Nilai Budaya Sulapa Eppa’ Wala Suji (Sebuah Kajian Komunikasi Ritual)
Tri Mujisanto/03.16.2054 - Personal Name
Skripsi ini membahas salah satu aspek dari sula eppa’ wala suji dalam
pernikahan orang bugis Bone. Pokok permasalahan adalah bagaimana Nilai Budaya
Sulapa Eppa’ Wala Suji (Sebuah Kajian Komunikasi Ritual). Masalah ini dilihat
dengan pendekatan pendekatan antrpologi, pendekatan komunikasi, pendekatan
historis-filosofis dan dibahas dengan metode deskriptif-kualitatif.
Adapun yang menjadi hasil penelitian, bahwa konsep salapa eppa’ wala suji
yang mempunyai arti kesempurnaan yang ada di dalam perkawinan orang Bugis yang
ada di Kabupaten Bone, dan merupakan adat istiadat yang sangat berharga. Sehingga
harus dijaga, dilindungi, dan dipelihara dengan sebaik mungkin, karena merupakan
salah satu cirikhas orang bugis Bone alam melaksankan perkawinan yang tidak
bertentangan dengan syariat Islam. Sulapa eppa’ wala Suji dalam pernikahan
masyarakat Bugis di Kabupaten Bone berdasarkan dari kajian komunikasi ritual
sangat memiliki nilai budaya, dengan nilai budaya yang terdapat di dalamnya
memberikan pesan yang sangat bagus untuk diterapkan, seperti buah pisang
mempunyai makna agar keluarganya memiliki strata sosial yang baik, buah nagka
mempunyai makna agar keluarganya prinsip kepada kebaikan dan tidak
berperasangka buruk terhadapa sesame pasangan, buah tebu mempunyai makna agar
perkawinan kedua pasangan tidak hanya masih di awal tapi sampai dihayat kedua
pasangan, buah labu mempunyai makna kelembutan, buah pinang mempunyai makna
kedua mempelai mempunyai keturunan yang baik dan bermanfaat, serta buah kelapa
mempunyai makna agar suami istri dan anaknya dapat menjalan tugas dan
kewajibannya dalam menjalankan rumah tangganya.
A. Simpulan
1. Konsep salapa eppa’ wala suji yang mempunyai arti kesempurnaan yang ada
di dalam perkawinan orang Bugis yang ada di Kabupaten Bone, dan
merupakan adat istiadat yang sangat berharga. Maka dari itu harus dijaga,
dilindungi, dan dipelihara dengan sebaik mungkin, karena merupakan salah
satu cirikhas orang bugis Bone dalam melaksankan perkawinan yang tidak
bertentangan dengan syariat Islam.
2. Sulapa eppa’ wala Suji dalam pernikahan masyarakat Bugis di Kabupaten
Bone berdasarkan dari kajian komunikasi ritual sangat memiliki nilai budaya,
dengan nilai budaya yang terdapat di dalamnya memberikan pesan yang
sangat bagus untuk diterapkan, seperti buah pisang mempunyai makna agar
keluarganya memiliki strata sosial yang baik, buah nagka mempunyai makna
agar keluarganya prinsip kepada kebaikan dan tidak berperasangka buruk
terhadapa sesama pasangan, buah tebu mempunyai makna agar perkawinan
kedua pasangan tidak hanya harmonis di awal tapi diharapkan sampai di
akhir hayat kedua pasangan, buah labu mempunyai makna kelembutan, buah
pinang mempunyai makna kedua mempelai mempunyai keturunan yang baik
dan bermanfaat, serta buah kelapa mempunyai makna agar suami istri dan
anaknya dapat menjalan tugas dan kewajibannya dalam menjalankan rumah
tangganya.
B. Implikasi
1. Kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, diharapkan selalu melakukan
sosialisasi terkait budaya yang ada di Kabupaten Bone, khususnya mengenai
ada salapa eppa’ wala suji, karena adat salapa eppa’ wala suji ini
mempunyai begitu banyak makna yang terkandung di dalamnya.
2. Diharapkan kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Bone agar selalu
menerapkan, memelihara dan menjaga adat salapa eppa’ wala suji dalam
melangsungkan pernikahan, karena adat salapa eppa’ wala suji ini sangat
bagus dan tidak bertentangan dengan syariat agama Islam.
pernikahan orang bugis Bone. Pokok permasalahan adalah bagaimana Nilai Budaya
Sulapa Eppa’ Wala Suji (Sebuah Kajian Komunikasi Ritual). Masalah ini dilihat
dengan pendekatan pendekatan antrpologi, pendekatan komunikasi, pendekatan
historis-filosofis dan dibahas dengan metode deskriptif-kualitatif.
Adapun yang menjadi hasil penelitian, bahwa konsep salapa eppa’ wala suji
yang mempunyai arti kesempurnaan yang ada di dalam perkawinan orang Bugis yang
ada di Kabupaten Bone, dan merupakan adat istiadat yang sangat berharga. Sehingga
harus dijaga, dilindungi, dan dipelihara dengan sebaik mungkin, karena merupakan
salah satu cirikhas orang bugis Bone alam melaksankan perkawinan yang tidak
bertentangan dengan syariat Islam. Sulapa eppa’ wala Suji dalam pernikahan
masyarakat Bugis di Kabupaten Bone berdasarkan dari kajian komunikasi ritual
sangat memiliki nilai budaya, dengan nilai budaya yang terdapat di dalamnya
memberikan pesan yang sangat bagus untuk diterapkan, seperti buah pisang
mempunyai makna agar keluarganya memiliki strata sosial yang baik, buah nagka
mempunyai makna agar keluarganya prinsip kepada kebaikan dan tidak
berperasangka buruk terhadapa sesame pasangan, buah tebu mempunyai makna agar
perkawinan kedua pasangan tidak hanya masih di awal tapi sampai dihayat kedua
pasangan, buah labu mempunyai makna kelembutan, buah pinang mempunyai makna
kedua mempelai mempunyai keturunan yang baik dan bermanfaat, serta buah kelapa
mempunyai makna agar suami istri dan anaknya dapat menjalan tugas dan
kewajibannya dalam menjalankan rumah tangganya.
A. Simpulan
1. Konsep salapa eppa’ wala suji yang mempunyai arti kesempurnaan yang ada
di dalam perkawinan orang Bugis yang ada di Kabupaten Bone, dan
merupakan adat istiadat yang sangat berharga. Maka dari itu harus dijaga,
dilindungi, dan dipelihara dengan sebaik mungkin, karena merupakan salah
satu cirikhas orang bugis Bone dalam melaksankan perkawinan yang tidak
bertentangan dengan syariat Islam.
2. Sulapa eppa’ wala Suji dalam pernikahan masyarakat Bugis di Kabupaten
Bone berdasarkan dari kajian komunikasi ritual sangat memiliki nilai budaya,
dengan nilai budaya yang terdapat di dalamnya memberikan pesan yang
sangat bagus untuk diterapkan, seperti buah pisang mempunyai makna agar
keluarganya memiliki strata sosial yang baik, buah nagka mempunyai makna
agar keluarganya prinsip kepada kebaikan dan tidak berperasangka buruk
terhadapa sesama pasangan, buah tebu mempunyai makna agar perkawinan
kedua pasangan tidak hanya harmonis di awal tapi diharapkan sampai di
akhir hayat kedua pasangan, buah labu mempunyai makna kelembutan, buah
pinang mempunyai makna kedua mempelai mempunyai keturunan yang baik
dan bermanfaat, serta buah kelapa mempunyai makna agar suami istri dan
anaknya dapat menjalan tugas dan kewajibannya dalam menjalankan rumah
tangganya.
B. Implikasi
1. Kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, diharapkan selalu melakukan
sosialisasi terkait budaya yang ada di Kabupaten Bone, khususnya mengenai
ada salapa eppa’ wala suji, karena adat salapa eppa’ wala suji ini
mempunyai begitu banyak makna yang terkandung di dalamnya.
2. Diharapkan kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Bone agar selalu
menerapkan, memelihara dan menjaga adat salapa eppa’ wala suji dalam
melangsungkan pernikahan, karena adat salapa eppa’ wala suji ini sangat
bagus dan tidak bertentangan dengan syariat agama Islam.
Ketersediaan
| SFUD20210022 | 22/2021 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
22/2021
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2021
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FUD
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
