Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Materi Pecahan Di Kelas 5 SD Negeri 64 Lappa
Ajustina/. 02.18.5076 - Personal Name
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya siswa kelas 5 SD Negeri 64
Lappae yang melakukan kesalahan dalam menjawab soal materi pecahan
campuran yang diberikan. Sehingga siswa banyak yang tidak mencapai nilai
KKM. Hal ini menjadi perhatian bagi peneliti karena pecahan sudah dipelajari
ditingkat kelas sebelumnya tetapi kenyataanya siswa masih banyak yang kurang
mengerti mengenai pecahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan
profil kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal materi pecahan pada mata
pelajaran matematika.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Menggunakan
pendekatan deskriptif kuantitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah teknik tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif.
Hasil penelitian ini menujukkan bahwa 57,75% siswa melakukan kesalahan
konsep, 18,31% siswa melakukan kesalahan algoritma, dan 23,94% siswa
melakukan kesalahan operasi. Kesalahan siswa terjadi pada 5 indikator materi
pecahan campuran diantaranya perkalian pecahan campuran (21,86%), pembagian
pecahan campuran (17,6%), perkalian pecahan campuran dan pecahan biasa
(8,45%), pembagian pecahan campuran dan pecahan biasa (11,26%), serta
perkalian dan pembagian pecahan campuran & pecahan biasa (40,84%). Dari tiga
jenis kesalahan yang dianalisis dapat disimpulkan bahwa siswa melakukan
kesalahan tertinggi pada kesalahan konsep. Terutama pada indikator perkalian
dan pembagian pecahan campuran & pecahan biasa.
A. Simpulan
Berdasarkan paparan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan
bahwa siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan materi pecahan
diantaranya kesalahan konsep (57,74%), kesalahan algoritma (18,30%), dan
kesalahan operasi (23,94%). Kesalahan siswa terjadi pada 5 indikator materi
pecahan campuran diantaranya perkalian pecahan campuran (21,86%), pembagian
pecahan campuran (17,6%), perkalian pecahan campuran dan pecahan biasa
(8,45%), pembagian pecahan campuran dan pecahan biasa (11,26%), serta
perkalian dan pembagian pecahan campuran & pecahan biasa (40,84%). Dari
ketiga jenis kesalahan, siswa melakukan kesalahan paling tinggi pada kesalahan
konsep. Terutama pada indikator perkalian dan pembagian pecahan campuran &
pecahan biasa.
B. Implikasi
Penelitian ini memberikan informasi kesalahan siswa pada materi pecahan
campuran. Hasil penelitian ini dapat dijadikan landasan serta referensi bagi tenaga
pendidik dan peneliti berikutnya untuk mengembangkan pembelajaran
matematika khusunya materi pecahan, menggali proses berpikir atau jenis
kesalahan lain yang dialami siswa. Hal ini sebagai langkah antisipasi untuk
tingkat berikutnya, sekaligus revisi pada pembelajaran pecahan di tingkat dasar.
Lappae yang melakukan kesalahan dalam menjawab soal materi pecahan
campuran yang diberikan. Sehingga siswa banyak yang tidak mencapai nilai
KKM. Hal ini menjadi perhatian bagi peneliti karena pecahan sudah dipelajari
ditingkat kelas sebelumnya tetapi kenyataanya siswa masih banyak yang kurang
mengerti mengenai pecahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan
profil kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal materi pecahan pada mata
pelajaran matematika.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Menggunakan
pendekatan deskriptif kuantitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah teknik tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif.
Hasil penelitian ini menujukkan bahwa 57,75% siswa melakukan kesalahan
konsep, 18,31% siswa melakukan kesalahan algoritma, dan 23,94% siswa
melakukan kesalahan operasi. Kesalahan siswa terjadi pada 5 indikator materi
pecahan campuran diantaranya perkalian pecahan campuran (21,86%), pembagian
pecahan campuran (17,6%), perkalian pecahan campuran dan pecahan biasa
(8,45%), pembagian pecahan campuran dan pecahan biasa (11,26%), serta
perkalian dan pembagian pecahan campuran & pecahan biasa (40,84%). Dari tiga
jenis kesalahan yang dianalisis dapat disimpulkan bahwa siswa melakukan
kesalahan tertinggi pada kesalahan konsep. Terutama pada indikator perkalian
dan pembagian pecahan campuran & pecahan biasa.
A. Simpulan
Berdasarkan paparan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan
bahwa siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan materi pecahan
diantaranya kesalahan konsep (57,74%), kesalahan algoritma (18,30%), dan
kesalahan operasi (23,94%). Kesalahan siswa terjadi pada 5 indikator materi
pecahan campuran diantaranya perkalian pecahan campuran (21,86%), pembagian
pecahan campuran (17,6%), perkalian pecahan campuran dan pecahan biasa
(8,45%), pembagian pecahan campuran dan pecahan biasa (11,26%), serta
perkalian dan pembagian pecahan campuran & pecahan biasa (40,84%). Dari
ketiga jenis kesalahan, siswa melakukan kesalahan paling tinggi pada kesalahan
konsep. Terutama pada indikator perkalian dan pembagian pecahan campuran &
pecahan biasa.
B. Implikasi
Penelitian ini memberikan informasi kesalahan siswa pada materi pecahan
campuran. Hasil penelitian ini dapat dijadikan landasan serta referensi bagi tenaga
pendidik dan peneliti berikutnya untuk mengembangkan pembelajaran
matematika khusunya materi pecahan, menggali proses berpikir atau jenis
kesalahan lain yang dialami siswa. Hal ini sebagai langkah antisipasi untuk
tingkat berikutnya, sekaligus revisi pada pembelajaran pecahan di tingkat dasar.
Ketersediaan
| STAR20220203 | 203/2022 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
203/2022
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Tarbiyah
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
