Pengaruh Jumlah Penduduk Miskin Dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Ditijau Dari Perspektif Ekonomi Islam Di Kabupaten Bone Periode 2010-2020
Muh. Askar Alnur/01.18.3166 - Personal Name
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Jumlah Penduduk Miskin dan
Indeks Pembangunan Manusia terhadap Pertumbuhan Ekonomi Ditinjau dari
Perspektif Ekonomi Islam di Kabupaten Bone periode 2010-2020. Adapun jenis
penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuntitatif dengan menggunakan
data sekunder atau data time series dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone.
Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik
(BPS). Alat analisis menggunakan bantuan E-Views 9. Hasil penelitian berdasarkan
koefisien regresi Jumlah Penduduk Miskin (X 1 ) sebesar -0.000175 berpengaruh
negatif signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, kemudian regresi Indeks
Pembangunan Manusia (X 2 ) sebesar 0.017499 berpengaruh positif signifikan
terhadap Pertumbuhan Ekonomi, kemudian hasil regresi linear berganda (Y) sebesar
-92.21014. Dari hasil perhitungan uji hipotesis secara parsial (Uji t) diperoleh nilai
probabilitas variabel Jumlah Penduduk Miskin dan Indeks Pembangunan Manusia
terhadap Pertumbuhan Ekonomi sebesar 0,0000 yang menunjukkan bahwa nilai
tersebut lebih kecil dari 0,05 dan nilai t hitung -12.32707 > t tabel 2.30600 (X 1 ) dan nilai
t hitung 9.645739 > t tabel 2.30600 untuk variabel (X 2 ) Sedangkan untuk hasil uji
koefisien determinasi diperoleh R-Square (R 2 ) 0.950656 atau sebesar 95% dan
sisanya sebesar 5% dijelaskan olah faktor lain yang secara implisit tidak termasuk
dalam penelitian ini. Faktor lain diantaranya perkembangan teknologi, sumber daya
manusia (SDM), pertambahan jumlah penduduk dan belanja modal.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai Pengaruh
Jumlah Penduduk Miskin dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap
Pertumbuhan Ekonomi Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam Di
Kabupaten Bone Periode Tahun 2010-2020 menghasilkan beberapa
kesimpulan yang didasarkan pada analisis. Kesimpulan-kesimpulan dari
penelitian ini meliputi sebagai berikut:
1. Variabel Jumlah Penduduk Miskin berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Bone periode 2010-2020
dengan nilai koefisien regresi -0.000175 dan nilai probabilitas 0.0000 yang
tiap tahun menujukkan penurunan yang fluktuatif sehingga variabel jumlah
penduduk miskin tidak berkontaksi dengan variabel perumbuhan ekonomi.
2. Variabel Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Bone periode 2010-2020
dengan perolehan nilai koefisien regresi sebesar 0.017499 dan nilai
probabilitas 0.0000. Ketika indeks pembangunan manusia mengalami
peningkatan yang signifikan, maka pertumbuhan ekonomi cenderung
tumbuh lebih meningkat.
3. Secara simultan Jumlah Penduduk Miskin dan Indeks Pembangunan
Manusia terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Bone periode
2010-2020 memperoleh nilai (F-statistik) sebesar 0.00006 lebih kecil
79
dari nilai signifikan 0,05 dan dapat dikatakan berpengaruh signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi. Ketika jumlah penduduk miskin dan indeks
pembangunan manusia mengalami peningkatan yang signifikan secara
bersamaan maka pertumbuhan ekonomi bias saja tidak stabil. Akan tetapi jika
jumlah penduduk miskin menurun dan indeks pembangunan manusia
meningkat maka pertumbuhan ekonomi cenderung tumbuh lebih meningkat.
4. Hasil perhitungan (R-Square) sebesar 0.950656 atau sebesar 95% dan sisanya
5% secara implisit dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam
panelitian ini. Akumulasi dari 5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yaitu
perkembangan teknologi, sumber daya manusia (SDM), pertambahan jumlah
penduduk dan belanja modal
B. Implikasi Penelitian
Hakikat pembangunan manusia adalah usaha untuk memajukan
kehidupan masyarakat yang dimana dijelaskan makna pembangunan manusia
sebagai kondisi dan tingkat kemajuan kehidupan manusia yang diukur dari
kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan hidup. Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia salah satunya penduduk
miskin. Penduduk miskin pada dasarnya merupakan penduduk miskin yang
terbatas akan kebutuhan dasar dan komsumsi rumah tangga hal ini tercermin
pada wilayah yang rentan akan penduduk miskin salah satunya adalah
Kabupaten Bone. Banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi meningkatnya
jumlah penduduk miskin diantaranya adalah, kehidupan yang layak,
kesehatan, pendidikan dan yang paling utama adalah kebutuhan dasar manusia
yang meliputi sandang, pangan dan papan. Oleh karena itu program
pembangunan harus diarahkan untuk pemerataan dan pengurangan penduduk
miskin melalui komitmen pemerintah sebagai visi pembangunan nasional dan
diterapkan melalui konsep pembangunan yang berpihak pada orang miskin
(pro-poor development) serta berbasis pada gander (being based on justice of
gander).
C. Saran
Berdasarkan hasil penelitan yang dilakukan, penulis dapat memberikan
saran diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pemerintah Kabupaten Bone harus mengatasai permasalahan penduduk
miskin yang setiap tahun terus meningkat dengan memenuhi kebutuhan
dasar dan kehidupan yang layak tentunya yang dipenuhi adalah sandang,
pangan dan papan karena banyaknya jumlah penduduk miskin tiap tahun.
2. Pemerintah Kabupaten Bone sangat disarankan untuk meningkatkan IPM
dari waktu ke waktu serta mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang
mengarah pada pembangunan manusia yang dapat mengatasi pemerataan
pembangunan manusia sektor perkotaan dan pedesaan agar pertumbuhan
ekonomi akan terus meningkat dan masyarakat lebih makmur dan
sejahtera. Kemudian untuk lebih memperkuat, manusia harus menjadi inti
dari gagasan pembangunan, dan hal ini berarti bahwa semua sumber daya
yang diperlukan dalam pembangunan harus dikelola untuk meningkatkan
kapabilitas manusia.
Indeks Pembangunan Manusia terhadap Pertumbuhan Ekonomi Ditinjau dari
Perspektif Ekonomi Islam di Kabupaten Bone periode 2010-2020. Adapun jenis
penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuntitatif dengan menggunakan
data sekunder atau data time series dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone.
Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik
(BPS). Alat analisis menggunakan bantuan E-Views 9. Hasil penelitian berdasarkan
koefisien regresi Jumlah Penduduk Miskin (X 1 ) sebesar -0.000175 berpengaruh
negatif signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, kemudian regresi Indeks
Pembangunan Manusia (X 2 ) sebesar 0.017499 berpengaruh positif signifikan
terhadap Pertumbuhan Ekonomi, kemudian hasil regresi linear berganda (Y) sebesar
-92.21014. Dari hasil perhitungan uji hipotesis secara parsial (Uji t) diperoleh nilai
probabilitas variabel Jumlah Penduduk Miskin dan Indeks Pembangunan Manusia
terhadap Pertumbuhan Ekonomi sebesar 0,0000 yang menunjukkan bahwa nilai
tersebut lebih kecil dari 0,05 dan nilai t hitung -12.32707 > t tabel 2.30600 (X 1 ) dan nilai
t hitung 9.645739 > t tabel 2.30600 untuk variabel (X 2 ) Sedangkan untuk hasil uji
koefisien determinasi diperoleh R-Square (R 2 ) 0.950656 atau sebesar 95% dan
sisanya sebesar 5% dijelaskan olah faktor lain yang secara implisit tidak termasuk
dalam penelitian ini. Faktor lain diantaranya perkembangan teknologi, sumber daya
manusia (SDM), pertambahan jumlah penduduk dan belanja modal.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai Pengaruh
Jumlah Penduduk Miskin dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap
Pertumbuhan Ekonomi Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam Di
Kabupaten Bone Periode Tahun 2010-2020 menghasilkan beberapa
kesimpulan yang didasarkan pada analisis. Kesimpulan-kesimpulan dari
penelitian ini meliputi sebagai berikut:
1. Variabel Jumlah Penduduk Miskin berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Bone periode 2010-2020
dengan nilai koefisien regresi -0.000175 dan nilai probabilitas 0.0000 yang
tiap tahun menujukkan penurunan yang fluktuatif sehingga variabel jumlah
penduduk miskin tidak berkontaksi dengan variabel perumbuhan ekonomi.
2. Variabel Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Bone periode 2010-2020
dengan perolehan nilai koefisien regresi sebesar 0.017499 dan nilai
probabilitas 0.0000. Ketika indeks pembangunan manusia mengalami
peningkatan yang signifikan, maka pertumbuhan ekonomi cenderung
tumbuh lebih meningkat.
3. Secara simultan Jumlah Penduduk Miskin dan Indeks Pembangunan
Manusia terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Bone periode
2010-2020 memperoleh nilai (F-statistik) sebesar 0.00006 lebih kecil
79
dari nilai signifikan 0,05 dan dapat dikatakan berpengaruh signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi. Ketika jumlah penduduk miskin dan indeks
pembangunan manusia mengalami peningkatan yang signifikan secara
bersamaan maka pertumbuhan ekonomi bias saja tidak stabil. Akan tetapi jika
jumlah penduduk miskin menurun dan indeks pembangunan manusia
meningkat maka pertumbuhan ekonomi cenderung tumbuh lebih meningkat.
4. Hasil perhitungan (R-Square) sebesar 0.950656 atau sebesar 95% dan sisanya
5% secara implisit dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam
panelitian ini. Akumulasi dari 5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yaitu
perkembangan teknologi, sumber daya manusia (SDM), pertambahan jumlah
penduduk dan belanja modal
B. Implikasi Penelitian
Hakikat pembangunan manusia adalah usaha untuk memajukan
kehidupan masyarakat yang dimana dijelaskan makna pembangunan manusia
sebagai kondisi dan tingkat kemajuan kehidupan manusia yang diukur dari
kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan hidup. Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia salah satunya penduduk
miskin. Penduduk miskin pada dasarnya merupakan penduduk miskin yang
terbatas akan kebutuhan dasar dan komsumsi rumah tangga hal ini tercermin
pada wilayah yang rentan akan penduduk miskin salah satunya adalah
Kabupaten Bone. Banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi meningkatnya
jumlah penduduk miskin diantaranya adalah, kehidupan yang layak,
kesehatan, pendidikan dan yang paling utama adalah kebutuhan dasar manusia
yang meliputi sandang, pangan dan papan. Oleh karena itu program
pembangunan harus diarahkan untuk pemerataan dan pengurangan penduduk
miskin melalui komitmen pemerintah sebagai visi pembangunan nasional dan
diterapkan melalui konsep pembangunan yang berpihak pada orang miskin
(pro-poor development) serta berbasis pada gander (being based on justice of
gander).
C. Saran
Berdasarkan hasil penelitan yang dilakukan, penulis dapat memberikan
saran diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pemerintah Kabupaten Bone harus mengatasai permasalahan penduduk
miskin yang setiap tahun terus meningkat dengan memenuhi kebutuhan
dasar dan kehidupan yang layak tentunya yang dipenuhi adalah sandang,
pangan dan papan karena banyaknya jumlah penduduk miskin tiap tahun.
2. Pemerintah Kabupaten Bone sangat disarankan untuk meningkatkan IPM
dari waktu ke waktu serta mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang
mengarah pada pembangunan manusia yang dapat mengatasi pemerataan
pembangunan manusia sektor perkotaan dan pedesaan agar pertumbuhan
ekonomi akan terus meningkat dan masyarakat lebih makmur dan
sejahtera. Kemudian untuk lebih memperkuat, manusia harus menjadi inti
dari gagasan pembangunan, dan hal ini berarti bahwa semua sumber daya
yang diperlukan dalam pembangunan harus dikelola untuk meningkatkan
kapabilitas manusia.
Ketersediaan
| SFEBI20220174 | 174/2022 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
174/2022
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FEBI
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
