Peran Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kab. Bone Dalam Mengembangkan Kelompok Panre Bessi (Pandai Besi) Kec. Awangpone Kab. Bone
Muhammad Yusuf/01.11.3088 - Personal Name
Penelitian ini membahas tentang Peran Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kab. Bone Dalam Mengembangkan Kelompok Panre Bessi (Pandai Besi) Kec. Awangpone Kab. Bone. Untuk mengembangkan dan membina usaha kelompok pandai besi yang ada di desa paccing kec. Awangpone Kab. Bone. Oleh karena itu, Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kab. Bone. Melakukan
pembinaan berupa pelatihan, sehingga menjadikan penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui : (1) bagaimana pembinaan yang berupa pelatihan yang dilakukan
Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kab. Bone (2) bagaimana kendala yang
dihadapi Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kab. Bone setelah adanya
pelatihan tersebut. Berdasarkan tujuan penelitian diatas, maka jenis penelitian yang
digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, sedangkan desain penelitian yang
digunakan adalah desai desktiptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode
observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam mengumpilkan data yang
diperlukan. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan
analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Perindustrian dan
Perdaganan melakukan penyiapan bahan pembimbingan teknis, penyuluhan,
pemanfaatan fasilitas berusaha, penggunaan bahan baku dan bahan penolong,
pengendalian pencemaran serta pemrosesan rekomendasi dibidang industri, akad
mudharabah digunakan untuk bagi hasil yang telah di peroleh, dam adapun
kendala yang di hadapi diantaranya rendahnya kualiatas Sumber daya Manusia,
tempat produksi yang masih jauh dari standar kelayakan produksi, produk yang
dihasilkan masih model tradisional saja, kurangnya promosi, dan kurangnya bahan baku.
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh beberapa kesimpulan,
kesimpulan dalam bab ini merupakan jawaban atas semua rumusan masalah. Adapun
kesimpulan-kesimpulan tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Peranan dinas perindustrian dan perdagangan dalam mengembangkan
kelompok pandai besi Kec. Awangpone Kab. bone
a. penetapan bidang industri prioritas.
b. pemberian fasilitas usaha dalam rangka pengembangan Industri Kecil
dan Menengah (IKM).
c. pemberian perlindungan kepastian berusaha terhadap industri.
d. perencanaan dan program.
e. promosi produk industri.
f. penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi bidang industri.
g. pemberian fasilitas dan pengawasan standarisasi.
h. penerapan standar kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Industri
dan Pembina Industri.
i. pelaksanaan fasilitasi akses permodalan.
71
j. pembinaan industri dalam rangka pencegahan pencemaran lingkungan
yang diakibatkan oleh industri.
k. pemberian fasilitas kemitraan dan kerjasama.
l. pembinaan dan pembentukan kelembagaan bidang industri.
m. penyusunan tata ruang industri.
n. pendataan, analisis dan desiminasi data industri.
o. pengawasan, monitoring, evaluasi dan pelaporan bidang industri.
2. Peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bone dalam Pembinaan
kelompok pandai besi Kec. Awangpone Kab. Bone:
a. Faktor-faktor yang mendukung efektifitas Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kab. Bone dalam pembinaan kelompok pandai besi,
meliputi: Kerjasama yang baik antara Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kab. Bone dengan kelompok pandai besi, Pihak penyandang
dana usaha; Lingkungan ekstern yang meliputi: keadaan keamanan yang
terjamin, dukungan dari pihak luar pemberi dana, keadaan masyarakat
(daya beli masyarakat yang membaik).
b. Faktor-faktor yang menghambat efektifitas Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kab. Bone dalam pembinaan kelompok pandai besi, meliputi
1) Kualitas Sumber Daya Manusia dan Kuantitas aparat Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kab. bone yang kurang memadai.
2) Sumber daya dana dan fasilitas untuk peningkatan pengetahuan dan
keahlian kelompok pandai besi yang masih kurang.
3) Sikap mental dari pengusaha pandai besi cepat merasa puas atas usaha
yang digelutinya dan menganggap kurang penting pembinaan yang
dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bone.
4) Budaya masyarakat yang masih belum memiliki kesadaran tentang
perkembangan zaman terbukti dari pengusaha yang masih
mempertahankan konsep tradisonal.
B. Saran-saran
Berdasarkan hasil penelitian , pembahasan serta kesimpulan mengenai
peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bone dalam mengembangkan
kelompok pandai besi Kec. Awangpone Kab. Bone maka penulis memberikan saransaran
sebagai berikut:
1. Kualitas sumber daya manusia dan kuantitas personil kelompok pandai besi
Kec. Awangpone Kab. Bone harus ditingkatkan, yaitu dengan pengadaan
pelatihan tenaga kerja pandai besi khususnya di Kec. Awangpone Kab. Bone
yang berhubungan dengan pengenbangan, pembinaan dan penambahan
personel yang kompeten di bidang pandai besi.
2. Komunikasi dan koordinasi harus ditingkatkan antara pihak Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bone,kelompok pandai besi Kec.
Awangpone Kab. Bone dan semua pihak yang terkait dalam pembinaan dan
pengembangan kelompok pandai besi Kec. Awangpone Kab. Bone.
pembinaan berupa pelatihan, sehingga menjadikan penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui : (1) bagaimana pembinaan yang berupa pelatihan yang dilakukan
Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kab. Bone (2) bagaimana kendala yang
dihadapi Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kab. Bone setelah adanya
pelatihan tersebut. Berdasarkan tujuan penelitian diatas, maka jenis penelitian yang
digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, sedangkan desain penelitian yang
digunakan adalah desai desktiptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode
observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam mengumpilkan data yang
diperlukan. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan
analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Perindustrian dan
Perdaganan melakukan penyiapan bahan pembimbingan teknis, penyuluhan,
pemanfaatan fasilitas berusaha, penggunaan bahan baku dan bahan penolong,
pengendalian pencemaran serta pemrosesan rekomendasi dibidang industri, akad
mudharabah digunakan untuk bagi hasil yang telah di peroleh, dam adapun
kendala yang di hadapi diantaranya rendahnya kualiatas Sumber daya Manusia,
tempat produksi yang masih jauh dari standar kelayakan produksi, produk yang
dihasilkan masih model tradisional saja, kurangnya promosi, dan kurangnya bahan baku.
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh beberapa kesimpulan,
kesimpulan dalam bab ini merupakan jawaban atas semua rumusan masalah. Adapun
kesimpulan-kesimpulan tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Peranan dinas perindustrian dan perdagangan dalam mengembangkan
kelompok pandai besi Kec. Awangpone Kab. bone
a. penetapan bidang industri prioritas.
b. pemberian fasilitas usaha dalam rangka pengembangan Industri Kecil
dan Menengah (IKM).
c. pemberian perlindungan kepastian berusaha terhadap industri.
d. perencanaan dan program.
e. promosi produk industri.
f. penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi bidang industri.
g. pemberian fasilitas dan pengawasan standarisasi.
h. penerapan standar kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Industri
dan Pembina Industri.
i. pelaksanaan fasilitasi akses permodalan.
71
j. pembinaan industri dalam rangka pencegahan pencemaran lingkungan
yang diakibatkan oleh industri.
k. pemberian fasilitas kemitraan dan kerjasama.
l. pembinaan dan pembentukan kelembagaan bidang industri.
m. penyusunan tata ruang industri.
n. pendataan, analisis dan desiminasi data industri.
o. pengawasan, monitoring, evaluasi dan pelaporan bidang industri.
2. Peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bone dalam Pembinaan
kelompok pandai besi Kec. Awangpone Kab. Bone:
a. Faktor-faktor yang mendukung efektifitas Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kab. Bone dalam pembinaan kelompok pandai besi,
meliputi: Kerjasama yang baik antara Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kab. Bone dengan kelompok pandai besi, Pihak penyandang
dana usaha; Lingkungan ekstern yang meliputi: keadaan keamanan yang
terjamin, dukungan dari pihak luar pemberi dana, keadaan masyarakat
(daya beli masyarakat yang membaik).
b. Faktor-faktor yang menghambat efektifitas Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kab. Bone dalam pembinaan kelompok pandai besi, meliputi
1) Kualitas Sumber Daya Manusia dan Kuantitas aparat Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kab. bone yang kurang memadai.
2) Sumber daya dana dan fasilitas untuk peningkatan pengetahuan dan
keahlian kelompok pandai besi yang masih kurang.
3) Sikap mental dari pengusaha pandai besi cepat merasa puas atas usaha
yang digelutinya dan menganggap kurang penting pembinaan yang
dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bone.
4) Budaya masyarakat yang masih belum memiliki kesadaran tentang
perkembangan zaman terbukti dari pengusaha yang masih
mempertahankan konsep tradisonal.
B. Saran-saran
Berdasarkan hasil penelitian , pembahasan serta kesimpulan mengenai
peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bone dalam mengembangkan
kelompok pandai besi Kec. Awangpone Kab. Bone maka penulis memberikan saransaran
sebagai berikut:
1. Kualitas sumber daya manusia dan kuantitas personil kelompok pandai besi
Kec. Awangpone Kab. Bone harus ditingkatkan, yaitu dengan pengadaan
pelatihan tenaga kerja pandai besi khususnya di Kec. Awangpone Kab. Bone
yang berhubungan dengan pengenbangan, pembinaan dan penambahan
personel yang kompeten di bidang pandai besi.
2. Komunikasi dan koordinasi harus ditingkatkan antara pihak Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bone,kelompok pandai besi Kec.
Awangpone Kab. Bone dan semua pihak yang terkait dalam pembinaan dan
pengembangan kelompok pandai besi Kec. Awangpone Kab. Bone.
Ketersediaan
| SS20150235 | 235/2015 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
235/2015
Penerbit
STAIN Watampone : Watampone., 2015
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Syariah
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
