Kikjr dalam perspektif AI-Qur'an
Hasbukto/ 03.14.1006 - Personal Name
Penelitian iud adalah karya tulis ilmiah yang membahas mengen?i si fat kikjr. Ada
tiga hal yang pendng dikaji dalam skripsi in: per/t7naar, tentang term-term si fat kikir dalam
alQiran yang pada akhimya akan diketahul sul)tansi makna kjkjr, fe/z«4 tentang bahaya
si fat kikir dalam perspektif alQuran yang akan diketahul, yaltu; kadar ancamannya; dan
ke/7.gr solusi si fat kikir dalam perspektif al-Quran yang bertujuan untuk memperoleh cara
(solusi) terbalk mengatasi si fat kjkir.
Ifa]am menjavab permasalahan tersebut, penu]is menggunakan pendekatan ilmu
linguistik dan sosial dengan menggunakan metode Mlr2Ady-'j. (tematik), yaknj: mengrji ayat-
ayat alJ2uran berdasarkan tema tertentu. Penelitian iri tergolong /i.brtny .`.earth, data
dikumpulkan dengan men®gutip, menyedur, dan menganalisis dengan menggunakan
analisis isi terhadap literatur yang representatif dan mempunyaj relevansj dengan masalal
yang dibahas, kemudian menganalisis dan menyimpulkan.
Pada dasamya berdasackan perspektif alQuran, subtansi makna si fat kikir yakni;
menahan pemberian yang tidak seharusnya dengan beragam jeris objek kekikiran.
Selanjuthya masih dalam perspektif alQuran, terdapat dun jenjs penyebutan pelaku yang
memiliki si fat kikir seean umum, yakni; bczMj7 dan pJ¢4fi4, berbedaan penyebutan ini
mempunyal perbedaan dalam balasan (bahaya) yang ditimpakannya` Berikutnya solusi
si fat kikir dalan perspektif al-Quran secara global, yarfu; perlu adanya pengetahuan tentang
hal tersebut, pengukuhan iman, pembiasaan diri (7's/7.qdmc7h) dalam hal memberi dan tetap
mengebakan syariat agana, seperti salat dan lalnya sebab memj liki kaitan yang besar.
A. Simpulan
Beranjak dari. pembahasan sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa
simpulan, adapun simpulannya sebagai berikut:
I. Makna kikir
Dalam bahasa Indonesia pemaknaan kata kikir setara dengan pemaknaan kata
ob4AA# dalam perspektif al-Qur'an secara umum, yakni; memberi dengan kadar yang
sedikit atau tidak memberi sama sekali kepada yang patut ditolongnya. Adapun
perbedaannya, yaitu berada pada penggunann term-term tertentu oleh al-Qur'an,
seperti; as}J-s);z{4¢, o/-qw/r, cI¢-¢cr#jH dan lainnya.
Penyebutan si fat kikir dalam perspektif al-Qur'an ada yang menggunakan
redaksi langsung dan ada juga yang tidak langsung. Term yang redaksinya langsung
terdiri dari kata cr/-bafAA/ dan as};-s}Jw4¢. Adapun term yang redaksinya tidak langsung
menggunakan kata cr/-g#/r, o¢-da#j#, dan cr/-mcr#cr`. Term yang tidak langsung
tersebut berfungsi untuk menunjuk pada objek tertentu dan kadar kekikiran manusia.
Secara umum penyebutan kikir dalam perspektif al-Qur'an hanya
menggunakan dua term kata, yakni; cI/-bzjAA/ dengan cry-s)/et¢4. Hal tersebut
disebabnya term-terin yang laln dapat diartikan dalam arti kikir apabila konteks
pembicaannya adalah sesuatu yang dapat dikikirkan balk materi maupun jm"cz/erj..
Berbeda dengan term kata a/-bw4# dengan as);-,g)/ct4¢, sebab kata tersebut berperan
sebagai term kata yang mewakili seluruh term-term yang lain, sekaligus selalu
menunjuk pada pelakuknya (subjek) dalan arti yang kikir.
2. Bahaya Kikir
Pembahasan mengenai bahaya dari sjfat kikir, untuk memudahkan dipahami
peneliti mengklasifikasjkannya berdasarkan tein-term katanya masing-masing.
Adapun klasiflkasinya sebagai berikut:
al. Term Al-Bukhl
Bahaya b44Aj/ memuat seluruh term. balk yang redaksinya langsung maupun
yang tidak, hanya saja kadar balasannya berbeda. Adapun bahayanya, yakni akan
membawa kepada kerugian, disediakan untuknya jalan yang su]it, efeknya berbalik
kepada pelakunya sendiri, sesuatu yang mereka kikirkan akan dikalungkan untuknya
dihari kiamat, dan memyebabkan seseorang tertunda menuj u kepada kebalkan.
b. Term .45};-S`ry"44
Perlu ditekankan kembalj, bahwa bahaya b&tAi/ sudah pasti termaktub
didalamnya bahaya si fat Sycz4fi¢, akan tetapi bahaya dengan term kata czs};-syzi/74 tidak
setara oleh mereka yang b¢4A# saja tanpa diikuti si fat .rya4fi¢. Hal tersebut disebabkan
karena tingkat bahaya term kata cry-syzJ44 lebih berat. Penyebab bahaya cry-sy2/¢4
lebih berat karena bermakna kikir yang disertai dengan ketamakan, sedangkan bat/7I/
selain dapat disertaj dengan ketamakan bisa juga tidak. Adapun bahaya yang
dimaksud, yakni kikir (any-s);"¢¢) dapat mengakibatkan seseorang menjadi #"S}rfez
(menzalimi hak orang lain) dan dapat menjerumuskan pelakunya kepada tidak
beruntung (kecelakaan besar) pada hari akhir.
3. Solusi Si fat Sikir
Adapun solusi dari si fat kikir, yaitu: Memiliki ilmu tentang si fat kikir,
penerapan pola hidup yang ideal (proposional), pengukuhan imam kepada Allah swt.,
memilih teman yang dermawan dan istiqaman mengerjakan syariat agama tertentu,
yakni; mendirikan sholat dan senantiasa menyisihkan bagian tertentu miliknya kepada
orang lain.
8. Saran
Perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang si fat kikir yang fokus kajiannya
pada perihal objek si fat kikjr dan pengkajian mendalam mengenaj batas-batasnya atau
batas yang boleh ditahan (dikikirkan) dan yang tidak boleh ditahan. Hal tersebut
sangat menarik dikaji hubungannya atau relefansinya dengan perubahan zaman.
tiga hal yang pendng dikaji dalam skripsi in: per/t7naar, tentang term-term si fat kikir dalam
alQiran yang pada akhimya akan diketahul sul)tansi makna kjkjr, fe/z«4 tentang bahaya
si fat kikir dalam perspektif alQuran yang akan diketahul, yaltu; kadar ancamannya; dan
ke/7.gr solusi si fat kikir dalam perspektif al-Quran yang bertujuan untuk memperoleh cara
(solusi) terbalk mengatasi si fat kjkir.
Ifa]am menjavab permasalahan tersebut, penu]is menggunakan pendekatan ilmu
linguistik dan sosial dengan menggunakan metode Mlr2Ady-'j. (tematik), yaknj: mengrji ayat-
ayat alJ2uran berdasarkan tema tertentu. Penelitian iri tergolong /i.brtny .`.earth, data
dikumpulkan dengan men®gutip, menyedur, dan menganalisis dengan menggunakan
analisis isi terhadap literatur yang representatif dan mempunyaj relevansj dengan masalal
yang dibahas, kemudian menganalisis dan menyimpulkan.
Pada dasamya berdasackan perspektif alQuran, subtansi makna si fat kikir yakni;
menahan pemberian yang tidak seharusnya dengan beragam jeris objek kekikiran.
Selanjuthya masih dalam perspektif alQuran, terdapat dun jenjs penyebutan pelaku yang
memiliki si fat kikir seean umum, yakni; bczMj7 dan pJ¢4fi4, berbedaan penyebutan ini
mempunyal perbedaan dalam balasan (bahaya) yang ditimpakannya` Berikutnya solusi
si fat kikir dalan perspektif al-Quran secara global, yarfu; perlu adanya pengetahuan tentang
hal tersebut, pengukuhan iman, pembiasaan diri (7's/7.qdmc7h) dalam hal memberi dan tetap
mengebakan syariat agana, seperti salat dan lalnya sebab memj liki kaitan yang besar.
A. Simpulan
Beranjak dari. pembahasan sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa
simpulan, adapun simpulannya sebagai berikut:
I. Makna kikir
Dalam bahasa Indonesia pemaknaan kata kikir setara dengan pemaknaan kata
ob4AA# dalam perspektif al-Qur'an secara umum, yakni; memberi dengan kadar yang
sedikit atau tidak memberi sama sekali kepada yang patut ditolongnya. Adapun
perbedaannya, yaitu berada pada penggunann term-term tertentu oleh al-Qur'an,
seperti; as}J-s);z{4¢, o/-qw/r, cI¢-¢cr#jH dan lainnya.
Penyebutan si fat kikir dalam perspektif al-Qur'an ada yang menggunakan
redaksi langsung dan ada juga yang tidak langsung. Term yang redaksinya langsung
terdiri dari kata cr/-bafAA/ dan as};-s}Jw4¢. Adapun term yang redaksinya tidak langsung
menggunakan kata cr/-g#/r, o¢-da#j#, dan cr/-mcr#cr`. Term yang tidak langsung
tersebut berfungsi untuk menunjuk pada objek tertentu dan kadar kekikiran manusia.
Secara umum penyebutan kikir dalam perspektif al-Qur'an hanya
menggunakan dua term kata, yakni; cI/-bzjAA/ dengan cry-s)/et¢4. Hal tersebut
disebabnya term-terin yang laln dapat diartikan dalam arti kikir apabila konteks
pembicaannya adalah sesuatu yang dapat dikikirkan balk materi maupun jm"cz/erj..
Berbeda dengan term kata a/-bw4# dengan as);-,g)/ct4¢, sebab kata tersebut berperan
sebagai term kata yang mewakili seluruh term-term yang lain, sekaligus selalu
menunjuk pada pelakuknya (subjek) dalan arti yang kikir.
2. Bahaya Kikir
Pembahasan mengenai bahaya dari sjfat kikir, untuk memudahkan dipahami
peneliti mengklasifikasjkannya berdasarkan tein-term katanya masing-masing.
Adapun klasiflkasinya sebagai berikut:
al. Term Al-Bukhl
Bahaya b44Aj/ memuat seluruh term. balk yang redaksinya langsung maupun
yang tidak, hanya saja kadar balasannya berbeda. Adapun bahayanya, yakni akan
membawa kepada kerugian, disediakan untuknya jalan yang su]it, efeknya berbalik
kepada pelakunya sendiri, sesuatu yang mereka kikirkan akan dikalungkan untuknya
dihari kiamat, dan memyebabkan seseorang tertunda menuj u kepada kebalkan.
b. Term .45};-S`ry"44
Perlu ditekankan kembalj, bahwa bahaya b&tAi/ sudah pasti termaktub
didalamnya bahaya si fat Sycz4fi¢, akan tetapi bahaya dengan term kata czs};-syzi/74 tidak
setara oleh mereka yang b¢4A# saja tanpa diikuti si fat .rya4fi¢. Hal tersebut disebabkan
karena tingkat bahaya term kata cry-syzJ44 lebih berat. Penyebab bahaya cry-sy2/¢4
lebih berat karena bermakna kikir yang disertai dengan ketamakan, sedangkan bat/7I/
selain dapat disertaj dengan ketamakan bisa juga tidak. Adapun bahaya yang
dimaksud, yakni kikir (any-s);"¢¢) dapat mengakibatkan seseorang menjadi #"S}rfez
(menzalimi hak orang lain) dan dapat menjerumuskan pelakunya kepada tidak
beruntung (kecelakaan besar) pada hari akhir.
3. Solusi Si fat Sikir
Adapun solusi dari si fat kikir, yaitu: Memiliki ilmu tentang si fat kikir,
penerapan pola hidup yang ideal (proposional), pengukuhan imam kepada Allah swt.,
memilih teman yang dermawan dan istiqaman mengerjakan syariat agama tertentu,
yakni; mendirikan sholat dan senantiasa menyisihkan bagian tertentu miliknya kepada
orang lain.
8. Saran
Perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang si fat kikir yang fokus kajiannya
pada perihal objek si fat kikjr dan pengkajian mendalam mengenaj batas-batasnya atau
batas yang boleh ditahan (dikikirkan) dan yang tidak boleh ditahan. Hal tersebut
sangat menarik dikaji hubungannya atau relefansinya dengan perubahan zaman.
Ketersediaan
| SFUD20180022 | 22/2018 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
22/2018
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2018
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FUD
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
