Analisis Kepuasan Konsumen Pada Kualitas Jasa Dalam Perspektif Bisnis Syariah (Studi Kasus Pada Usahawan Jahit Desa Padatuo Kecamatan Tonra Kabupaten Bone)
Apriliani/602022019208 - Personal Name
Bisnis yang bergerak dalam bidang jasa konveksi merupakan salah satu bisnis
rumahan yang dijadikan sebagai wadah untuk memperoleh penghasilan oleh
masyarakat di desa padatuo kecamatan tonra kabupaten bone. Bisnis jasa jahit
pakaian ini telah ditekuni oleh salah satu usahawan jahit di desa padatuo selama 5
tahun dengan upaya memenuhi keinginan konsumen secara maksimal dengan
memberikan kualitas yang baik sehingga dapat menciptakan kepuasan bagi
konsumen. Namun terkadang terjadi wanprestasi terhadap kinerja oleh usahawan jahit
yang disebabkan oleh faktor kurangnya tenaga kerja, banyaknya orderan, serta human
error. Hal tersebut menjadi tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepuasan
konsumen pada kualitas jasa pada usahawan jahit di desa padatuo kecamatan tonra
tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan
suatu peristiwa atau keadaan sosial secara mendalam dengan Metode penelitian
lapangan yang di tujukan pada responden dalam mendeskripsikan fenomena, dengan
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kajian pustaka dan dokumentasi.
Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar kepuasan konsumen di kecamatan
tonra dipengaruhi kualitas yang baik karena memiliki conformance, reliability,
performance, responsiveness, assurance, dan emphaty. Namun juga terdapat beberapa
konsumen yang belum merasa puas terhadap kinerja yang diberikan karena faktor
estimasi waktu penyelesaian jahitan yang lama serta kurangnya daya tanggap dalam
memenuhi keinginan konsumen. Artinya bahwa pentingnya memberikan kualitas
yang baik dalam menjalankan suatu bisnis agar dapat memberikan keberkahan bagi
seorang pelaku usaha.
A. Kesimpulan
1. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk kepuasan
masyarakat di kecamatan tonra dilihat dari kualitas jasa yang diberikan
sehingga dapat memberikan kepuasan dengan tidak complain pada hasil
jahitan, membeli antar lini produk, merekomendasikan kepada orang lain,
serta menolak untuk menggunakan jasa para pesaing, selain itu harga dan
faktor emosional menjadi penunjang konsumen juga merasakan kepuasan.
Sebagian konsumen juga merasakan ketidakpuasan karena faktor
keterlambatan dalam penyelesaian jahitan, ketidaksesuaian model baju
yang diinginkan, serta harga yang diberikan dinilai tidak sesuai dengan
kualitas, yang disebabkan oleh jumlah pesanan yang banyak dan
kurangnya tenaga kerja.
2. Bentuk kualitas jasa yang diberikan oleh usahawan jahit di desa padatuo
kepada pelanggan terdiri dari beberapa hal seperti pemenuhan keinginan
konsumen dengan cepat tanggap, ketepatan waktu penyelesaian jahitan
kesesuaian model baju yang di inginkan, pemberian jaminan pada setiap
resiko yang terjadi, pelayanan yang baik dengan memberi empati pada
setiap keluhan maupun saran dari konsumen, serta keterandalan dalam
memenuhi permintaan konsumen.
3. Kualitas jasa dalam sebuah bisnis islam tentunya dilandasi oleh beberapa
pokok yang meliputi kepribadian yang amanah dan terpercaya, serta
keterampilan. Shidiq yaitu benar dan jujur, tidak pernah berdusta dalam
melakukan berbagai Macam Transaksi Bisnis. Adanya Larangan
Berdusta, Menipu, Mengurangi Takaran timbangan, dan mempermainkan
kualitas, yang mana semua itu menyebabkan kerugian yang
sesungguhnya.
B. Saran
berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan mengenai analisis kepuasan
konsumen pada kualitas jasa dalam perspektif bisnis syariah (studi kasus pada
usahawan jahit di desa padatuo kecamatan tonra kabupaten bone) maka saran
yang diajukan sebagai berikut :
1. Keluhan konsumen terdapat pada faktor conformance atau estimasi waktu
penyelesaian hasil jahitan maka dari itu usahawan jahit harus mempunyai
manajemen waktu yang baik, membatasi penerimaan jumlah orderan yang
masuk agar dapat menyelesaikan proses penjahitan dengan tepat waktu
serta efisien.
2. Keinginan konsumen pada model baju yang tidak sesuai kemauan serta
ukuran yang tidak pas lebih diperhatikan dengan mengatur atau
memperbaiki pencatatan ukuran konsumen dengan baik agar tidak terjadi
kesalahan dalam melihat ukuran baju setiap konsumen.
3. Hal tersebut terjadi juga karena faktor human error yang disebabkan
karena masalah kondisi fisik yang kurang sehat serta faktor lain jadi
diharapkan agar lebih dapat mengadakan evaluasi berkala terhadap
standar kerja yang dimiliki.
rumahan yang dijadikan sebagai wadah untuk memperoleh penghasilan oleh
masyarakat di desa padatuo kecamatan tonra kabupaten bone. Bisnis jasa jahit
pakaian ini telah ditekuni oleh salah satu usahawan jahit di desa padatuo selama 5
tahun dengan upaya memenuhi keinginan konsumen secara maksimal dengan
memberikan kualitas yang baik sehingga dapat menciptakan kepuasan bagi
konsumen. Namun terkadang terjadi wanprestasi terhadap kinerja oleh usahawan jahit
yang disebabkan oleh faktor kurangnya tenaga kerja, banyaknya orderan, serta human
error. Hal tersebut menjadi tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepuasan
konsumen pada kualitas jasa pada usahawan jahit di desa padatuo kecamatan tonra
tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan
suatu peristiwa atau keadaan sosial secara mendalam dengan Metode penelitian
lapangan yang di tujukan pada responden dalam mendeskripsikan fenomena, dengan
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kajian pustaka dan dokumentasi.
Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar kepuasan konsumen di kecamatan
tonra dipengaruhi kualitas yang baik karena memiliki conformance, reliability,
performance, responsiveness, assurance, dan emphaty. Namun juga terdapat beberapa
konsumen yang belum merasa puas terhadap kinerja yang diberikan karena faktor
estimasi waktu penyelesaian jahitan yang lama serta kurangnya daya tanggap dalam
memenuhi keinginan konsumen. Artinya bahwa pentingnya memberikan kualitas
yang baik dalam menjalankan suatu bisnis agar dapat memberikan keberkahan bagi
seorang pelaku usaha.
A. Kesimpulan
1. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk kepuasan
masyarakat di kecamatan tonra dilihat dari kualitas jasa yang diberikan
sehingga dapat memberikan kepuasan dengan tidak complain pada hasil
jahitan, membeli antar lini produk, merekomendasikan kepada orang lain,
serta menolak untuk menggunakan jasa para pesaing, selain itu harga dan
faktor emosional menjadi penunjang konsumen juga merasakan kepuasan.
Sebagian konsumen juga merasakan ketidakpuasan karena faktor
keterlambatan dalam penyelesaian jahitan, ketidaksesuaian model baju
yang diinginkan, serta harga yang diberikan dinilai tidak sesuai dengan
kualitas, yang disebabkan oleh jumlah pesanan yang banyak dan
kurangnya tenaga kerja.
2. Bentuk kualitas jasa yang diberikan oleh usahawan jahit di desa padatuo
kepada pelanggan terdiri dari beberapa hal seperti pemenuhan keinginan
konsumen dengan cepat tanggap, ketepatan waktu penyelesaian jahitan
kesesuaian model baju yang di inginkan, pemberian jaminan pada setiap
resiko yang terjadi, pelayanan yang baik dengan memberi empati pada
setiap keluhan maupun saran dari konsumen, serta keterandalan dalam
memenuhi permintaan konsumen.
3. Kualitas jasa dalam sebuah bisnis islam tentunya dilandasi oleh beberapa
pokok yang meliputi kepribadian yang amanah dan terpercaya, serta
keterampilan. Shidiq yaitu benar dan jujur, tidak pernah berdusta dalam
melakukan berbagai Macam Transaksi Bisnis. Adanya Larangan
Berdusta, Menipu, Mengurangi Takaran timbangan, dan mempermainkan
kualitas, yang mana semua itu menyebabkan kerugian yang
sesungguhnya.
B. Saran
berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan mengenai analisis kepuasan
konsumen pada kualitas jasa dalam perspektif bisnis syariah (studi kasus pada
usahawan jahit di desa padatuo kecamatan tonra kabupaten bone) maka saran
yang diajukan sebagai berikut :
1. Keluhan konsumen terdapat pada faktor conformance atau estimasi waktu
penyelesaian hasil jahitan maka dari itu usahawan jahit harus mempunyai
manajemen waktu yang baik, membatasi penerimaan jumlah orderan yang
masuk agar dapat menyelesaikan proses penjahitan dengan tepat waktu
serta efisien.
2. Keinginan konsumen pada model baju yang tidak sesuai kemauan serta
ukuran yang tidak pas lebih diperhatikan dengan mengatur atau
memperbaiki pencatatan ukuran konsumen dengan baik agar tidak terjadi
kesalahan dalam melihat ukuran baju setiap konsumen.
3. Hal tersebut terjadi juga karena faktor human error yang disebabkan
karena masalah kondisi fisik yang kurang sehat serta faktor lain jadi
diharapkan agar lebih dapat mengadakan evaluasi berkala terhadap
standar kerja yang dimiliki.
Ketersediaan
| SFEBI20230185 | 185/2023 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
185/2023
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2023
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FEBI
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
