Metode Pengobatan Islam (Suatu Kajian Tafsir terhadap Ayat-ayat Ruqyah
M.Nasruddin A/03.17.1013 - Personal Name
Penelitian ini berjudul metode pengobatan Islam (suatu kajian tafsir terhadap
ayat-ayat ruqyah). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan
mengenai metode pengobatan ruqyah dan juga menjelaskan analisis tafsir terhadap
ayat-ayat yang digunakan untuk ruqyah sehingga dapat menyembuhkan penyakit.
Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (Library Reseach). Proses
pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara mengumpulkan data yang ada di
pustaka, membaca, mencatat serta mengolah bahan yang berkenan dengan
pengobatan ruqyah. Yang kemudian dianalisis dengan pendekatan ilmu tafsir.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, pengobatan ruqyah
merupakan pengobatan yang dilakukan harus dengan cara syar’iyyah dan dapat
mengobati penyakit rohani dan jasmani. Kedua, ayat al-Qur‟an memang terbukti
dapat dijadikan sebagai obat penyembuh penyakit rohani maupun penyakit jasmani,
karena kemukjizatannya.
A. Kesimpulan
Setelah pemaparan pada bab-bab sebelumnya dan hasil penelitian yang
dilakukan maka, kemudian pada bab ini penulis akan memaparkan mengenai hasil
kesimpulan untuk menjawab rumusan-rumusan masalah pada bab pertama. Yakni
sebagai berikut:
Ruqyah dapat disimpulkan sebagai bacaan untuk pengobatan yang sesuai
dengan syariat guna melindungi diri dan mengobati orang sakit atau untuk memohon
kesembuhan kepada Allah swt dari gangguan atau memohon perlindungan kepada
Allah swt. Dan ruqyah terbagi menjadi dua, yakni: ruqyah syar‟iyyah dan ruqyah
syirkiyyah.
Bentuk-bentuk pengobatan ruqyah yang dapat digunakan ada beberapa
macam, yaitu: ruqyah dengan doa atau bacaan maupun ruqyah dengan basmalah dan
isti‟azah. Dalam pengobatan ruqyah harus memperhatikan adab-adab, seperti:
1. Meyakini bahwa tidak ada kesembuhan kecuali dari Allah swt.
2. Ikhlas menghadap diri kepada Allah swt dan ikhlas dalam mengharapkan
ridha-Nya.
3. Tawakal kepada Allah swt.
4. Metode penerapan ruqyah tidak mengandung kesirikan.
5. Menghayati makna yang terkandung dari bacaan ataupun doa.
Setelah melakukan analisis dengan ilmu tafsir maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa ayat-ayat yang digunakan untuk pengobatan ruqyah terbukti
dapat menyembuhkan untuk penyakit karena kiriman sihir maupun karena penyakit fisik.
Untuk penyakit karena gangguan Jin yakni ayat, al-Baqarah ayat 102 yang
menjelaskan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak ada kejadian tanpa
izin dari-Nya. Dan juga menegaskan bahwa sihir tidak akan mampu mencelakai
hamba-hamba-Nya, al-Baqarah ayat 255 yang menjelaskan bahwa hanya Allah lah
yang mampu untuk memberikan syafaat, al-Baqarah ayat 257 yang menegaskan
bahwa Allah akan menjadi pelindung dan pembela orang-orang mukmin, Yunus ayat
81-82 yang mengatakan bahwa Allah tidak akan membiarkan pekerjaan-pekerjaan
yang akan membuat kerusakan, Ṭāhā ayat 69 yang menegaskan bahwa sihir tidak
akan menang jika ingin melakukan kejahatan.
Sedangkan untuk penyakit fisik yakni ayat, ar-Ra„d ayat 28 yang merupakan
penegas bahwa ketika melakukan dzikrullāh maka akan mendapatkan ketenangan
dan ketenteraman daripada segala kegelisahan dan permasalahan, al-Anbiyā‟ ayat 89
merupakan doa yang dapat menjadi tawassul kepada Allah untuk mendapat
keturunan seperti kisah Nabi Zakaria, Yāsīn ayat 78-79 menjelaskan bahwa Allah
Maha Kuasa terhadap segala sesuatu yang dapat mengembalikan tulang yang sudah
hancur, Asy-Syarḥ ayat 1-8 membahas tentang masalah pelapangan dada yang
jikalau diberikan hidayah Islam maka dadanya akan terasa lapang, al-Fātihah ayat 1-
7 di mana ulama menamainya sebagai ayat syifa untuk semua macam penyakit.
B. Saran
Melihat dari hasil kesimpulan di atas, maka kemudian penulis memberikan
saran yang ingin ditujukan kepada beberapa pihak, sebagai berikut:
1. Pihak akademisi, perlu melakukan pengkajian dan penelitian yang intensif
mengenai pengobatan Islam, untuk meningkatkan khazanah ilmu pengetahuan,
dan pemahaman mengenai pengobatan Islam.
2. Pihak praktisi, perlu melakukan praktik pengobatan yang dapat meningkatkan
keimanan dan ketakwaan dengan menyelipkan dakwah pada saat penyembuhan.
3. Peneliti selanjutnya, perlu melengkapi kekurangan penelitian dalam skripsi ini,
baik dengan cara menambah fokus bahasan maupun mengganti fokus bahasan.
ayat-ayat ruqyah). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan
mengenai metode pengobatan ruqyah dan juga menjelaskan analisis tafsir terhadap
ayat-ayat yang digunakan untuk ruqyah sehingga dapat menyembuhkan penyakit.
Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (Library Reseach). Proses
pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara mengumpulkan data yang ada di
pustaka, membaca, mencatat serta mengolah bahan yang berkenan dengan
pengobatan ruqyah. Yang kemudian dianalisis dengan pendekatan ilmu tafsir.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, pengobatan ruqyah
merupakan pengobatan yang dilakukan harus dengan cara syar’iyyah dan dapat
mengobati penyakit rohani dan jasmani. Kedua, ayat al-Qur‟an memang terbukti
dapat dijadikan sebagai obat penyembuh penyakit rohani maupun penyakit jasmani,
karena kemukjizatannya.
A. Kesimpulan
Setelah pemaparan pada bab-bab sebelumnya dan hasil penelitian yang
dilakukan maka, kemudian pada bab ini penulis akan memaparkan mengenai hasil
kesimpulan untuk menjawab rumusan-rumusan masalah pada bab pertama. Yakni
sebagai berikut:
Ruqyah dapat disimpulkan sebagai bacaan untuk pengobatan yang sesuai
dengan syariat guna melindungi diri dan mengobati orang sakit atau untuk memohon
kesembuhan kepada Allah swt dari gangguan atau memohon perlindungan kepada
Allah swt. Dan ruqyah terbagi menjadi dua, yakni: ruqyah syar‟iyyah dan ruqyah
syirkiyyah.
Bentuk-bentuk pengobatan ruqyah yang dapat digunakan ada beberapa
macam, yaitu: ruqyah dengan doa atau bacaan maupun ruqyah dengan basmalah dan
isti‟azah. Dalam pengobatan ruqyah harus memperhatikan adab-adab, seperti:
1. Meyakini bahwa tidak ada kesembuhan kecuali dari Allah swt.
2. Ikhlas menghadap diri kepada Allah swt dan ikhlas dalam mengharapkan
ridha-Nya.
3. Tawakal kepada Allah swt.
4. Metode penerapan ruqyah tidak mengandung kesirikan.
5. Menghayati makna yang terkandung dari bacaan ataupun doa.
Setelah melakukan analisis dengan ilmu tafsir maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa ayat-ayat yang digunakan untuk pengobatan ruqyah terbukti
dapat menyembuhkan untuk penyakit karena kiriman sihir maupun karena penyakit fisik.
Untuk penyakit karena gangguan Jin yakni ayat, al-Baqarah ayat 102 yang
menjelaskan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak ada kejadian tanpa
izin dari-Nya. Dan juga menegaskan bahwa sihir tidak akan mampu mencelakai
hamba-hamba-Nya, al-Baqarah ayat 255 yang menjelaskan bahwa hanya Allah lah
yang mampu untuk memberikan syafaat, al-Baqarah ayat 257 yang menegaskan
bahwa Allah akan menjadi pelindung dan pembela orang-orang mukmin, Yunus ayat
81-82 yang mengatakan bahwa Allah tidak akan membiarkan pekerjaan-pekerjaan
yang akan membuat kerusakan, Ṭāhā ayat 69 yang menegaskan bahwa sihir tidak
akan menang jika ingin melakukan kejahatan.
Sedangkan untuk penyakit fisik yakni ayat, ar-Ra„d ayat 28 yang merupakan
penegas bahwa ketika melakukan dzikrullāh maka akan mendapatkan ketenangan
dan ketenteraman daripada segala kegelisahan dan permasalahan, al-Anbiyā‟ ayat 89
merupakan doa yang dapat menjadi tawassul kepada Allah untuk mendapat
keturunan seperti kisah Nabi Zakaria, Yāsīn ayat 78-79 menjelaskan bahwa Allah
Maha Kuasa terhadap segala sesuatu yang dapat mengembalikan tulang yang sudah
hancur, Asy-Syarḥ ayat 1-8 membahas tentang masalah pelapangan dada yang
jikalau diberikan hidayah Islam maka dadanya akan terasa lapang, al-Fātihah ayat 1-
7 di mana ulama menamainya sebagai ayat syifa untuk semua macam penyakit.
B. Saran
Melihat dari hasil kesimpulan di atas, maka kemudian penulis memberikan
saran yang ingin ditujukan kepada beberapa pihak, sebagai berikut:
1. Pihak akademisi, perlu melakukan pengkajian dan penelitian yang intensif
mengenai pengobatan Islam, untuk meningkatkan khazanah ilmu pengetahuan,
dan pemahaman mengenai pengobatan Islam.
2. Pihak praktisi, perlu melakukan praktik pengobatan yang dapat meningkatkan
keimanan dan ketakwaan dengan menyelipkan dakwah pada saat penyembuhan.
3. Peneliti selanjutnya, perlu melengkapi kekurangan penelitian dalam skripsi ini,
baik dengan cara menambah fokus bahasan maupun mengganti fokus bahasan.
Ketersediaan
| SFUD20210002 | 02/2021 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
02/2021
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2021
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FUD
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
