Urgensi Guru dalam Merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Secara Daring Di Kelas V MI Tamoponreng
Haerul Anwar/02.17.5051 - Personal Name
Skripsi ini membahas Urgensi Guru Dalam Merancang Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran Secara Daring Di Kelas V MI Tamoponreng, pokok permasalahan
dalam penelitian ini adalah Bagaimana Guru dalam Merancang RPP K13 Darurat
yang Disusun Guru Kelas V MI Tamoponreng, Faktor apa yang Menghambat
Guru Kelas V MI Tamoponreng dalam Menyusun RPP K13 Darurat.
Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan
pendekatan psikologis, pendekatan pedagogik dan sosiologis dengan
menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang
diperoleh dianalisis dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwaCara Guru dalam Merancang Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran Secara Daring Di Kelas V MI Tamoponreng, terdiri
atas tiga komponen utama dalam menyusun RPP K13 darurat secara daring yaitu
tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran meliputi kegiatan awal, kegiatan inti
dan kegiatan penutup serta komponen yang ketiga adalah penilaian sedangkan
komponen lainnya seperti metode, media pembelajaran, lampiran-lampiran dan
sumber belajar dijadikan sebagai pelengkap pada saat guru kelas V MI
Tamoponreng merancang RPP Secara daring. Pada penyusunan tujuan
pembelajaran guru kelas V MI Tamoponreng menggunakan rumus dalam
perancangannya. Pada kegiatan awal pembelajaran kegiatan-kegiatan
pembelajaran yang dilakukan adalah penyiapan peserta didik, apresepsi,
menjelaskan tujuan pembelajaran dan cakupan materi, pada kegiatan inti guru
menerapkan kegiatan seperti mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,
menalar dan mengkomunikasikan, pada kegiatan penutup guru menerapkan
kegiatan seperti refleksi, evaluasi dan tindak lanjut pembelajaran. Sedangkan pada
penilaian guru menggunakan instrumen penilaian yaitu tes tertulis (pilihan ganda,
isian atau soal cerita) dan tes lisan.Komponen-komponen RPP K13 tersebut telah
diterapkan oleh guru dalam menyusun RPP satu lembar sehingga mempermudah
guru apabila pembelajaran daring dilaksanakan.
Kedua, Faktor yang Menghambat Guru Kelas V MI Tamoponreng dalam
Menyusun RPP K13 Darurat yaitu kesulitan dalam merumuskan tujuan
pembelajaran karena harus disesuikan dengan tema atau pun subtema
pembelajaran, kedua ialah kesulitan dalam menentukan kata kerja operasional,
ketiga yaitu kesulitan dalam menentukan metode ataupun model pembelajaran,
keempat kesulitan dalam menyiapkan media pembelajaran, dan yang terakhir
adalah kesulitan dalam membuat dan mengembangkan penilaian. Beberapa
kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, kurangnya pelatihan
penyusunan RPP K13 darurat dan ketersediaan waktu yang kurang memadai.
A. Simpulan
Berdasarkan hasil uraian pada bab hasil penelitian dan pembahasan
maka penulis dapat mengemukakan simpulan dan hasil penelitian yang telah
dilakukan, yaitu:
1. Cara Guru dalam Merancang RPP K13 darurat Secara Daring yang Disusun
Guru Kelas V MI Tamoponrengmeliputi tiga komponen utama yaitu (1)
tujuan pembelajaran, (2) kegiatan pembelajaran, (3) penilaian. Pada tujuan
pembelajaran guru kelas V MI Tamoponreng menggunakan rumus untuk
menyusun tujuan pembelajaran yang terdiri atas empat unsur pokok yaitu
audience (peserta didik), behavior (aktivitas siswa atau penggunaan kata
kerja operasional), condition (penerapan media pembelajaran) dan degree
(tolak ukur keberhasilan atau bobot yang harus dicapai peserta didik).
Selanjutnya pada komponen kedua yaitu kegiatan pembelajaran yang terdiri
atas kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada kegiatan awal
guru melakukan penyiapan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran
seperti membaca doa sebelum belajar, melakukan absensi, memberikan
motivasi, melakukan aprespsi, menjelaskan tujuan pembelajaran, dan
menjelaskan cakupan materi ajar yang akan dipelajari. Pada kegiatan inti
RPP secara daring termuat lima kegiatan seperti kegiatan mengamati,
kegiatan menaya, kegiatan mengumpulkan informasi, kegiatan menalar,
dan kegaiatan mengkomunikasikan. Komponen yang ketiga adalah
penilaian, instrumen penilaian yang digunakan guru kelas V MI
Tamoponreng ialah menggunakan instrument berupa tes lisan dan tes
tertulis yang dimana soal-soal dari tes tersebut dicantumkan pada bagian
lampiran dari RPP K13 darurat secara daring. Tes lisan berupa penjelasan
setiap individu terkait soal yang diberikan oleh guru yang dikirim melalui
pesan berupa video peserta didik tersebut sedangkan pada tes tertulisnya
berupa soal-soal seperti pilihan ganda dan isian ataupun soal cerita yang
dikirim melalui pesan dan mencantumkan foto sebagai bukti bahwa peserta
didik tersebut mengerjakan secara mandiri.
2. Faktor yang Menghambat Guru Kelas V MI Tamoponreng dalam Menyusun
RPP K13 Darurat Secara Daring terdiri atas lima yaitu (1)kesulitan dalam
merumuskan tujuan pembelajaran, (2)kesulitan dalam menentukan kata
kerja operasional, (3)kesulitan dalam menentukan metode ataupun model
pembelajaran, (4)kesulitan dalam menyiapkan media pembelajaran, dan
(5)kesulitan dalam membuat dan mengembangkan penilaian. Beberapa
kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, kurangnya
pelatihan penyusunan RPP K13 darurat dan ketersediaan waktu yang
kurang memadai.
B. Implikasi
Implikasi merupakan suatu konsekuensi atau akibat langsung dari
hasil penemuan suatu penelitian ilmiah. Berdasarkan temuan dari penelitian
ini, maka berikut ini disampaikan beberapa saran yang kiranya dapat
bermamfaat bagi sekolah MI Tamoponreng, maupun mahasiswa lain yang
meneliti dan berkaitan dengan urgensi guru dalam merancang rencana
pelaksanaan secara daring di kelas V MI Tamoponreng. Adapun saran-saran
yang diberikan peneliti sebagai berikut:
1. Diharapkan kepada kepala sekolah dan semua guru di Madrasah Ibtidaiyah
Tamoponreng mampu berpartisipasi dan bekerja sama dalam menyusun
rencana pelaksanaan pembelajaran secara daring dan mengikuti pelatihan
pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran sehingga guru dapat
menguasai dan mempermudah pada saat guru merancang rencana
pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 secara daring.
2. Setelah penulisan skripsi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi di
dunia pendidikan formal, non formal maupun informal.
Pembelajaran Secara Daring Di Kelas V MI Tamoponreng, pokok permasalahan
dalam penelitian ini adalah Bagaimana Guru dalam Merancang RPP K13 Darurat
yang Disusun Guru Kelas V MI Tamoponreng, Faktor apa yang Menghambat
Guru Kelas V MI Tamoponreng dalam Menyusun RPP K13 Darurat.
Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan
pendekatan psikologis, pendekatan pedagogik dan sosiologis dengan
menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang
diperoleh dianalisis dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwaCara Guru dalam Merancang Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran Secara Daring Di Kelas V MI Tamoponreng, terdiri
atas tiga komponen utama dalam menyusun RPP K13 darurat secara daring yaitu
tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran meliputi kegiatan awal, kegiatan inti
dan kegiatan penutup serta komponen yang ketiga adalah penilaian sedangkan
komponen lainnya seperti metode, media pembelajaran, lampiran-lampiran dan
sumber belajar dijadikan sebagai pelengkap pada saat guru kelas V MI
Tamoponreng merancang RPP Secara daring. Pada penyusunan tujuan
pembelajaran guru kelas V MI Tamoponreng menggunakan rumus dalam
perancangannya. Pada kegiatan awal pembelajaran kegiatan-kegiatan
pembelajaran yang dilakukan adalah penyiapan peserta didik, apresepsi,
menjelaskan tujuan pembelajaran dan cakupan materi, pada kegiatan inti guru
menerapkan kegiatan seperti mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,
menalar dan mengkomunikasikan, pada kegiatan penutup guru menerapkan
kegiatan seperti refleksi, evaluasi dan tindak lanjut pembelajaran. Sedangkan pada
penilaian guru menggunakan instrumen penilaian yaitu tes tertulis (pilihan ganda,
isian atau soal cerita) dan tes lisan.Komponen-komponen RPP K13 tersebut telah
diterapkan oleh guru dalam menyusun RPP satu lembar sehingga mempermudah
guru apabila pembelajaran daring dilaksanakan.
Kedua, Faktor yang Menghambat Guru Kelas V MI Tamoponreng dalam
Menyusun RPP K13 Darurat yaitu kesulitan dalam merumuskan tujuan
pembelajaran karena harus disesuikan dengan tema atau pun subtema
pembelajaran, kedua ialah kesulitan dalam menentukan kata kerja operasional,
ketiga yaitu kesulitan dalam menentukan metode ataupun model pembelajaran,
keempat kesulitan dalam menyiapkan media pembelajaran, dan yang terakhir
adalah kesulitan dalam membuat dan mengembangkan penilaian. Beberapa
kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, kurangnya pelatihan
penyusunan RPP K13 darurat dan ketersediaan waktu yang kurang memadai.
A. Simpulan
Berdasarkan hasil uraian pada bab hasil penelitian dan pembahasan
maka penulis dapat mengemukakan simpulan dan hasil penelitian yang telah
dilakukan, yaitu:
1. Cara Guru dalam Merancang RPP K13 darurat Secara Daring yang Disusun
Guru Kelas V MI Tamoponrengmeliputi tiga komponen utama yaitu (1)
tujuan pembelajaran, (2) kegiatan pembelajaran, (3) penilaian. Pada tujuan
pembelajaran guru kelas V MI Tamoponreng menggunakan rumus untuk
menyusun tujuan pembelajaran yang terdiri atas empat unsur pokok yaitu
audience (peserta didik), behavior (aktivitas siswa atau penggunaan kata
kerja operasional), condition (penerapan media pembelajaran) dan degree
(tolak ukur keberhasilan atau bobot yang harus dicapai peserta didik).
Selanjutnya pada komponen kedua yaitu kegiatan pembelajaran yang terdiri
atas kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada kegiatan awal
guru melakukan penyiapan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran
seperti membaca doa sebelum belajar, melakukan absensi, memberikan
motivasi, melakukan aprespsi, menjelaskan tujuan pembelajaran, dan
menjelaskan cakupan materi ajar yang akan dipelajari. Pada kegiatan inti
RPP secara daring termuat lima kegiatan seperti kegiatan mengamati,
kegiatan menaya, kegiatan mengumpulkan informasi, kegiatan menalar,
dan kegaiatan mengkomunikasikan. Komponen yang ketiga adalah
penilaian, instrumen penilaian yang digunakan guru kelas V MI
Tamoponreng ialah menggunakan instrument berupa tes lisan dan tes
tertulis yang dimana soal-soal dari tes tersebut dicantumkan pada bagian
lampiran dari RPP K13 darurat secara daring. Tes lisan berupa penjelasan
setiap individu terkait soal yang diberikan oleh guru yang dikirim melalui
pesan berupa video peserta didik tersebut sedangkan pada tes tertulisnya
berupa soal-soal seperti pilihan ganda dan isian ataupun soal cerita yang
dikirim melalui pesan dan mencantumkan foto sebagai bukti bahwa peserta
didik tersebut mengerjakan secara mandiri.
2. Faktor yang Menghambat Guru Kelas V MI Tamoponreng dalam Menyusun
RPP K13 Darurat Secara Daring terdiri atas lima yaitu (1)kesulitan dalam
merumuskan tujuan pembelajaran, (2)kesulitan dalam menentukan kata
kerja operasional, (3)kesulitan dalam menentukan metode ataupun model
pembelajaran, (4)kesulitan dalam menyiapkan media pembelajaran, dan
(5)kesulitan dalam membuat dan mengembangkan penilaian. Beberapa
kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, kurangnya
pelatihan penyusunan RPP K13 darurat dan ketersediaan waktu yang
kurang memadai.
B. Implikasi
Implikasi merupakan suatu konsekuensi atau akibat langsung dari
hasil penemuan suatu penelitian ilmiah. Berdasarkan temuan dari penelitian
ini, maka berikut ini disampaikan beberapa saran yang kiranya dapat
bermamfaat bagi sekolah MI Tamoponreng, maupun mahasiswa lain yang
meneliti dan berkaitan dengan urgensi guru dalam merancang rencana
pelaksanaan secara daring di kelas V MI Tamoponreng. Adapun saran-saran
yang diberikan peneliti sebagai berikut:
1. Diharapkan kepada kepala sekolah dan semua guru di Madrasah Ibtidaiyah
Tamoponreng mampu berpartisipasi dan bekerja sama dalam menyusun
rencana pelaksanaan pembelajaran secara daring dan mengikuti pelatihan
pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran sehingga guru dapat
menguasai dan mempermudah pada saat guru merancang rencana
pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 secara daring.
2. Setelah penulisan skripsi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi di
dunia pendidikan formal, non formal maupun informal.
Ketersediaan
| STAR20220272 | 272/2022 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
272/2022
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Tarbiyah
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
