Konsepsi Istidrāj Dalam Al-Qur’an

No image available for this title
Skripsi ini membahas tentang Konsepsi Istidrāj Dalam Al-Qur‟an. Pokok isi
permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana hakikat istidrāj dalam al-
Qur‟an, bagaimana wujud istidrāj dalam al-Qur‟an dan bagaimana implikasi istidrāj
dalam realita kehidupan . Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hakikat istidrāj dalam al-Qur‟an, wujud istidrāj dalam al-Qur‟an dan implikasi
istidrāj dalam realita kehidupan.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (library research), yang
dalam metode pengumpulan data menggunakan cara menelusuri dan menelaah
bahan-bahan pustaka terutama al-Qur‟an dan kitab-kitab tafsir sebagai data
primernya, dan literatur-literatur lain yang dianggap relevan. Analisis data dilakukan
secara deskriptif analitis yaitu mengumpulkan ayat-ayat al-Qur‟an yang membahas
istidrāj dan mencari penafsirannya pada kitab-kitab tafsir untuk menemukan
konsepsi istidrāj, kemudian menganalisa isi dari ayat-ayat yang berkaitan dengan
istidrāj.
Dari penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa makna dari istidrāj adalah
suatu kenikmatan yang pada hakikatnya adalah sebuah hukuman yang diberikan
kepada orang-orang yang berperilaku menyimpang dalam agama Allah swt. Mereka
beranggapan bahwa segala hal yang diberikan pada dirinya dari Allah swt adalah
bentuk kemuliaan, namun sebenarnya Allah swt. memberikan kenikmatan kepada
mereka agar merekaa semakin lalai dan terlena. Kemudian Allah swt. beri mereka
azab secara tiba-tiba dan digiring kepada kebinasaan setahap demi setahap. Kedua,
bentuk-bentuk seseorang tertimpa istidrāj antara lain adalah menyombongkan diri,
tidak bersyukur atas segala nikmat yang diberikan dan melakukan kemaksiatan
kepada Allah swt.
A. Kesimpulan
Setelah penulis membuat analisa dan menguraikan pembahasan dari bab ke
bab mengenai konsepsi istidrāj dalam al-Qur‟an sehingga bisa disimpulkan bahwa:
1. Bila ditinjau dari segi bahasa istidrāj diambil dari kata “daraja” yang dalam
bahasa arab berarti naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya. Sedangkan
secara istilah, istidrāj memiliki makna azab berwujud kenikmatan. Ketika seorang
muslim banyak melakukan maksiat dan jarang beribadah, namun hidupnya terus
dilimpahi kenikmatan, ini adalah tanda istidrāj dari Allah swt. Ia terjebak dalam
kenikmatan hidup dan membuatnya semakin lalai dalam menunaikan ibadah serta
kewajiban lainnya. Seperti pada penjelasan Quraish Shihab bahwa istidrāj adalah
memindahkan dari satu tahap ketahap berikutnya hingga mencapai puncak dengan
jatuhnya siksa. Istidrāj bisa terjadi dalam bentuk limpahan nikmat yang diduga
kebaikan atau merasa terhindar dari hukuman padahal itu merupakan pancingan
untuk melakukan pelanggaran yang lebih besar sehingga sanksi hukuman yang
diterima juga lebih besar. Allah swt. membiarkan dan tidak disegerakan azabnya.
2. Adapun wujud kata istidrāj dalam al-Qur‟an tersebar dalam 2 surah yakni:
a. QS. Al-A‟rāf/7:182
b. QS. Al-Qalam/68:44
3. Kemudian implikasi istidrāj yang penulis susun ada tiga yakni:
a. Menyombongkan diri, dimana manusia yang enggan memohon dan melalaikan
syariat. Inilah bentuk kesombongan dari seorang hamba yang seolah-olah tidak
membutuhkan Allah swt. Menganggap bahwa apa yang mereka miliki karena
merasa pantas mendapatkan hal itu. Sehingga Allah swt. selalu melimpahkan
kenikmatan kepada hidupnya yang pada hakikatnya akan berujung pada
siksaan.
b. Tidak bersyukur atas nikmat yang Allah swt. berikan, berupa rezeki anak,
jabatan, kesehatan dan lain sebagainya. Sehingga mereka menjadi kufur dan
mendapat azab dari Allah swt.
c. Melakukan kemaksiatan, misalkan meninggalkan kewajiban sebagai umat
muslim. Ataukah seperti seseorang yang dikenal suka berjudi tetapi hartanya
makin banyak, orang yang suka makan makanan haram tetapi kesehatannya
tetap baik. Begipulah orang yang dianugerahi ilmu oleh Allah swt. tetapi ia
malah menipu orang lain dengan ilmunya. Demikianlah bentuk istidrāj pada
diri seseorang. Walaupun tidak mendustakan al-Qur‟an akan tetapi melakukan
maksiat kepada Allah swt. Tetapi kehidupannya baik-baik saja. Inilah bentuk
istidrāj yang sesungguhnya.
B. Implikasi
1. Penelitian ini hanya membahas tentang istidrāj yang termuat pada beberapa
ayat saja, yang ditafsirkan oleh beberapa ulama. Dengan penafsiran tersebut
kita dapat memperoleh informasi yang cukup jelas mengenai konsep istidrāj.
2. Meskipun dalam penyajian dan analisa penulis masih banyak kekurangan. Oleh
karena itu diharapkan ada penelitian selanjutnya yang membahas istidrāj lebih
mendalam lagi agar wawasan yang diperoleh juga semakin luas. Terakhir,
semoga skripsi ini bermanfaat dan memberikan sedikit pengetahuan untuk
penulis khususnya, para pembaca sekalian dan orang lain pada umumnya.
Ketersediaan
SFUD2022000202/2022Perpustakaan PusatTersedia
Informasi Detil
Judul Seri

-

No. Panggil

02/2022

Penerbit

IAIN BONE : Watampone.,

Deskripsi Fisik

-

Bahasa

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Klasifikasi

Skripsi FUD

Informasi Detil
Tipe Isi

-

Tipe Media

-

Tipe Pembawa

-

Edisi

-

Subyek

Istidrāj

Info Detil Spesifik

-

Pernyataan Tanggungjawab
Tidak tersedia versi lain

Advanced Search

Gak perlu repot seting ini itu GRATIS SetUp ,Mengonlinekan SLiMS Di Internet Karena pesan web di Desawarna.com Siap : 085740069967

Pilih Bahasa

Gratis Mengonlinekan SLiMS

Gak perlu repot seting ini itu buat mengonlinekan SLiMS.
GRATIS SetUp ,Mengonlinekan SLiMS Di Internet
Karena pesan web di Desawarna.com
Kontak WhatsApp :

Siap : 085740069967

Template Perpustakaan Desawarna

Kami berharap Template SLiMS ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai template SLiMS bagi semua SLiMerS, serta mampu memberikan dukungan dalam pencapaian tujuan pengembangan perpustakaan dan kearsipan.. Aamiin

Top