Pentingnya Penerapan Tata Tertib dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMK Negeri 1 Bone
FITRIANI. P/02.13.3025 - Personal Name
Skripsi ini membahas Pentingnya Penerapan Tata Tertib dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMK Negeri 1 Bone. Hal penting yang dikaji dalam skripsi ini yakni untuk mengetahui bagaimana penerapan tata tertib dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dan kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan tata tertib.
Untuk memudahkan pemecahan masalah tersebut di atas, peneliti melakukan penelitian lapangan (Field Research) dengan melakukan observasi, wawancara (interview), dan dokumentasi. Data yang diperoleh diolah dengan metode kualitatif, Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis kualitatif yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan Vertifikasi atau penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian tentang Pentingnya Penerapan Tata Tertib dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMK Negeri 1 bone. Bahwa kepala sekolah sangat memperhatikan mengenai pentingnya penerapan tata tertib sekolah untuk meningkatkan kedisiplinan siswa, penerapan tata tertib sekolah melibatkan semua pihak yang terkait. Penerapan tata tertib dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melalui lima unsur yaitu peraturan, konsistensi, keteladanan, penghargaan, dan hukuman. Kedisiplinan siswa di SMK Negeri 1 Bone sudah dikatakan baik dan selalu mempertahankan kedisiplinan siswa. Dalam penerapan tata tertib di SMK Negeri 1 Bone tidak terlepas dari hambatan-hambatan yang dihadapi baik dari faktor internal maupun faktor eksternal. Hambatan dari faktor internal seperti dari siswa itu sendiri dengan kata lain kurangnya kesadaran siswa dalam mentaati tata tertib sekolah. dan faktor eksternal seperti dari lingkungan (keluarga, sekolah, dan masyarakat) cohtohnya pergaulan anak.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya maka dapat dirumuskan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.Penerapan tata tertib sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMK Negeri 1 Bone melibatkan kepala sekolah dan seluruh stake holder yang ada dan juga mengikutsertakan siswa dan orang tua siswa. Dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dilakukan dengan lima unsur, yaitu:
a.Peraturan
Peraturan adalah pola yang ditetapkan untuk berbuat atau bertingkah laku. Peraturan yang terdapat di SMK Negeri 1 Bone yaitu sopan santun, kehadiran, penampilan, kegiatan belajar, menjaga sarana dan prasarana sekolah, dan serta upacara.
b.Konsistensi
Konsistensi adalah tingkat keseragaman atau stabilitasi yang mempunyai nilai mendidik, memotivasi, memperbaiki penghargaan.
c.Keteladanan
Teladan merupakan role model yang memberikan contoh dalam hal sika, prilaku, dan pembentukan kepribadian seseorang.
d.Penghargaan
Penghargaan adalah segala sesuatu yang berupa penghargaan yang menyenangkan perasaan dan diberikan kepada siswa, karena mendapatkan hasil yang baik yang telah dicapai. Pemberian penghargaan yang diberikan oleh guru-guru di SMK Negeri 1 Bone yaitu pemberian kepercayaan dalam diri anak, dan pemberian senyuman, pandangan.
e.Hukuman
Hukuman merupakan tindakan yang diberikan oleh pendidik terhadap anak didik yang telah melakukan kesalahan/ pelanggaran dengan tujuan agar anak didik tidak akan mengulangi kesalahan dan memperbaiki kesalahan yang diperbuat. Dalam pemberian hukuman di SMK Negeri 1 Bone hanya bersifat membimbing, dan pemberian hukumannya hanya berupa teguran dan nasehat.
2.Kendala-kendala yang dihadapi oleh SMK Negeri 1 Bone dalam penerapan tata tertib kedisiplinan siswa, ada dua faktor yaitu:
a.Faktor internal
Faktor internal ini merupakan faktor yang berasal dari dalam diri yang bersangkutan, yaitu kesadaran siswa itu sendiri. Seperti yang dialami oleh pihak sekolah di SMK Negeri 1 Bone yaitu kurangnya kesadaran siswa dalam mematuhi tata tertib sekolah.
b.Faktor eksternal
Faktor eksternal ini merupakan faktor yang berasal dari luar siswa, yaitu faktor lingkungan. Faktor lingkungan menjadi pemicu yang paling besar yang dihadapi oleh pihak sekola di SMK Negeri 1 Bone. Lingkungan memang termasuk faktor yang dominan dalam mempengaruhi siswa, tetapi lingkungan ini bukan hanya di lingkungan sekolah akan tetapi di luar sekolah. seperti pergaulan anak, pergaulan yang tidak baik yang didapat di luar sekolah akan berpengaruh sikap anak di sekolah.
B.Saran
Berdasarkan ke simpulan di atas maka dapat dirumuskan beberapa saran sebagai berikut:
1.Bagi pihak sekolah hendaknya selalu berusaha untuk konsisten dalam menegakkan kedisiplinan karena kedisiplinan merupakan modal utama untuk mencapai hasil yang maksimal dari suatu tujuan pendidikan.
2.Bagi guru hendaknya selalu mengembangkan kreatifitas dalam menanamkan kedisiplinan kepada siswa.
3.Bagi siswa diharapkan lebih meningkatkan kesadaran dalam diri akan arti pentingnya disiplin dalam mematuhi tata tertib sekolah.
4.Bagi orang tua siswa diharapkan anak dibiasakan untuk disiplin sehingga anak akan mengetahui yang mana yang baik dilakukan dan yang mana yang tidak baik dilakukan.
Untuk memudahkan pemecahan masalah tersebut di atas, peneliti melakukan penelitian lapangan (Field Research) dengan melakukan observasi, wawancara (interview), dan dokumentasi. Data yang diperoleh diolah dengan metode kualitatif, Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis kualitatif yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan Vertifikasi atau penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian tentang Pentingnya Penerapan Tata Tertib dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMK Negeri 1 bone. Bahwa kepala sekolah sangat memperhatikan mengenai pentingnya penerapan tata tertib sekolah untuk meningkatkan kedisiplinan siswa, penerapan tata tertib sekolah melibatkan semua pihak yang terkait. Penerapan tata tertib dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melalui lima unsur yaitu peraturan, konsistensi, keteladanan, penghargaan, dan hukuman. Kedisiplinan siswa di SMK Negeri 1 Bone sudah dikatakan baik dan selalu mempertahankan kedisiplinan siswa. Dalam penerapan tata tertib di SMK Negeri 1 Bone tidak terlepas dari hambatan-hambatan yang dihadapi baik dari faktor internal maupun faktor eksternal. Hambatan dari faktor internal seperti dari siswa itu sendiri dengan kata lain kurangnya kesadaran siswa dalam mentaati tata tertib sekolah. dan faktor eksternal seperti dari lingkungan (keluarga, sekolah, dan masyarakat) cohtohnya pergaulan anak.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya maka dapat dirumuskan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.Penerapan tata tertib sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMK Negeri 1 Bone melibatkan kepala sekolah dan seluruh stake holder yang ada dan juga mengikutsertakan siswa dan orang tua siswa. Dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dilakukan dengan lima unsur, yaitu:
a.Peraturan
Peraturan adalah pola yang ditetapkan untuk berbuat atau bertingkah laku. Peraturan yang terdapat di SMK Negeri 1 Bone yaitu sopan santun, kehadiran, penampilan, kegiatan belajar, menjaga sarana dan prasarana sekolah, dan serta upacara.
b.Konsistensi
Konsistensi adalah tingkat keseragaman atau stabilitasi yang mempunyai nilai mendidik, memotivasi, memperbaiki penghargaan.
c.Keteladanan
Teladan merupakan role model yang memberikan contoh dalam hal sika, prilaku, dan pembentukan kepribadian seseorang.
d.Penghargaan
Penghargaan adalah segala sesuatu yang berupa penghargaan yang menyenangkan perasaan dan diberikan kepada siswa, karena mendapatkan hasil yang baik yang telah dicapai. Pemberian penghargaan yang diberikan oleh guru-guru di SMK Negeri 1 Bone yaitu pemberian kepercayaan dalam diri anak, dan pemberian senyuman, pandangan.
e.Hukuman
Hukuman merupakan tindakan yang diberikan oleh pendidik terhadap anak didik yang telah melakukan kesalahan/ pelanggaran dengan tujuan agar anak didik tidak akan mengulangi kesalahan dan memperbaiki kesalahan yang diperbuat. Dalam pemberian hukuman di SMK Negeri 1 Bone hanya bersifat membimbing, dan pemberian hukumannya hanya berupa teguran dan nasehat.
2.Kendala-kendala yang dihadapi oleh SMK Negeri 1 Bone dalam penerapan tata tertib kedisiplinan siswa, ada dua faktor yaitu:
a.Faktor internal
Faktor internal ini merupakan faktor yang berasal dari dalam diri yang bersangkutan, yaitu kesadaran siswa itu sendiri. Seperti yang dialami oleh pihak sekolah di SMK Negeri 1 Bone yaitu kurangnya kesadaran siswa dalam mematuhi tata tertib sekolah.
b.Faktor eksternal
Faktor eksternal ini merupakan faktor yang berasal dari luar siswa, yaitu faktor lingkungan. Faktor lingkungan menjadi pemicu yang paling besar yang dihadapi oleh pihak sekola di SMK Negeri 1 Bone. Lingkungan memang termasuk faktor yang dominan dalam mempengaruhi siswa, tetapi lingkungan ini bukan hanya di lingkungan sekolah akan tetapi di luar sekolah. seperti pergaulan anak, pergaulan yang tidak baik yang didapat di luar sekolah akan berpengaruh sikap anak di sekolah.
B.Saran
Berdasarkan ke simpulan di atas maka dapat dirumuskan beberapa saran sebagai berikut:
1.Bagi pihak sekolah hendaknya selalu berusaha untuk konsisten dalam menegakkan kedisiplinan karena kedisiplinan merupakan modal utama untuk mencapai hasil yang maksimal dari suatu tujuan pendidikan.
2.Bagi guru hendaknya selalu mengembangkan kreatifitas dalam menanamkan kedisiplinan kepada siswa.
3.Bagi siswa diharapkan lebih meningkatkan kesadaran dalam diri akan arti pentingnya disiplin dalam mematuhi tata tertib sekolah.
4.Bagi orang tua siswa diharapkan anak dibiasakan untuk disiplin sehingga anak akan mengetahui yang mana yang baik dilakukan dan yang mana yang tidak baik dilakukan.
Ketersediaan
| ST20170136 | 136/2017 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
136/2017
Penerbit
STAIN Watampone : Watampone., 2017
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Tarbiyah
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
