Penerapan Pendekatan Direktif Pada Pelaksanaan Supervisi Metode Pembelajaran Guru Di Smpn 1 Tellusiattinge
Idarwati Ningsih/ 02.18.3026 - Personal Name
Skripsi ini membahas tentang Penerapan Pendekatan Direktif pada
Pelaksanaan Supervisi Metode Pembelajaran Guru di SMPN 1 Tellusiattinge.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Pendekatan Direktif pada
Pelaksanaan Supervisi Metode Pembelajaran Guru di SMPN 1 Tellusiattinge. Adapun
permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah 1) bagaimana metode
pembelajaran guru di SMPN 1 Tellusiattinge, 2) bagaimana pendekatan direktif pada
pelaksanaan supervisi metode pembelajaran di SMPN 1 tellusiattinge, 3) bagaimana
hasil penerapan pendekatan direktif pada pelaksanaan metode pembelajaran guru di
SMPN 1 Tellusiattinge. Untuk memudahkan pengkajian, penulis menggunakan
metode penelitian kualitatif (qualitatif research) dengan melakukan observasi,
wawancara dan dokumentasi untuk mendeskripsikan penelitian tentang Penerapan
Pendekatan Direktif Pada Pelaksanaan Supervisi Metode Pembelajaran Guru. Dalam
data yang diperoleh diolah dengan menganalisis data, penulis menggunakan reduksi
data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMPN 1 Tellusiattinge metode
pembelajaran guru pertama mengenai pemilihan atau penetapan metode dan media
pembelajaran yang perlu dipersiapkan sebelum pembelajaran dengan memperhatikan
kompetensi dasar, kondisi ruangan, karakter peserta didik, waktu pembelajaran dan
materi yang akan disampaikan perlu disesuaikan. kedua mengenai pendekatan direktif
pada pelaksanaan supervise metode pembelajaran yang meliputi melakukan
pendekatan secara langsung kepada peserta didik dan mengatasi masalah-masalah
yang terjadi di dalam kelas, pengorganisasian atau penyusunan materi pelajaran,
berkomunikasi yang efektif, penguasaan materi pembelajaran, bersikap baik (positif),
pendekatan pembelajaran dan hasil belajar telah mampu dilaksanakan oleh guru di
SMPN 1 Tellusiattinge dalam menciptakan pembelajaran yang efektif karena
memiliki pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Ketiga telah terlaksana
dengan baik hal ini dapat terlihat pada mengarahkan yaitu kepala sekolah
memberikan dan menjelaskan perintah serta memberikan petunjuk untuk
melaksanakan suatu kegiatan dan memberikan kesempatan untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan/ kecakapan dan keahlian agar lebih efektif dalam
melaksanakan berbagai kegiatan organisasi dengan memberikan kesempatan untuk
ikut serta menyumbangkan tenaga dan pikiran dan memajukan organisasi berdasarkan
inisiatif dan kreatifitas masing-masing dalam memberikan koreksi agar setiap
personal melakukan tugasnya secara efisien dan mengenai menguatkan dapat terlihat
pada memberikan pujian serta mengurangi beban guru dalam pembelajaran di
sekolah dan mengenai menetapkan tolak ukur dapat terlihat pada penilaian prestasi
guru. Kinerja guru telah berjalan dengan baik hal ini dapat terlihat pada kualitas hasil
kerja yaitu seperti kepuasan peserta didik, pemahaman peserta didik dan prestasi
peserta didik adapun mengenai ketetapan waktunya seperti waktu kedatangan dan
waktu pulangnya, selanjutnya mengenai inisiatif dalam berfikir positif yang lebih
baik mewujudkan kreatifitas pencapaian prestasinya, serta kemampuan mengenai
penguasaan materi dan penguasaan metode pengajaran.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan pada
bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan direktif pada
pelaksanaan supervisi metode pembelajaran guru. Mengenai pendekatan
direktif dan penetapan metode di SMPN 1 Tellusiattinge telah mampu
menerapkan pendekatan direktif atau memilih motede pembelajaran yang
akan digunakan dalam proses pembelajaran agar mampu memudahkan
dalam kegiatan belajar mengajar serta dalam menyajikan materi pelajaran
dengan memperhatikan beberapa hal dalam menentukan metode
pembelajaran seperti memperhatikan kondisi ruangan, karakter peserta
didik, waktu pembelajaran serta materi pembelajaran yang hendak
disampaikan kepada peserta didik yang telah ditentukan dalam RPP.
Pemilihan metode pembelajaran hal yang mampu menyampaikan materi
dengan cara yang mampu memudahkan siswa dalam memahami dengan
baik materi yang disampaikan misalnya, Metode ceramah, diskusi, tanya
jawab dan demonstrasi/penugasan.
2. Penerapan pendekatan direktif pada peaksanaan supervisi metode
pembelajaran guru kepala sekolah di SMPN 1 Tellusiattinge telah
terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dari dimensi
merencanakan yaitu Kepala sekolah SMPN 1 Tellusiattinge menyiapkan
alat dan bahan serta program sebagai perlengkapan supervisi. Kepala
sekolah SMPN 1 Tellusiattinge melakukan penyampaian terdahulu tentang
pelaksanaan supervisi selanjutnya, dan menetapkan tolak ukur serta
penilaiannya dengan melalui UU yang berlaku di sekolah ataupun
ditingkat nasional.
B. Implikasi
Setelah mengadakan penelitian tentang implementasi kompetensi supervisi
kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMPN 1 Tellusiattinge, maka
saran yang akan peneliti sampaikan, yaitu sebagai berikut:
1. Dengan berjalannya proses pembelajaran secara efektif diharapkan guru
mampu memilih metode pembelajaran yang memberikan pengaruh positif
terhadap kegiatan belajar mengajar peserta didik baik dari ranah kognitif,
psikomotirik dan afektif.
2. Hendaknya kepala sekolah senantiasa lebih meningkatkan lagi
kompetensinya dalam melakukan bimbingan terhadap kinerja para guru
serta pihak sekolah masih perlu menambah sarana prasana yang
dibutuhkan oleh sekolah guna untuk kelancaran dan keberhasilan proses
belajar mengajar.
Pelaksanaan Supervisi Metode Pembelajaran Guru di SMPN 1 Tellusiattinge.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Pendekatan Direktif pada
Pelaksanaan Supervisi Metode Pembelajaran Guru di SMPN 1 Tellusiattinge. Adapun
permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah 1) bagaimana metode
pembelajaran guru di SMPN 1 Tellusiattinge, 2) bagaimana pendekatan direktif pada
pelaksanaan supervisi metode pembelajaran di SMPN 1 tellusiattinge, 3) bagaimana
hasil penerapan pendekatan direktif pada pelaksanaan metode pembelajaran guru di
SMPN 1 Tellusiattinge. Untuk memudahkan pengkajian, penulis menggunakan
metode penelitian kualitatif (qualitatif research) dengan melakukan observasi,
wawancara dan dokumentasi untuk mendeskripsikan penelitian tentang Penerapan
Pendekatan Direktif Pada Pelaksanaan Supervisi Metode Pembelajaran Guru. Dalam
data yang diperoleh diolah dengan menganalisis data, penulis menggunakan reduksi
data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMPN 1 Tellusiattinge metode
pembelajaran guru pertama mengenai pemilihan atau penetapan metode dan media
pembelajaran yang perlu dipersiapkan sebelum pembelajaran dengan memperhatikan
kompetensi dasar, kondisi ruangan, karakter peserta didik, waktu pembelajaran dan
materi yang akan disampaikan perlu disesuaikan. kedua mengenai pendekatan direktif
pada pelaksanaan supervise metode pembelajaran yang meliputi melakukan
pendekatan secara langsung kepada peserta didik dan mengatasi masalah-masalah
yang terjadi di dalam kelas, pengorganisasian atau penyusunan materi pelajaran,
berkomunikasi yang efektif, penguasaan materi pembelajaran, bersikap baik (positif),
pendekatan pembelajaran dan hasil belajar telah mampu dilaksanakan oleh guru di
SMPN 1 Tellusiattinge dalam menciptakan pembelajaran yang efektif karena
memiliki pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Ketiga telah terlaksana
dengan baik hal ini dapat terlihat pada mengarahkan yaitu kepala sekolah
memberikan dan menjelaskan perintah serta memberikan petunjuk untuk
melaksanakan suatu kegiatan dan memberikan kesempatan untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan/ kecakapan dan keahlian agar lebih efektif dalam
melaksanakan berbagai kegiatan organisasi dengan memberikan kesempatan untuk
ikut serta menyumbangkan tenaga dan pikiran dan memajukan organisasi berdasarkan
inisiatif dan kreatifitas masing-masing dalam memberikan koreksi agar setiap
personal melakukan tugasnya secara efisien dan mengenai menguatkan dapat terlihat
pada memberikan pujian serta mengurangi beban guru dalam pembelajaran di
sekolah dan mengenai menetapkan tolak ukur dapat terlihat pada penilaian prestasi
guru. Kinerja guru telah berjalan dengan baik hal ini dapat terlihat pada kualitas hasil
kerja yaitu seperti kepuasan peserta didik, pemahaman peserta didik dan prestasi
peserta didik adapun mengenai ketetapan waktunya seperti waktu kedatangan dan
waktu pulangnya, selanjutnya mengenai inisiatif dalam berfikir positif yang lebih
baik mewujudkan kreatifitas pencapaian prestasinya, serta kemampuan mengenai
penguasaan materi dan penguasaan metode pengajaran.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan pada
bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan direktif pada
pelaksanaan supervisi metode pembelajaran guru. Mengenai pendekatan
direktif dan penetapan metode di SMPN 1 Tellusiattinge telah mampu
menerapkan pendekatan direktif atau memilih motede pembelajaran yang
akan digunakan dalam proses pembelajaran agar mampu memudahkan
dalam kegiatan belajar mengajar serta dalam menyajikan materi pelajaran
dengan memperhatikan beberapa hal dalam menentukan metode
pembelajaran seperti memperhatikan kondisi ruangan, karakter peserta
didik, waktu pembelajaran serta materi pembelajaran yang hendak
disampaikan kepada peserta didik yang telah ditentukan dalam RPP.
Pemilihan metode pembelajaran hal yang mampu menyampaikan materi
dengan cara yang mampu memudahkan siswa dalam memahami dengan
baik materi yang disampaikan misalnya, Metode ceramah, diskusi, tanya
jawab dan demonstrasi/penugasan.
2. Penerapan pendekatan direktif pada peaksanaan supervisi metode
pembelajaran guru kepala sekolah di SMPN 1 Tellusiattinge telah
terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dari dimensi
merencanakan yaitu Kepala sekolah SMPN 1 Tellusiattinge menyiapkan
alat dan bahan serta program sebagai perlengkapan supervisi. Kepala
sekolah SMPN 1 Tellusiattinge melakukan penyampaian terdahulu tentang
pelaksanaan supervisi selanjutnya, dan menetapkan tolak ukur serta
penilaiannya dengan melalui UU yang berlaku di sekolah ataupun
ditingkat nasional.
B. Implikasi
Setelah mengadakan penelitian tentang implementasi kompetensi supervisi
kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMPN 1 Tellusiattinge, maka
saran yang akan peneliti sampaikan, yaitu sebagai berikut:
1. Dengan berjalannya proses pembelajaran secara efektif diharapkan guru
mampu memilih metode pembelajaran yang memberikan pengaruh positif
terhadap kegiatan belajar mengajar peserta didik baik dari ranah kognitif,
psikomotirik dan afektif.
2. Hendaknya kepala sekolah senantiasa lebih meningkatkan lagi
kompetensinya dalam melakukan bimbingan terhadap kinerja para guru
serta pihak sekolah masih perlu menambah sarana prasana yang
dibutuhkan oleh sekolah guna untuk kelancaran dan keberhasilan proses
belajar mengajar.
Ketersediaan
| STAR20220081 | 81/2022 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
81/2022
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Tarbiyah
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
