Peranan Guru Akidah Akhlak Dalam Pembinaan Sifat Pemaaf Pada Siswa Di MTs Annuarin Lonrae
Pahima/02.13.1050 - Personal Name
Penelitian ini membahas tentang Peranan Guru Akidah Akhlak dalam
pembinaan Sifat pemaaf Pada Siswa Di MTs Annurain Lonrae. Tujuan pokok
penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan guru akidah akhlak dalam
pembinaan sifat pemaaf pada Siswa Di MTs Annurain Lonrae. kendala guru
akidah akhlak dalam mengatasi pembinaan sifat pemaaf pada siswa di MTs
Annurain Lonrae.
Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan lapangan (field
research) yang bersifat lite empirikal yakni informasi yang diperoleh dari
pengelolaan data yang dikumpulkan melalui
wawancara langsung
dan
dokumentasi. Data primer dalam penelitian ini adalah kepala sekolah guru Akidah
dalam pembinaan sifat pemaaf pada Siswa di MTs di Annuarin Lonrae,
sementara data sekunder dalam penelitian ini berasal dari hasil dokumentasi dan
tinjauan pustaka.
Berdasarkan hasil penelitian Masa depan siswa secara umum banyak
bergantung pada guru. Guru yang pandai, bijaksana mempunyai kemampuan dan
keikhlasan terhadap pekerjaannya mampu mendidik siswa kearah yang positif.
Guru menyadari bahwa siswa yang datang kesekolah untuk belajar itu belum tentu
atas kemauannya sendiri, tetapi mungkin memenuhi keinginan orang tuanya.
Semasa siswa itu tidak dapat melaksanakan kebutuhan akan pelajaran yang
diberikan kepadanya, siswa hanya menjalankan tugas yang diajarakan guru
Proses belajar mengajar di dalam kelas, bukan hanya transfer ilmu pengetahuan
akan tetapi dapat dilakukan pembiasaan-pembiasaan positif yang dapat membuat
anak meniru pembiasaan tersebut. Seperti bertutur kata yang baik, tidak memaki
teman, menanamkan sifat pemaaf, berlaku sopan terhadap guru, dan orang tua di
luar sekolah.
Untuk mewujudkan hal itu diperlukan upaya pembinaan jangka panjang
dan harus dimulai sejak dini, antara lain mulai dari keluarga, kemudian dari
lingkungan, sekolah, dan masyarakat. Di lingkungan sekolah, Guru memegang
peranan penting dalam proses pembentukan dan perkembangan akhlak peserta
didik. Sebagai pendidik Guru tidak hanya bertugas untuk menyampaikan mata
pelajaran tertentu saja, tetapi juga dituntut untuk dapat membimbing,
mengarahkan, dan memberikan teladan yang terpuji sehingga dapat membantu
menumbuhkan perilaku yang baik serta akhlak mulia pada peserta didik dalam
kehidupan sehari-hari.
A. Simpulan
Dari uraian yang telah dipaparkan sebelumnya, maka yang menjadi simpulan
dalam pembahasan skripsi ini adalah sebagai berikut:
1. Peranan guru akidah akhlak dalam pembinaan sifat pemaaf pada siswa di MTs
annurain lonrae, Guru menyadari bahwa siswa yang datang ke sekolah untuk
belajar itu belum tentu atas kemauannya sendiri, tetapi mungkin memenuhi
keinginan orang tuanya. Semasa siswa itu tidak dapat melaksanakan
kebutuhan akan pelajaran yang diberikan kepadanya, siswa hanya
menjalankan tugas yang diajarakan guru. Dari pemahaman di atas tampak
bahwa guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya
membentuk, mengarahkan, dan membina siswa sehingga siswa mampu
menjadi seorang siswa berakhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari
termasuk menanamkan sifat pemaaf terhadap siswa., guru adalah orang yang
memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru dalam pandangan
masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat tertentu
tidak mesti di lembaga pendidikan
2. Kendala-kendala tersebut untuk cara mengatasinya, Dilakukan bimbingan,
nasehat dan contoh kepada siswa terus menerus. Sebelum memberikan
pembinaan sifat pemaaf kepada siswa terlebih dahulu kitalah yang harus
menanamkan sifat pemaaf kepada diri kita sendiri, Adapun akhlakul karimah
siswa terhadap manusia, antara lain berkaitan dengan kepatuhan dalam
melaksanakan semua perintah orang tua dan guru, menaati peraturan
56
pemerintah, menghargai dan menghormati kerabat, teman dan manusia pada
umumnya, adat istiadat dan kebiasaan positif yang berlaku di masyarakat.
3. Kendala-kendala tersebut, bukan Cuma guru akidah akhlak yang berperan
disini semua guru harusnya ikut peran dalam membentuk karakter siswa
namun disini guru akidah akhlak yang sangat banyak peranannya, karena
lebih dan salah satunya yaitu menciptakan sifat pemaaf di antara para mereka
siswa yang dihadapi karena adanya sifat pendendam dan emosi yang tidak
biasa dikendalikan oleh peserta didik sehingga tak mampu memberi kata maaf
B. Implikasi
Beranjak dari ungkapan yang telah dikemukakan di atas, maka penulis dapat
memberikan saran-saran sebagai berikut:
1. Madrasah dalam bentuk tersebut tercatat bahwa keberadaannya telah berperan
serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Setelah kemerdekaan Republik
Indonesia, pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mengadakan
penyempurnaan dan peningkatan mutu pendidikan madrasah sejalan dengan
laju perkembangan dan aspirasi masyarakat. Penyempurnaan dan peningkatan
mutu pendidikan madrasah itu meliputi: penataan kelembagaan peningkatan
sarana dan prasarana, kurikulum, dan tenaga guru.
2. Lembaga-lembaga pendidikan sekolah dan masyarakat untuk mendidik anak-
anak mereka dengan optimal. Meskipun demikian, kewajiban terbesar untuk
mendidik anak-anaknya berada di pundak orang tua, cara mengatasi hal
tersebut bahwa bukan saja dari guru akidah akhlak yang selalu melakukan
pembinaan namun, seluruh elemen yang ada dalam lingkup sekolah, dan kerja
sama dengan keluarga dan dilingkungan sosial dengan adanya pembinaan sifat
pemaaf kepada siswa.
pembinaan Sifat pemaaf Pada Siswa Di MTs Annurain Lonrae. Tujuan pokok
penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan guru akidah akhlak dalam
pembinaan sifat pemaaf pada Siswa Di MTs Annurain Lonrae. kendala guru
akidah akhlak dalam mengatasi pembinaan sifat pemaaf pada siswa di MTs
Annurain Lonrae.
Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan lapangan (field
research) yang bersifat lite empirikal yakni informasi yang diperoleh dari
pengelolaan data yang dikumpulkan melalui
wawancara langsung
dan
dokumentasi. Data primer dalam penelitian ini adalah kepala sekolah guru Akidah
dalam pembinaan sifat pemaaf pada Siswa di MTs di Annuarin Lonrae,
sementara data sekunder dalam penelitian ini berasal dari hasil dokumentasi dan
tinjauan pustaka.
Berdasarkan hasil penelitian Masa depan siswa secara umum banyak
bergantung pada guru. Guru yang pandai, bijaksana mempunyai kemampuan dan
keikhlasan terhadap pekerjaannya mampu mendidik siswa kearah yang positif.
Guru menyadari bahwa siswa yang datang kesekolah untuk belajar itu belum tentu
atas kemauannya sendiri, tetapi mungkin memenuhi keinginan orang tuanya.
Semasa siswa itu tidak dapat melaksanakan kebutuhan akan pelajaran yang
diberikan kepadanya, siswa hanya menjalankan tugas yang diajarakan guru
Proses belajar mengajar di dalam kelas, bukan hanya transfer ilmu pengetahuan
akan tetapi dapat dilakukan pembiasaan-pembiasaan positif yang dapat membuat
anak meniru pembiasaan tersebut. Seperti bertutur kata yang baik, tidak memaki
teman, menanamkan sifat pemaaf, berlaku sopan terhadap guru, dan orang tua di
luar sekolah.
Untuk mewujudkan hal itu diperlukan upaya pembinaan jangka panjang
dan harus dimulai sejak dini, antara lain mulai dari keluarga, kemudian dari
lingkungan, sekolah, dan masyarakat. Di lingkungan sekolah, Guru memegang
peranan penting dalam proses pembentukan dan perkembangan akhlak peserta
didik. Sebagai pendidik Guru tidak hanya bertugas untuk menyampaikan mata
pelajaran tertentu saja, tetapi juga dituntut untuk dapat membimbing,
mengarahkan, dan memberikan teladan yang terpuji sehingga dapat membantu
menumbuhkan perilaku yang baik serta akhlak mulia pada peserta didik dalam
kehidupan sehari-hari.
A. Simpulan
Dari uraian yang telah dipaparkan sebelumnya, maka yang menjadi simpulan
dalam pembahasan skripsi ini adalah sebagai berikut:
1. Peranan guru akidah akhlak dalam pembinaan sifat pemaaf pada siswa di MTs
annurain lonrae, Guru menyadari bahwa siswa yang datang ke sekolah untuk
belajar itu belum tentu atas kemauannya sendiri, tetapi mungkin memenuhi
keinginan orang tuanya. Semasa siswa itu tidak dapat melaksanakan
kebutuhan akan pelajaran yang diberikan kepadanya, siswa hanya
menjalankan tugas yang diajarakan guru. Dari pemahaman di atas tampak
bahwa guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya
membentuk, mengarahkan, dan membina siswa sehingga siswa mampu
menjadi seorang siswa berakhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari
termasuk menanamkan sifat pemaaf terhadap siswa., guru adalah orang yang
memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru dalam pandangan
masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat tertentu
tidak mesti di lembaga pendidikan
2. Kendala-kendala tersebut untuk cara mengatasinya, Dilakukan bimbingan,
nasehat dan contoh kepada siswa terus menerus. Sebelum memberikan
pembinaan sifat pemaaf kepada siswa terlebih dahulu kitalah yang harus
menanamkan sifat pemaaf kepada diri kita sendiri, Adapun akhlakul karimah
siswa terhadap manusia, antara lain berkaitan dengan kepatuhan dalam
melaksanakan semua perintah orang tua dan guru, menaati peraturan
56
pemerintah, menghargai dan menghormati kerabat, teman dan manusia pada
umumnya, adat istiadat dan kebiasaan positif yang berlaku di masyarakat.
3. Kendala-kendala tersebut, bukan Cuma guru akidah akhlak yang berperan
disini semua guru harusnya ikut peran dalam membentuk karakter siswa
namun disini guru akidah akhlak yang sangat banyak peranannya, karena
lebih dan salah satunya yaitu menciptakan sifat pemaaf di antara para mereka
siswa yang dihadapi karena adanya sifat pendendam dan emosi yang tidak
biasa dikendalikan oleh peserta didik sehingga tak mampu memberi kata maaf
B. Implikasi
Beranjak dari ungkapan yang telah dikemukakan di atas, maka penulis dapat
memberikan saran-saran sebagai berikut:
1. Madrasah dalam bentuk tersebut tercatat bahwa keberadaannya telah berperan
serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Setelah kemerdekaan Republik
Indonesia, pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mengadakan
penyempurnaan dan peningkatan mutu pendidikan madrasah sejalan dengan
laju perkembangan dan aspirasi masyarakat. Penyempurnaan dan peningkatan
mutu pendidikan madrasah itu meliputi: penataan kelembagaan peningkatan
sarana dan prasarana, kurikulum, dan tenaga guru.
2. Lembaga-lembaga pendidikan sekolah dan masyarakat untuk mendidik anak-
anak mereka dengan optimal. Meskipun demikian, kewajiban terbesar untuk
mendidik anak-anaknya berada di pundak orang tua, cara mengatasi hal
tersebut bahwa bukan saja dari guru akidah akhlak yang selalu melakukan
pembinaan namun, seluruh elemen yang ada dalam lingkup sekolah, dan kerja
sama dengan keluarga dan dilingkungan sosial dengan adanya pembinaan sifat
pemaaf kepada siswa.
Ketersediaan
| STAR20200199 | 199/2020 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
199/2020
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2020
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Tarbiyahh
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
