Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Perilaku Jujur pada Siswa SMP Negeri 3 Marioriwawo Kab. Soppeng
Sehariana/02.16.1051 - Personal Name
Skripsi ini membahas tentang peran guru pendidikan agama Islam. Fokus
pembahasan adalah bagaimana peran guru pendidikan agama Islam dalam
menanamkan perilaku jujur pada siswa SMP Negeri 3 Marioriwawo Kab. Soppeng.
Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya guru pendidikan
agama Islam dalam menanamkan perilaku jujur pada siswa SMP Negeri 3
Marioriwawo Kab. Soppeng, bagaimana faktor pendukung dan penghambat guru
pendidikan agama Islam dalam menanamkan perilaku jujur pada siswa SMP Negeri 3
Marioriwawo Kab. Soppeng dan bagaimana kontribusi guru pendidikan agama Islam
dalam menanamkan perilaku jujur pada siswa SMP Negeri 3 Marioriwawo Kab.
Soppeng.
Untuk memudahkan pemecahan masalah diatas, penulis melakukan
pendekatan paedagogik, pendekatan psikologis, pendekatan sosiologis dan
melakukan
penelitian
(field
research)
dengan
menggunakan
teknik
observasi,wawancar dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan
menggunakan analisis deskriftif kualitatif dengan tiga tahap yaitu tahap
reduksi,penyajian data (Display Data) dantahap kesimpulan (Verifikasi).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) upaya yang dilakukan guru
pendidikan agama Islam dalam menanamkan perilaku jujur pada siswa yaitu, menjadi
teladan yang baik untuk siswa sehingga siswa bisa meniru perilaku baik dari guru
pendidikan agama Islam, melakukan pembiasaan berperilaku jujur pada siswa dengan
melakukan pendekatan sehingga siswa bisa terbuka dan menceritakan masalah yang
dialami, memberikan pemahaman melalui kisah-kisah orang lain terkait perilaku jujur
serta mengadakan kantin kejujuran dalam hal melatih siswa untuk brperilaku jujur
baik pada dirinya sendiri maupun orang lain. 2) faktor pendukung guru pendidikan
agama Islam dalam menanamkan perilaku jujur pada siswa yaitu sifat bawaan siswa,
karena sifat baik siswa yang sudah melekat akan berpengaruh baik pula pada
perkembangannya serta hubungan baik guru dengan siswa akan melatih siswa
bersikap terbuka untuk setiap masalah yang dihadapi sehingga ia terbiasa berperilaku
jujur. Adapun faktor penghambat guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan
perilaku jujur dapat dilihat dari latar belakang siswa yang berbeda-beda sehingga
tingkat pemahaman siswa beragam pula, dan pengaruh lingkungan masyarakat yang
juga sangat berperan dalam perkembangan perilaku siswa sehingga siswa yang sudah
bergaul dengan lingkungan yang kurang baik akan susah tertanam perilaku jujur
dalam dirinya. 3) Kontribusi guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan
perilaku jujur pada siswa SMP Negeri 3 Marioriwawo Kab. Soppeng yaitu:
membentuk kesadaran untuk berperilaku jujur dengan cara guru selalu mengingatkan
pada siswa tentang pentingnya perilaku jujur serta memberikan pesan-pesan diakhir
pelajaran agar siswa selalu mengingat dan melakukan dengan ikhlas, membangun
keberanian untuk berperiaku jujur dengan cara menghargai jawaban siswa dan
memberikan apresiasi meskipun jawaban kurang tepat sehingga siswa akan senantiasa
berperilaku jujur dan tidak merasa tertekan, memberikan semangat untuk berperilaku
jujur dengan cara memberikan hadiah atau apresiasi terhadap siswa yang dianggap
berprestasi atau berperilaku jujur sesuai dengan yang diharapakan sehingga siswa
termotivasi untuk terus berperilaku jujur, memberikan hukuman pada siswa yang
berperilaku tidak jujur sehingga siswa tidak mengulangi kembali.
A. Simpulan
Berdasarkan dari hasil penelitian dan analisa yang telah penulis uraikan dalam
bab III mengenai Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Perilaku
Jujur pada Siswa SMP Negeri 3 Marioriwawo maka dapat disimpulkan:
1. Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan perilaku jujur pada
siswa sangat penting untuk menunjang kebaikan siswa dimasa yang akan
datang, ada beberapa peran yang dilakukan seperti: a)Menjadi contoh yang
baik atau keteladanan, b)Memberikan arahan dan pemahaman melalui kisah-
kisah orang lain, d)Mengadakan Kantin Kejujuran. Semua upaya yang
dilakukan sangat berpengaruh pada perilaku jujur siswa.
2. Dalam melaksanakan perannya sebagai guru Pendidikan Agama Islam dalam
menanamkan perilaku jujur pada siswa SMP Negeri 3 Marioriwawo Kab.
Soppeng, ada beberapa faktor pendukung dalam menanamkan perilaku jujur
yaitu, pembawaan siswa baik sangat mendukung untuk tertanamnya perilaku
jujur dalam dirinya karena perilaku jujur yang diajarkan akan mudah
dipahami dan diaplikasikan sehingga menjadi kebiasaan dan tertanam kokoh
dalam diri siswa, yang kedua yaitu hubungan baik antara guru dengan siswa
akan mempermudah untuk menanamkan perilaku jujur karena hal ini dapat
membuat siswa terbuka dan menceritakan keluhannya sehingga guru dapat
membantunya dengan baik. Adapun faktor penghambat yaitu, latar belakang
siswa yang beragam sehingga hal itu sangat berpengaruh pada proses
pemahaman siswa terkait dengan perilaku jujur kemudian yang kedua yaitu
lingkungan masyarakat, hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan siswa,
jika lingkungannya buruk atau minimnya perilaku jujur maka siswa pun
demikian sehingga lebih sulit untuk menanamkan perilaku jujur dalam dirinya.
3. Kontribusi guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan perilaku jujur
pada siswa SMP Negeri 3 Marioriwawo yaitu: a)Pembiasaan berperilaku jujur,
b)Membentuk kesadaran untuk berperilaku jujur, c)Membangun keberanian
untuk berperilaku jujur, d)Memberikan semangat untuk berperilaku jujur,
e)Memberikan dorongan untuk berperilaku jujur. Kontribusi guru pendidikan
agama Islam tersebut berpengaruh terhadap penanaman perilaku jujur pada
siswa dan sangat penting untuk masa depan peserta didik sebagai generasi
penerus yang akan menjadi pemimpin kelak dimasa yang akan datang.
B. Implikasi
Setelah penulis menguraikan simpulan, maka dibawah ini akan diuraikan
implikasi. Adapun implikasi yang penulis maksud dalam pembahasan skripsi ini yaitu:
1. Kepada guru, khususnya guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 3
Marioriwawo, diharapkan agar terus-menerus memberikan bimbingan, arahan,
latihan tentang perilaku jujur agar tetap tertanam kokoh dalam diri siswa
sehingga menjadi akhlak yang baik dan menjadi kunci utama kabahagiaan
hidup dunia dan akhirat.
2. Kepada siswa SMP Negeri 3 Marioriwawo, diharapkan agar tetap
memperhatikan dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran dan
arahan-arahan yang diberikan oleh guru khususnya guru pendidikan agama
Islam serta diharapkan agar senantiasa berkata jujur dengan siapa saja
sehingga perilaku jujur itu menjadi akhlak baik.
pembahasan adalah bagaimana peran guru pendidikan agama Islam dalam
menanamkan perilaku jujur pada siswa SMP Negeri 3 Marioriwawo Kab. Soppeng.
Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya guru pendidikan
agama Islam dalam menanamkan perilaku jujur pada siswa SMP Negeri 3
Marioriwawo Kab. Soppeng, bagaimana faktor pendukung dan penghambat guru
pendidikan agama Islam dalam menanamkan perilaku jujur pada siswa SMP Negeri 3
Marioriwawo Kab. Soppeng dan bagaimana kontribusi guru pendidikan agama Islam
dalam menanamkan perilaku jujur pada siswa SMP Negeri 3 Marioriwawo Kab.
Soppeng.
Untuk memudahkan pemecahan masalah diatas, penulis melakukan
pendekatan paedagogik, pendekatan psikologis, pendekatan sosiologis dan
melakukan
penelitian
(field
research)
dengan
menggunakan
teknik
observasi,wawancar dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan
menggunakan analisis deskriftif kualitatif dengan tiga tahap yaitu tahap
reduksi,penyajian data (Display Data) dantahap kesimpulan (Verifikasi).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) upaya yang dilakukan guru
pendidikan agama Islam dalam menanamkan perilaku jujur pada siswa yaitu, menjadi
teladan yang baik untuk siswa sehingga siswa bisa meniru perilaku baik dari guru
pendidikan agama Islam, melakukan pembiasaan berperilaku jujur pada siswa dengan
melakukan pendekatan sehingga siswa bisa terbuka dan menceritakan masalah yang
dialami, memberikan pemahaman melalui kisah-kisah orang lain terkait perilaku jujur
serta mengadakan kantin kejujuran dalam hal melatih siswa untuk brperilaku jujur
baik pada dirinya sendiri maupun orang lain. 2) faktor pendukung guru pendidikan
agama Islam dalam menanamkan perilaku jujur pada siswa yaitu sifat bawaan siswa,
karena sifat baik siswa yang sudah melekat akan berpengaruh baik pula pada
perkembangannya serta hubungan baik guru dengan siswa akan melatih siswa
bersikap terbuka untuk setiap masalah yang dihadapi sehingga ia terbiasa berperilaku
jujur. Adapun faktor penghambat guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan
perilaku jujur dapat dilihat dari latar belakang siswa yang berbeda-beda sehingga
tingkat pemahaman siswa beragam pula, dan pengaruh lingkungan masyarakat yang
juga sangat berperan dalam perkembangan perilaku siswa sehingga siswa yang sudah
bergaul dengan lingkungan yang kurang baik akan susah tertanam perilaku jujur
dalam dirinya. 3) Kontribusi guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan
perilaku jujur pada siswa SMP Negeri 3 Marioriwawo Kab. Soppeng yaitu:
membentuk kesadaran untuk berperilaku jujur dengan cara guru selalu mengingatkan
pada siswa tentang pentingnya perilaku jujur serta memberikan pesan-pesan diakhir
pelajaran agar siswa selalu mengingat dan melakukan dengan ikhlas, membangun
keberanian untuk berperiaku jujur dengan cara menghargai jawaban siswa dan
memberikan apresiasi meskipun jawaban kurang tepat sehingga siswa akan senantiasa
berperilaku jujur dan tidak merasa tertekan, memberikan semangat untuk berperilaku
jujur dengan cara memberikan hadiah atau apresiasi terhadap siswa yang dianggap
berprestasi atau berperilaku jujur sesuai dengan yang diharapakan sehingga siswa
termotivasi untuk terus berperilaku jujur, memberikan hukuman pada siswa yang
berperilaku tidak jujur sehingga siswa tidak mengulangi kembali.
A. Simpulan
Berdasarkan dari hasil penelitian dan analisa yang telah penulis uraikan dalam
bab III mengenai Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Perilaku
Jujur pada Siswa SMP Negeri 3 Marioriwawo maka dapat disimpulkan:
1. Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan perilaku jujur pada
siswa sangat penting untuk menunjang kebaikan siswa dimasa yang akan
datang, ada beberapa peran yang dilakukan seperti: a)Menjadi contoh yang
baik atau keteladanan, b)Memberikan arahan dan pemahaman melalui kisah-
kisah orang lain, d)Mengadakan Kantin Kejujuran. Semua upaya yang
dilakukan sangat berpengaruh pada perilaku jujur siswa.
2. Dalam melaksanakan perannya sebagai guru Pendidikan Agama Islam dalam
menanamkan perilaku jujur pada siswa SMP Negeri 3 Marioriwawo Kab.
Soppeng, ada beberapa faktor pendukung dalam menanamkan perilaku jujur
yaitu, pembawaan siswa baik sangat mendukung untuk tertanamnya perilaku
jujur dalam dirinya karena perilaku jujur yang diajarkan akan mudah
dipahami dan diaplikasikan sehingga menjadi kebiasaan dan tertanam kokoh
dalam diri siswa, yang kedua yaitu hubungan baik antara guru dengan siswa
akan mempermudah untuk menanamkan perilaku jujur karena hal ini dapat
membuat siswa terbuka dan menceritakan keluhannya sehingga guru dapat
membantunya dengan baik. Adapun faktor penghambat yaitu, latar belakang
siswa yang beragam sehingga hal itu sangat berpengaruh pada proses
pemahaman siswa terkait dengan perilaku jujur kemudian yang kedua yaitu
lingkungan masyarakat, hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan siswa,
jika lingkungannya buruk atau minimnya perilaku jujur maka siswa pun
demikian sehingga lebih sulit untuk menanamkan perilaku jujur dalam dirinya.
3. Kontribusi guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan perilaku jujur
pada siswa SMP Negeri 3 Marioriwawo yaitu: a)Pembiasaan berperilaku jujur,
b)Membentuk kesadaran untuk berperilaku jujur, c)Membangun keberanian
untuk berperilaku jujur, d)Memberikan semangat untuk berperilaku jujur,
e)Memberikan dorongan untuk berperilaku jujur. Kontribusi guru pendidikan
agama Islam tersebut berpengaruh terhadap penanaman perilaku jujur pada
siswa dan sangat penting untuk masa depan peserta didik sebagai generasi
penerus yang akan menjadi pemimpin kelak dimasa yang akan datang.
B. Implikasi
Setelah penulis menguraikan simpulan, maka dibawah ini akan diuraikan
implikasi. Adapun implikasi yang penulis maksud dalam pembahasan skripsi ini yaitu:
1. Kepada guru, khususnya guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 3
Marioriwawo, diharapkan agar terus-menerus memberikan bimbingan, arahan,
latihan tentang perilaku jujur agar tetap tertanam kokoh dalam diri siswa
sehingga menjadi akhlak yang baik dan menjadi kunci utama kabahagiaan
hidup dunia dan akhirat.
2. Kepada siswa SMP Negeri 3 Marioriwawo, diharapkan agar tetap
memperhatikan dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran dan
arahan-arahan yang diberikan oleh guru khususnya guru pendidikan agama
Islam serta diharapkan agar senantiasa berkata jujur dengan siapa saja
sehingga perilaku jujur itu menjadi akhlak baik.
Ketersediaan
| STAR20200118 | 118/2020 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
118/2020
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2020
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Tarbiyahh
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
