Pengaruh Fear of Missing Out dan Harga Diri Terhadap Perilaku Pembelian Kompulsif pada Wanita Muslim di Kecamatan Tanete Riattang
Ninimg Azizan/02022020138 - Personal Name
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fear Of Missing Out dan harga
diri terhadap perilaku pembelian kompulsif pada wanita muslim di kecamatan Tanete
Riattang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan
jenis penelitian lapangan atau research field. Adapun populasi dari penelitian ini
adalah wanita muslim di kecamatan Tanete Riattang serta sampel sebanyak 97
responden. Dalam penentuan sampel digunakan teknik non-probability sampling
dengan metode purposive sampling. Selanjutnya pada teknik pengumpulan data pada
penelitian ini digunakan teknik berupa penyebaran kuesioner secara daring melalui
google form. Untuk data penelitian dalam penelitian ini, SPSS versi 25 digunakan
untuk mengolah data penelitian melalui uji statistik dengan analisis regresi linier
berganda, uji t, uji f, dan uji koefisien determinasi (R 2 ). Sebelum uji statistik
dilakukan sebelumnya uji instrumen penelitian berupa uji validitas data dan reabilitas
data serta dilanjutkan dengan uji asumsi klasik yakni uji normalitas, linearitas,
multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh
informasi bahwa (1) Fear Of Missing Out berpengaruh positif secara signifikan
terhadap perilaku pembelian kompulsif pada wanita muslim di kecamatan Tanete
Riattang. (2) harga diri berpengaruh negatif secara signifikan terhadap perilaku
pembelian kompulsif pada wanita muslim di kecamatan Tanete Riattang. (3) Fear Of
Missing Out dan harga diri secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perilaku
pembelian kompulsif
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut:
1. Fear of Missing Out (FoMO) berpengaruh secara positif dan signifikan
terhadap perilaku pembelian kompulsif pada wanita muslim di Kecamatan
Tanete Riattang.
2. Harga diri berpengaruh secara negatif dan signifikan variabel terhadap perilaku
pembelian kompulsif pada wanita muslim di Kecamatan Tanete Riattang.
3. Fear of Missing Out (FoMO) dan harga diri berpengaruh secara simultan atau
secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel
perilaku pembelian kompulsif pada wanita muslim di kecamatan Tanete
Riattang.
B. Saran
Adapun saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Saran Bagi Pemerintah
Pemerintah perlu mempertimbangkan regulasi terkait praktik pemasaran
yang mengeksploitasi FoMO, khususnya di kalangan konsumen yang renta.
Kebijakan yang mempromosikan transparansi dalam iklan dan mengatur
penggunaan teknik pemasaran berbasis FoMO dapat mlindungi konsumen dari
dorongan untuk melakukan perilaku pembelian kompulsif. Selain itu pemerintah
dapat menginisiasi kampanye edukasi publik yang bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran tentang bahaya pemebelian konsumtif dan pentingnya harga diri yang
positif.
2. Saran Bagi Konsumen
Konsumen disarankan untuk lebih sadar terhadap faktor-fktor psikologis
yang mempengaruhi perilaku pemebelian mereka, seperti FoMO dan harga diri.
Dengan meningkatkan kesadaran diri dan mengelola perasaan takut tertinggal,
konsumen dapat membuat keputusan pembelian yang lebih bijaksana dan
menghindari pembelian kompulsif. Konsumen juga perlu membangun harga diri
(self-esteem) yang sehat dengan fokus ke nilai-nilai intrinsik daripada mencari
validasi melalui konsumsi berlebihan. Pendidikan finansial dan keterampilan
penngelolaan diri juga memnjadi kunci untuk mencegah perilaku pembelian
kompulsif.
3. Saran Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian di masa depan dapat memperluas kajian ini dengan melakukan
pengujian di konteks yang berbeda, baik konteks budaya atau demografis yang
berbeda. Mengingat penelitian ini fokus pada wanita muslim, di masa depan
mungkin bisa dilakukan pada populasi yang berbeda pula seperti pria muslim,
non-muslim, atau konteks budaya lain untuk melihat apakah hasil yang serupa
dapat diperoleh atau jika ada perbedaan yang signifikan.
C. Implikasi
Berdasarkan kesimpulan yang telah dijelaskan di atas, maka implikasi yang
dapat diperoleh berdasarkan pada penelitian ini terdapat dua implikasi yaitu implikasi
teoritis dan praktis
1. Implikasi Teoritis
Penelitian memberikan kontribusi penting dalam pengembangnan literatur
terkait dengan perilaku konsumen, khususnya dalam konteks pembelian
kompulsif pada wanita muslim di kecamatan Tanete Riattang. Dengan menguji
pengaruh simultan antara FoMO dan harga diri terhadap perilaku pembelian
kompulsif, penelitian ini memperluas pemahaman tentang interaksi antara
variabel-variabel psikologis yang selama ini cenderung diteliti secara terpisah.
Penemuan bahwa FoMO dan harga diri secara signifikan mempengaruhi perilaku
pembelian konsumtif melalui mekanisme yang dijelaskan oleh teori Stimulus
Organism Response (SOR) dan Self Determination Theory (SDT) menambah
dimensi baru dalam jteori-teori ini, menunjukkan bahwa keduanya dapat
diaplikasikan secara efektif dalam memahami perilaku konsumtif yang berlebihan
dalam hal ini perilaku pembelian kompulsif.
Lebih lanjut penelitian ini juga memperkaya kajian tentang perilaku
konsumen dengan menunjukkan bagaimana tekanan sosial dan faktir internal
(harga diri) berinteraksi dalam mempengaruhi keputusan konsumen. Hasil ini
memberikan bukti empiris yang mendukung relevansi teori Stimulus Organism
Response (SOR) dan Self Determination Theory (SDT) dalam konteks perilaku
pembelian kompulsif, memperkuat argumen bahwa faktor-faktor psikologi seperti
FoMO dan harga diri memiliki peran penting dalam mendorong perilaku
konsumtif yang tidak sehat. Dengan demikian, penelitian ini membuka peluang
bagi studi lanjutan untuk menguji interaksi variabel-variabel ini dalam berbagai
konteks dan populasi berbeda.
2. Implikasi Praktis
Penelitian ini memiliki implikasi praktis yang signifikan, terutama bagi
para praktisi pemasaran dan pengambil kebijakan yang berfokus pada perilku
konsumen muslim. Dengan memahami bahwa FoMO dan harga diri secara
simultan dapat mendorong perilaku pembelian kompulsif, para pemasar dapat
mengembangkan strategi komunikasi yang lebih etis dan bertanggung jawab.
Misalnya, kampanye pemasaran yang mengurangi penekanan pad elemen FoMO
dan lebih berfokus pada pemberdayaan konsumen dan peningkatan harga diri
dapat membantu mengurangi dorongan untuk melakukan pembelian kompulsif.
Bagi para profesional di bidang psikologi dan konseling, temuan ini
menunjukkan perlunya intervensi yang lebih holistik dalam menangani perilaku
pemmbelian kompulsif. Intevensi yang menargetkan peningkatan harga diri dan
pengelolaan FoMO dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk membantu
individu yang rentan terhadap perilaku pembelian kompulsif. Program-program
yang mengajarkan keterampilan mengelola tekanan sosial dan meningkatkan rasa
percaya diri dapat berkontribusi dalam mencegah pembelian kompulsif,
khususnya dikalangan wanita muslim.
Selain itu, implikasi bagi pengambil kebijakan adalah pentingnya regulasi
yang mendorong praktik pemasaran yang tidak memanfaatkan FoMO secara
berlebihan pada konsumen. Pengambil keputusan atau kebijakan dapat
mempertimbangkan regulasi yang membatasi pengunaan strategi pemasaran yang
dirancang untuk mengeksploitasi ketakutan konsumen akan ketingglan, sekaligus
mempromosikan kampanye yang mendukung kesejahteraan psikologis konsumen.
Dengan demikian, kebijakan yang dapat diterapkan untuk membantu menciptakan
lingkungan konsumsi yang sehat dan berkelanjutan.
diri terhadap perilaku pembelian kompulsif pada wanita muslim di kecamatan Tanete
Riattang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan
jenis penelitian lapangan atau research field. Adapun populasi dari penelitian ini
adalah wanita muslim di kecamatan Tanete Riattang serta sampel sebanyak 97
responden. Dalam penentuan sampel digunakan teknik non-probability sampling
dengan metode purposive sampling. Selanjutnya pada teknik pengumpulan data pada
penelitian ini digunakan teknik berupa penyebaran kuesioner secara daring melalui
google form. Untuk data penelitian dalam penelitian ini, SPSS versi 25 digunakan
untuk mengolah data penelitian melalui uji statistik dengan analisis regresi linier
berganda, uji t, uji f, dan uji koefisien determinasi (R 2 ). Sebelum uji statistik
dilakukan sebelumnya uji instrumen penelitian berupa uji validitas data dan reabilitas
data serta dilanjutkan dengan uji asumsi klasik yakni uji normalitas, linearitas,
multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh
informasi bahwa (1) Fear Of Missing Out berpengaruh positif secara signifikan
terhadap perilaku pembelian kompulsif pada wanita muslim di kecamatan Tanete
Riattang. (2) harga diri berpengaruh negatif secara signifikan terhadap perilaku
pembelian kompulsif pada wanita muslim di kecamatan Tanete Riattang. (3) Fear Of
Missing Out dan harga diri secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perilaku
pembelian kompulsif
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut:
1. Fear of Missing Out (FoMO) berpengaruh secara positif dan signifikan
terhadap perilaku pembelian kompulsif pada wanita muslim di Kecamatan
Tanete Riattang.
2. Harga diri berpengaruh secara negatif dan signifikan variabel terhadap perilaku
pembelian kompulsif pada wanita muslim di Kecamatan Tanete Riattang.
3. Fear of Missing Out (FoMO) dan harga diri berpengaruh secara simultan atau
secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel
perilaku pembelian kompulsif pada wanita muslim di kecamatan Tanete
Riattang.
B. Saran
Adapun saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Saran Bagi Pemerintah
Pemerintah perlu mempertimbangkan regulasi terkait praktik pemasaran
yang mengeksploitasi FoMO, khususnya di kalangan konsumen yang renta.
Kebijakan yang mempromosikan transparansi dalam iklan dan mengatur
penggunaan teknik pemasaran berbasis FoMO dapat mlindungi konsumen dari
dorongan untuk melakukan perilaku pembelian kompulsif. Selain itu pemerintah
dapat menginisiasi kampanye edukasi publik yang bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran tentang bahaya pemebelian konsumtif dan pentingnya harga diri yang
positif.
2. Saran Bagi Konsumen
Konsumen disarankan untuk lebih sadar terhadap faktor-fktor psikologis
yang mempengaruhi perilaku pemebelian mereka, seperti FoMO dan harga diri.
Dengan meningkatkan kesadaran diri dan mengelola perasaan takut tertinggal,
konsumen dapat membuat keputusan pembelian yang lebih bijaksana dan
menghindari pembelian kompulsif. Konsumen juga perlu membangun harga diri
(self-esteem) yang sehat dengan fokus ke nilai-nilai intrinsik daripada mencari
validasi melalui konsumsi berlebihan. Pendidikan finansial dan keterampilan
penngelolaan diri juga memnjadi kunci untuk mencegah perilaku pembelian
kompulsif.
3. Saran Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian di masa depan dapat memperluas kajian ini dengan melakukan
pengujian di konteks yang berbeda, baik konteks budaya atau demografis yang
berbeda. Mengingat penelitian ini fokus pada wanita muslim, di masa depan
mungkin bisa dilakukan pada populasi yang berbeda pula seperti pria muslim,
non-muslim, atau konteks budaya lain untuk melihat apakah hasil yang serupa
dapat diperoleh atau jika ada perbedaan yang signifikan.
C. Implikasi
Berdasarkan kesimpulan yang telah dijelaskan di atas, maka implikasi yang
dapat diperoleh berdasarkan pada penelitian ini terdapat dua implikasi yaitu implikasi
teoritis dan praktis
1. Implikasi Teoritis
Penelitian memberikan kontribusi penting dalam pengembangnan literatur
terkait dengan perilaku konsumen, khususnya dalam konteks pembelian
kompulsif pada wanita muslim di kecamatan Tanete Riattang. Dengan menguji
pengaruh simultan antara FoMO dan harga diri terhadap perilaku pembelian
kompulsif, penelitian ini memperluas pemahaman tentang interaksi antara
variabel-variabel psikologis yang selama ini cenderung diteliti secara terpisah.
Penemuan bahwa FoMO dan harga diri secara signifikan mempengaruhi perilaku
pembelian konsumtif melalui mekanisme yang dijelaskan oleh teori Stimulus
Organism Response (SOR) dan Self Determination Theory (SDT) menambah
dimensi baru dalam jteori-teori ini, menunjukkan bahwa keduanya dapat
diaplikasikan secara efektif dalam memahami perilaku konsumtif yang berlebihan
dalam hal ini perilaku pembelian kompulsif.
Lebih lanjut penelitian ini juga memperkaya kajian tentang perilaku
konsumen dengan menunjukkan bagaimana tekanan sosial dan faktir internal
(harga diri) berinteraksi dalam mempengaruhi keputusan konsumen. Hasil ini
memberikan bukti empiris yang mendukung relevansi teori Stimulus Organism
Response (SOR) dan Self Determination Theory (SDT) dalam konteks perilaku
pembelian kompulsif, memperkuat argumen bahwa faktor-faktor psikologi seperti
FoMO dan harga diri memiliki peran penting dalam mendorong perilaku
konsumtif yang tidak sehat. Dengan demikian, penelitian ini membuka peluang
bagi studi lanjutan untuk menguji interaksi variabel-variabel ini dalam berbagai
konteks dan populasi berbeda.
2. Implikasi Praktis
Penelitian ini memiliki implikasi praktis yang signifikan, terutama bagi
para praktisi pemasaran dan pengambil kebijakan yang berfokus pada perilku
konsumen muslim. Dengan memahami bahwa FoMO dan harga diri secara
simultan dapat mendorong perilaku pembelian kompulsif, para pemasar dapat
mengembangkan strategi komunikasi yang lebih etis dan bertanggung jawab.
Misalnya, kampanye pemasaran yang mengurangi penekanan pad elemen FoMO
dan lebih berfokus pada pemberdayaan konsumen dan peningkatan harga diri
dapat membantu mengurangi dorongan untuk melakukan pembelian kompulsif.
Bagi para profesional di bidang psikologi dan konseling, temuan ini
menunjukkan perlunya intervensi yang lebih holistik dalam menangani perilaku
pemmbelian kompulsif. Intevensi yang menargetkan peningkatan harga diri dan
pengelolaan FoMO dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk membantu
individu yang rentan terhadap perilaku pembelian kompulsif. Program-program
yang mengajarkan keterampilan mengelola tekanan sosial dan meningkatkan rasa
percaya diri dapat berkontribusi dalam mencegah pembelian kompulsif,
khususnya dikalangan wanita muslim.
Selain itu, implikasi bagi pengambil kebijakan adalah pentingnya regulasi
yang mendorong praktik pemasaran yang tidak memanfaatkan FoMO secara
berlebihan pada konsumen. Pengambil keputusan atau kebijakan dapat
mempertimbangkan regulasi yang membatasi pengunaan strategi pemasaran yang
dirancang untuk mengeksploitasi ketakutan konsumen akan ketingglan, sekaligus
mempromosikan kampanye yang mendukung kesejahteraan psikologis konsumen.
Dengan demikian, kebijakan yang dapat diterapkan untuk membantu menciptakan
lingkungan konsumsi yang sehat dan berkelanjutan.
Ketersediaan
| SFEBI20240260 | 260/2024 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
260/2024
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2024
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FEBI
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
