Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru di SMP Negeri SATAP 8 Libureng

No image available for this title
Skripsi ini membahas tentang Supervisi akademik Kepala Sekolah dalam
meningkatkan kompetensi pedagogik guru di SMP Negeri SATAP 8 Libureng.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui supervisi akademik Kepala
Sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di SMP Negeri SATAP
8 Libureng. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif (quality research)
melalui pendekatan manajemen dan psikologi yang teknik pengumpulan datanya
menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi yang diambil dari sumber
data primer (Kepala Sekolah dan guru) dan data sekunder. Adapun teknik analisis
data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Supervisi akademik Kepala Sekolah di
SMP Negeri SATAP 8 Libureng sudah diterapkan dengan baik dilihat dari Kepala
Sekolah sudah membuat jadwal kegiatan supervisi akademik, melakukan rapat
bersama guru serta menyusun dan mempersiapkan instrumen supervisi akademik.
2) Meningkatkan kompetensi pedagogik guru di SMP Negeri SATAP 8 Libureng
dimulai dari pemahaman landasan kependidikan, pemahaman terhadap peserta
didik, pengembangan kurikulum/silabus, perancangan pembelajaran, pelaksanaan
pembelajaran yang mendidik dan dialogis, pemanfaatan teknologi pembelajaran,
evaluasi proses hasil belajar dan pengembangan potensi peserta didik yang
dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru. 3) Supervisi
akademik Kepala Sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di
SMP Negeri SATAP 8 Libureng sudah berjalan dengan baik dilihat dari Kepala
Sekolah sudah melakukan kunjungan kelas untuk melihat perkembangan siswa
dan melakukan proses tindak lanjut kepada guru yang kurang dalam melakukan
pembelajaran. Namun, dilain sisi dalam masih ada guru yang kurang menguasai
materi dalam proses belajar mengajar di kelas sehingga dalam meningkatkan
kompetensi pedagogik guru belum dikatakan berjalan dengan optimal.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya
yang dilakukan oleh peneliti di SMP Negeri SATAP 8 Libureng, maka peneliti
menyimpulkan sebagai berikut:
1. Supervisi akademik Kepala Sekolah di SMP Negeri SATAP 8 Libureng
meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Perencanaan
supervisi akademik Kepala Sekolah di SMP Negeri SATAP 8 Libureng
sudah terlaksana dimulai dari tahap pembuatan jadwal supervisi akademik
Kepala Sekolah, melakukan rapat dan persiapan instrumen supervisi
akademik Kepala Sekolah. Selanjutnya pelaksanaan supervisi akademik
Kepala Sekolah di SMP Negeri SATAP 8 Libureng dilakukan dengan
bentuk pembinaan dan pemantauan yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah.
Adapun bentuk pembinaan yang diberikan oleh Kepala Sekolah dengan
memberikan pelatihan kepada guru terkait dengan supervisi akademik
kemudian bentuk pemantauan yang diberikan oleh Kepala Sekolah
dilakukan dengan kunjungan ke kelas. Selanjutnya evaluasi supervisi
akademik Kepala Sekolah sudah terlaksana dimulai dari penilaian program
tahunan, semester dan silabus serta rencana pelaksanaan program dengan
cara menganalisis program pembelajaran di kelas. Selanjutnya tindak lanjut
supervisi akademik Kepala Sekolah sudah terlaksana dengan melakukan
tindak lanjut dengan memanggil guru ke ruang Kepala Sekolah untuk
diberikan arahan yang terkait dengan kekurangan dalam pelaksanaan
supervisi akademik Kepala Sekolah kemudian terkait dengan laporan
supervisi akademik sudah terkumpul dengan melakukan analisis data yang
dilakukan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai proses
pembelajaran.
2. Kompetensi pedagogik guru di SMP Negeri SATAP 8 Libureng yang
dimulai dari pemahaman atau landasan kependidikan terkait dengan proses
penyelenggaraan pembelajaran di kelas masih kurang optimal karena masih
ada guru yang kurang menguasai materi pembelajaran pada saat
melaksanakan supervisi akademik. Kemudian pemahaman terhadap peserta
didik terkait mengenal dan memahami siswa dengan baik dan hambatan
yang dihadapi siswa sudah terlakasana dengan cara guru memberikan saran
dan sikap terbuka kepada siswa, mengenai hambatan yang dihadapi siswa
seperti siswa yang datang terlambat diberikan toleransi waktu selama 10
menit. Selanjutnya pengembangan kurikulum terkait penentuan kompetensi
dasar sudah terlaksana sesuai dengan aturan yang telah dibuat oleh
pemerintah. Selanjutnya, perancangan pembelajaran terkait penyusunan
program pembelajaran sudah terlaksana dengan melakukan rapat bersama
guru di SMP Negeri SATAP 8 Libureng. Selanjutnya, pelaksanaan
pembelajaran yang mendidik dan dialogis sudah terlaksana dengan
menciptakan situasi belajar yang kreatif kepada siswa yang ada di sekolah.
Selanjutnya, pemanfaatan teknologi pembelajaran terkait penggunaan
teknologi sebagai media pembelajaran sudah terlaksana namun terkendala
dalam jaringan. Kemudian, mengenai penyediaan bahan ajar sudah
terlaksana dengan menyediakan Power Point dan juga mencari materi
sebelum masuk mengajar di kelas. Selanjutnya, evaluasi proses dan hasil
belajar mengenai mengumpulkan dan mengelola informasi hasil belajar
siswa dengan menggunakan modul ajar sudah terlaksana. Yang terakhir
111
yaitu pengembangan potensi peserta didik terkait mengidentifikasi siswa
tentang bakat, minat, potensi dan kesulitan belajar siswa melalui kegiatan
eksatrakurikuler seperti kegiatan kepramukaan sudah terlakasana namun,
masih ada siswa yang tidak mengikuti aturan.
3. Supervisi akademik Kepala Sekolah dalam meningkatkan kompetensi
pedagogik guru di SMP Negeri SATAP 8 Libureng sudah terlaksana dengan
baik dilihat dari tahap perencanaan hingga pada tahap tindak lanjut yang
dilakukan oleh Kepala Sekolah kepada guru terkait dengan supervisi
akademik. Namun, tidak semua indikator dalam meningkatkan kompetensi
pedagogik guru bisa dicapai dengan baik seperti adanya guru yang kurang
menguasi materi pembelajaran, siswa yang sering terlambat serta terkendala
dalam jaringan.
B. Saran
Sebagai akhir dari penulisan skripsi ini, berdasarkan pada penelitian yang
telah peneliti lakukan, maka peneliti ingin memberikan saran yang mungkin dapat
menjadi bahan masukan, antara lain sebagai berikut:
1. Kepala Sekolah sebagai pelaksana dalam supervisi akademik sebaiknya
mampu melaksanakan supervisi akademik sesuai dengan jadwal yang telah
ditetapkan dan segera mungkin bisa memperhatikan kendala-kendala yang
timbul untuk dapat segera dilakukan perbaikan lebih lanjut sehingga
masalah tersebut bisa diatasi.
2. Guru sebagai pendidik diharapkan mampu mengikuti arahan yang diberikan
oleh Kepala Sekolah pada saat pelaksanaan supervisi akademik agar bisa
menjadi contoh yang baik bagi siswa yang ada di sekolah.
Ketersediaan
STAR20240193193/2024Perpustakaan PusatTersedia
Informasi Detil
Judul Seri

-

No. Panggil

193/2024

Penerbit

IAIN BONE : Watampone.,

Deskripsi Fisik

-

Bahasa

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Klasifikasi

Skripsi Tarbiyah

Informasi Detil
Tipe Isi

-

Tipe Media

-

Tipe Pembawa

-

Edisi

-

Info Detil Spesifik

-

Pernyataan Tanggungjawab
Tidak tersedia versi lain

Advanced Search

Gak perlu repot seting ini itu GRATIS SetUp ,Mengonlinekan SLiMS Di Internet Karena pesan web di Desawarna.com Siap : 085740069967

Pilih Bahasa

Gratis Mengonlinekan SLiMS

Gak perlu repot seting ini itu buat mengonlinekan SLiMS.
GRATIS SetUp ,Mengonlinekan SLiMS Di Internet
Karena pesan web di Desawarna.com
Kontak WhatsApp :

Siap : 085740069967

Template Perpustakaan Desawarna

Kami berharap Template SLiMS ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai template SLiMS bagi semua SLiMerS, serta mampu memberikan dukungan dalam pencapaian tujuan pengembangan perpustakaan dan kearsipan.. Aamiin

Top