Nilai-nilai Dakwah pada Budaya Barzanji (Studi pada Masyarakat Bugis) di Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone
Syahri Ayu/03.16.2056 - Personal Name
Skripsi ini membahas tentang Nilai-nilai Dakwah pada Budaya Barzanji
(Studi pada Masyarakat Bugis) di Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten
Bone. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui bagaimana
pengetahuan masyarakat Bugis tentang budaya Barzanji di Kecamatan Tanete
Riattang Barat Kabupaten Bone, kemudian untuk mengetahui nilai-nilai dakwah
pada budaya barzanji dipraktekkan di Kecematan Tanete Riattang Barat
Kabupaten Bone.
Penelitian ini menggunakan riset lapangan (field riseach) yaitu metode
yang dilakukan dengan jalan melakukan penelitian terhadap objek yang diteliti
degan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun yang menjadi
sumber data dalam penelitian ini yaitu Tokoh Agama, Budayawan dan
Masyarakat. Data yang sudah terkumpul dari hasil penelitian dianalisis dengan
menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Pengetahuan masyarakat
Bugis tentang budaya barzanji di Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten
Bone mengenai budaya barzanji lebih cenderung dipahami sebagai bagian dari
upacara kebudayaan dan upacara yang bersifat keagamaan dengan tujuan
mengingat sejarah Nabi saw. misalnya dalam pernikahan, hajatan, aqiqah, sykuran
rumah baru, kendaraan baru dan lain-lain. 2) Nilai-nilai dakwah dalam budaya
barzanji dapat dilihat dalam bentuk, keteladanan, shalawat dan mempererat tali
silaturahmi. Dan telah diperaktekkan di Kecematan Tanete Riattang Barat di
Kabupaten Bone. Nilai kandungan dalam barzanji ialah, nilai religius yang
dimaksud bukti kecintaan penganut agama Islam terhadap Nabi Muhammad saw.
dan nilai keteladanan untuk memaparkan dengan baik dan dapat meningkatkan
kadar religiusitas seseorang, nilai sosial yang merupakan nilai untuk mempererat
tali silaturahmi kepada masyarakat atau sesama ummat, dan nilai budaya adalah
syair-syair yang berisikan tentang penceritaan kehidupan Nabi Muhammad saw.
dan merupakan karya sastra tertinggi.
A. Simpulan
Berdasarkan hasil uraian-uraian yang telah dijelaskan dari bab sebelumnya
maka ditarik sebuah kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengetahuan masyarakat Bugis di Kecamatan Tanete Riattang Barat
mengenai budaya barzanji lebih cenderung dipahami sebagai bagian dari
upacara kebudayaan dan upacara yang bersifat keagamaan untuk
mengingat tentang sejarah Nabi Muhammad saw. Dalam prakteknya, dapat
dilihat dalam acara-acara tertentu misalnya pernikahan, hajatan, aqiqah,
naik ke tanah suci, syukuran rumah baru, mobil baru dan lain-lain.
Sebanyak 75% masyarakat telah melaksanakannya, karena menurut
anggapan mereka sebuah upacara atau hajatan tertentu tidak lengkap atau
tidak sempurna bila tidak disertakan dengan pembacaan barzanji.
2. Nilai budaya barzanji merupakan sebuah nilai kebudayaan yang berisikan
tentang syair-syair kehidupan Nabi mulai dari di kandung, masa anak-anak,
dewasa, hingga diangkat menjadi Rasul, sampai wafatnya. Adapun nilai-
nilai dakwah barzanji dipraktekkan di Kecamatan Tanete Riattang Barat
Kabupaten Bone mengandung nilai kecintaan terhadap Nabi saw, nilai
religius, nilai silaturahmi, nilai teladan dan nilai budaya. Nilai-nilai
dakwah budaya barzanji dipraktekkan ialah bentuk sebuah kecintaan
terhadap Nabi saw, keteladanan dan mempererat tali silaturahmi. Disisi lain
barzanji juga merupakan shalawat apabila mengucapkan shalawat maka
dijawab pula dengan shalawat.
B. Implikasi
Setelah melakukan penelitian di Kecamatan Tanete Riattang Barat terkait
nilai-nilai dakwah pada budaya barzanji pada masyarakat Bugis. Selanjutnya penulis
akan menyampaikan saran sebagai berikut :
1. Pengetahuan budaya barzanji di Kecamatan Tanete Riattang Barat
merupakan hal yang tidak bisa terlepas dari kegiatan yang bersifat
keagamaan dalam setiap melakukan sebuah acara-acara tertentu seperti acara
pernikahan, aqiqah, naik ke tanah suci, syukuran rumah baru atau kendaraan
baru dan lain-lainnya. Selain itu masyarakat juga masih banyak tidak
memahami makna dan arti barzanji, mereka hanya sekedar membacanya tapi
tidak paham. Jadi, apabila melakukan barzanji sebaiknya membaca dengan
artinya agar masyarakat Bugis yang lain dapat memahami arti dan makna isi
tentang barzanji.
2. Nilai-nilai dakwah pada barzanji dipraktekkan merupakan nilai syair tentang
penceritaan riwayat Nabi Muhammad saw, nilai silaturahmi, nilai
keteladanan dan nilai kecintaan terhadap nabi saw. dan shalawat. Penulis
berharap dengan penceritaan riwayat Nabi saw. adalah salah satu bentuk
kecintaan terhadap Nabi kita, untuk mempererat hubungan tali silaturahmi
terhadap sesama ummat muslim tidak terlepas, bentuk keteladanan, shalawat
dan kecintaan terhadap Nabi saw.
3. Penulis berharap agar masyarakat Bugis Kecamatan Tanete Riattang Barat
Kabupaten Bone selalu mempertahankan dan melaksanakan kegiatan
keagamaan ini dalam upacara barzanji seperti pernikahan, aqiqah, hajatan,
naik ketanah suci, syukuran rumah baru atau kendaraan baru dan lain-lain
agar masyarakat bisa mengingat terus sejarah Nabi Muhammad saw, mulai
dari dikandung, dilahirkan, anak-anak, dewasa, diangkat menjadi Rasul dan
sampai wafatnya. Sebagai bentuk kecintaan terhadap Nabi saw.
(Studi pada Masyarakat Bugis) di Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten
Bone. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui bagaimana
pengetahuan masyarakat Bugis tentang budaya Barzanji di Kecamatan Tanete
Riattang Barat Kabupaten Bone, kemudian untuk mengetahui nilai-nilai dakwah
pada budaya barzanji dipraktekkan di Kecematan Tanete Riattang Barat
Kabupaten Bone.
Penelitian ini menggunakan riset lapangan (field riseach) yaitu metode
yang dilakukan dengan jalan melakukan penelitian terhadap objek yang diteliti
degan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun yang menjadi
sumber data dalam penelitian ini yaitu Tokoh Agama, Budayawan dan
Masyarakat. Data yang sudah terkumpul dari hasil penelitian dianalisis dengan
menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Pengetahuan masyarakat
Bugis tentang budaya barzanji di Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten
Bone mengenai budaya barzanji lebih cenderung dipahami sebagai bagian dari
upacara kebudayaan dan upacara yang bersifat keagamaan dengan tujuan
mengingat sejarah Nabi saw. misalnya dalam pernikahan, hajatan, aqiqah, sykuran
rumah baru, kendaraan baru dan lain-lain. 2) Nilai-nilai dakwah dalam budaya
barzanji dapat dilihat dalam bentuk, keteladanan, shalawat dan mempererat tali
silaturahmi. Dan telah diperaktekkan di Kecematan Tanete Riattang Barat di
Kabupaten Bone. Nilai kandungan dalam barzanji ialah, nilai religius yang
dimaksud bukti kecintaan penganut agama Islam terhadap Nabi Muhammad saw.
dan nilai keteladanan untuk memaparkan dengan baik dan dapat meningkatkan
kadar religiusitas seseorang, nilai sosial yang merupakan nilai untuk mempererat
tali silaturahmi kepada masyarakat atau sesama ummat, dan nilai budaya adalah
syair-syair yang berisikan tentang penceritaan kehidupan Nabi Muhammad saw.
dan merupakan karya sastra tertinggi.
A. Simpulan
Berdasarkan hasil uraian-uraian yang telah dijelaskan dari bab sebelumnya
maka ditarik sebuah kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengetahuan masyarakat Bugis di Kecamatan Tanete Riattang Barat
mengenai budaya barzanji lebih cenderung dipahami sebagai bagian dari
upacara kebudayaan dan upacara yang bersifat keagamaan untuk
mengingat tentang sejarah Nabi Muhammad saw. Dalam prakteknya, dapat
dilihat dalam acara-acara tertentu misalnya pernikahan, hajatan, aqiqah,
naik ke tanah suci, syukuran rumah baru, mobil baru dan lain-lain.
Sebanyak 75% masyarakat telah melaksanakannya, karena menurut
anggapan mereka sebuah upacara atau hajatan tertentu tidak lengkap atau
tidak sempurna bila tidak disertakan dengan pembacaan barzanji.
2. Nilai budaya barzanji merupakan sebuah nilai kebudayaan yang berisikan
tentang syair-syair kehidupan Nabi mulai dari di kandung, masa anak-anak,
dewasa, hingga diangkat menjadi Rasul, sampai wafatnya. Adapun nilai-
nilai dakwah barzanji dipraktekkan di Kecamatan Tanete Riattang Barat
Kabupaten Bone mengandung nilai kecintaan terhadap Nabi saw, nilai
religius, nilai silaturahmi, nilai teladan dan nilai budaya. Nilai-nilai
dakwah budaya barzanji dipraktekkan ialah bentuk sebuah kecintaan
terhadap Nabi saw, keteladanan dan mempererat tali silaturahmi. Disisi lain
barzanji juga merupakan shalawat apabila mengucapkan shalawat maka
dijawab pula dengan shalawat.
B. Implikasi
Setelah melakukan penelitian di Kecamatan Tanete Riattang Barat terkait
nilai-nilai dakwah pada budaya barzanji pada masyarakat Bugis. Selanjutnya penulis
akan menyampaikan saran sebagai berikut :
1. Pengetahuan budaya barzanji di Kecamatan Tanete Riattang Barat
merupakan hal yang tidak bisa terlepas dari kegiatan yang bersifat
keagamaan dalam setiap melakukan sebuah acara-acara tertentu seperti acara
pernikahan, aqiqah, naik ke tanah suci, syukuran rumah baru atau kendaraan
baru dan lain-lainnya. Selain itu masyarakat juga masih banyak tidak
memahami makna dan arti barzanji, mereka hanya sekedar membacanya tapi
tidak paham. Jadi, apabila melakukan barzanji sebaiknya membaca dengan
artinya agar masyarakat Bugis yang lain dapat memahami arti dan makna isi
tentang barzanji.
2. Nilai-nilai dakwah pada barzanji dipraktekkan merupakan nilai syair tentang
penceritaan riwayat Nabi Muhammad saw, nilai silaturahmi, nilai
keteladanan dan nilai kecintaan terhadap nabi saw. dan shalawat. Penulis
berharap dengan penceritaan riwayat Nabi saw. adalah salah satu bentuk
kecintaan terhadap Nabi kita, untuk mempererat hubungan tali silaturahmi
terhadap sesama ummat muslim tidak terlepas, bentuk keteladanan, shalawat
dan kecintaan terhadap Nabi saw.
3. Penulis berharap agar masyarakat Bugis Kecamatan Tanete Riattang Barat
Kabupaten Bone selalu mempertahankan dan melaksanakan kegiatan
keagamaan ini dalam upacara barzanji seperti pernikahan, aqiqah, hajatan,
naik ketanah suci, syukuran rumah baru atau kendaraan baru dan lain-lain
agar masyarakat bisa mengingat terus sejarah Nabi Muhammad saw, mulai
dari dikandung, dilahirkan, anak-anak, dewasa, diangkat menjadi Rasul dan
sampai wafatnya. Sebagai bentuk kecintaan terhadap Nabi saw.
Ketersediaan
| SDKU20200014 | 14/2020 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
14/2020
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2020
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi DKU
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
