Persepsi Siswa Terhadap Budaya Nongkrong Di kalangan Pelajar dalam Membentuk Akhlak Siswa (Studi Pada Pelajar di SMPN 4 Sibulue)
Sapitriyani/862082020148 - Personal Name
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Siswa Terhadap
Budaya Nongkrong Di Kalangan Pelajar dalam Membentuk Akhlak Siswa. Jenis
penelitian yang digunakan adalah penelitian Studi kasus. Kemudian pendekatan
yang dilakukan dengan memakai pendekatan pedagogic dan pendekatan
pendidikan agama islam, lalu data-data tersebut dikumpul dengan cara observasi,
wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Adapun Instrumen sebagai suatu alat
yang digunakan untuk mengukur fenomena dalam penelitian dimana instrumen
penelitian adalah peneliti itu sendiri. Kemudian menyusun pedoman wawancara
yang berisi pertanyaan, kuesioner yang berisi peryataan, serta pedoman obseervasi
dan beberapa dokumentasi yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa persepsi budaya nongkrong dikalangan pelajar
dapat membentuk akhlak siswa sebagai akhlak yang kurang baik karna dengan
adanya nongkrong tersebut sifat dan karakter mereka itu berubah menjadi kurang
baik, Pelajar tersebut sementara masih sekolah tetapi sudah mencoba merokok
ataupun bermain game pada saat tidak belajar. Selain itu nongkrong tersebut
membuat nilai yang kosong karna jarang masuk kelas dan perilakunya itu menjadi
siswa yang kurang teladan.Tetapi disisi lain sekolah tersebut sudah memberikan
pemahaman yang sangat baik untuk siswanya seperti adanya organisasi dan mata
pelajaran yang lain. Sehingga dari itu bisa membentuk pemahaman mereka.
Implikasi dari penelitian ini diharapkan sebagai upaya agar pola nongkrong
tersebut tidak membawa siswa menjadi kurang baik dan tidak teladan, dan pihak
sekolah lebih ketat lagi dalam pengawasan sekolah tersebut. dari penelitian ini
akan menjadi bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya dan memperkaya
penelitian sebelumnya.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya tentang
Persepsi Siswa Terhadap Budaya Nongkrong dikalangan pelajar dalam
membentuk akhlak siswa (Studi pada pelajar di SMPN 4 Sibulue). Maka dapat
disimpulkan;
1. Persepsi siswa terhadap budaya nongkrong itu adalah berkumpul-kumpul,
berbincang-bincang, dan bermain domino dengan teman-temannya untuk pada
saat mata pelajaran dan sesudah mata pelajaran berlangsung ataupun pada saat
jam pulang. Pada nongkrong tersebut mereka melakukan hal-hal seperti
bermain game, main domino, dan merokok.
2. Gambaran pembentukan akhlak siswa di SMPN 4 Sibulue bisa dikatakan
sangat membentuk akhlak yang baik bagi mereka sendiri. Adapun hal-hal yang
membentuk akhlak siswa seperti memiliki lingkungan yang kondusif, memiliki
program Ekstrakulikuler, peran guru sebagai teladan.
3. Dampak budaya Nongkrong terhadap pembentukan akhlak siswa di SMPN 4
Sibulue. Yaitu seperti dampak positif seperti berkumpul dengan teman-
temannya,menciptakan solidaritas, Adapun dampak negatifnya seperti
merokok, bolos sekolah, berbicara tidak sopan.
B. Saran
Berdasarkan pembahasan dan simpulan yang telah dikemukakan, maka
terdapat beberapa saran penelitian ini sebagai berikut:
1. Bagi siswa Memanfaatkan waktu nongkrong untuk kegiatan positif, seperti
belajar kelompok, berdiskusi tentang pelajaran atau mengikuti kegiatan
Ekstrakulikuler bukan saja hal-hal negatif saja yang dilakukan karena itu
sangat tidak baik untuk membentuk akhlak.
2. Bagi kepala sekolah dan guru membuat aturan yang ketat, memberikan edukasi
tentang budaya nongkrong termasuk dampak positif dan negatifnya. Karena
jika terus terusan hal seperti siswa kurang belajar dan kebanyakan nongkrong
maka sekolah tersebut akan dikenal menjadi kurang baik dimata masyarakat.
Budaya Nongkrong Di Kalangan Pelajar dalam Membentuk Akhlak Siswa. Jenis
penelitian yang digunakan adalah penelitian Studi kasus. Kemudian pendekatan
yang dilakukan dengan memakai pendekatan pedagogic dan pendekatan
pendidikan agama islam, lalu data-data tersebut dikumpul dengan cara observasi,
wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Adapun Instrumen sebagai suatu alat
yang digunakan untuk mengukur fenomena dalam penelitian dimana instrumen
penelitian adalah peneliti itu sendiri. Kemudian menyusun pedoman wawancara
yang berisi pertanyaan, kuesioner yang berisi peryataan, serta pedoman obseervasi
dan beberapa dokumentasi yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa persepsi budaya nongkrong dikalangan pelajar
dapat membentuk akhlak siswa sebagai akhlak yang kurang baik karna dengan
adanya nongkrong tersebut sifat dan karakter mereka itu berubah menjadi kurang
baik, Pelajar tersebut sementara masih sekolah tetapi sudah mencoba merokok
ataupun bermain game pada saat tidak belajar. Selain itu nongkrong tersebut
membuat nilai yang kosong karna jarang masuk kelas dan perilakunya itu menjadi
siswa yang kurang teladan.Tetapi disisi lain sekolah tersebut sudah memberikan
pemahaman yang sangat baik untuk siswanya seperti adanya organisasi dan mata
pelajaran yang lain. Sehingga dari itu bisa membentuk pemahaman mereka.
Implikasi dari penelitian ini diharapkan sebagai upaya agar pola nongkrong
tersebut tidak membawa siswa menjadi kurang baik dan tidak teladan, dan pihak
sekolah lebih ketat lagi dalam pengawasan sekolah tersebut. dari penelitian ini
akan menjadi bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya dan memperkaya
penelitian sebelumnya.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya tentang
Persepsi Siswa Terhadap Budaya Nongkrong dikalangan pelajar dalam
membentuk akhlak siswa (Studi pada pelajar di SMPN 4 Sibulue). Maka dapat
disimpulkan;
1. Persepsi siswa terhadap budaya nongkrong itu adalah berkumpul-kumpul,
berbincang-bincang, dan bermain domino dengan teman-temannya untuk pada
saat mata pelajaran dan sesudah mata pelajaran berlangsung ataupun pada saat
jam pulang. Pada nongkrong tersebut mereka melakukan hal-hal seperti
bermain game, main domino, dan merokok.
2. Gambaran pembentukan akhlak siswa di SMPN 4 Sibulue bisa dikatakan
sangat membentuk akhlak yang baik bagi mereka sendiri. Adapun hal-hal yang
membentuk akhlak siswa seperti memiliki lingkungan yang kondusif, memiliki
program Ekstrakulikuler, peran guru sebagai teladan.
3. Dampak budaya Nongkrong terhadap pembentukan akhlak siswa di SMPN 4
Sibulue. Yaitu seperti dampak positif seperti berkumpul dengan teman-
temannya,menciptakan solidaritas, Adapun dampak negatifnya seperti
merokok, bolos sekolah, berbicara tidak sopan.
B. Saran
Berdasarkan pembahasan dan simpulan yang telah dikemukakan, maka
terdapat beberapa saran penelitian ini sebagai berikut:
1. Bagi siswa Memanfaatkan waktu nongkrong untuk kegiatan positif, seperti
belajar kelompok, berdiskusi tentang pelajaran atau mengikuti kegiatan
Ekstrakulikuler bukan saja hal-hal negatif saja yang dilakukan karena itu
sangat tidak baik untuk membentuk akhlak.
2. Bagi kepala sekolah dan guru membuat aturan yang ketat, memberikan edukasi
tentang budaya nongkrong termasuk dampak positif dan negatifnya. Karena
jika terus terusan hal seperti siswa kurang belajar dan kebanyakan nongkrong
maka sekolah tersebut akan dikenal menjadi kurang baik dimata masyarakat.
Ketersediaan
| STAR20240109 | 109/2024 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
109/2024
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2024
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Tarbiyah
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
