Nilai Sipakalebbi dalam Tafsere Akorang Ma’basa Ogi Karya Abdul Muin Yusuf
Sarmila/762312020041 - Personal Name
Penelitian ini berjudul “Nilai Sipakalebbi dalam Tafsere Akorang Ma’basa
Ogi Karya Abdul Muin Yusuf”. Adapun pokok masalah peneltian ini diklarifikasikan
kedalam 3 sub masalah, yakni bagaimana deskripsi ayat nilai sipakalebbi?,
bagaimana penafsiran ayat nilai sipakalebbi dalam Tafsere Akorang Ma’basa Ogi
Karya Abdul Muin Yusuf?, dan bagaimana hikmah nilai sipakalebbi dalam Tafsere
Akorang Ma’basa Ogi?. Untuk memudahkan pemecahan masalah tersebut, maka
penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka (library research), dengan
pendekatan ilmu tafsir dan pendekatan ilmu budaya. Adapun sumber data dalam
penelitian ini, yaitu sumber data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian ditemukan beberapa ayat yang membahas terkait nilai
sipakalebbi dalam kitab Tafsere Akorang Mabbasa Ogi diantaranya: QS. Al-
Hujurat/49: 10-12, QS. Al-Anfal/8: 1, QS. Lukman/31: 14, QS. An-Nisa/8: 1, QS.
Al-Baqarah/2: 83, dan QS. Al-An’am/6: 108. Kemudian dari ayat tersebut, ditemukan
bentuk-bentuk nilai sipakalebbi sebagai berikut: berbuat baik kepada saudara seiman;
larangan merendahkan orang lain, memanggil gelar mengandung ejekan, menghindari
prasangka buruk dan menggunjing orang lain; memperbaiki hubungan antar sesama;
berbuat baik kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang
miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba
sahaya; mengucapkan kata-kata yang baik kepada sesama; serta larangan memaki
sesembahan penganut agama lain.
Setelah melakukan penelusuran tafsiran ayat terkait nilai sipakalebbi, maka
beberapa hikmah yang dapat diambil berdasarkan kajian Tafsere Akorang Mabbasa
Ogi, sebagai berikut: mempererat hubungan persaudaraan antara ummat muslim;
menghindari permusuhan dan menciptakan perdamaian; menciptakan hubungan
harmonis dan tentram, terciptanya lingkungan keluarga dan masyarakat yang rukun,
meningkatkan kualtitas hubungan sosial, dan menciptakan toleransi antara ummat
beragama.
Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan dan menambah khasanah ilmu keislaman khususnya
dalam dunia penafsiran al-Qur’an dan ilmu budaya dengan mengaplikasikan nilai
sipakalebbi dalam kehidupan sehari-hari baik bertutur kata maupun bertingkah laku
kepada sesame manusia
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis data atau pengolahan data penelitian yang dilakukan,
maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Sipakalebbi sebagai nilai lokal mencerminkan sifat manusia yang selalu
ingin dihargai. Maka sifat sipakalebbi ini adalah wujud apresiasi. Sifat yang
mampu melihat sisi baik dari orang lain dan memberikan ucapan bertutur kata
yang baik atas prestasi yang telah diraihnya atau bertutur kata yang baik.
Manusia biasa tidak dapat dipisahkan dengan hati nurani, yang senantiasa
menyenangi segala hal yang berbau dengan keindahan baik berupa barang hingga
kata-kata atau pujian.
Kemudian kitab Tafsere Akorang Mabbasa Ogi merupakan karya bersama
AG. Abdul Muin Yusuf dan tim MUI Sulawesi Selatan. Namun, dalam
perjalannya tim ini tidak berjalan efektif. AG. Abdul Muin Yusuf meneruskan dan
merampungkan penulisannya kitab tersebut secara lengkap pada tahun 1996.
Popularitas Gurutta Adul Muin Yusuf di masyarakat muslim Bugis Rappang
terutama dalam pesantren al-Urawtul Wutsqa yang dibangun oleh Gurutta menjadi
distributor paling efektif dalam memperkenalkan Tafsir ini kepada khalayak luas.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa ayat yang membahas
terkait nilai sipakalebbi dalam kitab Tafsere Akorang Mabbasa Ogi diantaranya:
QS. Al-Hujurat/49 :10-12 ditemukan dalam jilid 9, QS. Al-Anfal/8: 1 ditemukan
dalam jilid 3, QS. Lukman/31: 14 ditemukan dalam jilid 7, QS. An-Nisa/8: 1
85
ditemukan dalam jilid 2, QS. Al-Baqarah/2: 83 ditemukan dalam jilid 1, dan QS.
Al-An’am/6: 108 ditemukan dalam jilid 2.
Pada ayat yang membahas nilai sipakalebbi ditemukan bentuk-bentuk nilai
sipakalebbi, misalnya: berbuat baik kepada saudara seiman, larangan merendahkan
orang lain dan memanggil gelar yang mengandung ejekan, menjauhkan diri dari
prasangka buruk dan menggunjing orang lain, memperbaiki hubungan antar
sesama, berbuat baik kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil
dan hamba sahaya, mengucapkan kata-kata yang baik dan menghargai penganut
agama lain dengan larangan memaki sesembahan mereka.
Berdasarkan kajian Tafsere Akorang Mabbasa Ogi, maka dapat ditarik
beberapa hikmah nilai sipakalebbi sebagai berikut, mempererat hubungan
persaudaraan antara ummat muslim, menghindari permusuhan dan menciptakan
perdamaian dapat diwujudkan melalui bentuk saling menghargai, saling
mengasihi, dan tolong menolong, menciptakan hubungan harmonis dan tentram,
terciptanya lingkungan keluarga dan masyarakat yang rukun, meningkatkan
kualtitas hubungan sosial, dan menciptakan toleransi antara ummat beragama
diwujudkan melalui rasa saling menghargai keyakinan yang dianut oleh masing-
masing penganut agama.
B. Implikasi
Hasil penelitian ini dapat dikemukakan implikasi secara teoritis dan praktis,
sebagai berikut:
1. implikasi teoritis, yakni hasil dari penelitian ini diharap mampu memberikan
kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan menambah
khasanah ilmu keislaman khususnya dalam dunia penafsiran al-Qur’an dan
ilmu budaya yakni dalam mengaplikasikan nilai sipakalebbi dalam kehidupan
sehari-hari baik bertuturkata maupun bertingkah laku.
2. Implikasi praktis, yakni: Hasil penelitian ini diharap mampu memberikan
sumbangsih pemikiran dan masukan terhadap individu dan instansi terkait
nilai sipakalebbi dan Sebagai acuan untuk peneliti selanjutnya.
Ogi Karya Abdul Muin Yusuf”. Adapun pokok masalah peneltian ini diklarifikasikan
kedalam 3 sub masalah, yakni bagaimana deskripsi ayat nilai sipakalebbi?,
bagaimana penafsiran ayat nilai sipakalebbi dalam Tafsere Akorang Ma’basa Ogi
Karya Abdul Muin Yusuf?, dan bagaimana hikmah nilai sipakalebbi dalam Tafsere
Akorang Ma’basa Ogi?. Untuk memudahkan pemecahan masalah tersebut, maka
penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka (library research), dengan
pendekatan ilmu tafsir dan pendekatan ilmu budaya. Adapun sumber data dalam
penelitian ini, yaitu sumber data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian ditemukan beberapa ayat yang membahas terkait nilai
sipakalebbi dalam kitab Tafsere Akorang Mabbasa Ogi diantaranya: QS. Al-
Hujurat/49: 10-12, QS. Al-Anfal/8: 1, QS. Lukman/31: 14, QS. An-Nisa/8: 1, QS.
Al-Baqarah/2: 83, dan QS. Al-An’am/6: 108. Kemudian dari ayat tersebut, ditemukan
bentuk-bentuk nilai sipakalebbi sebagai berikut: berbuat baik kepada saudara seiman;
larangan merendahkan orang lain, memanggil gelar mengandung ejekan, menghindari
prasangka buruk dan menggunjing orang lain; memperbaiki hubungan antar sesama;
berbuat baik kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang
miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba
sahaya; mengucapkan kata-kata yang baik kepada sesama; serta larangan memaki
sesembahan penganut agama lain.
Setelah melakukan penelusuran tafsiran ayat terkait nilai sipakalebbi, maka
beberapa hikmah yang dapat diambil berdasarkan kajian Tafsere Akorang Mabbasa
Ogi, sebagai berikut: mempererat hubungan persaudaraan antara ummat muslim;
menghindari permusuhan dan menciptakan perdamaian; menciptakan hubungan
harmonis dan tentram, terciptanya lingkungan keluarga dan masyarakat yang rukun,
meningkatkan kualtitas hubungan sosial, dan menciptakan toleransi antara ummat
beragama.
Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan dan menambah khasanah ilmu keislaman khususnya
dalam dunia penafsiran al-Qur’an dan ilmu budaya dengan mengaplikasikan nilai
sipakalebbi dalam kehidupan sehari-hari baik bertutur kata maupun bertingkah laku
kepada sesame manusia
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis data atau pengolahan data penelitian yang dilakukan,
maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Sipakalebbi sebagai nilai lokal mencerminkan sifat manusia yang selalu
ingin dihargai. Maka sifat sipakalebbi ini adalah wujud apresiasi. Sifat yang
mampu melihat sisi baik dari orang lain dan memberikan ucapan bertutur kata
yang baik atas prestasi yang telah diraihnya atau bertutur kata yang baik.
Manusia biasa tidak dapat dipisahkan dengan hati nurani, yang senantiasa
menyenangi segala hal yang berbau dengan keindahan baik berupa barang hingga
kata-kata atau pujian.
Kemudian kitab Tafsere Akorang Mabbasa Ogi merupakan karya bersama
AG. Abdul Muin Yusuf dan tim MUI Sulawesi Selatan. Namun, dalam
perjalannya tim ini tidak berjalan efektif. AG. Abdul Muin Yusuf meneruskan dan
merampungkan penulisannya kitab tersebut secara lengkap pada tahun 1996.
Popularitas Gurutta Adul Muin Yusuf di masyarakat muslim Bugis Rappang
terutama dalam pesantren al-Urawtul Wutsqa yang dibangun oleh Gurutta menjadi
distributor paling efektif dalam memperkenalkan Tafsir ini kepada khalayak luas.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa ayat yang membahas
terkait nilai sipakalebbi dalam kitab Tafsere Akorang Mabbasa Ogi diantaranya:
QS. Al-Hujurat/49 :10-12 ditemukan dalam jilid 9, QS. Al-Anfal/8: 1 ditemukan
dalam jilid 3, QS. Lukman/31: 14 ditemukan dalam jilid 7, QS. An-Nisa/8: 1
85
ditemukan dalam jilid 2, QS. Al-Baqarah/2: 83 ditemukan dalam jilid 1, dan QS.
Al-An’am/6: 108 ditemukan dalam jilid 2.
Pada ayat yang membahas nilai sipakalebbi ditemukan bentuk-bentuk nilai
sipakalebbi, misalnya: berbuat baik kepada saudara seiman, larangan merendahkan
orang lain dan memanggil gelar yang mengandung ejekan, menjauhkan diri dari
prasangka buruk dan menggunjing orang lain, memperbaiki hubungan antar
sesama, berbuat baik kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil
dan hamba sahaya, mengucapkan kata-kata yang baik dan menghargai penganut
agama lain dengan larangan memaki sesembahan mereka.
Berdasarkan kajian Tafsere Akorang Mabbasa Ogi, maka dapat ditarik
beberapa hikmah nilai sipakalebbi sebagai berikut, mempererat hubungan
persaudaraan antara ummat muslim, menghindari permusuhan dan menciptakan
perdamaian dapat diwujudkan melalui bentuk saling menghargai, saling
mengasihi, dan tolong menolong, menciptakan hubungan harmonis dan tentram,
terciptanya lingkungan keluarga dan masyarakat yang rukun, meningkatkan
kualtitas hubungan sosial, dan menciptakan toleransi antara ummat beragama
diwujudkan melalui rasa saling menghargai keyakinan yang dianut oleh masing-
masing penganut agama.
B. Implikasi
Hasil penelitian ini dapat dikemukakan implikasi secara teoritis dan praktis,
sebagai berikut:
1. implikasi teoritis, yakni hasil dari penelitian ini diharap mampu memberikan
kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan menambah
khasanah ilmu keislaman khususnya dalam dunia penafsiran al-Qur’an dan
ilmu budaya yakni dalam mengaplikasikan nilai sipakalebbi dalam kehidupan
sehari-hari baik bertuturkata maupun bertingkah laku.
2. Implikasi praktis, yakni: Hasil penelitian ini diharap mampu memberikan
sumbangsih pemikiran dan masukan terhadap individu dan instansi terkait
nilai sipakalebbi dan Sebagai acuan untuk peneliti selanjutnya.
Ketersediaan
| SFUD20240036 | 36/2024 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
31/2024
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2024
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FUD
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
