Analisis Keterampilan Manajerial Guru Bimbingan Konseling Dalam Penyusunan Dan Pelaksanaan Program Bk Di Smp Negeri 6 Watampone
Nur Azahra/021.18.3115 - Personal Name
Skripsi ini membahas tentang Analisis Keterampilan Manajerial Guru
Bimbingan Konseling dalam Penyusunan dan Pelaksanaan Program Bimbingan
Konseling (BK) di SMP Negeri 6 Watampone. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui keterampilan manajerial guru bimbingan konseling dalam menyusun dan
melaksanakan program BK di SMPN 6 Watampone. Jenis penelitian yang digunakan
yaitu metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan
wawancara, angket dan dokumentasi. Objek dari penelitian ini yaitu guru bimbingan
konseling di SMPN 6 Watampone.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama: keterampilan guru BK di
SMPN 6 Watampone dalam melakukan penyusunan dan pelaksanaan pogram BK
sesuai dengan proses dalam manajemen, yaitu terdapat kegiatan perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam membuat program BK, guru BK
di SMPN 6 Watampone melakukan analisis kebutuhan dengan membagikan angket
kebutuhan siswa. Hal tersebut dilakukan agar program BK yang akan dibuat sesuai
dengan kebutuhan siswa yang ada disekolah tersebut. Kegiatan selanjutnya adalah
guru BK melakukan rapat dengan menghadirkan kepala sekolah dan guru-guru
lainnya untuk menindaklanjuti hasil temuan kebutuhan siswa. Adapun pelaksanaan
program BK dikoordinir langsung oleh guru BK dengan melibatkan guru Mapel, guru
walikelas dan Kepala Sekolah sebagai pengawas program. Kegiatan evaluasi program
BK yang dilakukanoleh guru BK di SMPN 6 Watampone dilaksanakan dalam bentuk
rapat secara berkala yaitu setiap sekali dalam tiga bulan bersama pihak sekolah dan
kegiatan evaluasi juga dapat dilaksanakan secara kondisional ketika ada program
urgent yang membutuhkan penanganan cepat. Kedua: faktor pendorong pelaksanaan
program BK di SMPN 6 Watampone, yaitu dukungan dari kepala sekolah dan juga
bantuan dari guru mapel, guru wali kelas dalam penyusunan dan pelaksanaan
program BK. Sedangkan faktor penghambatnya, yaitu kurangnya respon orang tua
siswa ketika guru BK mengundang untuk memenuhi panggilan guru BK datang
kesekolah melakukan komunikasi tentang anaknya.
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya yang
dilakukan oleh peneliti di SMP Negeri 6 Watampone, maka peneliti menyimpulkan
sebagai berikut:
1. Keterampilan manajerial guru BK di SMPN 6 Watampone telah sesuai dengan
proses manajemen dalam menyusun dan melaksanakan program BK, yaitu
terdapat proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi.
Guru BK di SMPN 6 Watampone dalam melakukan perencanaan yang
pertama kali di lakukan yaitu mengetahui kebutuhan siswa dengan
membagikan angket kebutuhan. Setelah mengetahui kebutuhan siswa,
kemudian dilakukan pengorganisasian bersama dengan kepala sekolah dan
guru mapel serta staff lainnya untuk membahas penetapan tujuan program
BK yang baru, pengorganisasian dilakukan dalam bentuk rapat antara guru
BK, kepala sekolah dan staff lainnya. Setelah dilakukan pengorganisasian,
kemudian barulah melakukan pelaksanaan. Pelaksanaan program BK, bukan
hanya guru BK yang melaksanakannya akan tetapi juga di laksanakan oleh
kepala sekolah dan guru mapel, meskipun guru BK merupakan peran penting.
Setelah dilakukan pelaksanaan, tentu harus dilihat hasil dari pelaksanaan
program BK tersebut, di SMPN 6 Watampone dalam mengetahui hasil dari
penerapan program BK tersebut menggunakan data-data atau laporan-laporan
yang didapat setelah melakukan bimbingan konseling dengan siswa, yang
kemudian dilihat dan dianalisi apakah hasil dari bimbingan tersebut sesuai
dengan yang diharapkan.
2. Faktor pendorong menurut ibu Hartini selaku guru BK di SMPN 6
Watampone , yaitu dukungan langsung dari kepala sekolah, bantuan dari guru
mapel, tersedianya sarana dan prasarana, dan kompetensi konselor. Sedangkan
yang menjadi faktor penghambat dalam program BK, yaitu kurangnya kerja
sama orang tua dengan guru BK. Dimana menurut pernyataan guru BK di
SMPN 6 Watampone, terkadang ada orang tua yang tidak memenuhi
panggilan guru ketika mendapatkan surat panggilan dan juga ada orang tua
yang tidak terima anaknya masuk ruang BK di panggil oleh pihak sekolah.
B. Implikasi
Setelah peneliti menguraikan kesimpulan di atas, maka di bawah ini akan di
uraikan implikasi berupa saran dari penelitian yang telah dilakukan, adapun saran
yang peneliti maksud adalah sebagai berikut:
1. Kepala sekolah SMP Negeri 6 Watampone di harapkan dapat menambah guru
BK yang tentunya background nya memang mempelajari bimbingan &
konseling. Hal ini di karenakan di SMP Negeri 6 Watampone hanya memiliki
satu guru BK yang backgroundnya memang mempelajari bimbingan &
konseling sedangkan dua guru lainnya hanya guru bantu, sehingga membuat
kewalahan guru BK tersebut.
Bimbingan Konseling dalam Penyusunan dan Pelaksanaan Program Bimbingan
Konseling (BK) di SMP Negeri 6 Watampone. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui keterampilan manajerial guru bimbingan konseling dalam menyusun dan
melaksanakan program BK di SMPN 6 Watampone. Jenis penelitian yang digunakan
yaitu metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan
wawancara, angket dan dokumentasi. Objek dari penelitian ini yaitu guru bimbingan
konseling di SMPN 6 Watampone.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama: keterampilan guru BK di
SMPN 6 Watampone dalam melakukan penyusunan dan pelaksanaan pogram BK
sesuai dengan proses dalam manajemen, yaitu terdapat kegiatan perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam membuat program BK, guru BK
di SMPN 6 Watampone melakukan analisis kebutuhan dengan membagikan angket
kebutuhan siswa. Hal tersebut dilakukan agar program BK yang akan dibuat sesuai
dengan kebutuhan siswa yang ada disekolah tersebut. Kegiatan selanjutnya adalah
guru BK melakukan rapat dengan menghadirkan kepala sekolah dan guru-guru
lainnya untuk menindaklanjuti hasil temuan kebutuhan siswa. Adapun pelaksanaan
program BK dikoordinir langsung oleh guru BK dengan melibatkan guru Mapel, guru
walikelas dan Kepala Sekolah sebagai pengawas program. Kegiatan evaluasi program
BK yang dilakukanoleh guru BK di SMPN 6 Watampone dilaksanakan dalam bentuk
rapat secara berkala yaitu setiap sekali dalam tiga bulan bersama pihak sekolah dan
kegiatan evaluasi juga dapat dilaksanakan secara kondisional ketika ada program
urgent yang membutuhkan penanganan cepat. Kedua: faktor pendorong pelaksanaan
program BK di SMPN 6 Watampone, yaitu dukungan dari kepala sekolah dan juga
bantuan dari guru mapel, guru wali kelas dalam penyusunan dan pelaksanaan
program BK. Sedangkan faktor penghambatnya, yaitu kurangnya respon orang tua
siswa ketika guru BK mengundang untuk memenuhi panggilan guru BK datang
kesekolah melakukan komunikasi tentang anaknya.
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya yang
dilakukan oleh peneliti di SMP Negeri 6 Watampone, maka peneliti menyimpulkan
sebagai berikut:
1. Keterampilan manajerial guru BK di SMPN 6 Watampone telah sesuai dengan
proses manajemen dalam menyusun dan melaksanakan program BK, yaitu
terdapat proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi.
Guru BK di SMPN 6 Watampone dalam melakukan perencanaan yang
pertama kali di lakukan yaitu mengetahui kebutuhan siswa dengan
membagikan angket kebutuhan. Setelah mengetahui kebutuhan siswa,
kemudian dilakukan pengorganisasian bersama dengan kepala sekolah dan
guru mapel serta staff lainnya untuk membahas penetapan tujuan program
BK yang baru, pengorganisasian dilakukan dalam bentuk rapat antara guru
BK, kepala sekolah dan staff lainnya. Setelah dilakukan pengorganisasian,
kemudian barulah melakukan pelaksanaan. Pelaksanaan program BK, bukan
hanya guru BK yang melaksanakannya akan tetapi juga di laksanakan oleh
kepala sekolah dan guru mapel, meskipun guru BK merupakan peran penting.
Setelah dilakukan pelaksanaan, tentu harus dilihat hasil dari pelaksanaan
program BK tersebut, di SMPN 6 Watampone dalam mengetahui hasil dari
penerapan program BK tersebut menggunakan data-data atau laporan-laporan
yang didapat setelah melakukan bimbingan konseling dengan siswa, yang
kemudian dilihat dan dianalisi apakah hasil dari bimbingan tersebut sesuai
dengan yang diharapkan.
2. Faktor pendorong menurut ibu Hartini selaku guru BK di SMPN 6
Watampone , yaitu dukungan langsung dari kepala sekolah, bantuan dari guru
mapel, tersedianya sarana dan prasarana, dan kompetensi konselor. Sedangkan
yang menjadi faktor penghambat dalam program BK, yaitu kurangnya kerja
sama orang tua dengan guru BK. Dimana menurut pernyataan guru BK di
SMPN 6 Watampone, terkadang ada orang tua yang tidak memenuhi
panggilan guru ketika mendapatkan surat panggilan dan juga ada orang tua
yang tidak terima anaknya masuk ruang BK di panggil oleh pihak sekolah.
B. Implikasi
Setelah peneliti menguraikan kesimpulan di atas, maka di bawah ini akan di
uraikan implikasi berupa saran dari penelitian yang telah dilakukan, adapun saran
yang peneliti maksud adalah sebagai berikut:
1. Kepala sekolah SMP Negeri 6 Watampone di harapkan dapat menambah guru
BK yang tentunya background nya memang mempelajari bimbingan &
konseling. Hal ini di karenakan di SMP Negeri 6 Watampone hanya memiliki
satu guru BK yang backgroundnya memang mempelajari bimbingan &
konseling sedangkan dua guru lainnya hanya guru bantu, sehingga membuat
kewalahan guru BK tersebut.
Ketersediaan
| STAR20220079 | 79/2022 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
79/2022
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripisi Tarbiyah
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
