Implementasi Model Pembelajaran Inovatif terhadap Pengembangan Profesionalisme Guru Di MTs As'adiyah Itterung pada Era Digital
Khairil Salsabillah/862082019173 - Personal Name
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model
pembelajaran inovatif dalam pengembangan kompetensi profesional guru
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dengan judul “Implementasi Model
Pembelajaran Inovatif Terhadap Pengembangan Kompetensi Profesional Guru
di MTs As'adiyah Itterung pada Era Digital" dapat disimpulkan beberapa hal
sebagai berikut:
1. Model pembelajaran inovatif seperti reasoning and problem
solving, inquiry training, dan problem based leaning memberikan
dampak positif terhadap proses pembelajaran di kelas. Guru
melaporkan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan
keterlibatan siswa, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan
memecahkan masalah. Penerapan model pembelajaran inovatif di
MTs As'adiyah Itterung turut berkontribusi dalam pengembangan
kompetensi profesional guru, meliputi: kepribadian, pedagogik,
sosial, dan profesional. Guru merasa lebih kreatif, percaya diri,
serta mampu menjalin hubungan yang baik dengan siswa,
sehingga kualitas pembelajaran meningkat.
2. Kendala yang ditemukan dalam penerapan model pembelajaran
inovatif meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan
siswa, dan kesiapan guru dalam mengadopsi pendekatan baru. Hal
ini menunjukkan bahwa pelaksanaan model pembelajaran inovatif
memerlukan dukungan, seperti pelatihan yang memadai dan
berkesinambungan, serta penyesuaian kurikulum. Penelitian ini
menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru, siswa, dan
institusi pendidikan dalam menciptakan proses pembelajaran yang
inovatif untuk menjawab tantangan di era digital.
B. Saran
Setelah melakanakan penelitian tentang implementasi model
pembelajaran inovatif terhadap pengembangan kompetensi profesional
guru di MTs As'adiyah Itterung, maka adapun saran yang peneliti
sampaikan, yaitu sebagai berikut:
1. Guru diharapkan terus meningkatkan kompetensinya, baik
melalui pelatihan formal maupun pembelajaran mandiri,
agar dapat menguasai model pembelajaran inovatif secara
maksimal. Guru juga disarankan untuk lebih fleksibel
dalam memilih model pembelajaran yang sesuai dengan
kondisi siswa dan lingkungan sekolah. Dalam penerapan
model seperti problem based learning, guru perlu
memberikan pendampingan yang cukup, terutama kepada
siswa yang memiliki kemampuan rendah, agar mereka
tidak merasa tertinggal. Selain itu, guru juga perlu
memanfaatkan teknologi digital sebagai alat pendukung
pembelajaran yang lebih efektif.
2. Penilitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah partisipan
dan metode pengumpulan data yang hanya mengandalkan
wawancara. Oleh karena itu, disarankan kepada peneliti
59
selanjutnya untuk mempeluas cakupan penelitian dengan
melibatkan partisipan yang lebih beragam dari berbagai
jenjang pendidikan dan wilayah geografis. Metode
pengumpulan data juga dapat diperluas dengan obeservasi
langsung dan studi kasus untuk mendapatkan pemahaman
yang lebih komprehensif mengenai penerapan model
pembelajaran inovatif. Penelitian lebih lanjut juga dapat
mengekspolarasi integrasi teknologi digital dalam
pembelajaran inovatif sebagai respons terhadap terhadap
perkembangan teknologi yang semakin pesat
di MTs As'adiyah Itterung pada era digital. Kompetensi ini mencakup
aspek kepribadian, pedagogik, sosial, dan profesional yang sangat
penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Metode penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data dan
teknik analisis data pada guru yang menerapkan pembelajaran inovatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran seperti
Reasoning and problem solving, Inquiry training dan Problem based
learning memberikan dampak positif terhadap kemampuan guru dalam
merancang pembelajaran berbasis teknologi, meningkatkan interaksi
dengan siswa, serta beradaptasi dengan kebutuhan era digital. Selain itu,
implementasi model ini membantu guru mengembangkan keterampilan
pedagogik dan kolaboratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model
pembelajaran inovatif efektif untuk meningkatkan kompetensi
profesional guru, namun keberhasilannya memerlukan dukungan
pelatihan, fasilitas teknologi yang memadai, dan kebijakan pendidikan
yang mendukung.
pembelajaran inovatif dalam pengembangan kompetensi profesional guru
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dengan judul “Implementasi Model
Pembelajaran Inovatif Terhadap Pengembangan Kompetensi Profesional Guru
di MTs As'adiyah Itterung pada Era Digital" dapat disimpulkan beberapa hal
sebagai berikut:
1. Model pembelajaran inovatif seperti reasoning and problem
solving, inquiry training, dan problem based leaning memberikan
dampak positif terhadap proses pembelajaran di kelas. Guru
melaporkan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan
keterlibatan siswa, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan
memecahkan masalah. Penerapan model pembelajaran inovatif di
MTs As'adiyah Itterung turut berkontribusi dalam pengembangan
kompetensi profesional guru, meliputi: kepribadian, pedagogik,
sosial, dan profesional. Guru merasa lebih kreatif, percaya diri,
serta mampu menjalin hubungan yang baik dengan siswa,
sehingga kualitas pembelajaran meningkat.
2. Kendala yang ditemukan dalam penerapan model pembelajaran
inovatif meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan
siswa, dan kesiapan guru dalam mengadopsi pendekatan baru. Hal
ini menunjukkan bahwa pelaksanaan model pembelajaran inovatif
memerlukan dukungan, seperti pelatihan yang memadai dan
berkesinambungan, serta penyesuaian kurikulum. Penelitian ini
menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru, siswa, dan
institusi pendidikan dalam menciptakan proses pembelajaran yang
inovatif untuk menjawab tantangan di era digital.
B. Saran
Setelah melakanakan penelitian tentang implementasi model
pembelajaran inovatif terhadap pengembangan kompetensi profesional
guru di MTs As'adiyah Itterung, maka adapun saran yang peneliti
sampaikan, yaitu sebagai berikut:
1. Guru diharapkan terus meningkatkan kompetensinya, baik
melalui pelatihan formal maupun pembelajaran mandiri,
agar dapat menguasai model pembelajaran inovatif secara
maksimal. Guru juga disarankan untuk lebih fleksibel
dalam memilih model pembelajaran yang sesuai dengan
kondisi siswa dan lingkungan sekolah. Dalam penerapan
model seperti problem based learning, guru perlu
memberikan pendampingan yang cukup, terutama kepada
siswa yang memiliki kemampuan rendah, agar mereka
tidak merasa tertinggal. Selain itu, guru juga perlu
memanfaatkan teknologi digital sebagai alat pendukung
pembelajaran yang lebih efektif.
2. Penilitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah partisipan
dan metode pengumpulan data yang hanya mengandalkan
wawancara. Oleh karena itu, disarankan kepada peneliti
59
selanjutnya untuk mempeluas cakupan penelitian dengan
melibatkan partisipan yang lebih beragam dari berbagai
jenjang pendidikan dan wilayah geografis. Metode
pengumpulan data juga dapat diperluas dengan obeservasi
langsung dan studi kasus untuk mendapatkan pemahaman
yang lebih komprehensif mengenai penerapan model
pembelajaran inovatif. Penelitian lebih lanjut juga dapat
mengekspolarasi integrasi teknologi digital dalam
pembelajaran inovatif sebagai respons terhadap terhadap
perkembangan teknologi yang semakin pesat
di MTs As'adiyah Itterung pada era digital. Kompetensi ini mencakup
aspek kepribadian, pedagogik, sosial, dan profesional yang sangat
penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Metode penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data dan
teknik analisis data pada guru yang menerapkan pembelajaran inovatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran seperti
Reasoning and problem solving, Inquiry training dan Problem based
learning memberikan dampak positif terhadap kemampuan guru dalam
merancang pembelajaran berbasis teknologi, meningkatkan interaksi
dengan siswa, serta beradaptasi dengan kebutuhan era digital. Selain itu,
implementasi model ini membantu guru mengembangkan keterampilan
pedagogik dan kolaboratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model
pembelajaran inovatif efektif untuk meningkatkan kompetensi
profesional guru, namun keberhasilannya memerlukan dukungan
pelatihan, fasilitas teknologi yang memadai, dan kebijakan pendidikan
yang mendukung.
Ketersediaan
| STAR20250081 | 81/2025 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
81/2025
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2025
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Tarbiyah
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
