Pengaruh Biaya Inmateril terhadap Hasil Produksi (Studi Pada PT. Makassar Tene Pabrik Gula Raffinasi Komp. Pergudangan Parangloe Indah, Makassar, Sulawesi Selatan)
Nur Umaima Wafia/ 01.15.3003 - Personal Name
Skripsi ini membahas mengenai biaya Inmateril pada salah satu perusahaan
pabrik gula raffinasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Teori yang mendasarinya karena
Inmateril merupakan biaya yang sifatnya sedekah artinya biaya yang diluar dari biaya
pokok pada perusahaan dalam menghasilkan produksi, sehingga menjadikan
penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) berapa biaya produksi yang dibutuhkan untuk
menghasilkan produksi tersebut, (2) tingkat produksi maksimal pada perusahaan dari
tahun 2013 hingga 2017.
Berdasarkan dari analisis datanya, maka jenis penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif karena menggunakan kuesioner dalam bentuk nilai yang diolah dengan
menggunakan rumus pendekatan biaya marginal (marginal cost). Penelitian ini
adalah penelitian lapangan disebabkan karena pengambilan datanya peneliti langsung
ke lokasi penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tingkat biaya produksi maksimal
terjadi pada tahun 2016 sebesar 6.912 dengan biaya Inmateril sebesar Rp.
2.481.796.800 serta total produksi yang dihasilkan sebanyak 359.077,3 ton (2)
Tenaga kerja yang dibutuhkan dengan total produksi yang dihasilkan sebanyak
359.077,3 ton sebanyak 180 orang termasuk titik produksi maksimum yang artinya
menunjukkan nilai terendah yaitu tercapai (optimal).
A. Kesimpulan
Berdasarkan pada penjelasan pembahasan diatas dapat diuraikan sebagai
berikut :
1. Tingkat Biaya marginal tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 12.602
dengan biaya Inmateril sebanyak Rp. 2.944.802.640 dan total produksi
sebanyak 196.854,4 ton dengan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak
185 orang serta biaya marginal terendah terjadi pada tahun 2016 sebesar
6.912 dengan biaya Inmateril sebesar Rp. 2.481.796.800 serta total
produksi yang dihasilkan sebanyak 359.077,3 ton dengan membutuhkan
tenaga kerja sebanyak 180 orang.
2. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 180 orang dengan total produksi
yang dihasilkan sebanyak 359.077,3 ton termasuk titik produksi
maksimum yang artinya menunjukkan nilai terendah maka dinyatakan
telah tercapai (optimal) dalam meningkatkan skala proses produksi pada
perusahaam tersebut.
B. Implikasi
Implikasi dalam penelitian ini adalah telah diuraikan sebelumnya diatas
bahwa Tingkat biaya marginal terjadi pada tahun 2016 sebesar 6.912 dengan biaya
Inmateril sebesar Rp. 2.481.796.800 dengan menghasilkan produki sebanyak
359.077,3 Ton yang membutuhkan tenaga kerja sebanyak 180 orang. Dengan
demikian menunjukkan bahwa perusahaan dalam meningkatkan skala proses
produksi telah tercapai (optimal) dengan menyesuaikan sumber tenaga kerja yang ada
sehingga dapat membantu perusahaan dalam hal peningkatan proses produksi.
pabrik gula raffinasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Teori yang mendasarinya karena
Inmateril merupakan biaya yang sifatnya sedekah artinya biaya yang diluar dari biaya
pokok pada perusahaan dalam menghasilkan produksi, sehingga menjadikan
penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) berapa biaya produksi yang dibutuhkan untuk
menghasilkan produksi tersebut, (2) tingkat produksi maksimal pada perusahaan dari
tahun 2013 hingga 2017.
Berdasarkan dari analisis datanya, maka jenis penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif karena menggunakan kuesioner dalam bentuk nilai yang diolah dengan
menggunakan rumus pendekatan biaya marginal (marginal cost). Penelitian ini
adalah penelitian lapangan disebabkan karena pengambilan datanya peneliti langsung
ke lokasi penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tingkat biaya produksi maksimal
terjadi pada tahun 2016 sebesar 6.912 dengan biaya Inmateril sebesar Rp.
2.481.796.800 serta total produksi yang dihasilkan sebanyak 359.077,3 ton (2)
Tenaga kerja yang dibutuhkan dengan total produksi yang dihasilkan sebanyak
359.077,3 ton sebanyak 180 orang termasuk titik produksi maksimum yang artinya
menunjukkan nilai terendah yaitu tercapai (optimal).
A. Kesimpulan
Berdasarkan pada penjelasan pembahasan diatas dapat diuraikan sebagai
berikut :
1. Tingkat Biaya marginal tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 12.602
dengan biaya Inmateril sebanyak Rp. 2.944.802.640 dan total produksi
sebanyak 196.854,4 ton dengan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak
185 orang serta biaya marginal terendah terjadi pada tahun 2016 sebesar
6.912 dengan biaya Inmateril sebesar Rp. 2.481.796.800 serta total
produksi yang dihasilkan sebanyak 359.077,3 ton dengan membutuhkan
tenaga kerja sebanyak 180 orang.
2. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 180 orang dengan total produksi
yang dihasilkan sebanyak 359.077,3 ton termasuk titik produksi
maksimum yang artinya menunjukkan nilai terendah maka dinyatakan
telah tercapai (optimal) dalam meningkatkan skala proses produksi pada
perusahaam tersebut.
B. Implikasi
Implikasi dalam penelitian ini adalah telah diuraikan sebelumnya diatas
bahwa Tingkat biaya marginal terjadi pada tahun 2016 sebesar 6.912 dengan biaya
Inmateril sebesar Rp. 2.481.796.800 dengan menghasilkan produki sebanyak
359.077,3 Ton yang membutuhkan tenaga kerja sebanyak 180 orang. Dengan
demikian menunjukkan bahwa perusahaan dalam meningkatkan skala proses
produksi telah tercapai (optimal) dengan menyesuaikan sumber tenaga kerja yang ada
sehingga dapat membantu perusahaan dalam hal peningkatan proses produksi.
Ketersediaan
| SS20190019 | 19/2019 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
19/2019
Penerbit
IAIN BONE : Watampone., 2019
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Syariah
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
