Urgensi Pendidikan Agama Islam dalam Pencegahan Sifat Namimah terhadap Siswa di Madrasah Tsanawiah Sailong
Suci Larashati/02.13.1064 - Personal Name
Penelitian ini membahas tentang masalah Urgensi Pendidikan
Agama Islam dalam Pencegahan Sifat Namimah terhadap Siswa di Madrasah
Tsanawiah Sailong. Tujuan penelitian ini adalah :
(1) Untuk mengetahui penerapan pendidikan agama Islam di Madrasah terhadap siswa Tsanawiyah
Sailong, (2) Untuk mengetahui bentuk pencegahan sikap Namimah terhadap
siswa di Madrasah Tsanawiyah Sailong, (3)Untuk mengetahui pengaruh yang
ditimbulkan pendidikan agama Islam terhadap siswa dalam mencegah sifat
Namimah di Madrasah Tsanawiyah Sailong.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar
MTs Sailong. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi,
wawancara. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap
data yang berhasil dikumpulkan, dan dari makna itulah ditarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) pendidikan agama Islam dalam
penerapannya di Madrasah Tsnawiyah Sailong sudah diterapkan sesuai
dengan anjuran kurikulum baik itu dalam proses pembelajaran, pembinaan
dan penerapannya pada keseharian peserta didik. (2) dalam mencegah sifat
Namimah terhadap siswa di Madrasah Tsnawiyahm Sailong dengan
memberikan perhatian, peringatan maupun pembelajaran kepada peserta
didik. (3) pendidikan agama Islam memiliki peran yang sangat sentral atau
sangat penting dalam menghindarkan peserta didik pada sifat-sifat tercela
seperti adu domba (namimah) terhadap siswa di Madrasah Tsnawiyah
Sailong. Hal ini berdasar pada kegiatan belajar mengajar yang sudah dapat
mengindikasikan bahwa pendidikan agama Islam sudah diterapkan selain itu,
interaksi sosial antara guru dan siswa berjalan dengan baik dan toleran .
A. Kesimpulan
Setelah penulis uraikan dalam penjelasan sebelumnya, kiranya
untuk lebih jelas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Pendidikan agama Islam dalam penerapannya di Madrasah Tsnawiyah
Sailong sudah diterapkan sesuai dengan anjuran kurikulum, olehnya itu
pendidikan agama Islam adalah suatu proses bimbingan jasmani dan
rohani yang berlandaskan ajaran Islam dan dilakukan dengan
kesadaran untuk mengembangkan potensi anak menuju perkembangan
yang maksimal, sehingga terbentuk keperibadian yang memiliki nilai-
nilai Islam dan taat menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-
hari serta menjadikan agama Islam sebagai landasan etika dan moral
dalam kehidupan bermasya-rakat, berbangsa dan bernegara.
2. Dalam mencegah sifat Namimah terhadap siswa di Madrasah
Tsnawiyah Sailong dapat dilakukan dengan memberikan perhatian,
peringatan maupun pembelajaran kepada peserta didik, baik itu
pelajaran sejarah kebudayaan Islam, contoh-contoh sifat tercela dan
sifat-sifat yang bisa di teladani dari Rasulullah melalui perjalanannya
mengajarkan dan menyebarkan agama Islam.
3. Pendidikan agama Islam memiliki peran yang sangat sentral atau
sangat penting dalam menghindarkan peserta didik pada sifat-sifat
tercela seperti adu domba (namimah), pendidikan agama islam selalu
menjadi pembelajaran utama kepada peserta didik di Madrasah
Tsanawiyah Sailong, peruntukannya jelas bahwa penanaman
pendidikan agama islam pada setiap peserta didik akan terbawa pada
pergaulan mereka di kesehariannya.
B. Saran
Setelah peneliti menarik kesimpulan, sebagai tindak lanjut yang
dipandang demi peningkatan pengembangan karakter anak agar tercipta
generasi mudah yang memiliki karakter positif yang berakhlatul kharimah
maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Kepala Sekolah
Untuk lebih memantau kinerja guru terutama guru pendidikan agama
Islam agar lebih meningkatkan kualitas pembelajaran dan agar lebih
memotivasi siswa untuk meningkatkan pemahaman tentang mata pelajaran pendidikan agama
Islam sehingga tingkat kesadaran keagamaan siswa bertambah.
2. Guru pendidikan agama Islam sebagai pendidik
Dalam usaha meningkatkan perilaku Islami siswa guru PAI hendak
menyadari bahwa tidak semua siswa memiliki kesadaran untuk belajar
PAI. Untuk itu guru harus senantiasa untuk memotivasi siswa agar
memiliki kesadaran untuk belajar PAI. Selain itu pembinaan perilaku
Islami terhadap siswa harus senantiasa dilakukan agar perilaku Islami
siswa dapat diterapkan sehari-hari.
3. Siswa Untuk lebih giat dalam mengikuti KBM terutama dalam pelajaran
pendidikan agama Islam, dan semangat melaksanakan kegiatan
keagamaan dengan meningkatkan kesadaran keagamaan pada pribadi
masing-masing untuk terhindar dari sifat tercela terutama sifat namimah (adu domba).
Agama Islam dalam Pencegahan Sifat Namimah terhadap Siswa di Madrasah
Tsanawiah Sailong. Tujuan penelitian ini adalah :
(1) Untuk mengetahui penerapan pendidikan agama Islam di Madrasah terhadap siswa Tsanawiyah
Sailong, (2) Untuk mengetahui bentuk pencegahan sikap Namimah terhadap
siswa di Madrasah Tsanawiyah Sailong, (3)Untuk mengetahui pengaruh yang
ditimbulkan pendidikan agama Islam terhadap siswa dalam mencegah sifat
Namimah di Madrasah Tsanawiyah Sailong.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar
MTs Sailong. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi,
wawancara. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap
data yang berhasil dikumpulkan, dan dari makna itulah ditarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) pendidikan agama Islam dalam
penerapannya di Madrasah Tsnawiyah Sailong sudah diterapkan sesuai
dengan anjuran kurikulum baik itu dalam proses pembelajaran, pembinaan
dan penerapannya pada keseharian peserta didik. (2) dalam mencegah sifat
Namimah terhadap siswa di Madrasah Tsnawiyahm Sailong dengan
memberikan perhatian, peringatan maupun pembelajaran kepada peserta
didik. (3) pendidikan agama Islam memiliki peran yang sangat sentral atau
sangat penting dalam menghindarkan peserta didik pada sifat-sifat tercela
seperti adu domba (namimah) terhadap siswa di Madrasah Tsnawiyah
Sailong. Hal ini berdasar pada kegiatan belajar mengajar yang sudah dapat
mengindikasikan bahwa pendidikan agama Islam sudah diterapkan selain itu,
interaksi sosial antara guru dan siswa berjalan dengan baik dan toleran .
A. Kesimpulan
Setelah penulis uraikan dalam penjelasan sebelumnya, kiranya
untuk lebih jelas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Pendidikan agama Islam dalam penerapannya di Madrasah Tsnawiyah
Sailong sudah diterapkan sesuai dengan anjuran kurikulum, olehnya itu
pendidikan agama Islam adalah suatu proses bimbingan jasmani dan
rohani yang berlandaskan ajaran Islam dan dilakukan dengan
kesadaran untuk mengembangkan potensi anak menuju perkembangan
yang maksimal, sehingga terbentuk keperibadian yang memiliki nilai-
nilai Islam dan taat menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-
hari serta menjadikan agama Islam sebagai landasan etika dan moral
dalam kehidupan bermasya-rakat, berbangsa dan bernegara.
2. Dalam mencegah sifat Namimah terhadap siswa di Madrasah
Tsnawiyah Sailong dapat dilakukan dengan memberikan perhatian,
peringatan maupun pembelajaran kepada peserta didik, baik itu
pelajaran sejarah kebudayaan Islam, contoh-contoh sifat tercela dan
sifat-sifat yang bisa di teladani dari Rasulullah melalui perjalanannya
mengajarkan dan menyebarkan agama Islam.
3. Pendidikan agama Islam memiliki peran yang sangat sentral atau
sangat penting dalam menghindarkan peserta didik pada sifat-sifat
tercela seperti adu domba (namimah), pendidikan agama islam selalu
menjadi pembelajaran utama kepada peserta didik di Madrasah
Tsanawiyah Sailong, peruntukannya jelas bahwa penanaman
pendidikan agama islam pada setiap peserta didik akan terbawa pada
pergaulan mereka di kesehariannya.
B. Saran
Setelah peneliti menarik kesimpulan, sebagai tindak lanjut yang
dipandang demi peningkatan pengembangan karakter anak agar tercipta
generasi mudah yang memiliki karakter positif yang berakhlatul kharimah
maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Kepala Sekolah
Untuk lebih memantau kinerja guru terutama guru pendidikan agama
Islam agar lebih meningkatkan kualitas pembelajaran dan agar lebih
memotivasi siswa untuk meningkatkan pemahaman tentang mata pelajaran pendidikan agama
Islam sehingga tingkat kesadaran keagamaan siswa bertambah.
2. Guru pendidikan agama Islam sebagai pendidik
Dalam usaha meningkatkan perilaku Islami siswa guru PAI hendak
menyadari bahwa tidak semua siswa memiliki kesadaran untuk belajar
PAI. Untuk itu guru harus senantiasa untuk memotivasi siswa agar
memiliki kesadaran untuk belajar PAI. Selain itu pembinaan perilaku
Islami terhadap siswa harus senantiasa dilakukan agar perilaku Islami
siswa dapat diterapkan sehari-hari.
3. Siswa Untuk lebih giat dalam mengikuti KBM terutama dalam pelajaran
pendidikan agama Islam, dan semangat melaksanakan kegiatan
keagamaan dengan meningkatkan kesadaran keagamaan pada pribadi
masing-masing untuk terhindar dari sifat tercela terutama sifat namimah (adu domba).
Ketersediaan
| STAR20200223 | 2232020 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
223/2020
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2020
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Tarbiyahh
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
