Strategi Penetapan Harga Komoditas Jagung dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Menurut Perspektif Ekonomi Syariah (Studi Kasus Petani Jagung di Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten Bone)
Saprita Juliani/602022019056 - Personal Name
Skripsi ini membahas mengenai strategi penetapan harga komoditas jagung
dalam meningkatkan pendapatan petani menurut perspektif ekonomi syariah (Studi
Kasus Petani Jagung di Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten Bone). Adapun
tujuan yang dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi penetapan
harga komoditas jagung dalam meningkatkan pendapatan petani di Desa Siame
Kecamatan Palakka Kabupaten Bone serta kendala-kendala yang dihadapi dalam
menggunakan strategi penetapan harga ini dalam meningkatkan pendapatan petani di
Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten Bone.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research).
Adapun pendekatan yang digunakan yakni pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini,
teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan
dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini
yaitu analisis SWOT.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa 1) Strategi penetapan harga
komoditas jagung dalam meningkatkan pendapatan petani di Desa Siame Kecamatan
Palakka Kabupaten Bone diantaranya mengamati kondisi pasar lokal dan regional,
membentuk kelompok tani, meningkatkan kualitas produksi, menjalin kemitraan,
mempromosikan produk secara aktif. 2) Kendala-kendala yang dihadapi dalam
menggunakan strategi penetapan harga komoditas jagung dalam meningkatkan
pendapatan petani di Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten Bone diantaranya
a) Persaingan harga yang ketat dengan petani lain b) Kurangnya pengetahuan dan
pengalaman dalam penetapan harga dan pemasaran, c) Keterbatasan sumber daya
manusia dan modal d) Faktor cuaca buruk dan bencana alam e) Ketergantungan pada
pembeli tunggal. 3) Strategi penetapan harga komoditas jagung efektif dalam
meningkatkan pendapatan petani di Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten
Bone. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis SWOT bahwa di dalam matriks IFAS
menunjukkan faktor kekuatan dan kelemahan memiliki total skor 3,47. Hal ini
mengindikasikan bahwa strategi penetapan harga komoditas jagung efektif dalam
meningkatkan pendapatan petani berada pada posisi internal yang begitu kuat.
Selanjutnya, didalam matriks EFAS menunjukkan bahwa faktor peluang dan
ancaman memiliki total skor 3,14. Hal ini mengindikasikan bahwa petani jagung di
Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten Bone dapat merespon peluang yang ada
dengan cara yang luar biasa dan menghindari ancaman yang ada.
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan
bahwa:
1. Strategi penetapan harga komoditas jagung dalam meningkatkan pendapatan
petani di Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten Bone diantaranya
a) Mengamati kondisi pasar lokal dan regional dengan memahami pergerakan
harga dan menentukan harga yang lebih menguntungkan, b) Membentuk
kelompok tani untuk memperkuat posisi tawar mereka dalam negosiasi harga
dengan para pembeli, c) Meningkatkan kualitas produksi dengan memperhatikan
pemilihan bibit yang baik, penggunaan pupuk dan pestisida yang tepat, serta
pemanenan yang tepat waktu, d) Menjalin kemitraan dengan pembeli yang dapat
memberikan harga yang lebih baik dan stabil, dan e) Mempromosikan produk
secara aktif sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan
penjualan.
2. Kendala-kendala yang dihadapi dalam menggunakan strategi penetapan harga
komoditas jagung dalam meningkatkan pendapatan petani di Desa Siame
Kecamatan Palakka Kabupaten Bone diantaranya a) Persaingan harga yang ketat
dengan petani lain di pasar lokal dan regional dapat mengurangi harga dan
keuntungan dari produk jagung petani, b) Kurangnya pengetahuan dan
pengalaman dalam penetapan harga dan pemasaran, c) Keterbatasan sumber daya
manusia dan modal untuk mengembangkan promosi produk yang efektif dan
memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat, d) Faktor cuaca buruk dan
bencana alam dapat memengaruhi ketersediaan dan kualitas produksi jagung,
sehingga mempengaruhi harga dan pendapatan petani, dan e) Ketergantungan
pada pembeli tunggal dapat menyebabkan petani tidak memiliki kekuatan tawar
yang cukup dan merugikan dalam penetapan harga.
3. Strategi penetapan harga komoditas jagung efektif dalam meningkatkan
pendapatan petani di Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten Bone. Hal ini
dapat dilihat dari hasil analisis SWOT bahwa di dalam matriks IFAS
menunjukkan faktor kekuatan dan kelemahan memiliki total skor 3,47. Hal ini
mengindikasikan bahwa strategi penetapan harga komoditas jagung efektif dalam
meningkatkan pendapatan petani berada pada posisi internal yang begitu kuat.
Selanjutnya, didalam matriks EFAS menunjukkan bahwa faktor peluang dan
ancaman memiliki total skor 3,14. Hal ini mengindikasikan bahwa petani jagung
di Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten Bone dapat merespon peluang
yang ada dengan cara yang luar biasa dan menghindari ancaman yang ada.
B. Saran
Adapun saran yang bisa direkomendasikan adalah sebagai berikut:
1. Saran untuk Petani
a. Membentuk kemitraan atau asosiasi dengan petani lain untuk meningkatkan
kekuatan tawar dalam negosiasi harga dengan para pembeli.
b. Meningkatkan kualitas produksi dan memilih bibit yang baik, penggunaan
pupuk dan pestisida yang tepat, serta pemanenan yang tepat waktu untuk
menghasilkan produk jagung yang lebih baik dan dapat bersaing di pasar.
2. Saran untuk Pedagang
a. Membangun kemitraan jangka panjang dengan petani untuk memastikan
pasokan yang stabil dan harga yang menguntungkan kedua belah pihak.
b. Membantu petani dalam hal promosi produk dengan memasarkan produk
jagung secara aktif dan menciptakan nilai tambah yang menarik bagi
konsumen.
dalam meningkatkan pendapatan petani menurut perspektif ekonomi syariah (Studi
Kasus Petani Jagung di Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten Bone). Adapun
tujuan yang dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi penetapan
harga komoditas jagung dalam meningkatkan pendapatan petani di Desa Siame
Kecamatan Palakka Kabupaten Bone serta kendala-kendala yang dihadapi dalam
menggunakan strategi penetapan harga ini dalam meningkatkan pendapatan petani di
Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten Bone.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research).
Adapun pendekatan yang digunakan yakni pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini,
teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan
dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini
yaitu analisis SWOT.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa 1) Strategi penetapan harga
komoditas jagung dalam meningkatkan pendapatan petani di Desa Siame Kecamatan
Palakka Kabupaten Bone diantaranya mengamati kondisi pasar lokal dan regional,
membentuk kelompok tani, meningkatkan kualitas produksi, menjalin kemitraan,
mempromosikan produk secara aktif. 2) Kendala-kendala yang dihadapi dalam
menggunakan strategi penetapan harga komoditas jagung dalam meningkatkan
pendapatan petani di Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten Bone diantaranya
a) Persaingan harga yang ketat dengan petani lain b) Kurangnya pengetahuan dan
pengalaman dalam penetapan harga dan pemasaran, c) Keterbatasan sumber daya
manusia dan modal d) Faktor cuaca buruk dan bencana alam e) Ketergantungan pada
pembeli tunggal. 3) Strategi penetapan harga komoditas jagung efektif dalam
meningkatkan pendapatan petani di Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten
Bone. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis SWOT bahwa di dalam matriks IFAS
menunjukkan faktor kekuatan dan kelemahan memiliki total skor 3,47. Hal ini
mengindikasikan bahwa strategi penetapan harga komoditas jagung efektif dalam
meningkatkan pendapatan petani berada pada posisi internal yang begitu kuat.
Selanjutnya, didalam matriks EFAS menunjukkan bahwa faktor peluang dan
ancaman memiliki total skor 3,14. Hal ini mengindikasikan bahwa petani jagung di
Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten Bone dapat merespon peluang yang ada
dengan cara yang luar biasa dan menghindari ancaman yang ada.
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan
bahwa:
1. Strategi penetapan harga komoditas jagung dalam meningkatkan pendapatan
petani di Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten Bone diantaranya
a) Mengamati kondisi pasar lokal dan regional dengan memahami pergerakan
harga dan menentukan harga yang lebih menguntungkan, b) Membentuk
kelompok tani untuk memperkuat posisi tawar mereka dalam negosiasi harga
dengan para pembeli, c) Meningkatkan kualitas produksi dengan memperhatikan
pemilihan bibit yang baik, penggunaan pupuk dan pestisida yang tepat, serta
pemanenan yang tepat waktu, d) Menjalin kemitraan dengan pembeli yang dapat
memberikan harga yang lebih baik dan stabil, dan e) Mempromosikan produk
secara aktif sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan
penjualan.
2. Kendala-kendala yang dihadapi dalam menggunakan strategi penetapan harga
komoditas jagung dalam meningkatkan pendapatan petani di Desa Siame
Kecamatan Palakka Kabupaten Bone diantaranya a) Persaingan harga yang ketat
dengan petani lain di pasar lokal dan regional dapat mengurangi harga dan
keuntungan dari produk jagung petani, b) Kurangnya pengetahuan dan
pengalaman dalam penetapan harga dan pemasaran, c) Keterbatasan sumber daya
manusia dan modal untuk mengembangkan promosi produk yang efektif dan
memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat, d) Faktor cuaca buruk dan
bencana alam dapat memengaruhi ketersediaan dan kualitas produksi jagung,
sehingga mempengaruhi harga dan pendapatan petani, dan e) Ketergantungan
pada pembeli tunggal dapat menyebabkan petani tidak memiliki kekuatan tawar
yang cukup dan merugikan dalam penetapan harga.
3. Strategi penetapan harga komoditas jagung efektif dalam meningkatkan
pendapatan petani di Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten Bone. Hal ini
dapat dilihat dari hasil analisis SWOT bahwa di dalam matriks IFAS
menunjukkan faktor kekuatan dan kelemahan memiliki total skor 3,47. Hal ini
mengindikasikan bahwa strategi penetapan harga komoditas jagung efektif dalam
meningkatkan pendapatan petani berada pada posisi internal yang begitu kuat.
Selanjutnya, didalam matriks EFAS menunjukkan bahwa faktor peluang dan
ancaman memiliki total skor 3,14. Hal ini mengindikasikan bahwa petani jagung
di Desa Siame Kecamatan Palakka Kabupaten Bone dapat merespon peluang
yang ada dengan cara yang luar biasa dan menghindari ancaman yang ada.
B. Saran
Adapun saran yang bisa direkomendasikan adalah sebagai berikut:
1. Saran untuk Petani
a. Membentuk kemitraan atau asosiasi dengan petani lain untuk meningkatkan
kekuatan tawar dalam negosiasi harga dengan para pembeli.
b. Meningkatkan kualitas produksi dan memilih bibit yang baik, penggunaan
pupuk dan pestisida yang tepat, serta pemanenan yang tepat waktu untuk
menghasilkan produk jagung yang lebih baik dan dapat bersaing di pasar.
2. Saran untuk Pedagang
a. Membangun kemitraan jangka panjang dengan petani untuk memastikan
pasokan yang stabil dan harga yang menguntungkan kedua belah pihak.
b. Membantu petani dalam hal promosi produk dengan memasarkan produk
jagung secara aktif dan menciptakan nilai tambah yang menarik bagi
konsumen.
Ketersediaan
| SFEBI20230101 | 101/2023 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
101/2023
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2023
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FEBI
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
