Urgensi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Perilaku Ramah pada Siswa SD Inpres 7/83 Barugae Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone
Riswana/02.13. 1092 - Personal Name
ina Perilaku Ramah pada Siswa SD Inpres 7/83 Barugae Kecamatan Lamuru
Kabupaten Bone. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pembinaan
guru Pendidikan Agama Islam dalam menerapkan perilaku ramah pada siswa SD
Inpres 7/83 Barugae Kec. Lamuru Kab. Bone dan untuk menjabarkan faktor
pendukung dan penghambat dalam menerapkan perilaku ramah pada siswa SD Inpres
7/83 Barugae Kec. Lamuru Kab. Bone.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat
kualitatif dengan analisis data deskriptif. Proses pengumpulan data menggunakan
teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini yang menjadi
sumber data atau informan 21 (dua puluh satu) orang yaitu: kepala sekolah, guru
Pendidikan Agama Islam, dan siswa berjumlah 19 orang, yang ada di sekolah SD
Inpres 7/83 Barugae Kec. Lamuru Kab. Bone.
Berdasarkan penelitian, hasil yang diperoleh peneliti; bahwa pertama bentuk
pembinaan yang dilakukan oleh guru dalam menerapkan perilaku pada siswa di
Sekolah SD Inpres 7/83 Barugae Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone sangatlah baik,
yaitu dengan melakukan pemberdayaan budaya salam atau 3S (Senyum, Salam,
Sapa), dengan menggunakan berbagai bentuk pendekatan seperti: pendekatan
individu, pendekatan keteladanan, pemberian motivasi, nasehat dan pendekatan
pembiasaan. Kedua faktor pendukung dan penghambat dalam menerapkan perilaku
ramah pada siswa SD Inpres 7/83 Barugae Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone.
Faktor pendukung seperti: lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan
masyarakat. Sedangkan faktor penghambat berupa kendela-kendala yang dihadapi
guru dalam menerapkan pembinaan perilaku ramah pada siswa SD Inpres 7/83
Barugae Kecamatan Lamuru, seperti: ciri khas dan karakteristik yang cenderung
keras kepala dan berani menentang aturan yang diterapkan oleh guru, pengaruh dari
teknologi yang canggih jika tidak diberikan pemahaman yang benar tentang fungsi
dan tujuan yang sebenarya dan lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah juga
bisa menjadi penghambat dari pembinaan perilaku ramah itu sendiri.
Berdasarkan hal tersebut di atas, sebaiknya lingkungan keluarga,masyarakat,
dan lingkungan sekolah harus bekerjasama dalam membina perilaku ramah tidak
hanya sekolah yang bertanggung jawab dalam membina perilaku ramah.
A. Simpulan
Berdasarkan uraian pada bab pembahasan, maka penulis dapat
mengemukakan simpulan dari hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan
yaitu:
1. Bentuk pembinaan perilaku ramah sudah diterapkan di sekolah SD Inpres
7/83 Barugae Kecematan Lamuru dengan menerapkan budaya salam dan
memberdayakan 3S yaitu Senyum, Salam dan Sapa merupakan bentuk dari
pembinaan perilaku ramah. Dengan menggunakan beberapa pendekatan yang
bertujuan untuk mempermudah dalam proses pelaksanaan pembinaan perilaku
ramah pada siswa di Sekolah SD Inpres 7/83 Barugae Kecamatan Lamuru
Kabupaten Bone. Dalam melakukan pembinaan dengan melalui pemberdayan
3S (senyum, salam, sapa) guru melakukan berbagai pendekatan berupa:
a. Pendekatan Individu
b. Pendekatan Keteladanan
c. Pemberian Motivasi dan Nasehat
d. Pendekatan Pembiasaan
2. Faktor pendukung dalam menerapkan perilaku ramah yaitu:
a. Keluarga
Kualitas orang tua sangat berpengaruh terhadap anak, karena dari bapak
dan ibu pertama anak mengenal lingkungan, yang dimulai dari lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Orang tua harus
menjadi contoh teladan bagi anaknya sebagai rujukan moral.Dengan
demikian pendidikan keluarga merupakan pertama dan utama karena di
dalam keluarga terdapat kedua orang tua yang membimbing mulai dari
cara berjalan hinggah berlari
b. Masyarakat
Pada usia prasekolah (terutama pada usia 5-6 tahun) dengan teman
sebayanya. Lingkungan yang baik akan membawa pengaruh positif bagi
anak perkembangan sosial anak sudah tampak jelas, karena mereka sudah
mulai aktif berkomunikasi dengan teman sebayanya. Jadi masyarakat di
lingkungan sekitar harus bisa menjadi contoh yang baik.
c. Sekolah
Lingkungan sangat berpengaruh dalam perkembangan fisik dan jiwa
anak. Dalam rangka membantu perkembangan fisik anak, guru
seyogyanya memberikan bimbingan berupa pembinaan kepada mereka
agar memiliki kesedaran akan kemampuan yang dimilikinya dan guru
harus mendukung dan mengembangkan potensi yang dimiki siswanya
baik dari aspek kognitif, psikomotorik dan afektifnya dan guru harus
mampu menjadi sosok teladan yang baik untuk siswanya.
3. Faktor penghambat berupa kendela- kendala yang dihadapi guru dalam
membina perilaku ramah pada siswa SD Inpres 7/83 Barugae Kecamatan
Lamuru.
a. Latar belakang siswa yang berbeda- beda menjadi Kendala tersendiri
dalam membina perilaku ramah atas dasar kebebasan siswa sering
berperilaku membangkan terhadap peraturan.
65
b. Perkembangan teknologi yang tidak terkendali yang akan memberikan
pengaruh positif dan negative
c. Lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah selain sebagai faktor
pendukung juga bisa bisa menjadi faktor penghamabat karena dari sana
lah semuanya kehidupan dan jati diri seorang adak tumbuh dan
berkembang.
B. Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan, maka penulis
menyarankan:
1. Untuk guru diharapkan untuk bisa menjadi suri tauladan baik di lingkungan
keluarga maupun masyarakat sehingga dalam proses pembinaan perilaku
ramah yang diterapkan selama ini dapat berkembang dan bisa menjadi salah
satu sekolah yang menjadi panutan dan menjadi contoh bagi lembaga sekolah
lain.
2. Untuk orang tua sebagai panutan harus bisa menjadi teladan bagi anaknya,
dan lingkungan kekuarga, masyarakat dan sekolah harus bekerjasama agar
anak-anak tidak terpengaruh dari perkembangan IPTEK. Perkembangan dari
Teknolagi Informasi Dan komunikasi harus diseimbangkan dengan IMTAK.
Kabupaten Bone. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pembinaan
guru Pendidikan Agama Islam dalam menerapkan perilaku ramah pada siswa SD
Inpres 7/83 Barugae Kec. Lamuru Kab. Bone dan untuk menjabarkan faktor
pendukung dan penghambat dalam menerapkan perilaku ramah pada siswa SD Inpres
7/83 Barugae Kec. Lamuru Kab. Bone.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat
kualitatif dengan analisis data deskriptif. Proses pengumpulan data menggunakan
teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini yang menjadi
sumber data atau informan 21 (dua puluh satu) orang yaitu: kepala sekolah, guru
Pendidikan Agama Islam, dan siswa berjumlah 19 orang, yang ada di sekolah SD
Inpres 7/83 Barugae Kec. Lamuru Kab. Bone.
Berdasarkan penelitian, hasil yang diperoleh peneliti; bahwa pertama bentuk
pembinaan yang dilakukan oleh guru dalam menerapkan perilaku pada siswa di
Sekolah SD Inpres 7/83 Barugae Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone sangatlah baik,
yaitu dengan melakukan pemberdayaan budaya salam atau 3S (Senyum, Salam,
Sapa), dengan menggunakan berbagai bentuk pendekatan seperti: pendekatan
individu, pendekatan keteladanan, pemberian motivasi, nasehat dan pendekatan
pembiasaan. Kedua faktor pendukung dan penghambat dalam menerapkan perilaku
ramah pada siswa SD Inpres 7/83 Barugae Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone.
Faktor pendukung seperti: lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan
masyarakat. Sedangkan faktor penghambat berupa kendela-kendala yang dihadapi
guru dalam menerapkan pembinaan perilaku ramah pada siswa SD Inpres 7/83
Barugae Kecamatan Lamuru, seperti: ciri khas dan karakteristik yang cenderung
keras kepala dan berani menentang aturan yang diterapkan oleh guru, pengaruh dari
teknologi yang canggih jika tidak diberikan pemahaman yang benar tentang fungsi
dan tujuan yang sebenarya dan lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah juga
bisa menjadi penghambat dari pembinaan perilaku ramah itu sendiri.
Berdasarkan hal tersebut di atas, sebaiknya lingkungan keluarga,masyarakat,
dan lingkungan sekolah harus bekerjasama dalam membina perilaku ramah tidak
hanya sekolah yang bertanggung jawab dalam membina perilaku ramah.
A. Simpulan
Berdasarkan uraian pada bab pembahasan, maka penulis dapat
mengemukakan simpulan dari hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan
yaitu:
1. Bentuk pembinaan perilaku ramah sudah diterapkan di sekolah SD Inpres
7/83 Barugae Kecematan Lamuru dengan menerapkan budaya salam dan
memberdayakan 3S yaitu Senyum, Salam dan Sapa merupakan bentuk dari
pembinaan perilaku ramah. Dengan menggunakan beberapa pendekatan yang
bertujuan untuk mempermudah dalam proses pelaksanaan pembinaan perilaku
ramah pada siswa di Sekolah SD Inpres 7/83 Barugae Kecamatan Lamuru
Kabupaten Bone. Dalam melakukan pembinaan dengan melalui pemberdayan
3S (senyum, salam, sapa) guru melakukan berbagai pendekatan berupa:
a. Pendekatan Individu
b. Pendekatan Keteladanan
c. Pemberian Motivasi dan Nasehat
d. Pendekatan Pembiasaan
2. Faktor pendukung dalam menerapkan perilaku ramah yaitu:
a. Keluarga
Kualitas orang tua sangat berpengaruh terhadap anak, karena dari bapak
dan ibu pertama anak mengenal lingkungan, yang dimulai dari lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Orang tua harus
menjadi contoh teladan bagi anaknya sebagai rujukan moral.Dengan
demikian pendidikan keluarga merupakan pertama dan utama karena di
dalam keluarga terdapat kedua orang tua yang membimbing mulai dari
cara berjalan hinggah berlari
b. Masyarakat
Pada usia prasekolah (terutama pada usia 5-6 tahun) dengan teman
sebayanya. Lingkungan yang baik akan membawa pengaruh positif bagi
anak perkembangan sosial anak sudah tampak jelas, karena mereka sudah
mulai aktif berkomunikasi dengan teman sebayanya. Jadi masyarakat di
lingkungan sekitar harus bisa menjadi contoh yang baik.
c. Sekolah
Lingkungan sangat berpengaruh dalam perkembangan fisik dan jiwa
anak. Dalam rangka membantu perkembangan fisik anak, guru
seyogyanya memberikan bimbingan berupa pembinaan kepada mereka
agar memiliki kesedaran akan kemampuan yang dimilikinya dan guru
harus mendukung dan mengembangkan potensi yang dimiki siswanya
baik dari aspek kognitif, psikomotorik dan afektifnya dan guru harus
mampu menjadi sosok teladan yang baik untuk siswanya.
3. Faktor penghambat berupa kendela- kendala yang dihadapi guru dalam
membina perilaku ramah pada siswa SD Inpres 7/83 Barugae Kecamatan
Lamuru.
a. Latar belakang siswa yang berbeda- beda menjadi Kendala tersendiri
dalam membina perilaku ramah atas dasar kebebasan siswa sering
berperilaku membangkan terhadap peraturan.
65
b. Perkembangan teknologi yang tidak terkendali yang akan memberikan
pengaruh positif dan negative
c. Lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah selain sebagai faktor
pendukung juga bisa bisa menjadi faktor penghamabat karena dari sana
lah semuanya kehidupan dan jati diri seorang adak tumbuh dan
berkembang.
B. Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan, maka penulis
menyarankan:
1. Untuk guru diharapkan untuk bisa menjadi suri tauladan baik di lingkungan
keluarga maupun masyarakat sehingga dalam proses pembinaan perilaku
ramah yang diterapkan selama ini dapat berkembang dan bisa menjadi salah
satu sekolah yang menjadi panutan dan menjadi contoh bagi lembaga sekolah
lain.
2. Untuk orang tua sebagai panutan harus bisa menjadi teladan bagi anaknya,
dan lingkungan kekuarga, masyarakat dan sekolah harus bekerjasama agar
anak-anak tidak terpengaruh dari perkembangan IPTEK. Perkembangan dari
Teknolagi Informasi Dan komunikasi harus diseimbangkan dengan IMTAK.
Ketersediaan
| ST20170281 | 281/2017 | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
281/2017
Penerbit
STAIN Watampone : Watampone., 2017
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Skripsi Tarbiyah
Informasi Detil
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain
