Peranan Guru Akidah Akhlak Dalam Mengatasi Sifat Malas Belajar Siswa Di MTs 39 As’adiyah Itterung Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone

No image available for this title
Skripsi ini membahas mengenai Peranan Guru Akidah Akhlak Dalam
Mengatasi Sifat Malas Belajar Siswa Di MTs 39 As’adiyah Itterung Kecamatan Tellu
Siattinge Kabupaten Bone
Untuk memudahkan pemecahan masalah tersebut di atas, digunakan metode
penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan teknik yakni wawancara
(interview), dokumentasi, dan observasi. Data yang diperoleh diolah dengan teknik
metode kualitatif, Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis
deskriptif kualitatif yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa, pertama: pelaksanaan
peran guru Akidah Akhlak di MTs 39 As’adiyah Itterung sudah berjalan dengan baik.
Hal itu dibuktikan bahwa guru Akidah Akhlak telah berperan sebagai pendidik,
pembimbing, motivator, dan pengarah. Serta mampu menjadi panutan dan sudah
melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai guru, dan menggunakan berbagai
macam metode dan teknik belajar yang tepat, untuk membangkitkan minat belajar
siswa dengan menggunakan metode reward, dan menjadi pengarah yang baik karena
mengajarkan siswa dalam memecahkan berbagai permasalahan. Kedua: upaya guru
Akidah Akhlak dalam mengatasi sifat malas belajar siswa di MTs 39 As’adiyah
Itterung yaitu dengan cara menggunakan media pembelajaran yang menarik,
memeberikan penghargaan, memberikan hukuman, dan memberikan permainan.
Dalam proses pembelajaran siswa diberi kesempatan belajar sambil bermain, dan
memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi, dan memberikan hukuman
yang memiliki nilai pembelajaran, dan apabila diberi permainan harus menyesuaikan
dengan materi pembelajaran. Ketiga: guru Akidah Akhlak telah berkontribusi dalam
mengatasi sifat malas belajar siswa di MTs 39 As’adiyah Itterung. Hal tersebut
dibuktikan karena menggunakan pembelajaran model PAIKEM, menjalin komunikasi
dengan siswa, peran guru sebagai teladan dan motivator, dan mendidik siswa untuk
berbakti kepada orang tua.
A. Simpulan
Setelah diuraikan pada bab-bab sebelumnya tentang peranan guru Akidah
Akhlak dalam mengatasi sifat malas belajar siswa di MTs 39 As’adiyah Itterung
Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone, maka dapat ditarik simpulan sebagai
berikut:
1. Pelaksanaan peran guru Akidah Akhlak di MTs 39 As’adiyah Itterung sudah
berjalan dengan baik. Hal itu dibuktikan bahwa guru Akidah Akhlak telah
berperan sebagai pendidik mampu menjadi panutan dan sudah melaksanakan
tugas dan kewajibannya sebagai guru. Tugas guru sebagai pembimbing
sudah menjalankan tugasnya dengan menggunakan berbagai macam metode
dan teknik belajar yang tepat. Begitupun menjadi motivator bagi siswa
mampu membangkitkan minat belajar siswa dengan menggunakan metode
reward. Serta mampu menjadi pengarah yang baik karena mengajarkan
siswa dalam memecahkan berbagai permasalahan.
2. Upaya guru Akidah Akhlak dalam mengatasi sifat malas belajar siswa di
MTs 39 As’adiyah Itterung yaitu dengan cara menggunakan media yang
menarik. Siswa diberi kesempatan belajar sambil bermain, serta memberikan
penghargaan kepada siswa yang berprestasi. Guru memberikan hukuman
yang memiliki nilai pembelajaran bagi siswa yang malas belajar. Guru juga
memberikan permainan kepada siswa dengan cara harus menyesuaikan
permainan dengan materi pembelajaran.
3. Guru Akidah Akhlak telah berkontribusi dalam mengatasi sifat malas belajar
siswa di MTs 39 As’adiyah Itterung. Hal tersebut dibuktikan karena
menggunakan model PAIKEM yang lebih memfokuskan pada upaya
eningkatkan nilai belajar. Menjalin komunikasi dengan guru sudah
terlaksana dengan baik karena adanya kedekatan emosional dengan guru.
Guru harus mampu menjadi teladan dan motivator yang baik bagi siswa, dan
mendidik siswa untuk berbakti kepada orang tua terlaksana dengan baik
dapat dilihat dari perlakuannya kepada orang tuanya.
B. Implikasi
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dan setelah memperhatikan hasilnya
peneliti menyarankan:
1. Setiap guru harus selalu memperhatikan akhlak peserta didik dan terus
mengupayakan yang terbaik, agar terbentuk sosok pribadi peserta didik yang
berakhlak mulia sesuai dengan ajaran Rasulullah saw.
2. Hendaknya dalam pelaksanaan pendidikan, guru pembelajaran akidah akhlak
tidak hanya menjadi pusat penanaman dan pembinaan akhlak, akan tetapi
dari guru yang lain juga mampu menjadi pusat penanaman dan pembinaan
akhlak,
3. Sebagai seorang guru sekaligus figur central, agar kiranya mempertahankan
sikap dan tetap menjadi teladan yang baik bagi siswa dalam menanamkan
nilai-nilai ajara Islam.
Ketersediaan
STAR20190214214/2019Perpustakaan PusatTersedia
Informasi Detil
Judul Seri

-

No. Panggil

214/2019

Penerbit

IAIN BONE : Watampone.,

Deskripsi Fisik

-

Bahasa

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Klasifikasi

Skripsi Tarbiyahh

Informasi Detil
Tipe Isi

-

Tipe Media

-

Tipe Pembawa

-

Edisi

-

Subyek

Sifat Malas

Info Detil Spesifik

-

Pernyataan Tanggungjawab
Tidak tersedia versi lain

Advanced Search

Gak perlu repot seting ini itu GRATIS SetUp ,Mengonlinekan SLiMS Di Internet Karena pesan web di Desawarna.com Siap : 085740069967

Pilih Bahasa

Gratis Mengonlinekan SLiMS

Gak perlu repot seting ini itu buat mengonlinekan SLiMS.
GRATIS SetUp ,Mengonlinekan SLiMS Di Internet
Karena pesan web di Desawarna.com
Kontak WhatsApp :

Siap : 085740069967

Template Perpustakaan Desawarna

Kami berharap Template SLiMS ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai template SLiMS bagi semua SLiMerS, serta mampu memberikan dukungan dalam pencapaian tujuan pengembangan perpustakaan dan kearsipan.. Aamiin

Top