Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Materi Pecahan Di Kelas 5 SD Negeri 64 Lappa

No image available for this title
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya siswa kelas 5 SD Negeri 64
Lappae yang melakukan kesalahan dalam menjawab soal materi pecahan
campuran yang diberikan. Sehingga siswa banyak yang tidak mencapai nilai
KKM. Hal ini menjadi perhatian bagi peneliti karena pecahan sudah dipelajari
ditingkat kelas sebelumnya tetapi kenyataanya siswa masih banyak yang kurang
mengerti mengenai pecahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan
profil kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal materi pecahan pada mata
pelajaran matematika.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Menggunakan
pendekatan deskriptif kuantitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah teknik tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif.
Hasil penelitian ini menujukkan bahwa 57,75% siswa melakukan kesalahan
konsep, 18,31% siswa melakukan kesalahan algoritma, dan 23,94% siswa
melakukan kesalahan operasi. Kesalahan siswa terjadi pada 5 indikator materi
pecahan campuran diantaranya perkalian pecahan campuran (21,86%), pembagian
pecahan campuran (17,6%), perkalian pecahan campuran dan pecahan biasa
(8,45%), pembagian pecahan campuran dan pecahan biasa (11,26%), serta
perkalian dan pembagian pecahan campuran & pecahan biasa (40,84%). Dari tiga
jenis kesalahan yang dianalisis dapat disimpulkan bahwa siswa melakukan
kesalahan tertinggi pada kesalahan konsep. Terutama pada indikator perkalian
dan pembagian pecahan campuran & pecahan biasa.
A. Simpulan
Berdasarkan paparan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan
bahwa siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan materi pecahan
diantaranya kesalahan konsep (57,74%), kesalahan algoritma (18,30%), dan
kesalahan operasi (23,94%). Kesalahan siswa terjadi pada 5 indikator materi
pecahan campuran diantaranya perkalian pecahan campuran (21,86%), pembagian
pecahan campuran (17,6%), perkalian pecahan campuran dan pecahan biasa
(8,45%), pembagian pecahan campuran dan pecahan biasa (11,26%), serta
perkalian dan pembagian pecahan campuran & pecahan biasa (40,84%). Dari
ketiga jenis kesalahan, siswa melakukan kesalahan paling tinggi pada kesalahan
konsep. Terutama pada indikator perkalian dan pembagian pecahan campuran &
pecahan biasa.
B. Implikasi
Penelitian ini memberikan informasi kesalahan siswa pada materi pecahan
campuran. Hasil penelitian ini dapat dijadikan landasan serta referensi bagi tenaga
pendidik dan peneliti berikutnya untuk mengembangkan pembelajaran
matematika khusunya materi pecahan, menggali proses berpikir atau jenis
kesalahan lain yang dialami siswa. Hal ini sebagai langkah antisipasi untuk
tingkat berikutnya, sekaligus revisi pada pembelajaran pecahan di tingkat dasar.
Ketersediaan
STAR20220203203/2022Perpustakaan PusatTersedia
Informasi Detil
Judul Seri

-

No. Panggil

203/2022

Penerbit

IAIN BONE : Watampone.,

Deskripsi Fisik

-

Bahasa

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Klasifikasi

Skripsi Tarbiyah

Informasi Detil
Tipe Isi

-

Tipe Media

-

Tipe Pembawa

-

Edisi

-

Info Detil Spesifik

-

Pernyataan Tanggungjawab
Tidak tersedia versi lain

Advanced Search

Gak perlu repot seting ini itu GRATIS SetUp ,Mengonlinekan SLiMS Di Internet Karena pesan web di Desawarna.com Siap : 085740069967

Pilih Bahasa

Gratis Mengonlinekan SLiMS

Gak perlu repot seting ini itu buat mengonlinekan SLiMS.
GRATIS SetUp ,Mengonlinekan SLiMS Di Internet
Karena pesan web di Desawarna.com
Kontak WhatsApp :

Siap : 085740069967

Template Perpustakaan Desawarna

Kami berharap Template SLiMS ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai template SLiMS bagi semua SLiMerS, serta mampu memberikan dukungan dalam pencapaian tujuan pengembangan perpustakaan dan kearsipan.. Aamiin

Top