Implementasi Asas Pelayanan Yang Baik Dalam Pengelolaan Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri Persfektif Siyasah Syar’iyyah

No image available for this title
Skripsi ini membahas tentang Implementasi Asas Pelayanan Yang Baik
Dalam Pengelolaan Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri Persfektif Siyasah
Syar’iyyah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan
Museum Lapawawoi Karaeng Sigeri menurut Undang-Undang Nomor 30 Tahun
2014 Tentang Administrasi Pemerintahan dan bagaimana pengelolaan Museum
Lapawawoi Karaeng Sigeri menurut Siyasah Syar’iyyah. Tujuan penelitian untuk
mengetahui pengelolaan Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri menurut Undang-
Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi pemerintahan serta untuk
mengetahui pengelolaan Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri menurut Siyasah
Syar’iyyah. Untuk menjawab penelitian ini, penulis menggunakan alat ukur sebagai
indikator yang diambil dari Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015 yang mana
indikatornya terdiri dari : Sumber Daya Manusia, Tanah dan Bangunan, Pengelolaan
Koleksi, Pengkajian, Pendanaan, dan Aktivitas Hubungan Masyarakat dan
Pemasaran. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) bersifat
deskriptif yaitu data yang diperoleh dari lapangan kemudian disimpulkan lalu
dianalisis. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif.
Teknik pengumpulan data yang terkumpul diolah melalui proses editing dan
sistematisasi data sehingga menjadi bentuk karya ilmiah yang baik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Museum La Pawawoi
Karaeng Sigeri belum dilaksanakan secara sepenuhnya sesuai dengan peraturan yang
berlaku. Hal ini dikarenakan adanya hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Dinas
Kebudayaan Kabupaten Bone dan juga masih minimnya masyarakat yang
memanfaatkan Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri dengan baik, Dinas Kebudayaan
Kabupaten Bone dalam memberikan pelayanan belum sesuai dengan standar
operasional prosedur sebagaimana tercantum dalam pedoman standarisasi museum.
Penerapan asas pelayanan yang baik sangat bergantung pada kualitas dari sumber
daya manusia yang ada di Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri itu sendiri. Dalam
pandangan Siyasah Syar’iyyah mengenai asas pelayanan yang baik belum sesuai
dengan prinsip pemerintahan yang amanah dan bertanggung jawab.
A. Simpulan
1. Implementasi asas pelayanan yang baik dalam pengelolaan Museum La
Pawawoi Karaeng Sigeri mampu dicapai melalui peraturan perundang-
undangan. Penerapan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang
Administrasi Pemerintahan dijalankan oleh Museum La Pawawoi Karaeng
Sigeri namun hanya segi administrasi saja. Penerapan asas pelayanan yang
baik sangat bergantung pada kualitas dari sumber daya manusia yang ada
di Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri itu sendiri. Pengelolaan Museum
La Pawawoi Karaeng Sigeri telah memiliki standarisasi pengelolaan
museum yang termuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015
Tentang Museum yang selanjutnya ditindaklanjuti dalam Peraturan
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 24 Tahun
2022 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66
Tahun 2015 Tentang Museum. Peraturan ini memiliki parameter penilaian
tersendiri mengenai pengelolaan museum yang masing-masing komponen
dan menjadi dasar pertimbangan untuk mengambil kebijakan dalam
pembangunan museum. berdasarkan komponen tersebut, penulis
menemukan bahwa Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri belum
melaksanakan sepenuhnya komponen yang sesuai dengan peraturan yang
berlaku dan masih perlu merevitalisasi baik kualitas sumber daya maupun
fasilitas yang ada di Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri. Hal ini
menyebabkan Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri mendapatkan
Predikat C dari Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan
Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia yang tentunya berdampak pada kualitas Museum La Pawawoi
Karaeng Sigeri itu sendiri.
2. Pengelolaan museum dan kualitas pelayanan yang diberikan berbanding
lurus dengan tingkat kepuasan. Seseorang akan merasakan kepuasan
bahkan melampaui harapan mereka jika kualitas pelayanan yang diberikan
oleh lembaga terkait berkualitas. Kualitas pelayanan dalam islam disebut
standarisasi syariah yang memiliki tolak ukurnya masing-masing yang
sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist sebagai standar penilaian. Museum
La Pawawoi Karaeng Sigeri belum sepenuhnya melakukan pelayanan dan
pengelolaan yang sesuai dengan siyasah syar’iyyah dikarenakan sumber
daya manusia yang ada di Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri masih
tergolong acuh tak acuh terhadap pelayanan yang ada di museum. Seorang
pejabat selaku pelayan masyarakat sepatutnya melakukan pengelolaan
museum dengan baik serta memberikan pelayanan terbaik kepada
masyarakat yang sebesar-sebesarnya demi kesejahteraan masyarakat.
B. Saran
Berdasarkan uraian penulis yang telah melakukan pembahasan di atas
tentang Implementasi Asas Pelayanan Yang Baik Dalam Pengelolaan
Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri Di Dinas Kebudayaan Kab. Bone dan
UPT Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri. Dengan demikian, penulis dapat
menarik saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut.
1. UPT Museum La Pawawoi mengirimkan para tenaga teknis agar
mengikuti pelatihan tentang pengelolaan museum agar dapat
meningkatkan kompetensi sesuai dengan tugasnya masing-masing serta
memberikan pengalaman yang lebih baik sehingga menimbulkan rasa
percaya dalam masyarakat bahwa tenaga yang ada di Museum La
Pawawoi merupakan orang yang ahli dalam bidangnya masing-masing.
2. UPT Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri sebaiknya terbuka dalam
menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai penyelesaian
konfilik saling klaim koleksi agar tidak adanya pandangan buruk dari
masyarakat serta melakukan dialog atau diskusi kepada masyarakat
mengenai strategi pemanfaatan museum kedepan.
3. UPT Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri sebaiknya bekerjasama dengan
pihak tertentu maupun organisasi yang bergerak di bidang kebudayaan
utnuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai Museum La
Pawawoi Karaeng Sigeri sehingga menarik minat masyarakat kembali
untuk berkunjung ke museum.
4. UPT Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri sebaiknya melakukan studi
banding agar dapat memperoleh pengalaman dan pelajaran dan
perbandingan dengan museum lain.
5. UPT Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri sebaiknya mengadakan
aktivitas pendidikan budaya di kompleks Museum La Pawawoi Karaeng
Sigeri agar bertujuan untuk menambah minat masyarakat untuk
berkunjung ke museum.
Ketersediaan
SSYA20230223223/2023Perpustakaan PusatTersedia
Informasi Detil
Judul Seri

-

No. Panggil

223/2023

Penerbit

IAIN BONE : Watampone.,

Deskripsi Fisik

-

Bahasa

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Klasifikasi

Skripsi Syariah

Informasi Detil
Tipe Isi

-

Tipe Media

-

Tipe Pembawa

-

Edisi

-

Info Detil Spesifik

-

Pernyataan Tanggungjawab
Tidak tersedia versi lain

Advanced Search

Gak perlu repot seting ini itu GRATIS SetUp ,Mengonlinekan SLiMS Di Internet Karena pesan web di Desawarna.com Siap : 085740069967

Pilih Bahasa

Gratis Mengonlinekan SLiMS

Gak perlu repot seting ini itu buat mengonlinekan SLiMS.
GRATIS SetUp ,Mengonlinekan SLiMS Di Internet
Karena pesan web di Desawarna.com
Kontak WhatsApp :

Siap : 085740069967

Template Perpustakaan Desawarna

Kami berharap Template SLiMS ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai template SLiMS bagi semua SLiMerS, serta mampu memberikan dukungan dalam pencapaian tujuan pengembangan perpustakaan dan kearsipan.. Aamiin

Top