Penerapan Metode Information Search Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di MAN 2 Bone
Nilma Rezky oktavia/02.18.1075 - Personal Name
Skripsi ini membahas mengenai Penerapan Metode Information Search Dalam
Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di MAN 2 Bone.
Pokok permasalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana penerapan metode
information search dapat meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran akidah
akhlak di MAN 2 Bone?
Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen
menggunakan desain random sampling. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa
yang mengikuti penerapan model pembelajaran information search dan menjadi
sampel yaitu 50 siswa. Instrumen penelitian menggunakan observasi, tes dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik
deskriptif.
Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif, penerapan
metode pembelajaran information search di MAN 2 Bone. mempunyai nilai rata-rata
kekatifan siswa 80% berada pada kategori sangat baik dan keaktifan siswa pada kelas
eksperimen berdasarkan indikator keaktifan 83% kategori sangat aktif sedangkan
kelas kontrol berdarkan indikator kekaktifan 64% ketogori cukup aktif. Sedangkan
hasil analisis hipotesis dapat diketahui nilai sig (2-tailed) 0,02 < 0,05 maka sesuai
dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sampel t-test, maka dapat
disimpulkan H 1 diterima dan H 0 ditolak.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, ada beberapa implikasi yang berkaitan dengan
kegiatan penerapan model pembelajaran information seacrh yaitu adanya pengaruh
penerapan model pembelajaran information search dalam meningkatkan keaktifan
siswa pada mata pelajaran akidah akhlak di MAN 2 Bone. Bagi guru yang ingin
menerapkan model pembelajaran information search diharapkan untuk lebih
mempersiapkan perangkat pembelajaran, alat dan media dengan baik. Penerapan
model pembelajaran information search dapat meningkatkan kekatifan siswa pada
pelajaran akidah akhlak
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah diuraikan pada bab
sebelumnya, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Penerapan metode information search pada mata pelajaran akidah akhlak
dapat diketahui melalui proses pelaksanaanya. Pada penerapan metode
information search peneliti menjelaskan mengenai gambaran umum tentang
perilaku tercela, kemudian guru membagi siswa menjadi 5 kelompok dimana
setiap kelompok terdiri atas 5 orang, guru memberikan pertanyaan mengenai
materi ayo menjauhi perilaku tercela (licik, tamak, zalim, dan diskriminasi),
kemudian siswa mencari informasi mengenai pertanyaan yang diberikan oleh
guru bersama teman kelompok masing-masing. guru menciptakan kompetisi
antar kelompok dengan cara meminta masing-masing kelompok untuk
mempresentasikan jawaban di depan kelas, dan kelompok lain mendengarkan,
bertanya dan menyanggah sehingga terjadi diskusi yang aktif. Berdasarkan
hasil observasi aktivitas guru dapat dilihat dari tabel diatas bahwa aktivitas
guru pada proses pemnelajaran “Aktif”, hal ini dapat dilihat dari rata-rata
yakni 75%.
2. Berdasarkan hasil analisis deskriptif penerapan metode information search
dalam meningkatkan kekatifan siswa pada mata pelajaran akidah akhlak
dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan keaktifan
belajar siswa. Kelas eksperimen lebih dominan aktif dibandingkan dengan
kelas kontrol, dapat dilihat dari hasil skor keaktifan belajar siswa yang
diperoleh oleh kedua kelas tersebut yaitu kelas kontrol dalam kategori cukup
aktif dengan skor 64% berada pada rentang 56%- 65% dengan kategori
“cukup aktif”. Artinya belum mencapai nilai minimum 75%, maka dapat
disimpulkan bahwa perlu adanya tindakan perbaikan terhadap keaktifan
belajar siswa. Sedangkan kelas eksperimen kekatifan belajar siswa masuk
kedalam kategori sangat aktif” karena skor 83% berada pada rentang 80%-
100% dengan kategori “sangat aktif aktif”. Artinya telah mencapai nilai
minimum 75%, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode
information search mampu meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil
uji hipotesis pada tabel 3.8 tersebut dapat diketahui nilai sig (2-tailed) 0,02 <
0,05 maka sesuai dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sampel
t-test, maka dapat disimpulkan H 1 diterima dan H 0 ditolak. Oleh karena itu,
terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan metode information search
terhadap keatifan belajar siswa pada mata pe lajaran akidah akhlak di MAN 2
Bone.
B. Implikasi
Setelah peneliti menguraikan simpulan, selanjutnya peneliti akan menguraikan
implikasi penelitian yang berisi saran-saran. Adapun saran-saran yang peneliti
maksud adalah sebagai berikut:
1. Diharapkan kepada para guru khususnya guru akidah akhlak dapat
menggunakan metode information search sebagai alternative dalam proses
pembelajaran akidah akhlak untuk meningkatkan keaktifan siswa.
2. Bagi siswa, dituntut lebih giat dan semangat dalam belajar agar lebih aktif
dalam proses pembelajaran.
3. Bagi sekolah, diharapkan untuk melengkapi kebutuhan dalam proses belajar
mengajar, agar pembelajaran dapat dilakukan dengan baik dan maksimal.
4. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk
melakukan penelitian selanjutnya, khususnya penelitian tentang metode
information search dan keaktifan belajar siswa.
Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di MAN 2 Bone.
Pokok permasalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana penerapan metode
information search dapat meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran akidah
akhlak di MAN 2 Bone?
Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen
menggunakan desain random sampling. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa
yang mengikuti penerapan model pembelajaran information search dan menjadi
sampel yaitu 50 siswa. Instrumen penelitian menggunakan observasi, tes dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik
deskriptif.
Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif, penerapan
metode pembelajaran information search di MAN 2 Bone. mempunyai nilai rata-rata
kekatifan siswa 80% berada pada kategori sangat baik dan keaktifan siswa pada kelas
eksperimen berdasarkan indikator keaktifan 83% kategori sangat aktif sedangkan
kelas kontrol berdarkan indikator kekaktifan 64% ketogori cukup aktif. Sedangkan
hasil analisis hipotesis dapat diketahui nilai sig (2-tailed) 0,02 < 0,05 maka sesuai
dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sampel t-test, maka dapat
disimpulkan H 1 diterima dan H 0 ditolak.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, ada beberapa implikasi yang berkaitan dengan
kegiatan penerapan model pembelajaran information seacrh yaitu adanya pengaruh
penerapan model pembelajaran information search dalam meningkatkan keaktifan
siswa pada mata pelajaran akidah akhlak di MAN 2 Bone. Bagi guru yang ingin
menerapkan model pembelajaran information search diharapkan untuk lebih
mempersiapkan perangkat pembelajaran, alat dan media dengan baik. Penerapan
model pembelajaran information search dapat meningkatkan kekatifan siswa pada
pelajaran akidah akhlak
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah diuraikan pada bab
sebelumnya, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Penerapan metode information search pada mata pelajaran akidah akhlak
dapat diketahui melalui proses pelaksanaanya. Pada penerapan metode
information search peneliti menjelaskan mengenai gambaran umum tentang
perilaku tercela, kemudian guru membagi siswa menjadi 5 kelompok dimana
setiap kelompok terdiri atas 5 orang, guru memberikan pertanyaan mengenai
materi ayo menjauhi perilaku tercela (licik, tamak, zalim, dan diskriminasi),
kemudian siswa mencari informasi mengenai pertanyaan yang diberikan oleh
guru bersama teman kelompok masing-masing. guru menciptakan kompetisi
antar kelompok dengan cara meminta masing-masing kelompok untuk
mempresentasikan jawaban di depan kelas, dan kelompok lain mendengarkan,
bertanya dan menyanggah sehingga terjadi diskusi yang aktif. Berdasarkan
hasil observasi aktivitas guru dapat dilihat dari tabel diatas bahwa aktivitas
guru pada proses pemnelajaran “Aktif”, hal ini dapat dilihat dari rata-rata
yakni 75%.
2. Berdasarkan hasil analisis deskriptif penerapan metode information search
dalam meningkatkan kekatifan siswa pada mata pelajaran akidah akhlak
dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan keaktifan
belajar siswa. Kelas eksperimen lebih dominan aktif dibandingkan dengan
kelas kontrol, dapat dilihat dari hasil skor keaktifan belajar siswa yang
diperoleh oleh kedua kelas tersebut yaitu kelas kontrol dalam kategori cukup
aktif dengan skor 64% berada pada rentang 56%- 65% dengan kategori
“cukup aktif”. Artinya belum mencapai nilai minimum 75%, maka dapat
disimpulkan bahwa perlu adanya tindakan perbaikan terhadap keaktifan
belajar siswa. Sedangkan kelas eksperimen kekatifan belajar siswa masuk
kedalam kategori sangat aktif” karena skor 83% berada pada rentang 80%-
100% dengan kategori “sangat aktif aktif”. Artinya telah mencapai nilai
minimum 75%, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode
information search mampu meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil
uji hipotesis pada tabel 3.8 tersebut dapat diketahui nilai sig (2-tailed) 0,02 <
0,05 maka sesuai dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sampel
t-test, maka dapat disimpulkan H 1 diterima dan H 0 ditolak. Oleh karena itu,
terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan metode information search
terhadap keatifan belajar siswa pada mata pe lajaran akidah akhlak di MAN 2
Bone.
B. Implikasi
Setelah peneliti menguraikan simpulan, selanjutnya peneliti akan menguraikan
implikasi penelitian yang berisi saran-saran. Adapun saran-saran yang peneliti
maksud adalah sebagai berikut:
1. Diharapkan kepada para guru khususnya guru akidah akhlak dapat
menggunakan metode information search sebagai alternative dalam proses
pembelajaran akidah akhlak untuk meningkatkan keaktifan siswa.
2. Bagi siswa, dituntut lebih giat dan semangat dalam belajar agar lebih aktif
dalam proses pembelajaran.
3. Bagi sekolah, diharapkan untuk melengkapi kebutuhan dalam proses belajar
mengajar, agar pembelajaran dapat dilakukan dengan baik dan maksimal.
4. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk
melakukan penelitian selanjutnya, khususnya penelitian tentang metode
information search dan keaktifan belajar siswa.
Ketersediaan
| STAR20220240 | 240/2022 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
240/2022
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Tarbiyah
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
