Implementasi Manajemen Risiko Operasional Dalam Upaya Peningkatan Probabilitas Penjualan Perlengkapan Bayi Dan Anak Dalam Perspektif Ekonomi Syariah (Studi Pada Toko Tim Junior, Watampone)
Nur Fatmasari/01.18.3094 - Personal Name
Skripsi ini membahas mengenai Implementasi Manajemen Risiko
Operasional dalam upaya peningkatan probabilitas penjualan perlengkapan bayi dan
anak dalam perspektif Ekonomi Syariah. Pokok permasalahannya adalah (1) Apa
saja Risiko Operasional yang terjadi pada usaha penjualan perlengkapan bayi dan
anak yang dikelola Tim junior?, (2) Bagaimana Implementasi Manajemen Risiko
Operasional dalam upaya peningkatan probabilitas penjualan perlengkapan bayi
dan anak yang dikelola Tim Junior dalam perspektif Ekonomi Syariah?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko operasional yang terjadi,
penerapan Manajemen Risiko Operasional sebagai upaya untuk meningkatkan
probabilitas penjualan berdasarkan perspektif Ekonomi Syariah. Selain itu,
penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih dan kontribusi terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu keislaman pada
khususnya.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, menggunakan metode
pendekatan deskriptif dan disajikan secara kualitatif. Data dalam penelitian ini
diperoleh melalui proses wawancara dan observasi langsung yang dilakukan oleh
penulis. Wawancara secara langsung dilakukan kepada pemilik Toko dan
karyawan Toko.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Risiko operasional yang terjadi di
Toko TIM Junior yaitu: (1) Risiko Internal (2) Risiko Sumber Daya Manusia (3)
Sistem Teknologi (4) Risiko Ekstenal. Adapun penerapan Manajemen Risiko
Operasional dalam upaya peningkatan probabilitas penjualan yang dilakukan
Toko TIM Junior melalui tahap identifikasi risiko dengan melakukan survei atau
pengamatan langsung, tahap menilai risiko untuk menentukan risiko mana yang
harus diterima, titransfer, dimitigasi atau risiko yang harus ditahan, kemudian
tahap pemberian solusi dan tahap evaluasi risiko. Toko TIM Junior telah
melakukan penerapan Manajemen Risiko Operasional sesuai syariat islam yaitu
dijalankan dengan prinsip keadilan dan kerjasama antara pemilik dan karyawan
Toko.
A. Kesimpulan
1. Risiko operasional yang terjadi di Toko TIM Junior diantaranya adalah risiko
internal, risiko sumber daya manusia, sistem teknologi dan risiko eksternal.
Risiko internal diantaranya terjadinya kegagalan produk, proses pengiriman
barang dan dalam hal penerimaan tenaga kerja yang tidak berkompeten.
Risiko sumber daya manusia diantaranya yaitu adanya karyawan yang
bertindak ceroboh, lalai dan juga yang melakukan aktivitas lain ketika
bekerja. Adapun dalam hal sistem teknologi Toko TIM junior pernah
mengalami kerusakan data atau sistem eror pada komputer yang digunakan
dan masalah jaringan yang sering menghambat proses penginputan karyawan.
Terakhir adalah risiko eksternal. Diantara risiko eksternal yang terjadi di Toko
TIM Junior adalah adanya wabah covid 19 yang menyebabkan penjualan
menurun sehingga ditetapkannya peraturan atau kebijakan baru di dalam
Toko.
2. Dalam upaya peningkatan probabilitas penjualan perlengkapan anak dan bayi,
Toko TIM Junior menerapkan Manajemen risiko operasional. Tahap atau
proses dari Manajemen risiko operasional yang dijalankan sejalan dengan
Teori Idroes (2008) yaitu dimulai dari tahap identifikasi risiko. Identifikasi
risiko dilakukan dengan survei atau pengontrolan langsung dari staf
administrasi Toko. Selanjutnya, tahap kuantifikasi atau penilaian risiko.
Tahap ini dimaksudkan untuk melihat seberapa besar risiko, penyebab risiko,
risiko yang harus diterima, risiko yang dapat dijadikan peluang, dimitigasi,
atau risiko yang harus ditahan. Selanjutnya yaitu Tahap penyusunan rencana
Manajemen Risiko yang dilakukan oleh pemilik bekerjasama dengan
karyawan Toko. Tahap berikutnya yaitu pemberian solusi berdasarkan dari
penilaian risiko yang sebelumnya dilakukan. Pemberian solusi ini
menyangkut tentang perbaikan produk agar memiliki nilai jual lebih,
perbaikan kualitas dari karyawan, pelaksanaan mitigasi risiko dalam hal
sistem teknologi dan pelaksanaan sistem penjualan online di masa pandemi
covid 19. Kemudian tahap yang terakhir yaitu tahap evaluasi risiko. Tahap
evaluasi risiko adalah kegiatan yang dilakukan secara berkala ketika solusi
dari risiko yang ada sudah mulai dijalankan. Tahap evaluasi ini dimaksudkan
untuk mengetahui sejauh mana solusi tersebut bekerja atau mengatasi risiko
yang ada. Selain itu, perkembangan dalam suau usaha atau bisnis pastinya
diikuti dengan kemunculan beberapa risiko baru. Semua tahap Manajemen
Risiko Operasional yang dilakukan Toko TIM Junior sudah sesuai dengan
syariat islam yaitu mengedepankan prinsip keadilan dan kerjasama antara
pemilik dan Karyawan Toko.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan sebelumnya, maka ada
beberapa saran yang penulis harus sampaikan :
1. Bagi Toko TIM Junior, perlunya upaya untuk terus melakukan inovasi
pada usaha yang dijalankan melalui penerapan manajemen risiko
operasional sebagai persiapan menghadapi pesaing- pesaing yang sudah
mulai bermunculan khususnya yang ada di Kabupaten Bone dan pastinya
harus dijalankan sesuai dengan syariat islam.
2. Bagi karyawan Toko TIM Junior, harus selalu mengedepankan
kepentingan konsumen dibanding kepentingan pribadi sebagai upaya
untuk meningkatkan loyalitas konsumen.
Operasional dalam upaya peningkatan probabilitas penjualan perlengkapan bayi dan
anak dalam perspektif Ekonomi Syariah. Pokok permasalahannya adalah (1) Apa
saja Risiko Operasional yang terjadi pada usaha penjualan perlengkapan bayi dan
anak yang dikelola Tim junior?, (2) Bagaimana Implementasi Manajemen Risiko
Operasional dalam upaya peningkatan probabilitas penjualan perlengkapan bayi
dan anak yang dikelola Tim Junior dalam perspektif Ekonomi Syariah?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko operasional yang terjadi,
penerapan Manajemen Risiko Operasional sebagai upaya untuk meningkatkan
probabilitas penjualan berdasarkan perspektif Ekonomi Syariah. Selain itu,
penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih dan kontribusi terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu keislaman pada
khususnya.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, menggunakan metode
pendekatan deskriptif dan disajikan secara kualitatif. Data dalam penelitian ini
diperoleh melalui proses wawancara dan observasi langsung yang dilakukan oleh
penulis. Wawancara secara langsung dilakukan kepada pemilik Toko dan
karyawan Toko.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Risiko operasional yang terjadi di
Toko TIM Junior yaitu: (1) Risiko Internal (2) Risiko Sumber Daya Manusia (3)
Sistem Teknologi (4) Risiko Ekstenal. Adapun penerapan Manajemen Risiko
Operasional dalam upaya peningkatan probabilitas penjualan yang dilakukan
Toko TIM Junior melalui tahap identifikasi risiko dengan melakukan survei atau
pengamatan langsung, tahap menilai risiko untuk menentukan risiko mana yang
harus diterima, titransfer, dimitigasi atau risiko yang harus ditahan, kemudian
tahap pemberian solusi dan tahap evaluasi risiko. Toko TIM Junior telah
melakukan penerapan Manajemen Risiko Operasional sesuai syariat islam yaitu
dijalankan dengan prinsip keadilan dan kerjasama antara pemilik dan karyawan
Toko.
A. Kesimpulan
1. Risiko operasional yang terjadi di Toko TIM Junior diantaranya adalah risiko
internal, risiko sumber daya manusia, sistem teknologi dan risiko eksternal.
Risiko internal diantaranya terjadinya kegagalan produk, proses pengiriman
barang dan dalam hal penerimaan tenaga kerja yang tidak berkompeten.
Risiko sumber daya manusia diantaranya yaitu adanya karyawan yang
bertindak ceroboh, lalai dan juga yang melakukan aktivitas lain ketika
bekerja. Adapun dalam hal sistem teknologi Toko TIM junior pernah
mengalami kerusakan data atau sistem eror pada komputer yang digunakan
dan masalah jaringan yang sering menghambat proses penginputan karyawan.
Terakhir adalah risiko eksternal. Diantara risiko eksternal yang terjadi di Toko
TIM Junior adalah adanya wabah covid 19 yang menyebabkan penjualan
menurun sehingga ditetapkannya peraturan atau kebijakan baru di dalam
Toko.
2. Dalam upaya peningkatan probabilitas penjualan perlengkapan anak dan bayi,
Toko TIM Junior menerapkan Manajemen risiko operasional. Tahap atau
proses dari Manajemen risiko operasional yang dijalankan sejalan dengan
Teori Idroes (2008) yaitu dimulai dari tahap identifikasi risiko. Identifikasi
risiko dilakukan dengan survei atau pengontrolan langsung dari staf
administrasi Toko. Selanjutnya, tahap kuantifikasi atau penilaian risiko.
Tahap ini dimaksudkan untuk melihat seberapa besar risiko, penyebab risiko,
risiko yang harus diterima, risiko yang dapat dijadikan peluang, dimitigasi,
atau risiko yang harus ditahan. Selanjutnya yaitu Tahap penyusunan rencana
Manajemen Risiko yang dilakukan oleh pemilik bekerjasama dengan
karyawan Toko. Tahap berikutnya yaitu pemberian solusi berdasarkan dari
penilaian risiko yang sebelumnya dilakukan. Pemberian solusi ini
menyangkut tentang perbaikan produk agar memiliki nilai jual lebih,
perbaikan kualitas dari karyawan, pelaksanaan mitigasi risiko dalam hal
sistem teknologi dan pelaksanaan sistem penjualan online di masa pandemi
covid 19. Kemudian tahap yang terakhir yaitu tahap evaluasi risiko. Tahap
evaluasi risiko adalah kegiatan yang dilakukan secara berkala ketika solusi
dari risiko yang ada sudah mulai dijalankan. Tahap evaluasi ini dimaksudkan
untuk mengetahui sejauh mana solusi tersebut bekerja atau mengatasi risiko
yang ada. Selain itu, perkembangan dalam suau usaha atau bisnis pastinya
diikuti dengan kemunculan beberapa risiko baru. Semua tahap Manajemen
Risiko Operasional yang dilakukan Toko TIM Junior sudah sesuai dengan
syariat islam yaitu mengedepankan prinsip keadilan dan kerjasama antara
pemilik dan Karyawan Toko.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan sebelumnya, maka ada
beberapa saran yang penulis harus sampaikan :
1. Bagi Toko TIM Junior, perlunya upaya untuk terus melakukan inovasi
pada usaha yang dijalankan melalui penerapan manajemen risiko
operasional sebagai persiapan menghadapi pesaing- pesaing yang sudah
mulai bermunculan khususnya yang ada di Kabupaten Bone dan pastinya
harus dijalankan sesuai dengan syariat islam.
2. Bagi karyawan Toko TIM Junior, harus selalu mengedepankan
kepentingan konsumen dibanding kepentingan pribadi sebagai upaya
untuk meningkatkan loyalitas konsumen.
Ketersediaan
| SFEBI20220018 | 18/2022 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
18/2022
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FEBI
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
