena adanya sifat kejujuran yang ditanamkan.
Sifat jujur tersebut dibarengi dengan keyakinan dan sifat optimis untuk selalu
meningkatkan kemampuan diri dalam komunikasi interpersonal.
Penentu dari keberhasilan dalam komunikasi interpersonal terdapat dua hal-hal
yang harus diperhatikan, yaitu mengutamakan kejujuran dalam menyampaikan pendapat
dan senantiasa berpikir secara realistis agar lawan bicara dapat memahami apa yang
dikatakan sehingga tidak terjadi miskomunikasi.
Rasa cemas dalam berkomunikasi masih sering terjadi dalam komunikasi antar
siswa sehingga membutuhkan upaya untuk menguranginya. Adapun cara yang dapat
dilakukan dalam mengurangi rasa cemas yaitu dengan terbiasa untuk berkomunikasi, selalu
bertanggung jawab dalam berbicara, bersikap optimis dan meningkatkan rasa percaya diri.
Namun juga diperlukan beberapa upaya dalam mengurangi rasa cemas saat
melakukan komunikasi interpersonal dalam segala situasi dan kondisi. Beberapa upaya yag
dilakukan sebagai berikut :
1. Membiasakan diri
2. Bertanggung jawab
3. Selalu bersikap optimis
4. Menungkatkan rasa percaya diri
B. Implikasi
Dari penelitian yang telah dipaparkan, maka peneliti memberikan beberapa
saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan.
1. Bagi Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru: Pesantren Al-Junaidiyah Biru
tingkat MA terutama tenaga pendidik hendaknya dapat mengambil peran
dalam memberikan dukungan kepada siswa dengan memperhatikan faktor
yang dapat mempengaruhi terjadinya komunikasi interpersonal
2. Bagi orang tua dan teman: Orang tua hendaknya dapat memberikan
dukungan sosial secara penuh, baik seperti dukungan moril, sehingga siswa
dapat merasakan dukungan sosial (mendapatkan dorongan) dari orang tua dan
dapat mengurangi kecemasan dalam melakukan komunikasi interpersonal
dan begitu juga untuk teman hendaknya dapat memberikan dukungan sosial
terhadap siswa sehingga dapat terjadi komunikasi interpersonal dengan baik.
3. Diharapkan penelitian ini mampu memberikan manfaat bagi para mahasiswa,
khususnya pada program studi komunikasi dan penyiaran islam. Semoga
penelitian ini bisa menjadi referensi untuk mahasiswa yang melakukan
penelitian selanjutnya. Penelitian ini sangatlah jauh dari kata sempurna, oleh
karena itu diharapkan kritikn dan saran yang sifatnya membangun dan
meningkatan penelitian selanjutnya.
Ketersediaan
| SFUD20230033 | 33/2023 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
33/2023
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2023
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FUD
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
