Urgensi Pendidikan Agama Islam Dalam Mencegah Sifat Pemarah Bagi Siswa di SMP Negeri 1 Sibulue
Nurmaeni/02.13.1080 - Personal Name
Skripsi ini membahas tentang urgensi pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa di SMP Negeri 1 Sibulue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa di SMP Negeri 1 Sibulue, kendala-kendala yang dihadapi guru pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa di SMP Negeri 1 Sibulue dan penerapan pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa di SMP Negeri 1 Sibulue.
Untuk memudahkan pemecahan masalah tersebut di atas, digunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan teknik yakni wawancara (interview), dokumentasi, dan observasi langsung kepada personil sekolah terkait dengan urgensi pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa. Data yang diperoleh diolah dengan teknik metode kualitatif, Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan ruduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian di lokasi dapat diketahui bahwa 1)Guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Sibulue sudah menerapkan pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa. Hal tersebut dilihat dari proses pembelajaran, menyampaikan materi-materi tentang sifat pemarah yang dapat membantu dalam mengatasi sifat pemarah dan penyesuaian metode dengan meteri yang disampaikan oleh guru dalam penyampaikan materi pembelajaran juga sangat membantu dalam penyampaian pesan materi pembelajaran. Sedangkan diluar proses pembelajaran mengatasi siswa yang pemarah dengan menunjukkan kepedulian pada masalah yang dihadapi siswa dan membuat kontak mata dengan siswa untuk menangani permasalahannya dan mengajak siswa shalat dhuhur berjamaah di mushollah sekolah sambil mengisi ceramah kepada siswa, baik mengenai sifat pemarah maupun hal-hal lain yang menyangkut kebaikan siswa kedepannya. 2)Kendala-kendala yang dihadapi guru pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa yaitu karena dipengaruhi tiga faktor seperti faktor lingkungan sekitar anak, baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, maupun lingkungan masyarakat. 3)Pentingnya pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa yaitu dengan adanya pendidikan agama Islam siswa bisa lebih mengetahui mana prilaku yang baik dan mana prilaku yang buruk. Mana perbuatan yang dilarang dan mana perbuatan yang harus dikerjakan. Sehingga dapat mengontrol diri dari setiap tingkah laku terutama sifat pemarah.
A.Simpulan
Berdasarkan uraian pada bab pembahasan, maka penulis dapat mengemukakan simpulan dari hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan yaitu
1.Guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Sibulue sudah menerapkan pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa. Hal tersebut dilihat dari proses pembelajaran menyampaikan materi-materi tentang sifat pemarah, yang dapat membantu dalam mengatasi sifat pemarah dan penyesuaian metode dengan meteri yang disampaikan oleh guru, dalam penyampaian materi pembelajaran juga sangat membantu dalam penyampaian pesan materi pembelajaran. Sedangkan diluar proses pembelajaran, mengatasi siswa pemarah dengan menunjukkan kepedulian pada masalah yang dihadapi siswa dan membuat kontak mata dengan siswa yang pemarah untuk menangani permasalahannya dan mengajak siswa shalat dhuhur berjamaah di mushollah sekolah sambil mengisi ceramah kepada siswa, baik mengenai sifat pemarah maupun hal-hal lain yang menyangkut kebaikan siswa kedepannya.
2.Kendala-kendala yang dihadapi guru pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa yaitu karena dipengaruhi tiga faktor seperti faktor lingkungan sekitar anak, baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, maupun lingkungan masyarakat.
3.Pentingnya pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa yaitu dengan adanya pendidikan agama Islam siswa bisa lebih mengetahui mana prilaku yang baik dan mana prilaku yang buruk. Mana perbuatan yang dilarang dan mana perbuatan yang harus dikerjakan. Sehingga dapat mengontrol diri dari setiap tingkah laku terutama sifat pemarah.
B.Implikasi
Setelah penulis menguraikan simpulan tersebut, maka di bawah ini dikemukakan implikasi penelitian yang berisikan saran-saran. Adapun saran-saran penulis dalam pembahasan skripsi ini adalah sebagai berikut
1.Melalui tulisan skripsi ini, diharapkan kepada semua siswa SMP Negeri 1 Sibulue agar kiranya dapat mencegah diri dari sifat pemarah.
2.Diharapkan kepada guru pendidikan agama Islam agar kiranya lebih bersabar menghadapi tingkah laku siswa yang pemarah.
3.Diharapkan kepada siswa agar kiranya lebih menghargai dan mendengarkan nasehat guru yang ada di sekolah.
Untuk memudahkan pemecahan masalah tersebut di atas, digunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan teknik yakni wawancara (interview), dokumentasi, dan observasi langsung kepada personil sekolah terkait dengan urgensi pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa. Data yang diperoleh diolah dengan teknik metode kualitatif, Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan ruduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian di lokasi dapat diketahui bahwa 1)Guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Sibulue sudah menerapkan pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa. Hal tersebut dilihat dari proses pembelajaran, menyampaikan materi-materi tentang sifat pemarah yang dapat membantu dalam mengatasi sifat pemarah dan penyesuaian metode dengan meteri yang disampaikan oleh guru dalam penyampaikan materi pembelajaran juga sangat membantu dalam penyampaian pesan materi pembelajaran. Sedangkan diluar proses pembelajaran mengatasi siswa yang pemarah dengan menunjukkan kepedulian pada masalah yang dihadapi siswa dan membuat kontak mata dengan siswa untuk menangani permasalahannya dan mengajak siswa shalat dhuhur berjamaah di mushollah sekolah sambil mengisi ceramah kepada siswa, baik mengenai sifat pemarah maupun hal-hal lain yang menyangkut kebaikan siswa kedepannya. 2)Kendala-kendala yang dihadapi guru pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa yaitu karena dipengaruhi tiga faktor seperti faktor lingkungan sekitar anak, baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, maupun lingkungan masyarakat. 3)Pentingnya pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa yaitu dengan adanya pendidikan agama Islam siswa bisa lebih mengetahui mana prilaku yang baik dan mana prilaku yang buruk. Mana perbuatan yang dilarang dan mana perbuatan yang harus dikerjakan. Sehingga dapat mengontrol diri dari setiap tingkah laku terutama sifat pemarah.
A.Simpulan
Berdasarkan uraian pada bab pembahasan, maka penulis dapat mengemukakan simpulan dari hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan yaitu
1.Guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Sibulue sudah menerapkan pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa. Hal tersebut dilihat dari proses pembelajaran menyampaikan materi-materi tentang sifat pemarah, yang dapat membantu dalam mengatasi sifat pemarah dan penyesuaian metode dengan meteri yang disampaikan oleh guru, dalam penyampaian materi pembelajaran juga sangat membantu dalam penyampaian pesan materi pembelajaran. Sedangkan diluar proses pembelajaran, mengatasi siswa pemarah dengan menunjukkan kepedulian pada masalah yang dihadapi siswa dan membuat kontak mata dengan siswa yang pemarah untuk menangani permasalahannya dan mengajak siswa shalat dhuhur berjamaah di mushollah sekolah sambil mengisi ceramah kepada siswa, baik mengenai sifat pemarah maupun hal-hal lain yang menyangkut kebaikan siswa kedepannya.
2.Kendala-kendala yang dihadapi guru pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa yaitu karena dipengaruhi tiga faktor seperti faktor lingkungan sekitar anak, baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, maupun lingkungan masyarakat.
3.Pentingnya pendidikan agama Islam dalam mencegah sifat pemarah bagi siswa yaitu dengan adanya pendidikan agama Islam siswa bisa lebih mengetahui mana prilaku yang baik dan mana prilaku yang buruk. Mana perbuatan yang dilarang dan mana perbuatan yang harus dikerjakan. Sehingga dapat mengontrol diri dari setiap tingkah laku terutama sifat pemarah.
B.Implikasi
Setelah penulis menguraikan simpulan tersebut, maka di bawah ini dikemukakan implikasi penelitian yang berisikan saran-saran. Adapun saran-saran penulis dalam pembahasan skripsi ini adalah sebagai berikut
1.Melalui tulisan skripsi ini, diharapkan kepada semua siswa SMP Negeri 1 Sibulue agar kiranya dapat mencegah diri dari sifat pemarah.
2.Diharapkan kepada guru pendidikan agama Islam agar kiranya lebih bersabar menghadapi tingkah laku siswa yang pemarah.
3.Diharapkan kepada siswa agar kiranya lebih menghargai dan mendengarkan nasehat guru yang ada di sekolah.
Ketersediaan
| ST20170144 | 144/2017 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
144/2017
Penerbit
STAIN Watampone : Watampone., 2017
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Tarbiyah
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
