Efektivitas Model Example Non Example dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V SDN 23 Jeppe’e Kabupaten Bone.
Nur Azizah/862322021024 - Personal Name
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model example non
example dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SDN 23
Jeppe’e Kabupaten Bone.
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 56 siswa. Teknik pengambilan
sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Adapun sampel dalam penelitian ini
adalah kelas V A sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 29 siswa dan kelas V B
sebagai kelas kontrol yang berjumlah 26 siswa. Instrumen penelitian yang
digunakan berupa soal tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik
deskriptif dan statistik inferensial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model example non example cukup
efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SDN 23 Jeppe’e
Kabupaten Bone. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil Uji Efektivitas N-Gain
terdapat nilai minimum, maximum, mean, dan std. deviation. Bisa diliha untuk N-
Gain score nilai mean sebesar 0,6570 nilai ini >0,7 maka kategori yang diperoleh
yaitu tinggi, yang artinya efektivitasnya tinggi. Kemudian untuk N-Gain persentase,
nilai mean atau rata-rata yang diperoleh yaitu 65.6992 bisa dilihat dari kategori
tafsira N-Gain score dalam bentuk persentase, nilai ini lebih >65 maka tafsiranya
cukup efektiv atau bisa diartikan penggunaan metode example non example cukup
efektiv
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan terkait Efektivitas Model
Example Non Example Dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara
Siswa Kelas V SDN 23 Jeppe’e Kabupaten Bone maka dapat disimpulkan:
Siswa sebelum penerapan model example non example dalam
meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas eksperimen memiliki
nilai mean atau rata-rata sebesar 39 yang termasuk dalam kategori sangat
kurang, nilai median sebesar 40 yang termasuk dalam kategori kurang, nilai
minimum sebesar 25 yang termasuk dalam kategori sangat kurang, dan nilai
maximum sebesar 65 yang termasuk dalam kategori cukup. Siswa setelah
penerapan model example non example dalam meningkatkan keterampilan
berbicara siswa kelas eksperimen memiliki nilai mean atau rata-rata sebesar
79 yang termasuk dalam kategori baik, nilai median sebesar 80 yang
termasuk dalam kategori sangat baik, nilai minimum sebesar 60 yang
termasuk dalam kategori sangat cukup, dan nilai maximum sebesar 90 yang
termasuk dalam kategori sangat baik.
Efektivitas model example non example dalam meningkatkan
keterampilan berbicara siswa kelas V SDN 23 Jeppe’e Kabupaten Bone. Hal
ini dapat dilihat berdasarkan hasil uji N-Gain, bisa diliha untuk N-Gain
score nilai mean sebesar 0,6570 nilai ini >0,7 maka kategori yang diperoleh
yaitu tinggi, yang artinya efektivitasnya tinggi. Kemudian untuk N-Gain
persentase, nilai mean atau rata-rata yang diperoleh yaitu 65.6992 bisa
dilihat dari kategori tafsira N-Gain score dalam bentuk persentase, nilai ini
lebih >65 maka tafsiranya cukup efektif atau bisa diartikan penggunaan
metode example non example cukup efektif.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti
memberikan saran sebagai beriku:
1. Penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi memiliki peranan
yang penting, sehingga diperlukan metode pembelajaran yang sesuai
dengan karakteristik materi pembelajaran.
2. Siswa diharapkan dapat lebih aktif dan antusias dalam mengikuti
pembelajaran, khususnya saat menggunakan model example non
example dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
3. Kepada peneliti yang akan datang diharapkan agar dapat melakukan
penelitian dengan variabel lain serta melakukan inovasi terhadap model
example non example sehingga menjadi menarik dan lebih baik lagi.
example dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SDN 23
Jeppe’e Kabupaten Bone.
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 56 siswa. Teknik pengambilan
sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Adapun sampel dalam penelitian ini
adalah kelas V A sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 29 siswa dan kelas V B
sebagai kelas kontrol yang berjumlah 26 siswa. Instrumen penelitian yang
digunakan berupa soal tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik
deskriptif dan statistik inferensial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model example non example cukup
efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SDN 23 Jeppe’e
Kabupaten Bone. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil Uji Efektivitas N-Gain
terdapat nilai minimum, maximum, mean, dan std. deviation. Bisa diliha untuk N-
Gain score nilai mean sebesar 0,6570 nilai ini >0,7 maka kategori yang diperoleh
yaitu tinggi, yang artinya efektivitasnya tinggi. Kemudian untuk N-Gain persentase,
nilai mean atau rata-rata yang diperoleh yaitu 65.6992 bisa dilihat dari kategori
tafsira N-Gain score dalam bentuk persentase, nilai ini lebih >65 maka tafsiranya
cukup efektiv atau bisa diartikan penggunaan metode example non example cukup
efektiv
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan terkait Efektivitas Model
Example Non Example Dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara
Siswa Kelas V SDN 23 Jeppe’e Kabupaten Bone maka dapat disimpulkan:
Siswa sebelum penerapan model example non example dalam
meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas eksperimen memiliki
nilai mean atau rata-rata sebesar 39 yang termasuk dalam kategori sangat
kurang, nilai median sebesar 40 yang termasuk dalam kategori kurang, nilai
minimum sebesar 25 yang termasuk dalam kategori sangat kurang, dan nilai
maximum sebesar 65 yang termasuk dalam kategori cukup. Siswa setelah
penerapan model example non example dalam meningkatkan keterampilan
berbicara siswa kelas eksperimen memiliki nilai mean atau rata-rata sebesar
79 yang termasuk dalam kategori baik, nilai median sebesar 80 yang
termasuk dalam kategori sangat baik, nilai minimum sebesar 60 yang
termasuk dalam kategori sangat cukup, dan nilai maximum sebesar 90 yang
termasuk dalam kategori sangat baik.
Efektivitas model example non example dalam meningkatkan
keterampilan berbicara siswa kelas V SDN 23 Jeppe’e Kabupaten Bone. Hal
ini dapat dilihat berdasarkan hasil uji N-Gain, bisa diliha untuk N-Gain
score nilai mean sebesar 0,6570 nilai ini >0,7 maka kategori yang diperoleh
yaitu tinggi, yang artinya efektivitasnya tinggi. Kemudian untuk N-Gain
persentase, nilai mean atau rata-rata yang diperoleh yaitu 65.6992 bisa
dilihat dari kategori tafsira N-Gain score dalam bentuk persentase, nilai ini
lebih >65 maka tafsiranya cukup efektif atau bisa diartikan penggunaan
metode example non example cukup efektif.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti
memberikan saran sebagai beriku:
1. Penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi memiliki peranan
yang penting, sehingga diperlukan metode pembelajaran yang sesuai
dengan karakteristik materi pembelajaran.
2. Siswa diharapkan dapat lebih aktif dan antusias dalam mengikuti
pembelajaran, khususnya saat menggunakan model example non
example dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
3. Kepada peneliti yang akan datang diharapkan agar dapat melakukan
penelitian dengan variabel lain serta melakukan inovasi terhadap model
example non example sehingga menjadi menarik dan lebih baik lagi.
Ketersediaan
| STAR2026005 | 05/2026 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
05/2026
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2026
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Tarbiyah
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
