Analisis Perilaku Pembelian Tidak terencana (Impulse Buying) dalam Konsep Maslahah pada Mahasiswa FEBI IAIN Bone Angkatan 2020
Mariyana/602022019109 - Personal Name
Mahasiswa cenderung memiliki perilaku Impulse Buying, karena mahasiswa
dihadapkan pada gaya hidup yang kompleks. Mahasiswa masih pada tahap pencarian
identitas diri jadi banyak meniru apa yang dilihat dan didengar melalui media sosial.
Perilaku impulse buying sebelumnya telah diteliti oleh beberapa peneliti terdahulu
seperti Nur Rahmah dan Munadi Idris, Tutut Alawiyah, Gilang Ramadhan, dan
Yusniar. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini mengkaji perilaku
impulse buying dari sisi yang berbeda yaitu dalam konsep maslahah.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research), yaitu
penelitian yang langsung dilakukan di lapangan atau langsung pada responden.
Ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang
ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mendeskripsikan suatu
peristiwa yang terjadi pada saat sekarang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan
dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian mengemukakan bahwa Perilaku Impulse Buying yang
dilakukan mahasiswa FEBI IAIN Bone angkatan 2020 masuk dalam beberapa
kategori yakni Pure Impulse, Sugestion Impulse dan Planned Impulse. Hal tersebut
sebagian besar dikarenakan tergiur oleh harga spesial, diskon dan tampilan produk
yang menarik. Perilaku pembelian tidak terencana (Impulse Buying) yang dilakukan
mahasiswa FEBI IAIN Bone angkatan 2020 dalam konsep maslahah sebagian besar
telah sesuai dengan konsep maslahah yakni melakukan impulse buying tapi tetap
memperhatikan manfaat dan kebutuhan akan barang tersebut. Selain itu, mereka
menempatkan ketiga aspek maslahah pada posisinya dimana semuanya menempatkan
kebutuhan dharuriyat pada posisi pertama kemudian setelah kebutuhan dharuriyat
terpenuhi barulah mereka memenuhi kebutuhan hajiyat dan tahsiniyat. Walaupun ada
sebagian yang membeli dikarenakan ingin coba-coba atau tertarik akan barang
tersebut.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka dapat
disimpulkan bahwa:
1. Perilaku Impulse Buying yang dilakukan mahasiswa FEBI IAIN Bone
angkatan 2020 masuk dalam beberapa kategori yakni Pure Impulse,
Sugestion Impulse dan Planned Impulse. Hal tersebut sebagian besar
dikarenakan tergiur oleh harga spesial, diskon dan tampilan produk yang
menarik.
2. Perilaku pembelian tidak terencana (Impulse Buying) yang dilakukan
mahasiswa FEBI IAIN Bone angkatan 2020 dalam konsep maslahah sebagian
besar telah sesuai dengan konsep maslahah yakni melakukan impulse buying
tapi tetap memperhatikan manfaat dan kebutuhan akan barang tersebut. Selain
itu mereka menempatkan ketiga aspek maslahah pada posisinya dimana
semuanya menempatkan kebutuhan dharuriyat pada posisi pertama kemudian
setelah kebutuhan dharuriyat terpenuhi berulah mereka memenuhi kebutuhan
hajiyat dan tahsiniyat. Walaupun ada sebagian yang membeli dikarenakan
ingin coba-coba atau tertarik akan barang tersebut.
B. Saran
Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan mengenai Analisis
Perilaku Pembelian Tidak Terencana (Impulse Buying) dalam Konsep
Maslahah pada mahasiswa FEBI IAIN Bone Angkatan 2020, maka saran
yang diajukan sebagai berikut:
1. Diharapkan para mahasiswa FEBI IAIN Bone Angkatan 2020 agar lebih
selektif lagi sebelum melakukan pembelian dan membuat skala prioritas yakni
mengedapankan aspek maslahah agar pada saat berbelanja tidak mudah
terpengaruh dengan promo dan diskon yang ditawarkan oleh penjual.
2. Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian sejenis dapat
menambahkan beberapa variabel lainnya yang tidak digunakan dalam
penelitian ini serta bisa juga menggunakan objek yang berbeda dengan
penelitian ini.
dihadapkan pada gaya hidup yang kompleks. Mahasiswa masih pada tahap pencarian
identitas diri jadi banyak meniru apa yang dilihat dan didengar melalui media sosial.
Perilaku impulse buying sebelumnya telah diteliti oleh beberapa peneliti terdahulu
seperti Nur Rahmah dan Munadi Idris, Tutut Alawiyah, Gilang Ramadhan, dan
Yusniar. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini mengkaji perilaku
impulse buying dari sisi yang berbeda yaitu dalam konsep maslahah.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research), yaitu
penelitian yang langsung dilakukan di lapangan atau langsung pada responden.
Ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang
ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mendeskripsikan suatu
peristiwa yang terjadi pada saat sekarang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan
dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian mengemukakan bahwa Perilaku Impulse Buying yang
dilakukan mahasiswa FEBI IAIN Bone angkatan 2020 masuk dalam beberapa
kategori yakni Pure Impulse, Sugestion Impulse dan Planned Impulse. Hal tersebut
sebagian besar dikarenakan tergiur oleh harga spesial, diskon dan tampilan produk
yang menarik. Perilaku pembelian tidak terencana (Impulse Buying) yang dilakukan
mahasiswa FEBI IAIN Bone angkatan 2020 dalam konsep maslahah sebagian besar
telah sesuai dengan konsep maslahah yakni melakukan impulse buying tapi tetap
memperhatikan manfaat dan kebutuhan akan barang tersebut. Selain itu, mereka
menempatkan ketiga aspek maslahah pada posisinya dimana semuanya menempatkan
kebutuhan dharuriyat pada posisi pertama kemudian setelah kebutuhan dharuriyat
terpenuhi barulah mereka memenuhi kebutuhan hajiyat dan tahsiniyat. Walaupun ada
sebagian yang membeli dikarenakan ingin coba-coba atau tertarik akan barang
tersebut.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka dapat
disimpulkan bahwa:
1. Perilaku Impulse Buying yang dilakukan mahasiswa FEBI IAIN Bone
angkatan 2020 masuk dalam beberapa kategori yakni Pure Impulse,
Sugestion Impulse dan Planned Impulse. Hal tersebut sebagian besar
dikarenakan tergiur oleh harga spesial, diskon dan tampilan produk yang
menarik.
2. Perilaku pembelian tidak terencana (Impulse Buying) yang dilakukan
mahasiswa FEBI IAIN Bone angkatan 2020 dalam konsep maslahah sebagian
besar telah sesuai dengan konsep maslahah yakni melakukan impulse buying
tapi tetap memperhatikan manfaat dan kebutuhan akan barang tersebut. Selain
itu mereka menempatkan ketiga aspek maslahah pada posisinya dimana
semuanya menempatkan kebutuhan dharuriyat pada posisi pertama kemudian
setelah kebutuhan dharuriyat terpenuhi berulah mereka memenuhi kebutuhan
hajiyat dan tahsiniyat. Walaupun ada sebagian yang membeli dikarenakan
ingin coba-coba atau tertarik akan barang tersebut.
B. Saran
Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan mengenai Analisis
Perilaku Pembelian Tidak Terencana (Impulse Buying) dalam Konsep
Maslahah pada mahasiswa FEBI IAIN Bone Angkatan 2020, maka saran
yang diajukan sebagai berikut:
1. Diharapkan para mahasiswa FEBI IAIN Bone Angkatan 2020 agar lebih
selektif lagi sebelum melakukan pembelian dan membuat skala prioritas yakni
mengedapankan aspek maslahah agar pada saat berbelanja tidak mudah
terpengaruh dengan promo dan diskon yang ditawarkan oleh penjual.
2. Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian sejenis dapat
menambahkan beberapa variabel lainnya yang tidak digunakan dalam
penelitian ini serta bisa juga menggunakan objek yang berbeda dengan
penelitian ini.
Ketersediaan
| SFEBI20230190 | 190/2023 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
190/2023
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2023
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FEBI
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
