Analisis Tingkat Kolektibilitas Dan Loyalitas Nasabah Pada Pinjaman Produktif (Studi Kasus Pada KSPPS Bakti Huriah Cabang Bone)
Novi Hermianti/01.18.5070 - Personal Name
Penelitian ini dilatar belakangi karena dimana pada KSPPS Bakti Huriah Syariah
Cabang Bone melaksanakan seluruh kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh
karyawan yang dilaksanakan sesuai dengan Standar Pelayanan Oprasional (SOP)
untuk memberikan kepuasan kepada nasabah.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan
pendekatan kualitatif yang didukung dengan metode observasi , wawancara, dan
dokumentasi dalam pengumpulan data yang diperlukan. Hasil wawancara dengan
narasumber akan dijadikan jawaban dari rumusan masalah yang ada. Hasil penelitian
menunjukan bahwa untuk tingkat kolektibilitas dan loyalitas nasabah pada pinjaman
produktif ketika memberikan pelayanan kepada nasabah agar nasabah merasa puas
dan nyaman. Dalam penerapan pelayanan terkait kolektibilitas dan loyalitas pada
KSPPS Bakti Huriah Syariah telah sesuai dengan teori, baik itu untuk penerapan
tingkat kolektibiltas maupun loyalitas pada pinjaman produktif. Dengan begitu dapat
tercipta kolektibilitas tergolong lancar dan loyal terhadap pinjaman produktif.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya yang dilakukan oleh
peneliti di KSPPS Bakti Huriah Syariah Cabang Bone, maka dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1. Tingkat kolektibilitas di KSPPS Bakti Huriah Syariah Cabang Bone telah
dianalisis tingkat kolektibilitas dengan teliti dan cermat dengan
menentukan kategori pembiayaan mulai dari lancar, dalam perhatian
khusus, kurang lancar, diragukan dan macet dengan tujuan untuk
mengetahui tingkat kolektibilitas anggota sehingga dapat mengantisipasi
adanya kolektibilitas tergolong macet sehingga dapat mengendalikan serta
memanimalisir pembiayaan yang bermasalah yang dilakukan melalui
pembinaan atau memantau usaha nasabah secara langsung, memberikan
teguran atau penagihan secara langsung dan eksekusi jaminan jika perlu.
Kebijakan tersebut diterapkan cukup baik dan efektif karena dengan
arahan serta solusi yang diberikan nasabah dapat menyadari bahwa
kebawajiban harus tetap dipenuhi sehingga dapat menekan potensi
kerugian yang dihadapi koperasi.
2. Tingkat loyalitas di KSPPS Bakti Huriah Syariah Cabang Bone telah
dilaksanakan secara efektif dan terstruktur dalam meminimalisir terjadinya
ke tidakloyalan nasabah. Dengan menetukan tingkat loyalitas nasabah
mulai dari tidak loyal, kepuasaan, loyal, dan ketertarikan produk. Dilihat
dari bentuk penanganan yang dilakukan oleh KSPPS Bakti Huriah Cabang
Bone mulai dari adanya kebijakan perubahan untuk memenuhi kebutuhan
mereka, menciptakan produk aplikasi dengan begitu mempermudah dalam
melakukan transaksi melalui via online sehingga masyarakat tertarik
menjadi anggota dan bertahan menjadi nasabah yang loyal yang tidak
mudah berpindah ke produk lain dan merekomendasikan ke orang lain.
3. Pinjaman produktif KSPPS Bakti Huriah Syariah Cabang Bone telah
menjadi pelipur lara bagi pengusaha yang membutuhkan modal mulai
modal rendah maupun tinggi karena di KSPPS Bakti Huriah mempasilitasi
dengan berbagai macam produk mulai dari Pembiayaan Negeri Sipil
(PINISI), Pembiayaan Produktif Masyarakat (PRIMA), Pembiayaan
Harian Tapi Singkat (PINTAS).
B. Saran
Berdasarkan permasalahan yang penulis bahas dalam skripsi ini, maka
penulis hendak menyampaikan saran sebagai berikut:
1. Bagi seluruh nasabah yang mengambil pembiayaan pada KSPPS Bakti
Huriah Syariah Cabang Bone agar selalu memperhatikan jatuh tempo
pembayaran pinjaman agar dapat terhindar dari penunggakan pembayaran
apalagi sampai tergolong macet akan merugikan pihak koperasi karena
kewajiban itu perlu di bayar dengan tepat waktu.
2. Bagi pihak koperasi agar kiranya lebih selektif dan telaten dan
menganalisis calon nasabah yang akan diberikan pembiayaan yang
bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti
pembiayaan bermasalah atau pembiayaan macet.
Cabang Bone melaksanakan seluruh kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh
karyawan yang dilaksanakan sesuai dengan Standar Pelayanan Oprasional (SOP)
untuk memberikan kepuasan kepada nasabah.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan
pendekatan kualitatif yang didukung dengan metode observasi , wawancara, dan
dokumentasi dalam pengumpulan data yang diperlukan. Hasil wawancara dengan
narasumber akan dijadikan jawaban dari rumusan masalah yang ada. Hasil penelitian
menunjukan bahwa untuk tingkat kolektibilitas dan loyalitas nasabah pada pinjaman
produktif ketika memberikan pelayanan kepada nasabah agar nasabah merasa puas
dan nyaman. Dalam penerapan pelayanan terkait kolektibilitas dan loyalitas pada
KSPPS Bakti Huriah Syariah telah sesuai dengan teori, baik itu untuk penerapan
tingkat kolektibiltas maupun loyalitas pada pinjaman produktif. Dengan begitu dapat
tercipta kolektibilitas tergolong lancar dan loyal terhadap pinjaman produktif.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya yang dilakukan oleh
peneliti di KSPPS Bakti Huriah Syariah Cabang Bone, maka dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1. Tingkat kolektibilitas di KSPPS Bakti Huriah Syariah Cabang Bone telah
dianalisis tingkat kolektibilitas dengan teliti dan cermat dengan
menentukan kategori pembiayaan mulai dari lancar, dalam perhatian
khusus, kurang lancar, diragukan dan macet dengan tujuan untuk
mengetahui tingkat kolektibilitas anggota sehingga dapat mengantisipasi
adanya kolektibilitas tergolong macet sehingga dapat mengendalikan serta
memanimalisir pembiayaan yang bermasalah yang dilakukan melalui
pembinaan atau memantau usaha nasabah secara langsung, memberikan
teguran atau penagihan secara langsung dan eksekusi jaminan jika perlu.
Kebijakan tersebut diterapkan cukup baik dan efektif karena dengan
arahan serta solusi yang diberikan nasabah dapat menyadari bahwa
kebawajiban harus tetap dipenuhi sehingga dapat menekan potensi
kerugian yang dihadapi koperasi.
2. Tingkat loyalitas di KSPPS Bakti Huriah Syariah Cabang Bone telah
dilaksanakan secara efektif dan terstruktur dalam meminimalisir terjadinya
ke tidakloyalan nasabah. Dengan menetukan tingkat loyalitas nasabah
mulai dari tidak loyal, kepuasaan, loyal, dan ketertarikan produk. Dilihat
dari bentuk penanganan yang dilakukan oleh KSPPS Bakti Huriah Cabang
Bone mulai dari adanya kebijakan perubahan untuk memenuhi kebutuhan
mereka, menciptakan produk aplikasi dengan begitu mempermudah dalam
melakukan transaksi melalui via online sehingga masyarakat tertarik
menjadi anggota dan bertahan menjadi nasabah yang loyal yang tidak
mudah berpindah ke produk lain dan merekomendasikan ke orang lain.
3. Pinjaman produktif KSPPS Bakti Huriah Syariah Cabang Bone telah
menjadi pelipur lara bagi pengusaha yang membutuhkan modal mulai
modal rendah maupun tinggi karena di KSPPS Bakti Huriah mempasilitasi
dengan berbagai macam produk mulai dari Pembiayaan Negeri Sipil
(PINISI), Pembiayaan Produktif Masyarakat (PRIMA), Pembiayaan
Harian Tapi Singkat (PINTAS).
B. Saran
Berdasarkan permasalahan yang penulis bahas dalam skripsi ini, maka
penulis hendak menyampaikan saran sebagai berikut:
1. Bagi seluruh nasabah yang mengambil pembiayaan pada KSPPS Bakti
Huriah Syariah Cabang Bone agar selalu memperhatikan jatuh tempo
pembayaran pinjaman agar dapat terhindar dari penunggakan pembayaran
apalagi sampai tergolong macet akan merugikan pihak koperasi karena
kewajiban itu perlu di bayar dengan tepat waktu.
2. Bagi pihak koperasi agar kiranya lebih selektif dan telaten dan
menganalisis calon nasabah yang akan diberikan pembiayaan yang
bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti
pembiayaan bermasalah atau pembiayaan macet.
Ketersediaan
| SFEBI20220134 | 134/2022 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
134/2022
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FEBI
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
