Kewajiban Ahli Waris Menyangkut Harta Peninggalan Dalam Perspektif Hukum Kewarisan Islam (Studi Di Dusun Baka’e Kel. Watang Palakka Kec. Tanete Riattang Barat)
A. ST. Rahmiana/01.16.1123 - Personal Name
Skripsi ini membahas mengenai Kewajiban Ahli Waris Menyangkut Harta
Peninggalan Dalam Perspektif Hukum Kewarisan Islam (Studi Di Dusun Baka’e
Kel. Watang Palakka Kec. Tanete Riattang Barat). Pokok permasalahannya adalah
bagaimana pelaksanaan kewajiban ahli waris menyangkut harta peninggalan dan
bagaimana pelaksanaan kewajiban ahli waris menyangkut harta peninggalan di Dusun
Baka'e Kel. Watang Palakka Kec. Tanete Riattang Barat. Penelitian ini merupakan
penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan
metode dengan tiga pendekatan yakni; pendekatan teologis normatif, yuridis empiris
dan sosiologi. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi dan wawancara
secara langsung kepada ahli waris di Dusun Baka’e Kel. Watang Palakka Kec. Tanete
Riattang Barat, yang diambil dari lima (5) Keluarga, masing-masing satu (1) Ahli
Waris.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kewajiban ahli waris
menyangkut harta peninggalan dan pelaksanaan kewajiban ahli waris menyangkut
harta peninggalan di Dusun Baka'e Kel. Watang Palakka Kec. Tanete Riattang Barat.
Adapun kegunaan penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangsih dan
kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya, ilmu hukum
pada khususnya dan masyarakat di Dusun Bakae Kel. Watang Palakka Kec. Tanete
Riattang Barat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama, Biaya pengurusan jenazah si
mayit. Yang ditanggung oleh kerabat dan Ahli waris. Kedua, hutang si mayit yang
belum di lunasi padahal si mayit memliki harta peninggalan dan telah dilaksanakan
pembagian warisan, yang dalam hal ini menyimpang dari ketentuan Hukum
Kewarisan Islam. Ketiga, Wasiat/pesan si mayit yang tidak dilaksanakan sebab
wasiat tersebut tidak mencukupi harta peninggalan yang lebih dari 1/3. Keempat,
Pewarisan atau pembagian harta warisan si mayit, yang dilakukan dengan cara
perdamaian atau Ishlāh.
A. Simpulan
Setelah mengadakan penelitian mengenai kewajiban ahli waris menyangkut
harta peninggalan dalam perspektif Hukum Kewarisan Islam di Dusun Baka’e Kel.
Watang Palakka Kec. Tanete Riattang Barat. Maka kesimpulan yang dapat diambil
adalah:
1. Kewajiban Ahli waris menyangkut Harta Peninggalan: Pertama, Biaya
pengurusan jenazah si mayit. Kedua, Pelunasan hutang si mayit. Ketiga,
Pelaksanaa wasiat/pesan si mayit. Keempat, Pewarisan atau pembagian harta
warisan si mayit
2. Pelaksanaan Kewajiban Ahli Waris menyangkut Harta Peninggalan di Dusun
Baka’e Kel. Watang Palakka Kec. Tanete Riattang Barat:
a. Pelaksanaan biaya perawatan jenazah (tajhiz) yang ditanggung oleh kerabat
atau ahli waris. Peneliti menarik kesimpulan, bahwa kematian seseorang
bukan menjadi penyebab putusnya hubungan kekeluargaan antara si mayit
maupun kerabatnya, dan adanya sifat saling membantu diantara ahli waris
maupun kerabatnya. Sehingga mengedepankan rasa kekeluargaan yang
mereka miliki.
b. Hutang si mayit yang belum di lunasi padahal si mayit memiliki harta
peninggalan dan harta tersebut di kuasai oleh ibu si mayit. Menurut penulis,
ahli waris harus bersikap tegas terhadap ibu si mayit, mengingat hutang
termasuk kewajiban yang utama, demi untuk membebaskan pertanggung
52
jawabannya dengan seseorang di akhirat nanti, terlebih lagi apabila hutang
tersebut dituntut oleh si pemberi hutang.
c. Wasiat/pesan dimayit yang tidak dilaksanakan. Peneliti menarik kesimpulan,
bahwa tidak terlaksananya wasiat si mayit sebab diutamakan kemashlahatan
ahli waris, yang apabila tanah tersebut di jual maka tidak ada lagi lahan untuk
dijadian bercocok tanam, dan ada kerabat yang mau membantu biaya yang
diperlukan. Serta, wasiat atau pesan tersebut melebihi 1/3 harta yang
ditinggalkan, dimana dalam Hukum Islam batas maksmal jumlah harta yang
diwasiatkan adalah 1/3 dari harta peninggalan.
d. Pembagian warisan yang dilaksanakan secara damai (Ishlāh), Pembagian
harta warisan seperti ini dibolehkan dalam Hukum Kewarisan Islam dengan
ketentuan masing-masing ahli waris telah mengetahui bagiannya. Dan
pembagian warisan yang dilaksanakan sebelum dikeluarkannya hak-hak yang
ada sangkut pautnya dengan harta peninggalan. Dalam hal ini, tentunya
menyimpang dari ketentuan Hukum Kewarisan Islam, dimana yang harus
diselesaikan terlebih dahulu hak-hak yang menyangkut harta peninggalan
tersebut kemudian dilaksanakanlah pembagian warisan.
B. Implikasi
Sesudah penulis menguraikan simpulan, maka dibawah ini diuraikan
implikasi. Adapun implikasi yang penulis maksud dalam skripsi ini yaitu harapan
penulis sebagai berikut:
1. Ahli Waris yang ada di Dusun Baka’e Kel. Watang Palakka Kec. Tanete Riattang
Barat, seyogyanya melunasi hutang simayit yang belum dilunasi sebab si mayit
memiliki harta peninggalan, yang apabila tidak dilunasi maka terdapat salah satu
kewajiban menyangkut harta peninggalan yang tidak terlaksana.
2. Pelaksanaan kewajiban ahli waris menyangkut harta peninggalanyang terjadi.
Mengevaluasi unsur keadilan dan kemashlahatan keluarga. Oleh karena itu sangat
diperlukan musyawarah antara ahli waris yang benar-benar menghasilkan
keputusan yang adil agar dapat diterima dengan penuh kerelaan dan keikhlasan.
3. Mengingat persoalan kewarisan merupakan hal yang pasti dialami oleh setiap
orang, maka perlu seluruh umat Islam khususnya masyarakat di Dusun Baka’e
Kel. Watang Palakka Kec. Tanete Riattang Barat agar senantiasa mempelajari dan
mengamalkan aturan-aturan kewarisan yang telah ditetapkan dalam al-Qur’an dan
al-Hadis serta Kompilasi Hukum Islam khususnya menyangkut kewajiban ahli
waris terhadap harta peninggalan yang harus dilaksanakan sebelum pembagian
harta warisan si mayit.
Peninggalan Dalam Perspektif Hukum Kewarisan Islam (Studi Di Dusun Baka’e
Kel. Watang Palakka Kec. Tanete Riattang Barat). Pokok permasalahannya adalah
bagaimana pelaksanaan kewajiban ahli waris menyangkut harta peninggalan dan
bagaimana pelaksanaan kewajiban ahli waris menyangkut harta peninggalan di Dusun
Baka'e Kel. Watang Palakka Kec. Tanete Riattang Barat. Penelitian ini merupakan
penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan
metode dengan tiga pendekatan yakni; pendekatan teologis normatif, yuridis empiris
dan sosiologi. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi dan wawancara
secara langsung kepada ahli waris di Dusun Baka’e Kel. Watang Palakka Kec. Tanete
Riattang Barat, yang diambil dari lima (5) Keluarga, masing-masing satu (1) Ahli
Waris.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kewajiban ahli waris
menyangkut harta peninggalan dan pelaksanaan kewajiban ahli waris menyangkut
harta peninggalan di Dusun Baka'e Kel. Watang Palakka Kec. Tanete Riattang Barat.
Adapun kegunaan penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangsih dan
kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya, ilmu hukum
pada khususnya dan masyarakat di Dusun Bakae Kel. Watang Palakka Kec. Tanete
Riattang Barat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama, Biaya pengurusan jenazah si
mayit. Yang ditanggung oleh kerabat dan Ahli waris. Kedua, hutang si mayit yang
belum di lunasi padahal si mayit memliki harta peninggalan dan telah dilaksanakan
pembagian warisan, yang dalam hal ini menyimpang dari ketentuan Hukum
Kewarisan Islam. Ketiga, Wasiat/pesan si mayit yang tidak dilaksanakan sebab
wasiat tersebut tidak mencukupi harta peninggalan yang lebih dari 1/3. Keempat,
Pewarisan atau pembagian harta warisan si mayit, yang dilakukan dengan cara
perdamaian atau Ishlāh.
A. Simpulan
Setelah mengadakan penelitian mengenai kewajiban ahli waris menyangkut
harta peninggalan dalam perspektif Hukum Kewarisan Islam di Dusun Baka’e Kel.
Watang Palakka Kec. Tanete Riattang Barat. Maka kesimpulan yang dapat diambil
adalah:
1. Kewajiban Ahli waris menyangkut Harta Peninggalan: Pertama, Biaya
pengurusan jenazah si mayit. Kedua, Pelunasan hutang si mayit. Ketiga,
Pelaksanaa wasiat/pesan si mayit. Keempat, Pewarisan atau pembagian harta
warisan si mayit
2. Pelaksanaan Kewajiban Ahli Waris menyangkut Harta Peninggalan di Dusun
Baka’e Kel. Watang Palakka Kec. Tanete Riattang Barat:
a. Pelaksanaan biaya perawatan jenazah (tajhiz) yang ditanggung oleh kerabat
atau ahli waris. Peneliti menarik kesimpulan, bahwa kematian seseorang
bukan menjadi penyebab putusnya hubungan kekeluargaan antara si mayit
maupun kerabatnya, dan adanya sifat saling membantu diantara ahli waris
maupun kerabatnya. Sehingga mengedepankan rasa kekeluargaan yang
mereka miliki.
b. Hutang si mayit yang belum di lunasi padahal si mayit memiliki harta
peninggalan dan harta tersebut di kuasai oleh ibu si mayit. Menurut penulis,
ahli waris harus bersikap tegas terhadap ibu si mayit, mengingat hutang
termasuk kewajiban yang utama, demi untuk membebaskan pertanggung
52
jawabannya dengan seseorang di akhirat nanti, terlebih lagi apabila hutang
tersebut dituntut oleh si pemberi hutang.
c. Wasiat/pesan dimayit yang tidak dilaksanakan. Peneliti menarik kesimpulan,
bahwa tidak terlaksananya wasiat si mayit sebab diutamakan kemashlahatan
ahli waris, yang apabila tanah tersebut di jual maka tidak ada lagi lahan untuk
dijadian bercocok tanam, dan ada kerabat yang mau membantu biaya yang
diperlukan. Serta, wasiat atau pesan tersebut melebihi 1/3 harta yang
ditinggalkan, dimana dalam Hukum Islam batas maksmal jumlah harta yang
diwasiatkan adalah 1/3 dari harta peninggalan.
d. Pembagian warisan yang dilaksanakan secara damai (Ishlāh), Pembagian
harta warisan seperti ini dibolehkan dalam Hukum Kewarisan Islam dengan
ketentuan masing-masing ahli waris telah mengetahui bagiannya. Dan
pembagian warisan yang dilaksanakan sebelum dikeluarkannya hak-hak yang
ada sangkut pautnya dengan harta peninggalan. Dalam hal ini, tentunya
menyimpang dari ketentuan Hukum Kewarisan Islam, dimana yang harus
diselesaikan terlebih dahulu hak-hak yang menyangkut harta peninggalan
tersebut kemudian dilaksanakanlah pembagian warisan.
B. Implikasi
Sesudah penulis menguraikan simpulan, maka dibawah ini diuraikan
implikasi. Adapun implikasi yang penulis maksud dalam skripsi ini yaitu harapan
penulis sebagai berikut:
1. Ahli Waris yang ada di Dusun Baka’e Kel. Watang Palakka Kec. Tanete Riattang
Barat, seyogyanya melunasi hutang simayit yang belum dilunasi sebab si mayit
memiliki harta peninggalan, yang apabila tidak dilunasi maka terdapat salah satu
kewajiban menyangkut harta peninggalan yang tidak terlaksana.
2. Pelaksanaan kewajiban ahli waris menyangkut harta peninggalanyang terjadi.
Mengevaluasi unsur keadilan dan kemashlahatan keluarga. Oleh karena itu sangat
diperlukan musyawarah antara ahli waris yang benar-benar menghasilkan
keputusan yang adil agar dapat diterima dengan penuh kerelaan dan keikhlasan.
3. Mengingat persoalan kewarisan merupakan hal yang pasti dialami oleh setiap
orang, maka perlu seluruh umat Islam khususnya masyarakat di Dusun Baka’e
Kel. Watang Palakka Kec. Tanete Riattang Barat agar senantiasa mempelajari dan
mengamalkan aturan-aturan kewarisan yang telah ditetapkan dalam al-Qur’an dan
al-Hadis serta Kompilasi Hukum Islam khususnya menyangkut kewajiban ahli
waris terhadap harta peninggalan yang harus dilaksanakan sebelum pembagian
harta warisan si mayit.
Ketersediaan
| SSYA20200008 | 08/2020 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
08/2020
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2020
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Syariah
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
