Analisis Break Even Point (Bep) Sebagai Dasar Penentuan Laba Pada Industri Kecil Dan Menengah Di Tinjau Dari Perspektif Ekonomi Syariah (Studi Kasus Pada Pabrik Tepung Ikan di Bajoe)
Macita/01.18.3168 - Personal Name
Skripsi ini membahas tentang analisis titik impas sebagai dasar untuk
menentukan laba pada salah satu industri tepung ikan yang ada di Kabupaten Bone
yakni di kelurahan Bajoe. Pokok permasalahannya adalah bagaimana analisis Break
Even Point sebagai dasar penentuan laba dan bagaimana cara mengetahui Margin of
Safety yang diterapkan serta bagaimana perspektif ekonomi syariah tentang
penerapan analisis Break Even Point sebagai dasar penentuan laba pada industri
pabrik tepung ikan di Bajoe.
Masalah ini di analisis dengan pendekatan perspektif ekonomi syariah.
Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dengan
mengevaluasi hasil perhitungan penentuan harga jual oleh perusahaan dan hasil
perhitungan yang dilakukan penulis untuk menjawab rumusan masalah yang
ditentukan, dan penarikan kesimpulan antara lain menghitung laba, menghitung break
even point, menghitung margin of safety dan margin kontribusi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Hasil perhitungan BEP
menunjukkan penjualan perusahaan pada tahun 2019 mengalami kerugian akibat
pengeluaran biaya tetap yang tinggi dimana BEP perusahaan sebesar Rp. 90.737.704
dan BEP kg sebesar -9.044 kg. Namun di tahun setelahnya perusahaan telah mampu
mengoptimalkan kinerjanya dan memperoleh penjualan dalam titik impas dan mampu
menutupi kerugian di tahun 2019, bahkan perusahaan telah mampu memperoleh laba
dimana merupakan tujuan utama pada setiap perusahaan. (2) Dari hasil penelitian
menunjukkan bahwa margin of safety yang didapatkan pada tahun 2019 yaitu -1,2%
atau MOS dalam rupiah sebesar Rp. -480.000 yang berarti pada tahun ini perusahaan
mengalami kerugian. Pada tahun 2020 batas maksimum yang boleh turun adalah
sebesar Rp. 3.933.333 atau sebesar 518.180 kg. Pada tahun 2021 batas maksimum
yang boleh turun adalah sebesar Rp. 3.986.000 atau 522.586 kg. (3) Dalam perspektif
ekonomi syariah penerapan Break Even Point merupakan hal yang penting dalam
sebuah perusahaan karena metode ini harus dilakukan dengan cermat dan teliti serta
mengetahui besar mashlahat atau madharatnya dan bagaimana apabila perhitungan
salah, maka masih dipertanyakan status hukumnya. Dapat pula dipahami bahwasanya
islam tidak memberikan batasan tertentu terhadap laba atau keuntungan dalam
perdagangan.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut.
1. Dengan menggunakan analisis break even point atau titik impas
memudahkan pihak pabrik dalam menentukan harga, volume penjualan serta
mempermudah dalam meramalkan penjualan yang akan datang sehingga
pihak pabrik lebih mudah mengetahui batas penjualan kapan mengalami
penurunan dan kapan harus menaikkan volume penjualan. Jika pabrik tepung
ikan menginginkan mendapatkan laba pada tahun 2019 harus menjual hasil
produksinya sebesar Rp. 90.737.704 (-9.044 kg), kemudian pada tahun 2020
pabrik harus menjual hasil produksinya sebesar Rp. 3.933.333 (518,180 kg),
dan di tahun 2021 jika pabrik menjual hasil produksinya sebesar Rp.
3.986.486 (522,586 kg).
2. Kemudian analisis Margin of Safety (MOS) menunjukkan berapa banyak
penjualan yang boleh turun dari jumlah tertentu pada atau memberikan
petunjuk jumlah maksimum pada penurunan angka volume penjualan yang
direncanakan yang tidak mengakibatkan kerugian. Dalam perhitungan
Margin of Safety menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kerugian pada
tahun 2019 sebesar -1,2% karena hasil dari penjualan yang didapatkan lebih
rendah dari nilai BEP yang diperoleh.
3. Dalam perspektif ekonomi syariah penerapan Break Even Point merupakan
hal yang penting dalam sebuah perusahaan karena metode ini harus
dilakukan dengan cermat dan teliti serta mengetahui besar mashlahat atau
madharatnya dan bagaimana apabila perhitungan salah, maka masih
dipertanyakan status hukumnya. Dapat pula dipahami bahwasanya islam
tidak memberikan batasan tertentu terhadap laba atau keuntungan dalam
perdagangan.
B. Saran
Berdasarkan perhitungan di atas, maka ada beberapa saran yang akan
diberikan peneliti untuk usaha pabrik tepung ikan di Bajoe di antaranya:
1. Untuk mengetahui serta mempermudah pihak pabrik dalam megetahui laba
atau menghitung titik impas pada perusahaan agar memperbaiki laporan
keuangan dan dapat mengklasifikasikan antara biaya tetap dan biaya variabel
pada perusahaan.
2. Untuk mencapai Break Even, maka sebaiknya pihak pabrik tetap
mempertahankan keadaan yang sedang berlangsung.
3. Sebaiknya perusahaan ini melakukan promosi pada produk untuk
meningkatkan jumlah penjualan.
menentukan laba pada salah satu industri tepung ikan yang ada di Kabupaten Bone
yakni di kelurahan Bajoe. Pokok permasalahannya adalah bagaimana analisis Break
Even Point sebagai dasar penentuan laba dan bagaimana cara mengetahui Margin of
Safety yang diterapkan serta bagaimana perspektif ekonomi syariah tentang
penerapan analisis Break Even Point sebagai dasar penentuan laba pada industri
pabrik tepung ikan di Bajoe.
Masalah ini di analisis dengan pendekatan perspektif ekonomi syariah.
Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dengan
mengevaluasi hasil perhitungan penentuan harga jual oleh perusahaan dan hasil
perhitungan yang dilakukan penulis untuk menjawab rumusan masalah yang
ditentukan, dan penarikan kesimpulan antara lain menghitung laba, menghitung break
even point, menghitung margin of safety dan margin kontribusi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Hasil perhitungan BEP
menunjukkan penjualan perusahaan pada tahun 2019 mengalami kerugian akibat
pengeluaran biaya tetap yang tinggi dimana BEP perusahaan sebesar Rp. 90.737.704
dan BEP kg sebesar -9.044 kg. Namun di tahun setelahnya perusahaan telah mampu
mengoptimalkan kinerjanya dan memperoleh penjualan dalam titik impas dan mampu
menutupi kerugian di tahun 2019, bahkan perusahaan telah mampu memperoleh laba
dimana merupakan tujuan utama pada setiap perusahaan. (2) Dari hasil penelitian
menunjukkan bahwa margin of safety yang didapatkan pada tahun 2019 yaitu -1,2%
atau MOS dalam rupiah sebesar Rp. -480.000 yang berarti pada tahun ini perusahaan
mengalami kerugian. Pada tahun 2020 batas maksimum yang boleh turun adalah
sebesar Rp. 3.933.333 atau sebesar 518.180 kg. Pada tahun 2021 batas maksimum
yang boleh turun adalah sebesar Rp. 3.986.000 atau 522.586 kg. (3) Dalam perspektif
ekonomi syariah penerapan Break Even Point merupakan hal yang penting dalam
sebuah perusahaan karena metode ini harus dilakukan dengan cermat dan teliti serta
mengetahui besar mashlahat atau madharatnya dan bagaimana apabila perhitungan
salah, maka masih dipertanyakan status hukumnya. Dapat pula dipahami bahwasanya
islam tidak memberikan batasan tertentu terhadap laba atau keuntungan dalam
perdagangan.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut.
1. Dengan menggunakan analisis break even point atau titik impas
memudahkan pihak pabrik dalam menentukan harga, volume penjualan serta
mempermudah dalam meramalkan penjualan yang akan datang sehingga
pihak pabrik lebih mudah mengetahui batas penjualan kapan mengalami
penurunan dan kapan harus menaikkan volume penjualan. Jika pabrik tepung
ikan menginginkan mendapatkan laba pada tahun 2019 harus menjual hasil
produksinya sebesar Rp. 90.737.704 (-9.044 kg), kemudian pada tahun 2020
pabrik harus menjual hasil produksinya sebesar Rp. 3.933.333 (518,180 kg),
dan di tahun 2021 jika pabrik menjual hasil produksinya sebesar Rp.
3.986.486 (522,586 kg).
2. Kemudian analisis Margin of Safety (MOS) menunjukkan berapa banyak
penjualan yang boleh turun dari jumlah tertentu pada atau memberikan
petunjuk jumlah maksimum pada penurunan angka volume penjualan yang
direncanakan yang tidak mengakibatkan kerugian. Dalam perhitungan
Margin of Safety menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kerugian pada
tahun 2019 sebesar -1,2% karena hasil dari penjualan yang didapatkan lebih
rendah dari nilai BEP yang diperoleh.
3. Dalam perspektif ekonomi syariah penerapan Break Even Point merupakan
hal yang penting dalam sebuah perusahaan karena metode ini harus
dilakukan dengan cermat dan teliti serta mengetahui besar mashlahat atau
madharatnya dan bagaimana apabila perhitungan salah, maka masih
dipertanyakan status hukumnya. Dapat pula dipahami bahwasanya islam
tidak memberikan batasan tertentu terhadap laba atau keuntungan dalam
perdagangan.
B. Saran
Berdasarkan perhitungan di atas, maka ada beberapa saran yang akan
diberikan peneliti untuk usaha pabrik tepung ikan di Bajoe di antaranya:
1. Untuk mengetahui serta mempermudah pihak pabrik dalam megetahui laba
atau menghitung titik impas pada perusahaan agar memperbaiki laporan
keuangan dan dapat mengklasifikasikan antara biaya tetap dan biaya variabel
pada perusahaan.
2. Untuk mencapai Break Even, maka sebaiknya pihak pabrik tetap
mempertahankan keadaan yang sedang berlangsung.
3. Sebaiknya perusahaan ini melakukan promosi pada produk untuk
meningkatkan jumlah penjualan.
Ketersediaan
| SFEBI20220033 | 33/2022 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
33/2022
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FEBI
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
