Pengaruh Capital Aequacy Ratio (CAR) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Terhadap Return On Asset (ROA) Pada Bank Umum Syariah di Indonesia Periode 2016-2020
Nurul Azizah/01.18.3069 - Personal Name
Penelitian ini membahas tentang pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR)
dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return On Asset
(ROA) pada bank umum syariah di Indonesia Periode 2016-2020. Masalah pokok
penelitian ini adalah bagaimana pengaruh CAR dan BOPO secara parsial terhadap
ROA dan bagaimana pengaruh CAR dan BOPO secara simultan terhadap ROA
dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh CAR dan BOPO secara parsial terhadap
ROA, dan untuk mengetahui pengaruh CAR dan BOPO secara simultan terhadap
ROA. Variabel yang digunakan adalah CAR dan BOPO sebagai variabel independen
dan ROA sebagai variabel dependen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian
ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi data panel. Data
yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR tidak berpengaruh signifikan
terhadap ROA dengan nilai sig 0,6198 > 0,05, BOPO berpengaruh signifikan
terhadap ROA dengan nilai sig 0,0000 < 0,05, dan CAR dan BOPO secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai sig 0.000000 < 0.05.
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dalam
penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut;
1. Secara parsial variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak berpengaruh
signifikan terhadap Return On Asset (ROA).
2. Secara parsial variabel Biaya Operasional Pendapatan Operasioanl (BOPO)
berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA.
3. Secara simultan variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Biaya
Operasional Pendapatan Operasioanl (BOPO) berpengaruh signifikan
terhadap Return On Asset (ROA)
B. Saran
1. Bagi pihak bank
Dari hasil penelitian ini diharapkan bagi pihak Bank Umum Syariah di
Indonesia untuk tetap menjaga rasio CAR, karena rasio ini merupakan rasio
permodalan yang sangat penting dalam perbankan dan juga harus menjaga rasio
BOPO gunakanlah biaya seminimal mungkin karena semakin besar pendapatan
yang diperoleh dibanding dengan biaya yang dikeluarkan tentu saja akan
meningkatkan laba. Bank Umum Syariah juga harus tetap menjaga faktor-
faktor internal maupun eksternal yang bisa mempengaruhi naik atau turunnya
laba.
Bagi pihak Bank Indonesia selaku otoritas perbankan di Indonesia
hendaknya membuat aturan khusus untuk bank syariah tidak menyamakan
lagi aturan antara bank konvensional dan bank syariah.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Bagi peneliti selanjutnya diharapkan bisa menambah jumlah sampel dan
juga menambah variabel-variabel lain karena masih sangat banyak variabel
yang bisa digunakan selain dari variabel Capital Adequacy Ratio (CAR),
Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dan Return On Asset
(ROA) dalam penelitian ini, serta diharapkan bisa menggunakan data
keuangan terbaru. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan tidak
menggunakan lagi rasio BOPO melainkan menggunakan Rasio Efisiensi
Operasional (REO).
C. Implikasi
Dalam hal ini bank syariah agar terus menjaga rasio-rasio yang dapat
meningkatkan profitabilitas. Salah satunya yaitu degan tetap menjaga nilai Biaya
Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) karena rasio ini berpengaruh signifikan
terhadap Return On Asset (ROA), dimana semakin rendah rasio BOPO maka akan
semakin baik kondisi bank syariah, sementara itu rasio Capita Adequacy Ratio (CAR)
tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA meskipun begitu bank syariah harus tetap
menjaga nilai CAR.
dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return On Asset
(ROA) pada bank umum syariah di Indonesia Periode 2016-2020. Masalah pokok
penelitian ini adalah bagaimana pengaruh CAR dan BOPO secara parsial terhadap
ROA dan bagaimana pengaruh CAR dan BOPO secara simultan terhadap ROA
dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh CAR dan BOPO secara parsial terhadap
ROA, dan untuk mengetahui pengaruh CAR dan BOPO secara simultan terhadap
ROA. Variabel yang digunakan adalah CAR dan BOPO sebagai variabel independen
dan ROA sebagai variabel dependen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian
ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi data panel. Data
yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR tidak berpengaruh signifikan
terhadap ROA dengan nilai sig 0,6198 > 0,05, BOPO berpengaruh signifikan
terhadap ROA dengan nilai sig 0,0000 < 0,05, dan CAR dan BOPO secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai sig 0.000000 < 0.05.
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dalam
penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut;
1. Secara parsial variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak berpengaruh
signifikan terhadap Return On Asset (ROA).
2. Secara parsial variabel Biaya Operasional Pendapatan Operasioanl (BOPO)
berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA.
3. Secara simultan variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Biaya
Operasional Pendapatan Operasioanl (BOPO) berpengaruh signifikan
terhadap Return On Asset (ROA)
B. Saran
1. Bagi pihak bank
Dari hasil penelitian ini diharapkan bagi pihak Bank Umum Syariah di
Indonesia untuk tetap menjaga rasio CAR, karena rasio ini merupakan rasio
permodalan yang sangat penting dalam perbankan dan juga harus menjaga rasio
BOPO gunakanlah biaya seminimal mungkin karena semakin besar pendapatan
yang diperoleh dibanding dengan biaya yang dikeluarkan tentu saja akan
meningkatkan laba. Bank Umum Syariah juga harus tetap menjaga faktor-
faktor internal maupun eksternal yang bisa mempengaruhi naik atau turunnya
laba.
Bagi pihak Bank Indonesia selaku otoritas perbankan di Indonesia
hendaknya membuat aturan khusus untuk bank syariah tidak menyamakan
lagi aturan antara bank konvensional dan bank syariah.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Bagi peneliti selanjutnya diharapkan bisa menambah jumlah sampel dan
juga menambah variabel-variabel lain karena masih sangat banyak variabel
yang bisa digunakan selain dari variabel Capital Adequacy Ratio (CAR),
Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dan Return On Asset
(ROA) dalam penelitian ini, serta diharapkan bisa menggunakan data
keuangan terbaru. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan tidak
menggunakan lagi rasio BOPO melainkan menggunakan Rasio Efisiensi
Operasional (REO).
C. Implikasi
Dalam hal ini bank syariah agar terus menjaga rasio-rasio yang dapat
meningkatkan profitabilitas. Salah satunya yaitu degan tetap menjaga nilai Biaya
Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) karena rasio ini berpengaruh signifikan
terhadap Return On Asset (ROA), dimana semakin rendah rasio BOPO maka akan
semakin baik kondisi bank syariah, sementara itu rasio Capita Adequacy Ratio (CAR)
tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA meskipun begitu bank syariah harus tetap
menjaga nilai CAR.
Ketersediaan
| SFEBI20220035 | 35/2022 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
35/2022
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FEBI
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
