Kontribusi Pembiayaan Lembaga Keuangan Syariah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (Studi pada BMT As’adiyah Sengkang)
Putri Anggun Lestari/01.17.5231 - Personal Name
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pembiayaan Baitul Maal wat
Tamwil (BMT) As’adiyah Sengkang dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), serta untuk mengetahui kendala-kendala
yang dihadapi BMT As’adiyah Sengkang dalam penyaluran pembiayaan guna
meningkatkan kesejahteraan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di Baitul Maal wat Tamwil (BMT)
As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo. Sumber data yang digunakan yakni data
primer yang diperoleh langsung dari pimpinan BMT As’adiyah Sengkang dan pelaku
UMKM yang merupakan nasabah BMT As’adiyah Sengkang. Metode pengumpulan
data melalui observasi dan wawancara, kemudian data yang terkumpul dianalisis
dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian dikemukakan bahwa kontribusi pembiayaan BMT As’adiyah
Sengkang mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM. Fasilitas pembiayaan
ini dapat membantu masyarakat mikro, kecil, dan menengah dalam mengembangkan
usahanya sehingga mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Adapun kendala yang dihadapi dalam penyaluran pembiayaan pada BMT As’adiyah
Sengkang meliputi: a) nasabah terlambat membayar pinjamannya sehingga
menyebabkan pendapatan BMT As’adiyah Sengkang berkurang; b) sumber dana
yang disalurkan terbatas, menyebabkan nasabah akan beralih ke lembaga keuangan
lainnya dan menyebabkan BMT As’adiyah Sengkang mendapatkan pendapatan yang
lebih kecil, serta c) persaingan bisnis yang semakin ketat, memberikan dampak
negatif pada perkembangan pembiayaan BMT As’adiyah Sengkang jika tidak segera
melakukan inisiatif pada penetapan harga produk pembiayaan.
A. Kesimpulan
Bertolak dari hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan beberapa
hal sebagai berikut:
1. Keberadaan BMT As’adiyah Sengkang dengan fasilitas pembiayaan yang
diterapkannya mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan
pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Fasilitas pembiayaan yang
diberikan ini dapat membantu masyarakat kecil dan menengah dalam
mengembangkan usahanya sehingga mampu meningkatkan taraf hidup dan
kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari pengelolaan dana yang
diperoleh para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya. Dari pengelolaan
dana ini, para pelaku usaha mampu memenuhi kebutuhan makan keluarga,
mampu membeli pakaian untuk keluarga, mampu memenuhi kebutuhan layanan
kesehatan keluarga (BPJS), serta mampu memenuhi kebutuhan biaya
pendidikan keluarga.
2. Kendala yang dihadapi BMT As’adiyah Sengkang dalam kegiatan penyaluran
pembiayaannya guna meningkatkan kesejaheraan para pelaku Usaha Mikro
Kecil Menengah (UMKM) adalah; a) keterlambatan nasabah membayar
pinjaman menyebabkan pendapatan yang diperoleh BMT As’adiyah Sengkang
akan berkurang; b) sumber dana yang akan disalurkan terbatas menyebabkan
nasabah akan beralih ke lembaga keuangan lainnya dan menyebabkan BMT
As’adiyah Sengkang mendapatkan pendapatan yang lebih kecil, serta c)
93
persaingan bisnis yang ketat memberikan dampak negatif pada perkembangan
pembiayaan BMT As’adiyah Sengkang sehingga perlu melakukan inisiatif pada
penetapan harga produk pembiayaan untuk mengatasi masalah ini.
B. Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan implikasi baik secara
teoretis maupun praktis sebagai berikut:
1. Dalam penelitian ini pembiayaan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) As’adiyah
Sengkang memiliki kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku Usaha
Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal tersebut ditandai dengan
meningkatnya pemanfaatan fasilitas pembiayaan oleh pelaku UMKM,
meningkatnya jumlah keuntungan usaha nasabah, serta berkembangnya usaha
nasabah. Dari segi pemanfaatan pembiayaan, dana yang diperoleh oleh pelaku
UMKM menjadi sumber pendanaan dalam mengelola usahanya sehingga dapat
memperoleh pendapatan. Dari segi peningkatan keuntungan, dana yang
didapatkan pelaku UMKM dapat membantu dalam meningkatkan jumlah
pembelian barang-barang yang akan dijual sehingga mampu meningkatkan
keuntungan usaha. Sementara dari segi pengembangan usaha, dana yang
diperoleh pelaku UMKM dapat meningkatkan pendapatannya sehingga dapat
dikelola kembali menjadi tambahan modal usaha.
2. Dalam penelitian ini, BMT As’adiyah Sengkang dalam upaya mengembangkan
pembiayaannya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM
menghadapi berbagai kendala, diantaranya keterlambatan pembayaran
pinjaman nasabah, dana yang disalurkan terbatas, serta persaingan bisnis yang
ketat. Kendala pertama, ditemukannya nasabah yang sering terlambat dalam
pembayaran pinjamannya disebabkan dana yang disisihkan untuk pembayaran
pinjaman belum cukup saat tanggal jatuh tempo pembayaran pinjaman. Kendala
kedua, seringkali saat dana yang akan diberikan kepada nasabah tidak cukup.
Hal tersebut menandakan bahwa penghimpunan dana masyarakat kurang
optimal sehingga mengakibatkan dana tidak cukup saat akan disalurkan.
Sementara kendala ketiga yakni persaingan bisnis yang ketat di bidang
penyaluran pembiayaan, yang disebabkan oleh lembaga keuangan lainnya yang
menawarkan produk yang sama dengan harga dan pelyanan yang memadai
dibandingkan dengan BMT As’adiyah Sengkang.
C. Saran
Bertolak dari hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan yang telah
dipaparkan di atas peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Bagi BMT As’adiyah Sengkang, dengan melihat kontribusi penting fasilitas
pembiayaan BMT As’adiyah Sengkang dalam meningkatkan kesejahteraan
pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), agar kiranya dapat
memberikan perhatian dan pembinaan serta pendampingan kepada para pelaku
usaha tersebut sehingga mereka mendapat pengetahuan tentang cara
pengelolaan dan pengembangan usaha yang lebih baik sehingga dapat
mengelola usahanya dengan baik pula dan dapat lebih meningkatkan taraf hidup
serta kesejahteraan hidupnya.
2. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini hendaknya lebih dikembangkan lagi
agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perkembangan ilmu
pengetahuan di bidang perbankan syariah. Untuk itu diharapkan bagi penelitian
selanjutnya agar dapat menambah aspek-aspek penelitian, misalnya dari segi
pendampingan BMT dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, ataupun
sistem permodalan dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha.
Tamwil (BMT) As’adiyah Sengkang dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), serta untuk mengetahui kendala-kendala
yang dihadapi BMT As’adiyah Sengkang dalam penyaluran pembiayaan guna
meningkatkan kesejahteraan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di Baitul Maal wat Tamwil (BMT)
As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo. Sumber data yang digunakan yakni data
primer yang diperoleh langsung dari pimpinan BMT As’adiyah Sengkang dan pelaku
UMKM yang merupakan nasabah BMT As’adiyah Sengkang. Metode pengumpulan
data melalui observasi dan wawancara, kemudian data yang terkumpul dianalisis
dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian dikemukakan bahwa kontribusi pembiayaan BMT As’adiyah
Sengkang mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM. Fasilitas pembiayaan
ini dapat membantu masyarakat mikro, kecil, dan menengah dalam mengembangkan
usahanya sehingga mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Adapun kendala yang dihadapi dalam penyaluran pembiayaan pada BMT As’adiyah
Sengkang meliputi: a) nasabah terlambat membayar pinjamannya sehingga
menyebabkan pendapatan BMT As’adiyah Sengkang berkurang; b) sumber dana
yang disalurkan terbatas, menyebabkan nasabah akan beralih ke lembaga keuangan
lainnya dan menyebabkan BMT As’adiyah Sengkang mendapatkan pendapatan yang
lebih kecil, serta c) persaingan bisnis yang semakin ketat, memberikan dampak
negatif pada perkembangan pembiayaan BMT As’adiyah Sengkang jika tidak segera
melakukan inisiatif pada penetapan harga produk pembiayaan.
A. Kesimpulan
Bertolak dari hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan beberapa
hal sebagai berikut:
1. Keberadaan BMT As’adiyah Sengkang dengan fasilitas pembiayaan yang
diterapkannya mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan
pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Fasilitas pembiayaan yang
diberikan ini dapat membantu masyarakat kecil dan menengah dalam
mengembangkan usahanya sehingga mampu meningkatkan taraf hidup dan
kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari pengelolaan dana yang
diperoleh para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya. Dari pengelolaan
dana ini, para pelaku usaha mampu memenuhi kebutuhan makan keluarga,
mampu membeli pakaian untuk keluarga, mampu memenuhi kebutuhan layanan
kesehatan keluarga (BPJS), serta mampu memenuhi kebutuhan biaya
pendidikan keluarga.
2. Kendala yang dihadapi BMT As’adiyah Sengkang dalam kegiatan penyaluran
pembiayaannya guna meningkatkan kesejaheraan para pelaku Usaha Mikro
Kecil Menengah (UMKM) adalah; a) keterlambatan nasabah membayar
pinjaman menyebabkan pendapatan yang diperoleh BMT As’adiyah Sengkang
akan berkurang; b) sumber dana yang akan disalurkan terbatas menyebabkan
nasabah akan beralih ke lembaga keuangan lainnya dan menyebabkan BMT
As’adiyah Sengkang mendapatkan pendapatan yang lebih kecil, serta c)
93
persaingan bisnis yang ketat memberikan dampak negatif pada perkembangan
pembiayaan BMT As’adiyah Sengkang sehingga perlu melakukan inisiatif pada
penetapan harga produk pembiayaan untuk mengatasi masalah ini.
B. Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan implikasi baik secara
teoretis maupun praktis sebagai berikut:
1. Dalam penelitian ini pembiayaan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) As’adiyah
Sengkang memiliki kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku Usaha
Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal tersebut ditandai dengan
meningkatnya pemanfaatan fasilitas pembiayaan oleh pelaku UMKM,
meningkatnya jumlah keuntungan usaha nasabah, serta berkembangnya usaha
nasabah. Dari segi pemanfaatan pembiayaan, dana yang diperoleh oleh pelaku
UMKM menjadi sumber pendanaan dalam mengelola usahanya sehingga dapat
memperoleh pendapatan. Dari segi peningkatan keuntungan, dana yang
didapatkan pelaku UMKM dapat membantu dalam meningkatkan jumlah
pembelian barang-barang yang akan dijual sehingga mampu meningkatkan
keuntungan usaha. Sementara dari segi pengembangan usaha, dana yang
diperoleh pelaku UMKM dapat meningkatkan pendapatannya sehingga dapat
dikelola kembali menjadi tambahan modal usaha.
2. Dalam penelitian ini, BMT As’adiyah Sengkang dalam upaya mengembangkan
pembiayaannya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM
menghadapi berbagai kendala, diantaranya keterlambatan pembayaran
pinjaman nasabah, dana yang disalurkan terbatas, serta persaingan bisnis yang
ketat. Kendala pertama, ditemukannya nasabah yang sering terlambat dalam
pembayaran pinjamannya disebabkan dana yang disisihkan untuk pembayaran
pinjaman belum cukup saat tanggal jatuh tempo pembayaran pinjaman. Kendala
kedua, seringkali saat dana yang akan diberikan kepada nasabah tidak cukup.
Hal tersebut menandakan bahwa penghimpunan dana masyarakat kurang
optimal sehingga mengakibatkan dana tidak cukup saat akan disalurkan.
Sementara kendala ketiga yakni persaingan bisnis yang ketat di bidang
penyaluran pembiayaan, yang disebabkan oleh lembaga keuangan lainnya yang
menawarkan produk yang sama dengan harga dan pelyanan yang memadai
dibandingkan dengan BMT As’adiyah Sengkang.
C. Saran
Bertolak dari hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan yang telah
dipaparkan di atas peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Bagi BMT As’adiyah Sengkang, dengan melihat kontribusi penting fasilitas
pembiayaan BMT As’adiyah Sengkang dalam meningkatkan kesejahteraan
pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), agar kiranya dapat
memberikan perhatian dan pembinaan serta pendampingan kepada para pelaku
usaha tersebut sehingga mereka mendapat pengetahuan tentang cara
pengelolaan dan pengembangan usaha yang lebih baik sehingga dapat
mengelola usahanya dengan baik pula dan dapat lebih meningkatkan taraf hidup
serta kesejahteraan hidupnya.
2. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini hendaknya lebih dikembangkan lagi
agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perkembangan ilmu
pengetahuan di bidang perbankan syariah. Untuk itu diharapkan bagi penelitian
selanjutnya agar dapat menambah aspek-aspek penelitian, misalnya dari segi
pendampingan BMT dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, ataupun
sistem permodalan dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha.
Ketersediaan
| SFEBI20230276 | 276/2023 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
276/2024
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2024
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi FEBI
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
